Arsip Blog

Amalan Sunah di Bulan Rajab

Tidak terdapat amalan khusus terkait bulan Rajab. Baik bentuknya shalat, puasa, zakat, maupun umrah. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa hadis yang menyebutkan amalan bulan Rajab adalah hadis bathil dan tertolak.

Ibnu Hajar mengatakan,

لم يرد في فضل شهر رجب ، ولا في صيامه ، ولا في صيام شيء منه معين ، ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة ، وقد سبقني إلى الجزم بذلك الإمام أبو إسماعيل الهروي الحافظ

“Tidak terdapat riwayat yang shahih yang bisa untuk dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, baik bentuknya puasa sebulan penuh atau puasa di tanggal tertentu bulan Rajab atau shalat tahajjud di malam tertentu. Keterangan saya ini telah didahului oleh ketengan Imam Al-Hafidz Abu Ismail Al Harawi.” (Tabyinul Ujub bimaa Warada fii Fadli Rajab, Hal. 6) Read the rest of this entry

Hadis Dha’if (Lemah) seputar Rajab

Bismillah was shalatu was salamu ‘alaa rasulillah

Berikut beberapa hadis dhaif seputar bulan Rajab, yang disarikan dari karya para ulama ahli hadis. Jika Anda menjumpai satu amal tertentu di bulan Rajab, barangkali pangkal masalahnya adalah karena hadis dhaif berikut:

1. Hadis: “Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai, namanya sungai Rajab. Airnya lebih putih dari pada susu, lebih manis dari pada madu, siapa yang puasa sehari di bulan Rajab maka Allah akan memberi minum orang ini dengan air sungai tersebut.” (Riwayat Abul Qosim At Taimi dalam At Targhib wat Tarhib, Al Hafidz Al Ashbahani dalam kitab Fadhlus Shiyam, dan Al Baihaqi dalam Fadhail Auqat. Ibnul Jauzi mengatakan dalam Al Ilal Al Mutanahiyah: Dalam sanadnya terdapat banyak perawi yang tidak dikenal, sanadnya dhaif secara umum, namun tidak sampai untuk dihukumi palsu.) Read the rest of this entry

Kewajiban Setiap Muslim Untuk Menangkal Perkembangan Syi’ah.

Lebih Damai Tanpa Syiah

Indonesia Tanpa Syi'ah

Sudah menjadi kewajiban setiap Muslim untuk mewaspadai segala kejahatan. Apalagi jika berbicara tentang bahaya yang bersifat laten yang mengancam akidah dan keyakinannya. Perlu perhatian ekstra untuk membentengi hati dari lontaran syubhat yang bisa menyeret insan Muslim menanggalkan akidah Islamiyyahnya.

Selama ini, yang sering menjadi topik kekhawatiran adalah sepak terjang para misionaris yang menjajakan agama Nashrani –yang telah ditinggalkan para penganutnya di negeri asalnya– untuk memurtadkan saudara-saudara kita seagama. Apalagi jika terjadi di kantong-kantong kaum Muslimin. Atau isu ghazwul fikri, perang pemikiran yang dikobarkan para orientalis dan ‘orang dalam’ yang telah teracuni oleh syubhat kekufuran yang bernaung dalam komunitas Islam liberal. Read the rest of this entry

Dialog Bid’ah Hasanah Antara Aswaja, Syi’ah dan Wahhabi

حوار

dialog bid'ah hasanah

Aswaja : Hari ini 12 rabiul awwal sungguh aku sangat bahagia loh….

Syiah : Emang lu kenape?, kemarin-kemarin kurang bahagia?

Aswaja : Kagak gitu bro, hari ini gua ngerayain hari maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Gua sangat gembira dengan hari lahirnya nabi

Syi’ah : Kalau gua …..gua sangat sedih pas hari 10 Muharram lalu….hik hik hik…jadi nangis gua ngingatnya…hik

Aswaja : Emang kenapa lu nangis??!

Syi’ah : Soalnya hari itu hari terbunuhnya Husain bin Ali bin Abi Tholib, kami kerukunan warga syi’ah memperingati hari tersebut dengan hari ratapan. Bahkan sebagian kami sampai memukulkan pedang di tubuh kami sehingga mengeluarkan darah. Read the rest of this entry

Wahhabi Melarang Membangun Kubur dan Meninggikannya Karena Hal Tersebut Dilarang Oleh Nabi

Jaabir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhuberkata :

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ، وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ، وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kubur untuk dikapur, diduduki, dan dibangun sesuatu di atasnya”.
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim no. 970, Abu Daawud no. 3225, At-Tirmidziy no. 1052, An-Nasaa’iy no. 2027-2028 dan dalam Al-Kubraa 2/463 no. 2166, ‘Abdurrazzaaq 3/504 no. 6488, Ahmad 3/295, ‘Abd bin Humaid 2/161 no. 1073, Ibnu Maajah no. 1562, Ibnu Hibbaan no. 3163-3165, Al-Haakim 1/370, Abu Nu’aim dalam Al-Musnad Al-Mustakhraj ‘alaa Shahiih Muslim no. 2173-2174, Al-Baihaqiy dalam Al-Kubraa 3/410 & 4/4, Ath-Thayaalisiy 3/341 no. 1905, Ath-Thabaraaniy dalam Asy-Syaamiyyiin 3/191 no. 2057 dan dalam Al-Ausath 6/121 no. 5983 & 8/207 8413, Abu Bakr Asy-Syaafi’iy dalam Al-Fawaaaid no. 860, Abu Bakr Al-‘Anbariy dalam Hadiits-nya no. 68, Ath-Thahawiy dalam Syarh Ma’aanil-Aatsaar 1/515-516 no. 2945-2946, dan yang lainnya. Read the rest of this entry

40 Fawaid Seputar Maulid Nabi

Diterjemahkan oleh Al-Akh Yhouga Ariesta M. dari Twitter Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

cinta-rasul-dengan-ittiba

cinta-rasul-dengan-ittiba

  1. Merupakan tradisi yang tersebar di kalangan umat Islam yaitu perayaan Maulid Nabi setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Dan telah mutawatir di kalangan para ulama bahwasanya hal ini merupakan perbuatan yang mengada-ada dalam hal agama.
  2. Berkata Syaikh Tajuddin bin Ali Al Maliki, yang terkenal dengan nama Al Fakihani, “Aku tidak mengetahui satu pun dasar bagi perayaan Maulid di dalam Al Qur’an dan As Sunnah, dan tidak dinukil riwayat bahwa seorang pun ulama pernah mengerjakannya”.
  3. Umar memulai kalender Islam, dengan kesepakatan dari para shahabat lainnya, dengan momentum hijrah. Sebab hijrah merupakan simbol kemenangan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam atas agama ini. Mengapa Umar tidak memulainya dengan momentum lahir atau wafatnya Nabi? Lalu kemana hari Maulid dalam pandangan para shahabat? Read the rest of this entry

Menjawab Syubhat-Syubhat Perayaan Maulid Nabi

cinta-rasul-dengan-ittiba

cinta-rasul-dengan-ittiba

Judul Asli: Menjawab Syubhat-Syubhat Perayaan Maulid Nabi
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi hafizhahullah

Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa ahlul bid’ah senantiasa ‘berjuang’ dengan penuh kegigihan membela dan mengibarkan bendera bid’ah, sehingga bid’ah menyebar di mana-mana. Jangan heran bila mereka begitu berani memaksakan dalil demi hawa nafsunya atau menasabkan hadits yang tidak ada asalnya.

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi syubhat mereka?!

Pertama: Bertanya Tentang Dalilnya
Syaikh Abdurrohman bin Yahya al-Mu’allimi berkata: “Tidak ada perselisihan pendapat bahwa agama yang benar (Islam) adalah yang datang dari Allah dan disampaikan oleh Rasulullah. Maka kita tanyakan kepada ahli bid’ah: Apakah amalan ini termasuk agama yang disampaikan oleh Muhammad dari Robbnya ataukah tidak? Kalau dia menjawab: Ini bukan termasuk agama, maka selesai sudah masalahnya. Namun kalau menjawab: Ini termasuk masalah agama, maka kita katakan padanya: Datangkanlah dalilnya!! [1] Read the rest of this entry

Ibnu Taimiyah, Ibnu Hajar, Shalahuddin Al Ayubi Pro Maulid Nabi? [Syubhat Orang Yang Kehabisan Dalih]

اقتضاء الصراط المستقيم

اقتضاء الصراط المستقيم

Sebagian orang selalu mencari-cari dalil untuk membenarkan amalan tanpa tuntunan yang ia lakukan. Di antara cara yang dilakukan adalah menjadikan perkataan ulama Ahlus Sunnah sebagai argumen untuk mendukung bid’ah mereka. Inilah yang terjadi dalam perayaan Maulid Nabi. Di antara perkataan ulama Ahlus Sunnah yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, disalahpahami oleh sebagian kalangan sehingga beliau pun disangka mendukung perayaan Maulid. Begitu pula ada perkataan lain dari Ibnu Hajar Al ‘Asqolani mengenai hal ini. Ibnu Hajar adalah di antara ulama yang memiliki ketergelinciran dalam masalah Maulid. Nantinya kami juga akan membahas syubhat (kerancuan) lainnya yang sengaja disuarakan oleh para simpatisan Maulid seperti pemutarbalikkan sejarah Maulid yang disangka dipelopori oleh Shalahuddin Al Ayubi. Semoga Allah memudahkan untuk mengungkap yang benar dan yang batil. Allahumma yassir wa a’in (Ya Allah, mudahkan dan tolonglah).

Kerancuan Pertama: Salah Paham dengan Perkataan Ibnu Taimiyah

Di salah satu website yang kami telusuri, ada perkataan Syaikhul Islam sebagai berikut, “Merayakan maulid dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin dalam setahun sebagaimana yang telah dilakukan oleh sebagian orang, akan mendapatkan pahala yang besar sebab tujuannya baik dan mengagungkan Rasulullah SAW.Read the rest of this entry

Kenapa Rasulullah Harus Lebih Kita Cintai ?

Cinta Rasul

Cinta Rasul

Mencintai Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berarti condongnya hati seorang muslim kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang dengan kecondongan ini terlihat dia lebih mendahulukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada siapapun dari seluruh makhluk atau apapun dari benda di dunia ini.

Lebih mendahulukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia bahkan sampai diri sendiri.

Lebih mendahulukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari pada emas, perak dan seluruh alam semesta dan kekayaannya.

عنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- «لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ»

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai aku ia lebih cintai daripada orangtuanya, anaknya dan seluruh manusia.” HR. Bukhari dan Muslim. Read the rest of this entry

Inilah Nabi Kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang selalu kalian hina…!

Cinta Rasul

Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam

Inilah Nabi Kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,yang selalu kalian hina…!

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وأله وصحبه, أما بعد

Sesuatu yang harus diketahui oleh seluruh manusia tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau adalah Nabi yang penyayang shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah Azza wa Jalla berfirman:

{وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ } [الأنبياء: 107]

Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (wahai nabi Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. 21:107) Read the rest of this entry

Nasihat Bagi Pecinta Rasulullah

Agama Islam tidak diletakkan pada ro’yu (pendapat manusia) tetapi wahyu karena agama Islam berasal dari Allah dan milik Allah.

Kelahiran Rasulullah adalah suatu nikmat yang sangat besar yang diberikan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya karena melalui Rasulullah, Allah memberikan hidayah kepada kita dan Allah pun memberitahukan kepada kita bagaimana jalan menuju Surga dan jalan-jalan yang menuju Neraka.

Maka kewajiban kita sebagai rasa syukur kepada Allah dan kegembiraan atas lahirnya Rasulullah tiada lain adalah dengan cara mempelajari jejak Rasulullah, bagaimana beliau shalat, haji dan sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Beliau sebagai wujud dari rasa kecintaan kita. Dan sesuatu yang Beliau perintahkan maka jalankanlah dan sesuatu yang Rasul larang maka tinggalkanlah dan sesuatu yang Rasulullah tinggalkan sementara pendorongnya ada dan penghalangnya tidak ada maka jangan sekali-kali kita melakukannya. Read the rest of this entry

Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Timbangan Islam

Bulan Rabiul Awwal telah tiba. Di bulan ini banyak dari kaum muslimin yang mengadakan acara peringatan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam atau yang dikenal dengan acara Maulid Nabi. Bagaimana sebenarnya hukum perayaan ini? Apakah dibenarkan oleh Islam ataukah malah sebaliknya? Insya Allah tulisan ringkas ini akan menjelaskan pandangan syariat terhadap Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hakikat Perayaan Maulid

Perayaan Maulid tidak pernah dilakukan oleh generasi awal Islam. Al Imam Ash Shakhhawi mengatakan,

“Perayaan maulid tidak pernah dinukilkan dari salah seorang pun dari dari salafus shalih yang hidup di tiga generasi awal Islam, hanya saja perayaan ini dimunculkan setelah masa tersebut.”

Kalau bukan dari generasi awal Islam, lantas darimana perayaan ini berasal? Read the rest of this entry

Mengurai Benang Merah Antara Ahlul Bid’ah Dengan Yahudi Dan Nashara

Ihwal pembicaran tentang ahlul bid’ah, sebenarnya menarik kita untuk menelaah histori ideologi umat terdahulu, sehingga kita dapat gambaran mereka yang transparan dalam seluruh aspek kehidupan. Seseorang kadang secara tidak sadar, telah terbelenggu dalam atmosfer pemikiran atau karakter mereka. Karenanya, perlu sekali kita menengok sejenak perihal seluk beluk mereka agar tidak terkena getah busuknya. Kiranya, nasehat Khalifah Umar bin Khaththab perlu kita perhatikan. Beliau Radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan: “Aku pelajari kejahatan (keburukan) bukan untuk mengaplikasikannya, namun sebagai perisai diri. Barang siapa yang tidak mengetahui hakikat kejahatan, maka dia akan terjerumus di dalamnya”

Yahudi dan Nashara, dua umat terdahulu, telah membangun peradaban dan menguasai dunia. Sehingga sedikit banyak akan menjadi kiblat umat lain. Rasulullah telah mensiyalir, sebagian umatnya akan mengekor sunnah (gaya hidup) mereka dalam arti yang luas. Rasulullah bersabda: “Kalian benar-benar akan mengikut sunah (gaya hidup) umat sebelum kalian, sehasta demi hasta, sedepa demi sedepa, sampai kalau mereka memasuki lubang Dhob Kadal Gurun) pun, kalian akan mengikutinya. Para shahabat bertanya,” Siapa mereka Ya Rasulullah? Apakah Yahudi dan Nashara? Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Siapa lagi kalau (bukan mereka)” Read the rest of this entry