Arsip Blog

Jilbab… Menutup Aurat Atau Membalut Aurat ???

hijab jilbab gaul

Bukan Hijab

Jilbab bukan lagi menjadi kata yang asing didengar, terlebih belakangan ini, di mana wanita muslimah berbondong-bondong untuk mengenakan jilbab – dengan prasangka baik – bahwa mereka melakukannya sebagai wujud ketaatan akan perintah Allah dan Rasul-Nya. Ada perasaan nyaman bagi sebagian orang yang mengenakannya, karena pakaian yang dikenakannya akan meninggalkan kesan yang ‘lebih Islami’, terlepas dari cara dan mode pakaian yang dia kenakan.

Yang tidak banyak disadari, atau mungkin lebih sering diabaikan, bahwa jilbab bukan sekedar mengenakan pakaian lengan panjang, betis tertutup hingga tumit, dada dan leher terhalang dari padangan orang. Bahwa jilbab bukan sekedar membalut anggota-anggota tubuh yang tidak semertinya terlihat selain mahram. Tidak, Jilbab lebih dari itu!

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (QS Al-Ahzab [33] : 59) Read the rest of this entry

Saudariku, Maukah Engkau Menjadi Seorang Ratu?

ratu

Seseorang bertanya :Kenapa Islam menganggap wanita seperti narapidana (tidak bebas keluar),harus ditutup tubuh dan kepalanya (padahal panas), juga tidak boleh laki-laki menyentuhnya, bukankah itu seperti zaman jahiliyah?

Dijawab : Karena Islam menganggap wanita ibarat Ratu. Tidak sembarang orang bisa bertemu, melihat dan menyentuh seorang Ratu. Seorang Ratu juga tidak seperti kuli yang harus kerja berat, tidak seperti artis atau wanita malam yang mengobral kecantikan dan tubuhnya. Seorang Ratu cukup diam dalam singgasana kerajaannya, melayani dan mendampingi Rajanya

Orang-orang kafir hanya menghormati wanita jika wanita tersebut adalah seorang Ratu Bangsawan yang terhormat. Bagi yang pernah melihat film-film kerajaan pasti tahu bagaimana rakyat menghormati ratunya. Jika seorang ratu keluar dari kerajaannya, maka dia ditutupi oleh hijab/tabir, baik tatkala berjalan maupun naik kendaraan, dan rakyatnya malu dan takut untuk menatap wajah ratunya. Jika menatap saja tidak diperbolehkan oleh undang-undang kerajaan, apalagi menyentuhnya? Dengan begitu, ratu tersebut menjadi sangat terhormat di mata rakyatnya. Dan islam telah menjadikan wanita-wanita muslimah semuanya ibarat seorang ratu yang sangat dihargai dan dihormati. Maka islam mengatur tentang muamalah para wanita. Read the rest of this entry

[Download E-Book] Hak-Hak Wanita, Sebuah Tinjauan Sejarah |

Judul Asli: Women’s Rights, A Historical Perspective
Penulis: Dr. Abdullah H. Al-Kahtany

Berbagai kalangan masyarakat yang berbeda saat ini dipaksa untuk mengambil posisi mengenai status kaum wanita mereka. Hal ini hampir tidak pernah disebutkan dalam literatur bahwa Islam telah membahas topik mengenai hak-hak wanita lebih dari 1400 tahun yang lalu, jauh sebelum hal itu menjadi sesautu yang diperbincangan dengan sangat serius di beberapa budaya, khususnya di Barat.

Isu mengenai hak-hak wanita memperoleh perhatian yang sangat besar di Barat dan marsyarakat yang kebarat-baratan selama beberapa dekade terakhir. Hanya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam melalui wahyu Ilahi, mampu mengembalikan martabat dan hak-hak wanita yang hidup dalam keadaan yang sangat menhinakan selama berabad-abad sebelum mereka, di bangsa lain, diberikan sebagian dari hak-haknya. Read the rest of this entry

Surat Terbuka Untuk Saudariku Muslimah

surat-terbuka

surat-terbuka

Read the rest of this entry

Download Audio Kajian Ustadz Muhammad Nur Ihsan Dalam Kajian Akbar di Ma’had Ibnu Abbas, Sragen.

inilah sifat istri rasulullah

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman Kajian Akbar yang diselenggarakan di Masjid Ma’had Ibnu Abbas, Masaran, Sragen (20 Mei 2011). Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. hafizhahullah dengan tema Inilah Sifat Istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, silakan download pula tiga rekaman kajian lainnya dengan tema Pengaruh Iman Kepada Hari Akhir, Bekal dalam Dakwah, dan Nasihat Kepada Para Pendidik.

Semoga nasihat-nasihat yang disampaikan oleh Ustadz Nur Ihsan bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan download pada link berikut: Read the rest of this entry

Ibu, Sungguh Begitu Mulia Peranmu

Agama Islam sangat memuliakan dan mengagungkan kedudukan kaum perempuan, dengan menyamakan mereka dengan kaum laki-laki dalam mayoritas hukum-hukum syariat, dalam kewajiban bertauhid kepada Allah, menyempurnakan keimanan, dalam pahala dan siksaan, serta keumuman anjuran dan larangan dalam Islam.

Allah Ta’ala berfirman,

{وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا}

Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (QS an-Nisaa’:124). Read the rest of this entry

Saudariku, Inilah Kemuliaanmu!

muslimah

Allah Ta’ala telah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Allah Ta’ala berfirman,

{وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ}

“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-An’aam:115)

Artinya: Al-Quran adalah firman Allah yang benar dalam berita yang terkandung di dalamnya, serta adil dalam perintah dan larangannya, maka tidak ada yang lebih benar dari pada berita yang terkandung dalam kitab yang mulia ini, dan tidak ada yang lebih adil dari pada perintah dan larangannya. [Lihat kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 174)].

Di antara bentuk keadilan syariat islam ini adalah dengan tidak membedakan antara satu bangsa/ suku dengan bangsa/suku lainnya, demikian pula satu jenis (laki-laki atau perempuan) dengan jenis lainnya, kecuali dengan iman dan takwa kepada Allah Ta’ala. Read the rest of this entry

Tahrir Square dan Kesombongan Sebagian Wanita Kepada Allah

tahrir square

Hari-hari belakangan ini, penggalangan massa untuk menggerakkan demonstrasi kembali menjadi tren sebagai sarana menyuarakan suara ‘keadilan’ versi mereka. Keberhasilan suatu gerakan untuk menggulingkan pemerintahan di negara tertentu bisa menginspirasi gerakan melawan pemerintah di negeri-negeri lain.

Tulisan ini tidak sedang mendudukkan sejauh mana pelanggaran syariat dalam penggerakan massa tersebut yang sering kali menyeret timbulnya kemaksiatan yang tidak bisa dibilang sedikit, akan tetapi ingin mengingatkan kembali akan sebuah musibah besar yang terjadi di salah satu nama tempat  demonstrasi yang mencuat dalam media massa. Tahrir Square (Lapangan Tahrir) yang terletak di kota Kairo, Mesir

Nama  Tahrir Square (Lapangan Tahrir), berasal dari bahasa Arab yaitu harrara, yuharirru, tahriran, yang bermakna kebebasan. Sehingga Tahrir Square berarti lapangan kebebasan. Itulah makna harfiah dari nama lapangan tersebut. Read the rest of this entry

Download Ebook: Panduan Kesehatan Muslimah (Haid – Hamil – Melahirkan – Nifas – Menyusui) [dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah]

pandukan kesehatan muslimah

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan ebook Panduan Kesehatan Muslimah (Haid – Hamil – Melahirkan – Nifas – Menyusui). Ebook ini merupakan makalah kajian khusus muslimah yang diselenggarakan di Masjid SDITQ Pesantren Islam Al-Irsyad (15 Rabi’ul Akhir 1432 H bertepatan 20 Maret 2011 pukul 09:00-11:30 WIB)

Kajian ini menghadirkan dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah asal Surakarta. Beliau yang sehari-hari beraktivitas sebagai dokter di Pesantren Bin Baz Yogyakarta dan pengasuh rubrik kesehatan Majalah As-Sunnah, menjelaskan secara rinci permasalahan yang kerap terjadi saat Haid, Hamil, Nifas dan Menyusui. Tak lupa dipaparkan pula pencegahan dan penanganan permasalahan tersebut.

Kajian yang disampaikan secara lugas dan jelas mendapat respon positif dari peserta yang berdatangan dari Semarang, Boyolali, Salatiga dan sekitarnya. Sesi tanya jawab merupakan saat yang selalu dinantikan. Banyak pertanyaan yang diajukan seputar tema yang disampaikan.

Silakan download ebooknya pada link berikut: Read the rest of this entry

Dayyuts, Kepala Keluarga yang Buruk

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

dayyuts

“Rumahku adalah surgaku”, itulah ungkapan yang sering kita dengar, yang menggambarkan keinginan setiap insan akan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupan anggota keluarganya. Karena cinta kepada istri dan anak-anak merupakan fitrah yang Allah tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali ‘Imran: 14)

Bersamaan dengan itu, nikmat keberadaan istri dan anak ini sekaligus juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam kebinasaan. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya, Read the rest of this entry

Pergaulan Bebas Biang Kerusakan

بسم الله الرحمن الرحيم

Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu, dalam ucapannya yang populer pernah berkata, “Dulunya kita adalah kaum yang paling hina, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’la memuliakan kita dengan agama Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain agama Islam ini, pasti Allah Subhanahu wa Ta’la akan menjadikan kita hina dan rendah[1].”

Nasehat emas dari shahabat yang mulia radhiallahu ‘anhu ini ditujukan kepada mereka yang mengaku beragama Islam tapi justru tidak merasa bangga dan mulia dengan keislaman mereka, sehingga mereka justru lebih tertarik mengikuti gaya hidup orang-orang yang jauh dari petunjuk Islam dan lebih percaya dengan teori-teori buruk yang mereka kemukakan.

Allah Subhanahu wa Ta’la memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk merasa bangga dan puas dengan karunia yang dilimpahkAn-Nya kepada mereka, yaitu petunjuk dalam syariat-Nya yang diturunkAn-Nya untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Read the rest of this entry

Isu Penyetaraan Gender, Benarkah Mengangkat Derajat Wanita?

isu-gender

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Allah Ta’ala berfirman,

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’aam:115).

Artinya: Al-Qur’an adalah firman Allah yang benar dalam berita yang terkandung di dalamnya, serta adil dalam perintah dan larangannya, maka tidak ada yang lebih benar dari pada berita yang terkandung dalam kitab yang mulia ini, dan tidak ada yang lebih adil dari pada perintah dan larangannya[1]. Read the rest of this entry

Panduan Wudhu Untuk Muslimah [Dilengkapi Ilustrasi Gambar]

wudhu muslimah

Percikan-percikan air itu membasahi poni-poni yang menyembul keluar dari jilbab yang telah kulonggarkan sedikit karena berada di tempat umum. Setelah mengambil sedikit air dari pancuran mushola di lantai basement mall besar itu, aku mulai membasahi kedua telingaku. Baru kemudian kubasahi kedua kakiku, kanan kiri… kanan kiri sampai tiga kali. Seperti itulah wudhu yang kukerjakan sampai sekitar empat tahun yang lalu. Rasanya sedih menjadi orang yang menyedihkan. Hanya dari tiga gerakan wudhu yang kusebutkan, tetapi aku telah pula melakukan lebih dari tiga kesalahan.

Pertama, ternyata tidak ada gerakan wudhu hanya sekedar membasahi ujung rambut seperti yang kulakukan. Kedua, gerakan membasuh rambut dan telinga dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan satu kali pengambilan air. Ketiga, gerakan pengulangan tiga kali dilakukan per anggota tubuh, bukan bergantian kanan kiri seperti itu. Keempat aku membiarkan anggota tubuhku (bagian kaki) terbuka di depan umum begitu saja. Kelima, jikapun aku menginginkan jilbabku tetap terpakai agar tidak terlihat aurat rambutku, maka ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun juga telah memberitahukan caranya. Read the rest of this entry