Ukhuwah Imaniyah

Posted on Updated on

Tema : Ukhuwah Imaniyah

Pemateri : As Syaikh Prof.Dr.Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr

Penerjemah : Ustadz Firanda Lc

Persaudaraan yang haqiqi hanyalah persaudaraan yang dimiliki oleh kaum mukminin, yaitu persaudaraan yang dibangun diatas keimanan atau yang disebut dengan ukhuwah imaniyyah.
Allah berfirman,” sesungguhnya kaum mukminin itu saling bersaudara” (al hujurat :10)

Adapun persaudaraan selain itu, akan sirna dengan sirnanya keuntungan yang dicari. bahkan akan berubah menjadi permusuhan kelak dihari kiamat, sebagaimana firman-Nya,
Allah berfirman, ” Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”(Az-Zukhruf: 67) ”

Begitu indah ukhuwah imaniyyah. Lantas apa konsekwensi ukhuwah imaniyyah itu ?

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

“Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling benci membenci, saling membelakangi, jangan menjual atas penjualan orang lain, dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Sesama Muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya, merendahkannya, dan menghinanya. Taqwa itu ada di sini (sambil menunjuk dadanya, beliau mengucapkannya tiga kali). Seseorang cukup dianggap jahat apabila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain haram mengganggu darah, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Hal ini sesuai dengan firman Allah,

Wahai orang yang beriman! Janganlah suatu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang memperolok-olokkan), dan janganlah pula wanita-wanita (memperolok-olokkan) wanita-wanita lain, boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang memperolok-olokkan), dan janganlah kamu mencela diri kamu sendiri, dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelaran yang buruk. Seburuk-buruk nama (panggilan) ialah (panggilan) yang fasik (jelek) sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang yang zalim.
Wahai orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan daripada prasangka, sesungguhnya sebahagian daripada prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain.( al Hujurat: 11-12)

Bagaimana penjelasan rincinya ? Bagaimana pula sikap kita apabila saudara kita melakukan maksiat? Dengarkan ulasan dan jawaban-jawaban beliau terhadap pertanyaan dari para pendengar radio rodja…selamat menyimak

icon for podpress Ukhuwah Imaniyah01: Hide Player | Play in Popup | Download

icon for podpress ukhuwah imaniyah02: Hide Player | Play in Popup | Download

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s