Arsip Blog
[Download E-Book] Hak-Hak Wanita, Sebuah Tinjauan Sejarah |
Judul Asli: Women’s Rights, A Historical Perspective
Penulis: Dr. Abdullah H. Al-Kahtany
Berbagai kalangan masyarakat yang berbeda saat ini dipaksa untuk mengambil posisi mengenai status kaum wanita mereka. Hal ini hampir tidak pernah disebutkan dalam literatur bahwa Islam telah membahas topik mengenai hak-hak wanita lebih dari 1400 tahun yang lalu, jauh sebelum hal itu menjadi sesautu yang diperbincangan dengan sangat serius di beberapa budaya, khususnya di Barat.
Isu mengenai hak-hak wanita memperoleh perhatian yang sangat besar di Barat dan marsyarakat yang kebarat-baratan selama beberapa dekade terakhir. Hanya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam melalui wahyu Ilahi, mampu mengembalikan martabat dan hak-hak wanita yang hidup dalam keadaan yang sangat menhinakan selama berabad-abad sebelum mereka, di bangsa lain, diberikan sebagian dari hak-haknya. Read the rest of this entry
Download Audio Kajian Ustadz Muhammad Nur Ihsan Dalam Kajian Akbar di Ma’had Ibnu Abbas, Sragen.
Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman Kajian Akbar yang diselenggarakan di Masjid Ma’had Ibnu Abbas, Masaran, Sragen (20 Mei 2011). Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. hafizhahullah dengan tema Inilah Sifat Istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, silakan download pula tiga rekaman kajian lainnya dengan tema Pengaruh Iman Kepada Hari Akhir, Bekal dalam Dakwah, dan Nasihat Kepada Para Pendidik.
Semoga nasihat-nasihat yang disampaikan oleh Ustadz Nur Ihsan bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan download pada link berikut: Read the rest of this entry
Ibu, Sungguh Begitu Mulia Peranmu
Agama Islam sangat memuliakan dan mengagungkan kedudukan kaum perempuan, dengan menyamakan mereka dengan kaum laki-laki dalam mayoritas hukum-hukum syariat, dalam kewajiban bertauhid kepada Allah, menyempurnakan keimanan, dalam pahala dan siksaan, serta keumuman anjuran dan larangan dalam Islam.
Allah Ta’ala berfirman,
{وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا}
“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (QS an-Nisaa’:124). Read the rest of this entry
Tahrir Square dan Kesombongan Sebagian Wanita Kepada Allah

Hari-hari belakangan ini, penggalangan massa untuk menggerakkan demonstrasi kembali menjadi tren sebagai sarana menyuarakan suara ‘keadilan’ versi mereka. Keberhasilan suatu gerakan untuk menggulingkan pemerintahan di negara tertentu bisa menginspirasi gerakan melawan pemerintah di negeri-negeri lain.
Tulisan ini tidak sedang mendudukkan sejauh mana pelanggaran syariat dalam penggerakan massa tersebut yang sering kali menyeret timbulnya kemaksiatan yang tidak bisa dibilang sedikit, akan tetapi ingin mengingatkan kembali akan sebuah musibah besar yang terjadi di salah satu nama tempat demonstrasi yang mencuat dalam media massa. Tahrir Square (Lapangan Tahrir) yang terletak di kota Kairo, Mesir
Nama Tahrir Square (Lapangan Tahrir), berasal dari bahasa Arab yaitu harrara, yuharirru, tahriran, yang bermakna kebebasan. Sehingga Tahrir Square berarti lapangan kebebasan. Itulah makna harfiah dari nama lapangan tersebut. Read the rest of this entry
Download Ebook: Panduan Kesehatan Muslimah (Haid – Hamil – Melahirkan – Nifas – Menyusui) [dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah]

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan ebook Panduan Kesehatan Muslimah (Haid – Hamil – Melahirkan – Nifas – Menyusui). Ebook ini merupakan makalah kajian khusus muslimah yang diselenggarakan di Masjid SDITQ Pesantren Islam Al-Irsyad (15 Rabi’ul Akhir 1432 H bertepatan 20 Maret 2011 pukul 09:00-11:30 WIB)
Kajian ini menghadirkan dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah asal Surakarta. Beliau yang sehari-hari beraktivitas sebagai dokter di Pesantren Bin Baz Yogyakarta dan pengasuh rubrik kesehatan Majalah As-Sunnah, menjelaskan secara rinci permasalahan yang kerap terjadi saat Haid, Hamil, Nifas dan Menyusui. Tak lupa dipaparkan pula pencegahan dan penanganan permasalahan tersebut.
Kajian yang disampaikan secara lugas dan jelas mendapat respon positif dari peserta yang berdatangan dari Semarang, Boyolali, Salatiga dan sekitarnya. Sesi tanya jawab merupakan saat yang selalu dinantikan. Banyak pertanyaan yang diajukan seputar tema yang disampaikan.
Silakan download ebooknya pada link berikut: Read the rest of this entry
Dayyuts, Kepala Keluarga yang Buruk
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

“Rumahku adalah surgaku”, itulah ungkapan yang sering kita dengar, yang menggambarkan keinginan setiap insan akan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupan anggota keluarganya. Karena cinta kepada istri dan anak-anak merupakan fitrah yang Allah tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali ‘Imran: 14)
Bersamaan dengan itu, nikmat keberadaan istri dan anak ini sekaligus juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam kebinasaan. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya, Read the rest of this entry
Pergaulan Bebas Biang Kerusakan
بسم الله الرحمن الرحيم
Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu, dalam ucapannya yang populer pernah berkata, “Dulunya kita adalah kaum yang paling hina, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’la memuliakan kita dengan agama Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain agama Islam ini, pasti Allah Subhanahu wa Ta’la akan menjadikan kita hina dan rendah[1].”
Nasehat emas dari shahabat yang mulia radhiallahu ‘anhu ini ditujukan kepada mereka yang mengaku beragama Islam tapi justru tidak merasa bangga dan mulia dengan keislaman mereka, sehingga mereka justru lebih tertarik mengikuti gaya hidup orang-orang yang jauh dari petunjuk Islam dan lebih percaya dengan teori-teori buruk yang mereka kemukakan.
Allah Subhanahu wa Ta’la memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk merasa bangga dan puas dengan karunia yang dilimpahkAn-Nya kepada mereka, yaitu petunjuk dalam syariat-Nya yang diturunkAn-Nya untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Read the rest of this entry
Isu Penyetaraan Gender, Benarkah Mengangkat Derajat Wanita?
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Allah Ta’ala berfirman,
وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’aam:115).
Artinya: Al-Qur’an adalah firman Allah yang benar dalam berita yang terkandung di dalamnya, serta adil dalam perintah dan larangannya, maka tidak ada yang lebih benar dari pada berita yang terkandung dalam kitab yang mulia ini, dan tidak ada yang lebih adil dari pada perintah dan larangannya[1]. Read the rest of this entry
Panduan Wudhu Untuk Muslimah [Dilengkapi Ilustrasi Gambar]

Percikan-percikan air itu membasahi poni-poni yang menyembul keluar dari jilbab yang telah kulonggarkan sedikit karena berada di tempat umum. Setelah mengambil sedikit air dari pancuran mushola di lantai basement mall besar itu, aku mulai membasahi kedua telingaku. Baru kemudian kubasahi kedua kakiku, kanan kiri… kanan kiri sampai tiga kali. Seperti itulah wudhu yang kukerjakan sampai sekitar empat tahun yang lalu. Rasanya sedih menjadi orang yang menyedihkan. Hanya dari tiga gerakan wudhu yang kusebutkan, tetapi aku telah pula melakukan lebih dari tiga kesalahan.
Pertama, ternyata tidak ada gerakan wudhu hanya sekedar membasahi ujung rambut seperti yang kulakukan. Kedua, gerakan membasuh rambut dan telinga dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan satu kali pengambilan air. Ketiga, gerakan pengulangan tiga kali dilakukan per anggota tubuh, bukan bergantian kanan kiri seperti itu. Keempat aku membiarkan anggota tubuhku (bagian kaki) terbuka di depan umum begitu saja. Kelima, jikapun aku menginginkan jilbabku tetap terpakai agar tidak terlihat aurat rambutku, maka ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun juga telah memberitahukan caranya. Read the rest of this entry





















