Skip to content

Shahihkah Do’a Bulan Rajab?

Juni 14, 2010

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

“Ya Alloh berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada Bulan Ramadhan.”

Senantiasa kita mendengar do’a sebagaimana tersebut diatas, saat mendekatnya kita dengan bulan suci Ramadhan. Kebanyakan da’i atau penceramah menyandarkan do’a ini kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam. Namun yang menjadi persoalan adalah, apakah benar do’a ini berasal dari Rosululloh (haditsnya shahih)?

Dikisahkan bahwa apabila masuk bulan Rajab, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca doa diatas.

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di dalam Ad Da’awaat Al Kubra dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu seperti yang disebutkan di dalam kitab Misykaatul Mashaabih bab Al Jum’ah.

Kedudukan hadits ini: Dha’if (lemah) seperti yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Al Albani Rahimahullah dan Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan di dalam fatwa terbarunya.

Nash Hadits tersebut juga telah disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad (1/259)

حدثنا عبد الله ، حدثنا عبيد الله بن عمر ، عن زائدة بن أبي الرقاد ، عن زياد النميري ، عن أنس بن مالك قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال : اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبارك لنا في رمضان وكان يقول : ليلة الجمعة غراء ويومها أزهر .

Menceritakan kepada kami Abdullah, Ubaidullah bin Umar, dari Zaidah bin Abi ar-Raaqod, dari Ziyad an-Numairi, dari Anas bin Malik berkata ia, Adalah Nabi shallallohhu ‘alaihi wasallam apabila masuk bulan Rajab, beliau berdo’a ; “Ya Alloh berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada Bulan Ramadhan. Kemudian beliau berkata, “Pada malam jumatnya ada kemuliaan, dan siangnya ada keagungan.

Takhrij hadits,
Diriwayatkan oleh Ibn Sunny dalam “Amal Yaumi wal Lailah” (659) dari jalur ibn Mani’ dikabarkan oleh Ubaidullah bin Umar Al-Qawaririy.

Dan Baihaqiy dalam Su’abul Iman (3/375) dari jalur Abi Abdullah al-Hafidz, dikabarkan dari Abu Bakr Muhammad bin Ma’mal, dari AlFadhil bin Muhammad Asy-Sya’raniy, dari Al-Qawaririy.

Dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (6/269) dari jalur Habib bin Al-Hasan, dan ‘Ali bin Harun ia berkata, menceritakan kepada kami Yusuf Al-Qadhi, dari Muhammad bin Abi Bakr, dari Zaidah bin Abi ar-Raaqod.
Dan AlBazar dalam Musnadnya (Mukhtasar Zawaidul Bazar li Hafidz 1/285) dari jalur Ahmad bin Malik al-Qusyairi dari Zaidah.

Hadits tersebut memiliki 2 cacat,
1. Ziyad bin Abdullah An-Numairy
Berkata Yahya bin Ma’in ; Haditsnya Dhaif
Berkata Abu Hatim ; Haditsnya ditulis, tapi tidak (bisa) dijadikan Hujjah
Berkata Abu ubaid Al-Ajry ; Aku bertanya kepada Abu Daud tentangnya, maka ia mendhaifkannya.
Ibnu Hajr berkata : Ia Dhaif

2. Zaidah bin Abi Ar-Raaqod
Berkata Al-Bukhary : Haditsnya Mungkar
Abu Daud berkata : Aku tidak mengenalnya
An-Nasa’i berkata : Aku tidak tahu siapa dia
Adz-Dzahaby berkata : Tidak bisa dijadikan hujjah

Komentar Ahlul Ilmi tentang hadits ini :
Al-Baihaqiy dalam Su’abul Iman (3/375) berkata, telah menyendiri Ziyad An-Numairi dari jalur Zaidah bin Abi ar-Raqad, Al-Bukhary berkata, Hadits dari keduanya adalah mungkar.

An-Nawawy dalam Al-Adzkar (274) berkata, kami telah meriwayatkannya dan terdapat kedhaifan dalam sanadnya.

Sumber :
http://abusaid.wordpress.com/2008/07/29/doa-bulan-rajab/
http://ghuroba.blogsome.com/2008/07/13/shahihkah-doa-bulan-rajab/
http://saaid.net/Doat/Zugail/57.htm
http://www.abuayaz.co.cc/2010/06/shahihkah-doa-bulan-rajab.htm

Co-pas dari Fb : http://www.facebook.com/?ref=home#!/notes/abu-ayaz/shahihkah-doa-bulan-rajab-/400775000683

Penjelasan dari Situs KonsultasiSyariah.Com

Doa Memasuki Bulan Rajab

Pertanyaan:
Assamu’alaikum

Ustadz, di bulan Rajab dan Sya’ban banyak orang yang membaca doa Allahumma Baariklanaa fi Rajab wa Sya’ban wa Balighnaa Ramadhaan. Apakah doa tersebut termasuk amalan/do’a yang tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga? Terima kasih

Dari: Siti

Jawaban:
Wa’alaikumussalam
Bismillah was shalatu was salamu ‘alaa rasulillah

Terdapat riwayat dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, belliau menceritakan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ، قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ»

“Dulu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki bulan Rajab, beliau berdoa: Allahumma baarik lanaa  fii Rajabin wa sya’baana… dst

Hadis ini diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 2346, Al-Bazzar dalam Musnad no. 6496, At-Thabrani dalam Al-Ausath 3939, dan beliau berkomentar:

لَا يُرْوَى هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا بِهَذَا الْإِسْنَادِ، تَفَرَّدَ بِهِ: زَائِدَةُ بْنُ أَبِي الرُّقَادِ

“Hadis ini tidaklah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selain dari jalur ini. Ada perawi yang sendirian: Zaidah bin Abi Ruqqad.”

Berikut komentar ulama tentang zaidah bin Abi Ruqqad ini:

– Al-Bukhari mengatakan, “Dia Munkarul hadis”

– Abu Daud mengatakan, “Saya tidak mengetahui hadisnya”

– An-Nasai mengatakan, “Saya tidak tahu, siapa orang ini”

– Ad-Dzhabi dalam Diwan Ad-Dhu’afa mengatakan, “Tidak bisa dijadikan hujah”

– Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, “Munkarul hadis”

Disamping itu, juga ada seorang perawi yang bernama Ziyad bin Abdillah An-Numairi al-Bashri. Dia dikomentari miring oleh banyak ulama:

– Yahya bin Main mengatakan, “Hadisnya dhaif”

– Abu Ubaid Al-Ajuri mengatakan, “Saya bertanya kepada Abu Daud tentang Ziyad ini dan beliau mendhaifkannya.”

– Ibnu Hibban dalam Al-Majruhin mengatakan, “Munkarul hadis. Dia meriwayatkan dari Anas beberapa riwayat, yang sama sekali tidak menyamai hadisnya orang yang terpercaya.”

– Ad-Daruquthni, “Dia tidak kuat”

– Ibnu Hajar mengatakan, “Dhaif”

Komentar ulama ahli hadis tentang riwayat ini:

– An-nawawi dalam Al-Adzkar Hal. 274 menyatakan, “Kami mendapat riwayat dari Hilyatul Auliya, dengan sanad yang ada lemahnya.”

– Ad-Dzahabi dalam Mizan I’tidal, 3:96, ketika menyebutkan biografi Zaidah bin Abi Ruqqad, dan beliau menyebutkan hadis, kemudian beliau berkomentar, “Dhaif.”

– Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 2:165 mengatakan, “Hadis ini diriwayatkan Al-Bazzar dan dalam sanadnya terdapat Zaidah bin Abi Ruqqad, Al-Bukhari mengatakan: Munkarul hadis, sementara sekelompok ulama lainnya menyatakan sebagai perwai majhul (tidak dikenal).”

– Syaikh Ahmad Syakir dalam takhrij Musnad Imam Ahmad mengatakan, “Sanadnya dhaif.” Beliau juga menegaskan bahwa riwayat ini merupakan tambahan dari Abdullah bin Ahmad, yang beliau riwayatkan dari selain bapaknya (Imam Ahmad).

– Hal yang sama juga dinyatakan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam Takhrij Musnad.

– Sementara Syaikh Al-Albani mengutip komentar Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 3:375 yang menyatakan,

تفرد به زياد النميري وعنه زائدة بن أبي الرقاد قال البخاري : زائدة بن أبي الرقاد عن زياد النميري منكر الحديث .

Ziyad An-Numairi sendirian dalam meriwayatkan hadis ini. Sementara Zaidah bin Abi Ruqqad mengambil riwayat dari Ziyad. Bukhari mengatakan, “Zaidah bin Abi Ruqqad dari Ziyad An-Numairi, munkarul hadis.”

Sumber: http://www.saaid.net/Doat/Zugail/57.htm

Berdasarkan semua keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa doa dalam hadis ini statusnya lemah.  Karena itu, tidak bisa dijadikan acuan.

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

From → Belajar Islam

2 Komentar
  1. makasih infonya…

    salam kenal….

Trackbacks & Pingbacks

  1. Doa Memasuki Bulan Rajab | Abu Zahra Hanifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: