Skip to content

Download Audio Tabligh Akbar: Pesona Surga (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

Berikut ini merupakan rekaman kajian dari Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad, 5 Dzulqa’dah 1435 / 31 Agustus 2014 bersama Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallahu Ta’ala. Tabligh akbar ini juga disiarkan secara live di Radio Rodja dan Rodja TV. Pada tabligh akbar kali ini, Syaikh ‘Abdurrazzaq rahimahullah membawakan sebuah tema yang sangat menarik, yaitu “Pesona Surga“. Tema ini diambil dari beberapa hadits terakhir yang ada di dalam kitab Riyadhush Shalihin, yang sebelumnya rutin beliau sampaikan secara langsung di Radio Rodja dan RodjaTV. Semoga rekaman tabligh akbar ini bermanfaat.

Ringkasan Tabligh Akbar bersama Syaikh ‘Abdur Razzaq di Masjid Istiqlal: Pesona Surga

Pada kajian tabligh akbar di Masjid Istqlal ini, Syaikh Abdurrazaq menyampaikan beberapa hadits yang berkaitan dengan tema kajian yaitu “Pesona Surga“, di antara hadits-hadits tersebut adalah:

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa sanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersada:

إنَّ الله – عز وجل – يَقُولُ لأَهْلِ الجَنَّةِ: يَا أَهْلَ الجَنَّةِ، فَيقولُونَ: لَبَّيكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ، وَالخَيْرُ في يَديْكَ، فَيقُولُ: هَلْ رَضِيتُم؟ فَيقُولُونَ: وَمَا لَنَا لاَ نَرْضَى يَا رَبَّنَا وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أحدًا مِنْ خَلْقِكَ، فَيقُولُ: ألاَ أُعْطِيكُمْ أفْضَلَ مِنْ ذلِكَ؟ فَيقُولُونَ: وَأيُّ شَيءٍ أفْضَلُ مِنْ ذلِكَ؟ فَيقُولُ: أُحِلُّ عَلَيكُمْ رِضْوَانِي فَلاَ أسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أبَدًا. متفق عليه

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman kepada penduduk surga: “Wahai penduduk surga!” Mereka menjawab: “Kami penuhi panggilanMu dengan penuh kegembiraan, wahai Rabb kami. Sungguh, kebaikan berada di kedua tanganMu.” Baca selengkapnya…

Diantara Keutamaan Fathimah Az-Zahra, Tidak Pernah Haidh dan Nifas ?!

Assalamu’alaikum, afwan out of topic.

Apakah benar Fatimah binti Muhammad tak pernah haidh seperti yang dikatakan media dakwah seperti dibawah ini,

“Taukah Anda siapa Wanita didunia ini yang tidak pernah mengalami Haid..??
Jawabnya adalah Siti Fatimah Az-Zahra Binti Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam bin Abdullah bin Abdul Muthalib…
Istri dari Sayidina `Ali Bin Abu Thalib
Ibu dari Sayidina Hasan & Husain..
Keistimewaan ini menjadikan Rasulullah memberikan gelar khusus kepada Fatimah, yaitu “Al-Batul” salah satu maknanya adalah “ORANG SUCI”.
Aisyah berkata bahwa Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wasallam bersabda:
“Ketika aku dalam perjalankan ke langit, aku dimasukkan ke syurga, lalu berhenti di sebuah pohon dari pohon-pohon syurga. Aku tidak melihat yang lebih indah dari pohon yang satu itu, daunnya paling putih, buahnya paling harum. Kemudian, aku mendapatkan buahnya, lalu aku makan. Buah itu menjadi nuthfah di sulbi-ku. Setelah aku sampai di bumi, aku berhubungan dengan Khadijah, kemudian ia mengandung Fatimah. Setelah itu, setiap aku rindu aroma surga, aku menciumi Fatimah.”
(Tafsir Ad-Durrul Mantsur tentang surat Al-Isra’: 1; Mustadrak Ash-Shahihayn 3: 156)”

Dari Zia Ulhaq Baca selengkapnya…

Imam Syafi’i Ngalap Berkah Dengan Sholat dan Berdo’a Di Sisi Makam Abu Hanifah

MUQODDIMAH

Sengketa lahan di area pemakaman Mbah Priok alias Habib Hasan bin Muhammad al Haddad, Koja, Jakarta Utara, Rabu (14/4), berubah menjadi pertikaian berdarah. Lebih dari seratus orang, baik dari warga maupun petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polisi mengalami luka-luka.

Mbah Priok dikenal sebagai penyebar ajaran agama Islam di tanah Batavia, pada abad ke-18. Sosoknya begitu dihormati, sehingga kerap kali umat Islam berziarah ke makamnya. Rasa hormat warga terhadap sosok karismatik Mbah Priok laksana bensin dan percikan api yang mudah terbakar apabila tokoh yang mereka hormati direndahkan.

Demikian sekilas berita yang hangat baru-baru ini terjadi. Kita semua menyayangkan aksi itu terjadi. Tragedi itu harus diambil pelajaran agar jangan sampai terulang kembali dalam sejarah Indonesia. Caranya adalah dengan melakukan pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat dan para tokoh.

Dari tragedi tersebut terdapat pelajaran yang sangat penting sekali, yakni bahwasannya sedemikian kuatnya sikap berlebih-lebihan mayoritas kaum muslimin kepada kuburan yang dikeramatkan, sehingga mereka rela mengorbankan jiwa guna mempertahankannya. Bagaimanakah sebenarnya hukum ‘ngalap’ berkah dengan kuburan?! Inilah yang akan kita bahas dalam kajian kita melalui sebuah kisah tak nyata tentang Imam Syafi’i rahimahullah. Baca selengkapnya…

Kisah Keta’atan Yang Menakjubkan – Ust. Riyadh Bajrey

Menggapai Haji Mabrur | Sebelum Anda Menjadi Badal Haji Atau Umrah

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Syarat Menghajikan orang lain:

Sudah pernah melakukan haji atau umrah untuk dirinya.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعَ رَجُلاً يَقُولُ لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ. قَالَ « مَنْ شُبْرُمَةَ ». قَالَ أَخٌ لِى أَوْ قَرِيبٌ لِى. قَالَ « حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ ». قَالَ لاَ. قَالَ « حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ ».

Artinya: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki berkata: “Labbaika ‘an Syubrumah (Aku memenuhi panggilan-Mu atas nama Syubrumah”, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Siapa Syubrumah?”, laki-laki itu menjawab: “Saudaraku atau kerabatku”, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sudah berhajikah kamu?“, laki-laki menjawab: “Belum”, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berhajilah atas dirimu kemudian hajikan atas Syubrumah“. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani kitab Irwa Al Ghalil, 4/171)

Syarat orang yang dihajikan atau diumrahkan atasnya: Baca selengkapnya…

Keluarga (Ahlul Bait) Nabi Lebih Alim Dari Para Shahabat ?!

– Diantara syubhat yang sering dilontarkan oleh kaum Syi’ah Rafidhah kepada kaum muslimin adalah tentang ketinggian ilmu para ahlul bait yang lebih tinggi daripada ilmunya para Shahabat yang bukan dari kalangan ahlul bait. Syubhat ini semata-mata mereka lontarkan untuk mengelabui kaum muslimin agar mengikuti ajaran Rafidhah. Ingat! Ajaran Rafidhah tidak sama dengan ajaran Ahlul Bait. Apa yang diajarkan oleh ahlul bait sama dan saling melengkapi dengan apa yang diajarkan oleh para Shahabat –

Syi’ah mengatakan: “cobalah jawab, mana yg harusnya lebih tahu tentang Islam yang dibawa Nabi, keluarga beliau, ataukah para sahabat beliau?! Bukankah seharusnya keluarga beliau adalah orang yang paling banyak tahu tentang Islam?!Baca selengkapnya…

Deklarasi Khilafah Islamiyyah (‪ISIS‬) Antara Perspektif Syariat dan Realita

Deklarasi Khilafah Islamiyyah (ISIS‬) Antara Perspektif Syariat dan Realita
Oleh: Asy Syaikh Al Habib Alawy bin Abdulqadir As Segaf
(Pembina Umum Yayasan Durar Saniyyah)

Segalapuji milik Allah rabbul ‘alamin, shalawat dan salam atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:

Khilafah Islamiyyah dan menyatukan seluruh umat Islam di bawah naungan satu penguasa yang menghukumi mereka dengan syariat Allah diatas manhaj Nubuwwah adalah cita-cita yang agung, setiap muslim menghendakinya dalam kehidupan ini. Hal diatas merupakan tujuan Islam yang agung, wujud persatuan yang tertinggi yang Allah dan rasul-Nya perintahkan. Allah berfirman (yang artinya),

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al Mu’minun: 51)

dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”(QS. Ali Imran: 103)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal dan membenci tiga hal: ridha kepada kalian jika kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, dan kamu semuanya berpegang teguh kepada tali (agama) Allah serta tidak bercerai berai…” (HR Muslim: 1715) Baca selengkapnya…

Tabligh Akbar “PESONA SURGA” | Istiqlal , 31 Agustus 2014 | Bersama Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Al-Badr

# Informasi Tabligh Akbar Syaikh Abdurrazaq di Masjid Istiqlal Jakarta (31 Agustus 2014) #

Hadirilah tabligh akbar bersama Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdilmuhsin Al-Abbad Al-Badr hafidzahumallah, seorang ulama, guru besar di Universitas Islam Madinah, sekaligus pengajar tetap di Masjid Nabawi, Kota Al-Madinah An-Nabawiyyah. Baca selengkapnya…

Menggapai Haji Mabrur | Mengenal Lebih Dekat Syarat-Syarat Wajib Haji dan Umrah

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

1) Islam

Islam adalah syarat sah dan wajibnya haji, orang kafir tidak akan sah dan tidak wajib ibadah hajinya bahkan seluruh ibadahnya sampai dia memeluk Islam. Allah berfirman:

{ وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ}

Artinya: “Dan tiada yang menahan dari diterimanya sedekah-sedekah mereka melainkan karena mereka kafir dengan Allah dan Rasul-Nya”. (QS. At Taubah: 54)

{وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِنْدَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ} [النور: 39]

Artinya: “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”. (QS. An Nur: 39) Baca selengkapnya…

Menggapai Haji Mabrur | Segera Tunaikan Ibadah Haji Sebelum Kerugian Melanda!

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Para Pembaca Budiman…

Sangat Penting diketahui tentang Hukum Haji dan Umrah…

Hukum haji wajib bagi yang mampu sekali seumur hidup, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

{وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ } [آل عمران: 97]

Artinya: Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam“. QS. Ali Imran: 97.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

هذه آية وُجُوب الحج عند الجمهور. وقيل: بل هي قوله: { وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ } [البقرة:196] والأول أظهر.

Artinya: “Ini adalah ayat yang menunjukkan wajibnya haji menurut pendapat Jumhur (mayoritas) ulama, ada juga yang berpendapat bahwa dalil yang menunjukkan kewajiban haji adalah firman Allah Ta’ala:

{ وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ }

Artinya: “Dan Sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah”. QS. Al Baqarah: 196. Dan pendapat pertama lebih jelas (pendalilannya)”. Lihat Tafsir Ibnu Katsir. Baca selengkapnya…

Sejarah, Realita dan Sepak Terjang ISIS – Ustadz Abu Sa’ad

sumber : Yufid.TV

Menggapai Haji Mabrur | Kedudukan dan Keutamaan Ibadah HAJI

Kalimat Talbiyah

Kalimat Talbiyah

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم وبارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Tulisan ini menyebutkan tentang beberapa kedudukan dan keutamaan Ibadah haji yang sangat luar biasa, sebelumnya mari kita pahami dulu pengertian haji dan umrah, sehingga benar-benar jelas. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Pengertian haji

Arti haji secara bahasa adalah menuju kepada sesuatu yang diagungkan. (Lihat kitab An Nihayah fi Gharib Al Atsar, karya Ibnu Al Atsir, 1/340)

Sedang secara istilah syari’at pengertian haji adalah beribadah kepada Allah dengan melaksanakan rangkaian ibadah haji berdasarkan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (Lihat kitab Asy Syarah Al Mumti’, karya Ibnu Utsaimin, 7/7)

Ada pengertian lain yaitu: haji adalah menuju ke Baitullah dalam keadaan yang khusus, pada waktu yang khusus dengan syarat-syarat yang khusus. (Lihat kitab At Ta’rifat, karya Al Jurjani, hal. 115) Baca selengkapnya…

Menggapai Haji Mabrur | Hajipun Harus IKHLAS dan Sesuai SUNNAH Nabi

Haji yang Mabrur Tidak Ada Balasan Untuknya Kecuali Surga

Haji yang Mabrur Tidak Ada Balasan Untuknya Kecuali Surga

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Syarat-syarat diterimanya amal ibadah ada dua yaitu; Ikhlas dan Sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah Firman Allah Ta’ala:

{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا }

Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya sembahan kalian adalah sembahan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. QS. Al Kahfi: 110. Baca selengkapnya…

Penjelasan Syaikh Prof. Dr. Sulaiman Ar-Ruhailiy Tentang Hakikat ISIS

Baca selengkapnya…

%d bloggers like this: