Skip to content

Cadar dalam Kitab-Kitab NU (3)

Juli 19, 2010

Di antara kitab dasar untuk belajar fiqh Syafii adalah Matan al Taqrib atau Matan Abi Syuja’ karya Ahmad bin al Husain yang terkenal dengan sebutan Abu Syuja’. Syarh ringkas untuk matan Abi Syuja’ yang umum dipakai dan dipegang oleh para ustadz atau kyai NU adalah buku yang berjudul Fath al Qorib al Mujib karya Syaikh Muhammad bin Qasim al Ghazzi.

Ketika membahas syarat-syarat sah shalat dalam Fath al Qorib al Mujib hal. 13 disebutkan sebagai berikut:

(و)الثاني (ستر) لون (العورة) عند القدرة ولو كان الشخص خاليا أو في ظلمة فإن عجز عن سترها صلى عاريا ولا يومئ بالركوع والسجود بل يتمهما ولا إعادة عليه.

(Dan) syarat sah shalat yang kedua adalah (menutupi) warna kulit dari (aurat) ketika memungkinkan meski sendirian atau pun shalat dikerjakan di dalam kegelapan. Jika seorang itu tidak mampu menutupi auratnya ketika hendak shalat hendaknya dia tetap shalat meski dalam kondisi telanjang. Ruku dan sujud ketika shalat dalam kondisi telanjang tidaklah dilakukan dengan isyarat namun dikerjakan secara sempurna sebagaimana dalam kondisi normal. Shalat yang dikerjakan dalam kondisi telanjang karena tidak memungkinkan itu sah sehingga tidak perlu diulangi ketika kondisi normal.

ويكون ستر العورة (بلباس طاهر)

Pakaian yang dipergunakan untuk menutup aurat haruslah (pakaian yang suci).

ويجب سترها أيضا في غير الصلاة عن الناس وفي الخلوة إلا لحاجة من اغتسال ونحوه.

Wajib hukumnya menutupi aurat meski di luar shalat dari pandangan orang. Demikian pula wajib menutupi aurat meski sendirian kecuali ketika ada keperluan semisal mandi.

وأما سترها عن نفسه فلا يجب لكنه يكره نظره إليها.

Adapun menutupi aurat sehingga tidak terlihat oleh diri sendiri itu tidak wajib namun makruh hukumnya memandangi aurat sendiri.

وعورة الذكر ما بين سرته وركبته وكذا الأمة.

Aurat laki-laki adalah antara pusar sampai lutut. Demikian pula aurat budak perempuan.

وعورة الحرة في الصلاة ما سوي وجهها وكفيها ظاهرا وباطنا إلى الكوعين.

Aurat wanita merdeka di dalam shalat adalah seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan baik bagian atas ataupun bagian dalam telapak tangan hingga pergelangan tangan.

وأما عورة الحرة خارج الصلاة فجميع بدنها.

Sedangkan aurat wanita merdeka di luar shalat adalah seluruh badannya.

وعورتها في الخلوة كالذكر.

Aurat perempuan merdeka ketika sendirian adalah sebagaimana aurat laki-laki.

والعورة لغة النقص

Dalam bahasa Arab, aurat artinya adalah kekurangan.

وتطلق شرعا على ما يجب ستره وهو المراد هنا وعلى ما يحرم نظره وذكره الأصحاب في كتاب النكاح.

Sedangkan secara syariat memiliki dua pengertian a) bagian tubuh yang wajib ditutupi dan itulah yang dimaksud dengan aurat dalam topik bahasan ini b) bagian tubuh yang haram dipandangi oleh orang lain. Aurat dengan makna kedua ini disebutkan oleh para ahli fikih dalam bab nikah.

Catatan:

Yang ada di dalam kurung adalah perkatan penulis matan Abi Syuja’. Sedangkan yang berada di luar tanda kurung adalah perkataan penulis Fath al Qorib al Mujib.

Jelaslah dari kutipan di atas bahwa penulis kitab Fath al Qorib al Mujib yang merupakan syarah ringkas untuk Matan Abi Syuja’ berpendapat bahwa muslimah itu wajib bercadar secara sempurna sehingga matanya sekalipun tidak terlihat. Demikian pula telapak kaki adalah aurat yang wajib ditutupi. Namun mengapa kita tidak pernah melihat ibu-ibu atau mbak-mbak dari Muslimat NU yang memakai kaos kaki atau cadar –misalnya- dalam rangka menutupi aurat.
Dalam kutipan di atas juga terdapat pelajaran penting tentang syarat pakaian muslim dan muslimah. Syarat sebuah pakaian adalah bisa menutupi warna kulit orang yang memakainya alias tidak tembus pandang (baca:transparan).
Sehingga pakaian yang ‘nrawang’ sehingga terlihat dan diketahui apa warna kulit pemakainya misal kuning atau sawo matang, bukanlah pakaian yang memenuhi kriteria.

Artikel www.ustadzaris.com

About these ads

From → Belajar Islam

4 Komentar
  1. Zainul Faizien Haza permalink

    mas, sampeyan ngaji Takrib ini, untuk nambah ngelmu sampeyan apa untuk ‘ngolok-olok’ NU?

    kayaknya, di komunitas sampeyan itu, ghiroh dakwah-nya adalah ‘ngolok-olok’ NU ya?

    jazakallah yo mas atas ‘olok-olok’nya

    • Barokallohu fiika yaa akhi.. Demi Alloh tidak ada niatan sama sekali untuk mengolok-olok saudara sesama muslim. Apa yang kami harapkan dari setiap tulisan yang kami postingkan di sini adalah agar menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kami dan agar dapat membuahkan amalan sholih.

      Berkenaan dengan masalah cadar ini, karena banyak kalangan yang mengolok-olok wanita yang bercadar, kemudian banyak pula orang-orang yang telah membaca dan mengetahui mengenai hukum seputar cadar dan aurat wanita akan tetapi mereka tidak menerapkannya pada diri dan keluarga mereka. Maka kami harapkan pembahasan ini dapat menjadi nasihat bagi kita semua.

      Bagi yang telah mengetahui dan mengamalkannya, agar mereka bisa ikhlas dalam mengamalkan perintah syari’at ini.

      Bagi yang telah mengetahui akan tetapi belum mengamalkannya secara sempurna, agar bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk bersemangat dalam mengamalkan ilmu.

      Bagi yang telah mengetahui akan tetapi enggan untuk mengamalkannya, agar menjadi peringatan bagi mereka bahwa kelak mereka akan ditanya atas setiap ilmu yang telah mereka ketahui apakah ilmu tersebut diamalkan ataukah tidak.

      Bagi yang telah mengetahui akan tetapi ia menyembunyikan ilmu, agar ia khawatir akan keselamatan dirinya dari laknat Allah, Malaikat, dan Manusia seluruhnya karena ia telah menyembunyikan ilmu.

      Bagi yang belum mengetahui, agar hal ini menjadi pencerahan bagi mereka, bahwa cadar itu bukan suatu hal yang tabu bahkan hal itu telah dibahas oleh ulama terdahulu, tidak hanya di timur tengah akan tetapi telah dibahas pula oleh ulama di tanah air kita ini. Sebab banyak orang yang mengolok-olok cadar ini karena ketidaktahuan mereka akan kedudukan cadar dalam Islam.

      Demikian, semoga Alloh memberkahi usia, keluarga dan harta kita. Agar dengan semua itu kita dapat meraih ilmu yang bermanfaat dan mengerjakan amalan sholih dengan istiqomah hingga akhir hayat.

      Wallahu waliyyut taufiq.

  2. Zainul Faizien Haza permalink

    Assalamualaikum.
    Sebelumnya saya mohon maaf, saya anggap saya telah salah masuk ke blog yg sifatnya ekslusif, artinya semua tanggapan yg menyanggah atau melemahkan substansi dakwah (baca: artikel) dalam blog ini adalah berasal dari luar komunitas blog ini. Saya mengacu pada yanggapan anda : “Apa yang kami harapkan dari setiap tulisan yang kami postingkan di sini adalah agar menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kami dan agar dapat membuahkan amalan sholih.” dan saya diluar dari lingkup “kami” tersebut.
    Sebenarnya saya menyayangkan penggunaan kalimat ini:
    “Namun mengapa kita tidak pernah melihat ibu-ibu atau mbak-mbak dari Muslimat NU yang memakai kaos kaki atau cadar –misalnya- dalam rangka menutupi aurat.”
    saya sangat takut kalo diksi kalimat tersebut terinterpretasikan sebagai “menghujat” atau dalam bahasa jawa “melehke”.
    Dan ingat, objek dalam konteks ini adalah Muslimat NU. Terus terang saya sedih, terlalu banyak kearifan dan keikhlasan didalam nama itu kalau hanya untuk di-weleh-ke dengan kitab Fathul Qorib.
    Sebenarnya banyak kawan saya yang mungkin se-fikroh dan mempunyai ghiroh yang sama dengan anda. Dan saya dalam beberapa kesempatan selalu minta kepada kawan2 saya tsb, untuk mengganti kata-kata NU dengan menyebut langsung nama saya. Dari perspektif apapun, turunan biologi dan ideologi saya adalah NU. Saya ikhlas mendedikasikan nama saya sebagai acuan ketika kawan2 saya tersebut perlu memberikan contoh ritual ibadah NU. Demikian juga anda, silahkan menyebut langsung nama saya dalam artikel anda yang memerlukan referensi ibadah NU, jangan menyebut NU ketika konteksnya adalah ‘melehke’ atau justifikasi amalan yang anda anggap bertentangan dg sunnah. Karena NU adalah sebuah komunitas yg terdiri dari dari individu-individu dengan persepsinya masing-masing. Saya kira ukhuwwah akan lebih sejuk dengan saling mengingatkan antar individu, bukan golongan, dan saya menyediakan nama saya untuk itu.
    Sekali lagi mohon maaf atas gangguan ini.
    Saling mengingatkan, tanpa menyakitkan.

    Jazakallah.
    Wassalamu’alaikum

    NB. Jika ingin data detail diri saya, silahkan kontak via email saya.

    • Wa’alaikumussalam wa rohamtullohi wa barokatuh.
      Afwan akhi, apa yang antum perkataan antum,

      “saya anggap saya telah salah masuk ke blog yg sifatnya ekslusif, artinya semua tanggapan yg menyanggah atau melemahkan substansi dakwah (baca: artikel) dalam blog ini adalah berasal dari luar komunitas blog ini. Saya mengacu pada yanggapan anda : “Apa yang kami harapkan dari setiap tulisan yang kami postingkan di sini adalah agar menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kami dan agar dapat membuahkan amalan sholih.” dan saya diluar dari lingkup “kami” tersebut.”

      Saya rasa kurang tepat, apa yang saya maksudkan dengan kata “kami” dalam perkataan tersebut adalah saya dan keluarga. Mengingat tujuan saya membangun blog ini adalah sebagai sarana untuk mencatat apa yang didapat dari perjalanan di dunia maya. Sama sekali saya tidak menutup diri dari apa yang. Jadi, tujuan utama blog ini adalah untuk saya dan keluarga, bukan sebagai komunitas tertentu, akan tetapi sebagai seorang muslim yang menginginkan kebaikan bagi diri dan keluarga. Adapun pengunjung yang datang dan memberikan komentar maka kami menghargai kunjungan dan komentar yang diberikan, dan saya berharap semoga blog ini juga dapat memberikan manfaat/pencerahan bagi pengunjungnya.

      Saya mohon maaf jika ada perkataan saya yang kurang berkenan di hati antum, bagaimanapun juga setiap muslim adalah bersaudara, dan diantara hak persaudaraan adalah saling menasihati dalam kebaikan.

      Jika antum menginginkan untuk berdiskusi lebih dalam, silakan kunjungi blog Al-Akh Anwar di sini, saya rasa beliau lebih memiliki kapasitas untuk berdiskusi, sedangkan saya hanyalah orang yang baru belajar dan mencoba mengamalkan apa yang dapat saya amalkan dari hal-hal yang telah saya dapatkan ilmunya.

      Semoga Alloh memberikan manfaat atas ilmu yang telah diberikanNya kepada kita, dan semoga Alloh mengajarkan ilmu yang bermanfaat bagi kita.

      Barokallohu fiikum

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: