Skip to content

Tafsir Surah Al-Qadr

Keajaiban Lailatul Qadar

Lailatul Qadar

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ .لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam Al-Qadr (lailatul qadr). Dan tahukah kamu apa lailatul qadr itu? lailatul qadr itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, malaikat-malaikat dan malaikat Jibril turun dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) keselamatan sampai fajar terbit.” [Al-Qadr: 1-5]

Surah Al-Qadr adalah salah satu surah makkiyah menurut kebanyakan ahli tafsir. Baca selengkapnya…

Presidenmu Tidak Akan Sekejam Hajjaj Bin Yusuf [Nasihat Menjelang Pengumuman Hasil Pilpres]

Ingatlah jika ada yang merasa bahwa hasil Pilpres tidak sesuai harapannya, siapa pun Presiden terpilih tetap wajib ditaati. Sekejam apa pun dia, sejelek apa pun orangnya tetap wajib didengar. Itulah seorang muslim dan rakyat yang baik. Walau pemimpinmu sekejam Al Hajjaj bin Yusuf, tetap wajib ditaati.

Siapa Al Hajjaj bin Yusuf?

Imam Adz Dzahabi menyebutkan tentang Al Hajjaj bin Yusuf, “Al Hajjaj, Allah memusnahkannya di bulan Ramadhan tahun 95 Hijrah dalam keadaan tua, dan beliau adalah seorang yang zhalim, bengis, naashibi (pembenci Ahlul Bait), keji, suka menumpahkan darah, memiliki keberanian, kelancangan, tipu daya, dan kelicikan, kefasihan, ahli bahasa, dan kecintaan terhadap Al Quran. Aku (Imam Adz Dzahabi) telah menulis tentang sejarah hidupnya yang buruk dalam kitabku At Tarikh Al Kabir, mengenai pengepungannya terhadap Ibnu Az Zubair dan Ka’bah, serta perbuatannya melempar Ka’bah dengan manjaniq, penghinaannya terhadap penduduk Al Haramain (dua tanah haram), penguasaannya terhadap ‘Iraq dan wilayah timur, semuanya selama 20 tahun. Juga peperangannya dengan Ibnul Asy’ats, sikapnya melambat-lambat (melalaikan) shalat sehinggalah Allah mematikannya, maka kami mencelanya, dan kami tidak mencintainya, sebaliknya kami membencinya karena Allah.” (Siyar A’lam An Nubala’, 4: 343) Baca selengkapnya…

Do’a Malam Lailatul Qadar dan Cara Membacanya [PENTING]

Adakah doa khusus lailatul qadar? Dan bagaimana cara yang benar mengucapkan doa ini?

Jawaban:

Terdapat riwayat dari Aisyah, bahwa doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika lailatul qadar adalah

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.

Hadis selengkapnya:

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Baca selengkapnya…

Orang Ini 60 Selama Tahun Menyediakan Buka Puasa Untuk Jama’ah Masjid Nabawi

Seorang kakek berusia 70 tahun bernama Muhammad bin Salimullah ar-Rahili adalah seorang yang dikenal sebagai orang yang senantiasa menjamu jamaah Masjid Nabawi dengan menu-menu buka puasa di bulan Ramadhan. Lebih dari 60 tahun sang kakek membantu membagi-bagikan buka puasa di masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Jamaah-jamaah yang berada di raudhah dan di sekitar makam Rasulullah niscaya mengenal sang kakek, karena di sanalah ia terbiasa berderma.

Di Masjid Nabawi sendiri lebih dari 1000 jamaah mengikuti buka bersama setiap harinya. Menu buka puasa dihidangkan pada 6 meja atau orang Indonesia mengenalnya sejenis lesehan panjang yang terletak di beberapa tempat Masjid Nabawi, termasuk di teras masjid.

Ar-Rahili mengatakan, biasanya menu buka puasa itu terdiri dari yogurt, susu, roti, kopi, dan ada juga hidangan yang disebut date dan duqa, sebuah makanan rumahan yang diadon dari bumbu-bumbu khas Arab. Baca selengkapnya…

Benarkah Syi’ah Rafidhah (Iran dan Sekutunya) Peduli Pada Palestina? [Inilah Faktanya]

Selama ini para agamawan Syiah di Iran terlihat menggebu-gebu dan penuh semangat membahas konflik di Palestina, demikian juga media-media Syiah membesar-besarkan peran Iran sebagai negara yang serius untuk memerdekakan tanah Palestina dan mensucikan Masjid Al Aqsha dari tangan-tangan kotor Yahudi.

Untuk menunjukkan tujuan mulia ini Iran mempersenjatai sebagian faksi-faksi pejuang Palestina, dan setiap tahunnya mengadakan peringatan solidaritasn“Hari Al Quds Internasional”, semua ini untuk menunjukkan betapa pedulinya mereka terhadap konflik Palestina.

Di Indonesia sendiri Syiah melalui organisasi Voice Of Palestina gencar melakukan penggalangan dana dan demonstrasi mendukung kemerdekaan Palestina…  namun apa sebenarnya hakekat dari semua klaim yang diumbar Syiah ini? Baca selengkapnya…

Agar Palestina Benar-Benar Kembali Ke Pangkuan Kaum Muslimin

PALESTINA tidak mungkin direbut kembali kecuali dengan nama ISLAM  yang sesuai dengan yang dijalani Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dan para sahabatnya, sebagaimana difirmankan Allah ta’ala:

إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bumi itu milik Allah, Dia wariskan kepada siapapun yang Dia kehendaki dari hambaNya, dan akhir yang baik adalah bagi mereka yang bertaqwa”. [Al-A'rof: 128].

Bagaimanapun usaha bangsa arab, dan bagaimanapun mereka penuhi dunia ini dengan banyak statemen dan pertempuran; sungguh selamanya mereka tidak akan berhasil, hingga mereka mengajak untuk mengeluarkan Bangsa Yahudi dari Palestina atas nama Agama Islam setelah mereka menerapkan agama itu pada diri sendiri. Maka jika mereka melakukan itu, tentu akan terbukti apa yang dikabarkan Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ، وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ، أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ، يَا عَبْدَ اللَّهِ، هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي، فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ

“Kiamat tidak akan datang, hingga Kaum Muslimin memerangi Kaum Yahudi, maka Kaum Muslimin membunuhi mereka, sehingga ada seorang yahudi yang bersembunyi di belakang batu dan pohon, lalu batu itu atau pohon itu mengatakan: ‘Wahai orang muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang yahudi di belakangku, kemarilah, dan bunuh dia’.” [HR. Muslim: 2922]
Baca selengkapnya…

Hukum Tukar Uang Recehan dengan Biaya Jasa (Fee)

Menjelang Hari Raya Idul Fithri biasanya ramai orang berbondong-bondong menuju bank untuk menukarkan uang yang mereka miliki baik dari THR, maupun uang simpanan/tabungan mereka dengan uang yang nominalnya lebih kecil. Biasanya uan tersebut akan dibagi-bagikan kepada anak-anak dari kerabat maupun tetangga.

Namun penukaran uang tersebut oleh Bank dikenakan biaya jasa (fee). Selain Bank, ada pula orang-orang yang sengaja berkeliling untuk menawarkan penukaran uang dengan dikenakan biaya jasa. Apakah hal ini diperbolehkan?

Pertanyaan

Assalamu ’alaikum, Ustadz. Akhir-akhir ini banyak semarak menukar uang baru di Bank, namun penukarannya ada jasa fee, misalnya: untuk penukaran uang baru 1 Juta (fee = Rp 25.000). Mohon penjelasan, apakah hal tersebut diperbolehkan dalam ilmu syar’i atau kategorinya haram? Jazakallahu khairan.

Adil Murdileksono (adi**@***.com) Baca selengkapnya…

Shalat Dhuha Untuk Melancarkan Rejeki, Benarkah?

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Islam mengajarkan, agar kita berusaha mengejar kebahagiaan akhirat sebanyak-banyaknya, melebihi usaha kita dalam mengejar dunia.

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (QS. Al-Qashas: 77)

Anda bisa perhatikan, Allah mengajak kita untuk menjadikan dunia ini kesempatan mencari kebahagiaan bagi akhirat, sebisa yang kita lakukan. Akan tetapi, jangan 100%. Jangan lupakan bagian dari kehidupan dunia.

Setiap muslim, pasti dia melakukan aktivitas dunia dan aktivitas akhirat. Berdasarkan ayat di atas, seharusnya aktivitas akhirat, lebih banyak dari pada aktivitas dunia. Dengan kata lain, orientasi akhirat, lebih dominan dari pada orientasi dunia.

Namun sangat disayangkan, di zaman ini, prinsip yang diajarkan pada ayat di atas dibalik. Orientasi dunia, jauh lebih dominan dari pada orientasi akhirat. Bahkan sampai amal ibadah yang seharusnya dilakukan untuk akhirat, turut dikorbankan untuk mendapatkan dunia. Baca selengkapnya…

Menyalurkan Zakat Untuk Saudara Kita Di Palestina Atau Suriah, Bolehkah?

Berikut ini penjelasan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal terkait bolehkah kita menyalurkan zakat untuk saudara-saudara kita di Palestina.

Bolehkah zakat disalurkan untuk saudara-saudara kita di Palestina?

Zakat asalnya disalurkan di tempat di mana harta tersebut berada. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas berikut yaitu terdapat sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman,

فَإِذَا صَلُّوا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِى أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فَقِيرِهِمْ

Jika mereka telah shalat, maka kabari mereka, bahwa Allah juga telah mewajibkan bagi mereka zakat dari harta mereka, yaitu diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan disalurkan untuk orang-orang fakir di tengah-tengah mereka.” (HR. Bukhari no. 7372 dan Muslim no. 19). Baca selengkapnya…

Benarkah Siksa Kubur Diliburkan Selama Bulan Ramadhan?

Bulan Ramadhan sungguh bulan yang sangat istimewa, keutamaannya banyak disebutkan oleh para penceramah di masjid-masjid ataupun diceritakan oleh para orang tua kepada anak-anak mereka. Diantara keutamaan Ramadhan yang cukup populer dan sering kami dengar sejak kecil adalah diberhentikannya siksaan bagi ahli kubur selama bulan Ramadhan. Bahkan jika ada yang membaca takbir idul fithri sebelum waktunya akan ditegur, dengan mengatakan “Kamu jangan takbiran sebelum waktunya, kasihan orang-orang yang dikubur. Mereka akan sedih karena Ramadhan akan segera berlalu dan mereka akan kembali disiksa”.

Perkara ini adalah perkara ghaib yang kita tidak boleh berbicara tentangnya kecuali jika kita memiliki dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan menggunakan pemahaman yang lurus. Maka apakah sebenarnya yang terjadi ketika Ramadhan? Apakah siksaan ahli kubur akan diberhentikan ataukah sekedar diringankan ataukah bagaimana? Berikut pembahsannya, dari situs KonsultasiSyariah.Com

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertama, bahwa adanya adzab kubur merupakan bagian dari aqidah kaum muslimin ahlus sunah. Allah berfirman menceritakan adzab yang diberikan kepada Fir’aun di alam kubur,

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka (Fir’aun & bala tentaranya) dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras“. (QS. Ghafir: 46). Baca selengkapnya…

Antara Penjual Emas, Intan Berlian Dan Penjual Sayuran.

Saudaraku! Salah satu keunikan di negri kita ialah adanya pedagang keliling, dari rumah ke rumah. Kehadiran mereka sangat memudahkan urusan anda, bukankah demikian?

Mereka berhenti di setiap gang, bahkan di depan setiap rumah menawarkan dagangannya. Sayur, sayur, bumbu bumbu, daging daging, atau belanja buk? Bahkan dagangannya digelayutkan di kendaraan mereka, seakan tanpa rasa kawatir ada yang mencuri atau paling kurang terjatuh.

Demikian teriak para pedagang sayuran keliling. Mereka optimis setiap rumah yang mereka lalui berpotensi untuk membeli dagangannya, karena itu mereka menawarkan dagangannya kepada semua orang.

Kondisi yang sangat berbeda dengan penjual emas atau bahkan intan berlian. Sebatas yang saya ketahui belum ada pedagang emas atau berlian keliling yang menawarkan dagangannya dari rumah ke rumah. Biasanya mereka memasarkan dagangannya dengan cara membuka toko yang didesain mewah dan penuh dengan fasilitas pengamanan yang ketat, CC TV, teralis besi, satpam dan lainnya. Baca selengkapnya…

Replika Rumah Rasulullah, Masjid Nabawi dan Kota Madinah Pada Tahun ke-8 Hijriyah

BERHENTI SEJENAK

Gambar-gambar dibawah ini merupakan visualisasi replika Rumah Rasulullah, Masjid Nabawi dan ilustrasi kota Madinah An-Nabawiyah ditahun ke 8 Hijriah. Gambar ini kami ambil beberapa jam yang lalu pada pameran sirah nabawiyah yang berlokasi tepat disamping kanan masjid nabawi.

Replika ini membawa pikiranku mundur melampaui dimensi waktu, melewati setiap fragmen sejarah yg selama ini hanya bisa kubaca melalui lembaran-lembaran sirah.

Airmatapun tak terbendung..
Ada rindu yang menggebu, terbayang sosok yang dulu pernah merindukan kita.

Aku tatap replika demi replika itu dari setiap sudut.

Lidahku hanya bisa berucap “Masyaallah….”
Baca selengkapnya…

Bulan Ramadhan, Perbanyak Do’a

Diantara rangkaian ayat-ayat dalam surat Al-Baqarah yang berbicara tentang masalah puasa ada sebuah ayat yang menarik yang jika dibaca sepintas ia keluar dari tema puasa. Tapi melalui tulisan berikut ini kita akan mengetahui -insya Allah- rahasia dari diletakkannya ayat tersebut diantara ayat-ayat yang berbicara tentang puasa. Selamat menyimak. Semoga bermanfaat!

Allah Subhanahu wa Ta’ala befirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada-Mu (wahai Muhammad) tentang Aku, maka (sampaikanlah) sesungguhnya Aku dekat, Aku menjawab permohonan doa yang dipanjatkan kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu mendapatkan petunjuk” [al-Baqarah/2:186] Baca selengkapnya…

Khutbah Jum’at Peduli Palestina : Penderitaan Mereka, Penderitaan Kita!

Yufid.Tv

Bulan Ramadhan dan Turunnya Al-Qur’an

PENDAHULUAN

Allah تبارك وتعالى telah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur-an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)…” [al-Baqarah/2: 185]

Al-Qur-an diturunkan pada bulan Ramadhan, di mana petunjuk dan berbagai pengaruh serta nilainya telah terealisasi di muka bumi ini. Dan pada bulan ini pula al-Qur-an diturunkan sebagai ilmu dan pengetahuan, sebagai penunjuk jalan (kehidupan) sekaligus sebagai norma untuk berpijak. Sebelumnya, kekufuran telah merebak luas dan menghantui manusia. Tetapi ketika al-Qur-an datang, kekufuran itu terhenti, kegelapan pun terusir dan ruh kembali bersemangat untuk memasuki kehidupan. Sebab, risalah Islam akan dapat mempengaruhi dimensi ruh dalam kehidupan serta menjalankan fungsinya dalam merubah wajahnya yang gelap menjadi wajah yang terang bersinar, yang membawa kecintaan, kejernihan, hidayah dan bimbingan. Baca selengkapnya…

%d bloggers like this: