Arsip Blog

Berhiaslah dengan Akhlak Ahlus Sunnah dalam Menyikapi Berita tentang Masalah Besar, Jagalah Persatuan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah ta’ala berfirman,

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Andaikan mereka menyerahkan urusannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan orang-orang berilmu) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).” [An-Nisa’: 83] Read the rest of this entry

Nasihat Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr dan Syaikh Muhammad Alu Nashr Terkait Kondisi Suriah

suriah

suriah

Suriah Berdarah – Sunduq Peduli Suriah


Nasihat Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr -hafizhahullah- Untuk Membantu dan Mendo’akan Kaum Muslimin di Suriah.


Nasihat Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr -hafizhahullah- Terkait Tragedi Yang Menimpa Muslimin Suriah.


Link Download : Read the rest of this entry

Sikap Tengah Dalam Menyikapi Fenomena “Habib Cabul”

imamah

fenomena habib cabul

Judul Asli : Fenomena Habib Cabul
Penulis : Nufitri Hadi

Fenomena habaib atau habib di negeri ini bukanlah sesuatu yang baru, dengan “merk” sebagai keturunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka pun berhasil menarik banyak simpati masyarakat, terutama dari kalangan awam. Apalagi setelah diliputnya pengjian Habib Munzir oleh salah satu stasiun swasta, nama para habib pun semakin terkenal dan akrab di masyarakat Indonesia.

Akhir-akhir ini berita mengenai para habib ini pun semakin riuh dan semakin membuat mereka dikenal. Namun sayang, pemicunya adalah hal yang dianggap tabu dan merusak citra para habib. Habib Hasan bin Ja’far As Segaf dituduh melakukan perbuatan cabul (Homosexual) terhadap beberapa jamaahnya. Kontan hal ini direspon cepat oleh awak media, berbagai majalah dan situs-situs berita menjadikannya sebagai topik utama. Artikel-artikel yang membahas berita perbuatan cabul sang habib pun terus dibahas media dalam beberapa hari ini. Read the rest of this entry

Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga

Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga

Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Read the rest of this entry

Prioritas Yang Terbalik

Sebagian manusia menjalani hidupnya di jalan yang terbalik, memprioritaskan sesuatu padahal hal tersebut terbalik atau salah. Di bawah ini contoh-contohnya:

Pertama, Sebagian manusia lebih memilih menyembah dan beribadah kepada selain Allah Ta’ala, padahal sembahan itu lemah, tidak mencipta bahkan diciptakan, tidak memiliki apa, apalagi sampai berkuasa, mencipta dan mengatur, daripada menyembah dan beribadah kepada Allah yang Maha Pencipta, Pengatur dan Berkuasa.

{ ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ} [لقمان: 30]

Artinya: “Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar“. QS. Luqman: 30. Read the rest of this entry

Hukum Menerima Makanan Natal..?

Pertanyaan:

Bagaimana sikap kita jika tetangga kita memberikan makanan Natal pada tanggal 25 Desember? Apakah makanan tersebut kita buang, atau kita tolak, meskipun jika penolakan kita menyebabkan kesalahpahaman mereka terhadap kita? Jazaakumullah khairan.

Jawaban:

Alhamdulillah, Read the rest of this entry

Orang Cerdas Tidak Melewatkan Kesempatan Emas Di Bulan Dzulhijjah…!!!

Oleh: Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zain, Lc

ذي الحجة

ذي الحجة

بسم الله الرحمن, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Para pembaca…semoga Anda selalu dalam keadaan sehat, penuh iman.

Termasuk tingkat kejeniusan yang sangat tinggi adalah mengenal kesempatan-kesempatan emas, waktu-waktu berharga, keadaan-keadaan penting yang disebutkan di dalam syariat Islam berdasarkan Al Quran dan hadits shahih, dan tidak membiarkan kesempatan, waktu dan keadaan tersebut terbuang percuma tanpa diisi dengan amal shalih.

Termasuk di dalamnya KESEMPATAN EMAS DI BULAN DZULHIJJAH!!!

Read the rest of this entry

Menyingkap Keabsahan Halal Bihalal

Pengertian Halal Bihalal dan Sejarahnya

Secara bahasa, halal bihalal adalah kata majemuk dalam bahasa Arab dan berarti halal dengan halal atau sama-sama halal. Tapi kata majemuk ini tidak dikenal dalam kamus-kamus bahasa Arab maupun pemakaian masyarakat Arab sehari-hari. Masyarakat Arab di Makkah dan Madinah justru biasa mendengar para jamaah haji Indonesia –dengan keterbatasan kemampuan bahasa Arab mereka- bertanya ‘halal?’ saat bertransaksi di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan. Mereka menanyakan apakah penjual sepakat dengan tawaran harga yang mereka berikan, sehingga barang menjadi halal untuk mereka. Jika sepakat, penjual akan balik mengatakan “halal”. Atau saat ada makanan atau minuman yang dihidangkan di tempat umum, para jamaah haji biasa bertanya “halal?” untuk memastikan bahwa makanan / minuman tersebut gratis dan halal untuk mereka. Read the rest of this entry

Dahsyatnya Ibadah Di Kala “Kelalaian” Mendominasi Masyarakat

Ada sebuah inti sari hikmah yang dipetik oleh para ulama tentang keutamaan shalat tarawih di akhir malam dibandingkan dengan shalat sunnah yang dikerjakan pada selain waktu tersebut. Kata mereka, akhir malam adalah waktu di mana manusia tengah terlelap, sehingga bisa dipastikan rasio perbandingan antara mereka yang bangun beribadah di waktu tersebut dengan yang tidak adalah sangat minim. Pada momentum seperti itulah, para musafir pencari cinta dan ridha Allah melakukan “pencurian start”. Mereka jauh mendahului kita dalam hal raihan “bonus” akhirat—bahkan dunia—di saat kita tengah asyik tidur dalam buaian selimut hangat. Read the rest of this entry

Sakit, Anugerah yang Dianggap Musibah [Agar Sakit Tidak Terasa Pahit]

Penulis : Fadlan Fahamsyah, Lc.
Dosen di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

“Seandainya manusia mengetahui bahwa nikmat Alloh yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Alloh yang ada dalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.”

Imam Ibnu Qoyyim rohimahulloh

Dunia adalah negeri ujian, tidak ada seorang manusiapun melainkan akan diuji dengan kesehatan dan kelapangan untuk mengetahui sejauh mana ia akan mensyukurinya dan ia juga akan diuji dengan musibah dan kesempitan untuk mengetahui sejauh mana ia akan bersikap sabar menghadapi ujian tersebut. Read the rest of this entry

Sehat Lebih Baik dari Kaya

Sebagian orang mungkin merasakan penuh kesusahan tatkala ia kekurangan harta atau punya banyak hutang sehingga membawa pikiran dan tidur tak nyenyak. Padahal ia masih diberi kesehatan, masih kuat beraktivitas. Juga ia masih semangat untuk beribadah dan melakukan ketaatan lainnya. Perlu diketahui bahwa nikmat sehat itu sebenarnya lebih baik dari nikmat kaya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ

Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.” (HR. Ibnu Majah no. 2141 dan Ahmad 4/69, shahih kata Syaikh Al Albani) Read the rest of this entry

Kompilasi Diktator-Diktator Sadis [Bingkisan Nasihat Untuk Panitia OSPEK]

Dahulu kala ummat manusia telah mengenal diktator-diktator sadis yang memerintah dengan tangan-tangan besi. Dari zaman ke zaman, dunia melahirkan diktator-diktator sadis yang tak berprikemanusian, dan melenceng jauh dari tuntunan Allah -Azza wa Jalla-. Masih segar dalam ingatan kita beberapa diktator yang pernah ada di dunia, seperti Raja Namrud, Fir’aun, Hittler, Napoleon Bonaparte, Jengis Khan, dan sebagainya. Mereka adalah orang-orang zholim dan sewenang-wenang atas hamba-hamba Allah.

Jarum waktu senantiasa berjalan sampai lahirlah kompilasi (gabungan) diktator-diktator sadis gaya baru yang masuk dalam dunia pendidikan dan almamater melalui pintu “OSPEK” (Orietasi Pengenalan Kampus). Jika dahulu para diktator jumlahnya sedikit, maka sekarang beda halnya. Jumlahnya menjamur bak jamur di musim hujan, khususnya saat penerimaan MABA (Mahasiswa Baru). Maka muncullah diktator-diktator (yaitu, para mahasiswa senior) menampakkan taring keganasan mereka, siap menzholimi para hamba Allah dari kalangan MABA dengan berkedok “Orientasi”. Aksi zholim seperti ini Anda bisa lihat -khususnya- di kota Makassar, Sulsel, saat penerimaan MABA di sebagian perguruan tinggi. Read the rest of this entry

Hidayah itu Mahal, Syukurilah!

Al Qur'an

Pernahkah terpikirkan bahwa kita tengah berada dalam anugerah yang tiada ternilai dari Dzat yang memiliki kerajaan langit dan bumi, sementara begitu banyak orang yang dihalangi untuk memperolehnya?

Kita bisa tahu ajaran yang benar dari agama Islam ini. Tahu ini haq, itu batil… Ini tauhid, itu syirik…. Ini sunnah, itu bid’ah… Lalu kita dimudahkan untuk mengikuti yang haq dan meninggalkan yang batil. Sementara, banyak orang tidak mengerti mana yang benar dan mana yang sesat, atau ada yang tahu tapi tidak dimudahkan baginya untuk mengamalkan al-haq, malah ia gampang berbuat kebatilan.

Kita dapat berjalan mantap di bawah cahaya yang terang-benderang, sementara banyak orang yang tertatih meraba dalam kegelapan.

Kita tahu apa tujuan hidup kita dan kemana kita kan menuju. Sementara, ada orang-orang yang tidak tahu untuk apa sebenarnya mereka hidup. Bahkan kebanyakan mereka menganggap mereka hidup hanya untuk dunia, sekadar makan, minum, dan bersenang-senang di dalamnya. Read the rest of this entry