Berhiaslah dengan Akhlak Ahlus Sunnah dalam Menyikapi Berita tentang Masalah Besar, Jagalah Persatuan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah ta’ala berfirman,

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Andaikan mereka menyerahkan urusannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan orang-orang berilmu) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” [An-Nisa’: 83] Read the rest of this entry

Agama Islam Tegak Dengan Ilmu

Musuh-musuh Islam selalu berusaha mengaitkan tersebarnya Islam dengan pedang. Syubhat (kerancuan) ini diwariskan oleh orang-orang Nashara sampai zaman ini. Hal ini tidak aneh bagi mereka, bahkan mereka telah mewariskan perkara-perkara yang lebih besar (kedustaannya) dari pada hal ini. Mereka mewariskan perkara-perkara yang bertentangan dengan fitrah, akal, dan kesepakatan seluruh syari’at/agama, seperti anggapan mereka bahwa Allah Azza wa Jalla adalah satu dari trinitas, bahwa al-Masih ‘Îsâ Alaihissalam disalib, dan bahwa beliau adalah anak Allah Azza wa Jalla. Maha Suci dan Maha Agung Allah Azza wa Jalla dari apa yang mereka ucapkan.

Agama Islam adalah syari’at Allah Azza wa Jalla yang Dia telah turunkan dengan ilmu-Nya Read the rest of this entry

Amalan Sunah di Bulan Rajab

Tidak terdapat amalan khusus terkait bulan Rajab. Baik bentuknya shalat, puasa, zakat, maupun umrah. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa hadis yang menyebutkan amalan bulan Rajab adalah hadis bathil dan tertolak.

Ibnu Hajar mengatakan,

لم يرد في فضل شهر رجب ، ولا في صيامه ، ولا في صيام شيء منه معين ، ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة ، وقد سبقني إلى الجزم بذلك الإمام أبو إسماعيل الهروي الحافظ

“Tidak terdapat riwayat yang shahih yang bisa untuk dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, baik bentuknya puasa sebulan penuh atau puasa di tanggal tertentu bulan Rajab atau shalat tahajjud di malam tertentu. Keterangan saya ini telah didahului oleh ketengan Imam Al-Hafidz Abu Ismail Al Harawi.” (Tabyinul Ujub bimaa Warada fii Fadli Rajab, Hal. 6) Read the rest of this entry

Hadis Dha’if (Lemah) seputar Rajab

Bismillah was shalatu was salamu ‘alaa rasulillah

Berikut beberapa hadis dhaif seputar bulan Rajab, yang disarikan dari karya para ulama ahli hadis. Jika Anda menjumpai satu amal tertentu di bulan Rajab, barangkali pangkal masalahnya adalah karena hadis dhaif berikut:

1. Hadis: “Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai, namanya sungai Rajab. Airnya lebih putih dari pada susu, lebih manis dari pada madu, siapa yang puasa sehari di bulan Rajab maka Allah akan memberi minum orang ini dengan air sungai tersebut.” (Riwayat Abul Qosim At Taimi dalam At Targhib wat Tarhib, Al Hafidz Al Ashbahani dalam kitab Fadhlus Shiyam, dan Al Baihaqi dalam Fadhail Auqat. Ibnul Jauzi mengatakan dalam Al Ilal Al Mutanahiyah: Dalam sanadnya terdapat banyak perawi yang tidak dikenal, sanadnya dhaif secara umum, namun tidak sampai untuk dihukumi palsu.) Read the rest of this entry

Sikap Islam Terhadap Perbudakan

Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Bin Shalih Ali Bassam berkata di dalam kitab Taisir ‘Allam juz 2 halaman 567-571 : Beberapa musuh Islam mencela keras pelegalan perbudakan dalam Syari’at Islam, yang menurut pandangan mereka termasuk tindakan biadab. Karena itu saya ingin menjelaskan permasalahan perbudakan di dalam pandangan Islam dan ajaran-ajaran lain, serta secara ringkas akan saya jelaskan sikap Islam terhadap perbudakan.

Sebenarnya perbudakan dahulu telah tersebar ke seluruh penjuru dunia/bumi, tidak hanya pada zaman Islam. Bangsa Romawi, Persia, Babilonia, dan Yunani, seluruhnya mengenal perbudakan. Dan para tokoh Yunani, seperti Plato dan Aristoteles pun hanya mendiamkan tindakan ini. Bahkan mereka memiliki banyak sebab untuk memperbudak seseorang seperti adanya perang, tawanan, penculikan atau karena menjadi pencuri. Tidak hanya itu, mereka pun menjual anak-anak yang menjadi tanggungan mereka untuk dijadikan budak, bahkan sebagian mereka menganggap para petani sebagai budak belian. Read the rest of this entry

Mitos Syirik Gunung Salak

بسم الله الرحمن الرحيم

Mitos Syirik Gunung Salak

(Tanggapan terhadap artikel: misteri gunung Salak, burung pun bisa jatuh di atas makam Syekh)

Bukannya mengambil hikmah dari kecelakaan Sukhoi dengan bertobat dari kemaksiatan dan dosa,  seorang “pemuka” di kaki gunung salak, desa palasari, Cijeruk malah menganjurkan makam Syekh Hasan dikukuhkan sebagai tempat ziarah. “Perlu semacam ada pengukuhan makam Syekh Hasan menjadi tempat ziarah” kata Habib Mukhsin Barakbah. Read the rest of this entry

Mengusap Khuf Ala Syi’ah

المسح على الخفين

المسح على الخفين

Selain dari sisi akidah yang menyimpang, dalam pengamalan beberapa cabang fikih pun Rafidhah (baca: Syi’ah) menyalahi tuntunan. Semisal dalam masalah mengusap khuf ini. Para ulama Ahlus Sunnah memasukkan bahasan mengusap khuf dalam bahasan akidah untuk menangkal pemahaman Rafidhah yang keliru.

Sebelumnya ada baiknya lebih dahulu kita bahas apa yang dimaksud dengan khuf dan cara mengusap khuf.

Pengertian Khuf

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

والخُفَّان: ما يُلبَسُ على الرِّجل من الجلود، ويُلْحَقُ بهما ما يُلبَسُ عليهما من الكِتَّان، والصُّوف، وشبه ذلك من كُلِّ ما يُلبَسُ على الرِّجْل مما تستفيدُ منه بالتسخين

“Khuf adalah sesuatu yang dipakai pada kaki dan terbuat dari kulit, juga ada yang terbuat dari rami dan wol. Begitu pula termasuk khuf adalah segala sesuatu yang dikenakan kaki untuk memberikan kehangatan.”[1] Read the rest of this entry

Mengkritisi Pemahaman “Islam” Liberal (Menyingkap Akar Kerancuan Pemikiran Irshad Manji)

indonesia-tanpa-jil

indonesia-tanpa-jil

Liberal, yang bermakna bebas, adalah sebuah kata yang sebetulnya tidak cocok disandarkan kepada Islam, sebab Islam itu sendiri bermakna tunduk dan patuh kepada Allah tabaraka wa ta’ala, berserah diri kepada-Nya, yang berarti tidak bebas melakukan berbagai hal dalam kehidupan ini tanpa terikat dengan ketentuan-ketentuan sang pencipta; Allah Rabbul’alamin.

Jika dinalar dengan logika yang sehat pun, makna Islam seperti di atas maka insya Allah sama sekali tidak akan bertentangan dengan akal yang sehat, sebab akal yang sehat dapat memahami bahwa manusia dan seluruh alam ini adalah ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala dan selalu butuh kepada-Nya, maka sudah sepatutnya seluruh makhluk tidak menyombongkan diri dengan menolak ketentuan-ketentuan sang pencipta; Allah jalla wa ‘ala. Read the rest of this entry

Kafirnya Orang Yang Mencela Shahabat Nabi

لا تسبوا أصحابي لا تسبوا أصحابي فوالذي نفسي بيده لو أن أحدكم أنفق مثل أحد ذهبا ما أدرك مد أحدهم ولا نصيفه" [رواه البخاري ومسلم، واللفظ له]..

لا تسبوا أصحابي

Kalau kita melihat tindak tanduk Rafidhah (baca: Syi’ah), mereka tidaklah lepas dari mencela sahabat. Ulama-ulama mereka tidak segan-segan mengatakan bahwa ‘Aisyah –istri tercinta Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam- itu kafir dan pantas menempati neraka. Banyak literatur Syi’ah yang menyebutkan ajaran demikian, bukan hanya satu atau dua pernyataan, bahkan sudah menjadi ajaran pokok mereka. Tulisan kali ini akan menunjukkan bagaimana pujian Allah pada mereka, sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Juga akan dijelaskan pula mengenai kafirnya orang yang mencela sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Merenungkan Sifat Mulia Para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Sifat mulia para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, termaktub dalam ayat berikut setelah Allah memuji Rasul-Nya yang mulia. Allah Ta’ala berfirman,

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآَزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Read the rest of this entry

Penghafal Al-Qur’an Berzina

الندم

---

Kemarin malam, saya berkunjung ke tempat teman, eks teman satu wisma dulu. Beliau dulunya dari fakultas teknik. Meskipun demikian, kesibukannya kini bukan di perusahaan, karena ia memilih untuk menyibukkan diri dengan menghafalkan Al-Qur’an. Bahkan, bukan hanya menghafalkan Al-Qur’an semata, tetapi beliau juga berazzam untuk mengambil sanad minimal satu dari 10 qiraat.

Secara pribadi, saya paling suka kalau main ke tempat beliau, karena “pembicaraannya” tidak seperti pembicaraan manusia pada umumnya. Banyak nasehat yang dinukil dari kalamullah, hadits, atau petuah salaf sehingga membuat hati tidak bosan untuk mengambil faidah. Demikianlah persangkaan saya berdasar dzahir yang saya lihat, dan tidak bermaksud menyucikan seorang pun di hadapan Allah ta’ala. Read the rest of this entry

Sejarah Kemunculan Syi’ah

Lebih Damai Tanpa Syiah

Indonesia Tanpa Syi'ah

Secara fisik, sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Akan tetapi jika diteliti lebih dalam terutama dari sisi akidah, perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga tidak mungkin disatukan..

Syiah menurut etimologi bahasa arab bermakna pembela dan pengikut seseorang, selain itu juga bermakna setiap kaum yang berkumpul diatas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah, 3/61 karya Azhari dan Taajul Arus, 5/405, karya Az-Zabidi)

Adapun menurut terminologi syariat, syiah bermakna mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama dari seluruh sahabat dan lebih berhak untuk menjadi khalifah kaum muslimin, begitu pula sepeninggal beliau (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa Wan Nihal karya Ibnu Hazm) Read the rest of this entry

Download Ebook : Benarkah WAHABI Dalang Terorisme [Al-Furqon Edisi 12 Th. 10]

wahabi-dalang-terorisme

wahabi-dalang-terorisme

Aksi terorisme kembali menjadi sorotan publik, terlebih setelah bom bunuh din meledak di Masjid Mapolresta Cirebon. Bingkisan paket bom dan “tuci otak” ala NII pun turut mernperkeruh suasana.

Selain itu, isu berdirinya Negara Islam Indonesia juga menimbulkan kepanikan yang luar biasa di tengah masyarakat. Gejala ini menimbulkan kecurigaan terhadap kegiatan-kegiatan keislaman hingga tidak heran jika ada sebagian orang tua melarang anak-anaknya yang hendak mengkaji Islam secara intensif.

Ternyata kesempatan ini dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk kepentingan pribadi/kelompoknya. Main pukul rata dalam menghukumi orang sebagai teroris dengan melihat penampilan luar saja. Terciptalah opini masyarakat bahwa ciri khas teroris adalah seorang berjenggot, pakai gamis, peci putih, sedang wanitanya berjilbab besar atau bercadar. Lebih ironis lagi, komentar sebagian tokoh agama yang dengan gegabahnya mengatakan bahwa dalang utama di balik aksi terorisme adalah Wahabi!! Read the rest of this entry

Download Ebook : Pengkhianatan Syi’ah Kepada Ahlul Bait [Al-Furqon Edisi 8 Th. 11]

عائشة أمّ المؤمنين

عائشة أمّ المؤمنين

Para pembaca rahimakumullah. Syi’ah di Indonesia semakin menggurita dan melembaga.  Tidak kurang dari 7.000 mahasiswa Indonesia sekarang sedang belajar belajar ke Iran, sebuah negara yang notabene pusat cuci otak untuk para pendukung Syiah.

Jika tidak diantisipasi berarti dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia mungkin akan diramaikan oleh paham Syi`ah. Para mahasiswa tersebut akan kembali ke Indonesia dengan membawa paham yang bertentangan dengan paham umat Islam di Indonesia yang notabene Ahli Sunnah wal Jamaah.

Dengan slogan “cinta kepada ahli bait” yang palsu dan “taqiyyah”, Syi’ah membungkus borok mereka agar bisa melakukan tikaman kepada agama dan ahlinya dari dalam.

Para pembaca rahimakumullah. Merupakan suatu hal yang aneh, banyak di antara kalangan yang pro-Syi’ah, dalam waktu yang sama mereka sangat keras memusuhi dakwah salafiyyah atau yang biasa digelari dengan “Wahabi”. Sebut saja misalnya, buku-buku karya seorang misterius berjuluk Syaikh Idahram yang banyak beredar akhir-akhir ini: “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”, “Ulama Sejagat Menggugat Salafi Wahabi”, “Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Ulama Klasik” yang semuanya diberi kata pengantar oleh Dr. Said Aqil Siradj. Buku-buku tersebut di samping sangat jelas berisi kecaman dan serangan kepada Manhaj Salaf, juga aktif menyelundupkan “sampah-sampah” pemikiran Syi’ah. Oleh karenanya, pada edisi kali ini juga, kami memuat bahasan tentang “Hakikat Wahhabi” sehingga kita tidak termakan oleh isu-isu yang penuh kedustaan.

Semoga Allah meneguhkan kita semua di atas manhaj yang haq dan menyelamatkan kita dari kobaran fitnah yang dahsyat menerpa akhirakhir ini. Read the rest of this entry