Al-Hamiid, yang Maha Terpuji

بسم الله الرحمن الرحيم

Nama Allah Ta’ala yang maha indah ini disebutkan dalam banyak ayat al-Qur-an, di antaranya dalam ayat-ayat berikut ini:

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ}

Hai manusia, kamulah yang butuh (tergantung) kepada Allah dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji” (QS Faathir: 15).

{وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَى صِرَاطِ الْحَمِيدِ}

Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) Yang Maha Terpuji” (QS al-Hajj: 24). Lanjut membaca

Ajaran Madzhab Syafi’iyyah yang Ditinggalkan Bahkan Dibenci Oleh Sebagian “Pengikutnya” #2

KEDUA : HARAMNYA MUSIK

Merupakan perkara yang menyedihkan tatkala kita menyaksikan sebagian dai yang mengaku mengikuti madzhab syafi’iyah ternyata menggunakan musik dalam beribadah…, jadilah shalawatan disertai senandung musik…irama gambus islami…kasihadahan islami…

Lebih memilukan lagi bahwa ada di antara mereka yang berdakwah dengan menggunakan alat musik….

Padahal ini merupakan bentuk bertasyabbuh (meniru-niru) kaum nasrani dalam tata cara peribadatan mereka di gereja-gereja mereka. Jika bertasyabbuh dalam perkara adat dan tradisi mereka merupakan perkara yang dibenci lantas bagaimana lagi halnya jika bertasyabbuh dalam perkara ibadah mereka?? Lanjut membaca

Revolusi Jilbab

Beragam mode busana kini telah membanjiri penjuru dunia. Meruyak semarak tak hanya di perkotaan saja, bahkan pedesaanpun tak luput olehnya. Ironisnya, peminat produk yang notabene jahiliyah itu justru dari kalangan wanita-wanita muslimah.

Suatu hal yang tak dapat dipungkiri lagi, bahwa maraknya busana-busana jahiliyah tersebut merupakan salah satu program orang-orang kafir dalam menghancurkan umat islam. Mereka merusak para wanita terlebih dahulu dari segi busananya, dan membuat para wanita risih dengan jilbab, menebarkan berbagai kerancuan seperti perkataan : “Busana itukan hanya masalah adat istiadat saja! Berpakaian itu ibarat seni. Jadi setiap orang bebas memilih mode yang sesuai dengan dirinya masing-masing.” Semua itu dikarenakan mereka menganggap, jika para wanita muslimah sudah berhasil dirusak, rusaklah sudah sendi-sendi agama lainnya, satu demi satu. Mengapa kaum muslimin masih belum sadar dari kelalaiannya selama ini? Akankah hal ini segera mereka akhiri?!! Lanjut membaca

Ajaran Madzhab Syafi’iyyah yang Ditinggalkan Bahkan Dibenci Oleh Sebagian “Pengikutnya” #1

Berikut ini beberapa ajaran madzhab syafi’iyah yang ditinggalkan (tidak dikerjakan) oleh sebagian penganutnya, padahal begitu getolnya mereka mengaku-ngaku sebagai pengkut madzhab syafi’iyah yang setia !!!

PERTAMA : MEMANJANGKAT JENGGOT

Merupakan perkara yang aneh adalah semangatnya sebagian ustadz dan kiyai (yang mengaku bermadzhab  syafi’iyah) untuk memangkas habis jenggot mereka…, bahkan sebagian mereka mencela orang yang memanjangkan jenggotnya, atau mengecapnya sebagai teroris. Padahal Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengharamkan mencukur habis jenggot. Lanjut membaca

Cuma Makruh Kok Dilarang ?! Dasar Wahabi!

(Perihal Makruhnya Sholat di kuburan dan Ritual Tahlilan)

“Makruh kok dilarang!!??”, inilah dalih yang dianggap dalil oleh sebagian orang yang mengaku bermadzhab syafi’i untuk melegalisasi perkara-perkara yang dimakruhkan/dibenci oleh para ulama madzhab syafi’iyah.

Tatkala disampaikan kepada sebagian mereka bahwa ulama madzhab syafi’iyah membenci sholat di kuburan dan membangun masjid di atas kuburan dalam rangka mencari keberkahan, demikian juga para ulama syafi’iyah membenci acara kumpul-kumpul di rumah mayat setelah lebih dari tiga hari, maka  dengan mudah mereka akan menjawab, “Kan hukumnya hanya dibenci alias makruh, tidak sampai haram. Maka janganlah kalian melarang!, sungguh aneh kalian  kaum wahabi!” Lanjut membaca

Selama Ikhlasmu, Pasti Ada Dampaknya

[Selama Ikhlasmu, Pasti Ada Dampaknya -Bagian Kedua- ]

Pernah dengar nama Syaikh Abdul Ghaniy Al-Juma’ily Al-Maqdisy? Beliau adalah seorang ulama ahli hadits bermadzhab Hanbaly. Salah satu karya termasyhur beliau adalah Umdatul Ahkam, sebuah kitab kumpulan hadits ahkam yang dijamak dari dua kitab Shahih -Shahih Al-Bukhary dan Shahih Muslim-. Tak terhitung sudah berapa juta dari manusia mengambil manfaat dari kitab tersebut; dan masih…dan masih dicetak, disebarkan dan dipelajari oleh umat Islam.

Diriwayatkan dalam kitab Thabaqat Al-Hanabilah, bahwa beliau -rahimahullah- kala itu dipenjara di Bait Al-Maqdis, Palestina. Suatu malam, beliau menunaikan Qiyamul Lail dengan setulus-tulus tunaian pada Allah Ta’ala. Beliau pun bangkit untuk shalat. Bersamanya di penjara, para penjarawan dari Yahudi dan Nashrani. Beliau tak mampu membendung air mata dalam Qiyam-nya. Sepanjang malam, pipi beliau menjadi lukisan anak-anak sungai air mata. Subuh pun tiba. Mereka, para penjarawan selainnya semalaman menyaksikan hamba yang tulus ini. Mereka pun mendatangi penjaga penjara. Lanjut membaca

Mujahidin Membongkar Makam Hujr bin Adi ~radhiyallahu ‘anhu~ ?!

Lagi-lagi dusta Syi’ah terbongkar. Beberapa minggu terakhir, Syi’ah dari berbagai negara mulai dari Iran, Suria, Hizbullat-Libanon, bahkan sampai konco-konconya di Indonesia dengan aktifnya menebarkan fitnah “PEMBONGKARAN MAKAM HUJR IBN ADI AL-KINDY Radhiallahu ‘anhu”. Sahabat yang turut serta menghancurkan imperium Persia Majusi di Iran dan Mada’in, yang kemudian wafat di Suria.

Tidak cukup di sini, mereka menebarkan ‘foto’ yang diklaim foto beliau, dan menuduh para mujahidinlah yang melakukan perbuatan terkutuk tersebut. Lanjut membaca

[Audio] Radio Rodja Suka Mengkafirkan Kaum Muslimin ?!

Hari jum’at kemarin Radio Rodja dapat undangan dari KPID Jabar untuk klarifikasi terhadap aduan beberapa lembaga dan ormas yang menyebutkan bahwa radio rodja sering mengkafirkan dan meng-ahli bid’ahkan kaum muslimin secara umum atau men-ta’yin ahli bid’ah masuk neraka.

Alhamdulillah bila menyimak kajian asatidz kita dengan hati yang jernih tentu kita dapati bahwa tuduhan tersebut hanyalah isapan jempol belaka,semoga Allah Ta’ala menetapkan hidayah bagi kita semua dan mereka.

Berikut satu saja kajian yang disampaikan oleh ustadz Abu Haidar -semoga Allah menjaga beliau- dari sekian banyak kajian yg disampaikan oleh para asatidz di radio Rodja yang bisa meluruskan tuduhan tersebut. Lanjut membaca

Talk Show : Polemik Hukum Kredit Pemilikan Rumah (KPR) – Dr. Muhammad Arifin Badri MA

Video diskusi yang membahas tentang polemik seputar hukum kredit pemilikan rumah atau yang biasa disebut dengan KPR, ditinjau dari syariah Islam. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Saksikan video pada link beirkut ini:

Lanjut membaca

[Kedustaan Syi'ah Terbongkar Lagi] Wahabi Memfitnah Nabi Saaw Pemabuk ?!

Dengan begitu gencarnya, spesies Syi’ah di seluruh dunia menyebarkan video Asy-Syaikh ‘Adnaan Al-Ar’ur yang telah diamputasi dari rekaman aslinya. Setelah dipotong, video tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan di-upload ulang di Youtube:

http://www.youtube.com/watch?v=LaKVGfvwPIo

Judulnya juga sangat provokatif : “Wahabi Memfitnah Nabi Saaw Pemabuk”.

[Namun setelah ketahuan aksi penipuannya, peng-upload mensetting video tersebut ke ranah privacy sehingga tidak bisa dilihat oleh publik. Alhamdulillah saya (Abul-Jauzaa’) telah mendokumentasikannya, bisa dilihat pada video di bawah* :] Lanjut membaca

Ensiklopedi Amalan di Bulan Rajab

Ensiklopedi Amalan di Bulan Rajab
Ust. Abu Ubaidah As-Sidawi

Memang benar, keutamaan bulan dalam kalender hijriyah itu bertingkat-tingkat, begitu juga hari-harinya. Misalnya, bulan Ramadhan lebih utama dari semua bulan, hari Jum’at lebih utama dari semua hari, malam Lailatul Qadar lebih utama dari semua malam, dan sebagainya. Namun, harus kita pahami bersama bahwa timbangan keutamaan tersebut hanyalah syari’at, yakni al-Qur’an dan hadits yang shahih, bukan hadits-hadits dha’if (lemah) dan maudhu’ (palsu).

Di antara bulan Islam yang ditetapkan kemuliaannya dalam al-Qur’an dan as-Sunnah adalah bulan Rajab. Namun sungguh sangat disesalkan beredarnya riwayat-riwayat yang dha’if dan palsu seputar bulan Rajab serta amalan-amalan khusus di bulan Rajab di tengah masyarakat kita. Hal ini dijadikan senjata oleh para pecandu bid’ah mempromosikan kebid’ahan-kebid’ahan ala jahiliyah di muka bumi ini. Lanjut membaca

Mengapa Enggan Untuk Merapatkan Shaf?

Hampir setiap kali menunaikan salat berjamaah kita mendengar imam salat mengatakan, “Rapatkan dan luruskan barisan!”; “Luruskan dan rapatkan barisan, karena rapat dan lurusnya barisan merupakan kesempurnaan salat!” atau kata-kata senada yang kurang lebih maknanya sama. Namun, pada kenyataannya, masih banyak kaum muslimin yang tidak mendengar dan tidak mau mematuhi ajakan imam untuk meluruskan dan merapatkan barisan.

Sering kali kita dapati para makmum tidak memedulikan masalah meluruskan barisan, yang satu agak maju ke depan, yang satu lagi agak mundur ke belakang, telapak kaki membentuk huruf V sehingga mustahil bisa rapat satu sama lain, ataupun kaki-kaki mereka tidak bersentuhan dengan saudaranya yang ada di sampingnya, tidak peduli lagi akan lurus dan rapatnya barisan salat berjamaah. Bahkan, tidak sedikit kaum muslimin yang apabila ada orang yang merapat, malah semakin menjauh dan marah karena didekati saudaranya sesama umat Islam. Padahal kaum muslimin adalah bersaudara yang diperintah agar merapatkan dan meluruskan barisan dalam salat berjamaah. Lanjut membaca