Skip to content

Hadits Palsu | Duduknya Nabi -shallallahi alaihi wasallam- di Atas Arsy Allah

Agustus 20, 2010

Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata, “Rasulullah -shallallahi alaihi wasallam- ditanya tentang al-maqam al-mahmud (kedudukan yang terpuji), maka beliau menjawab, “Rabbku menjanjikan kepadaku untuk duduk di atas arsy.”

Hadits ini disebutkan oleh Imam Ibnul Jauzi -rahimahullah- dalam kitabnya Daf’u Syibhi At-Tasybih hal. 244 -sebagaimana dalam Tahshil ma fata at-tahdits hal. 21-25- tanpa menyebutkan sanadnya dan tidak pula menyebutkan siapa yang meriwayatkannya. Setelah itu beliau berkata, “Ini adalah hadits palsu, tidak shahih dari Rasulullah -shallallahi alaihi wasallam-.”

Hadits ini yang semakna juga diriwayatkan dari Ibnu Umar -radhiallahu anhuma- dia berkata, Rasulullah -shallallahi alaihi wasallam- membaca ayat, “Semoga Rabbmu akan membangkitkan kamu pada ‘maqam mahmud’ (kedudukan yang terpuji).” Beliau bersabda, “Dia (Allah) akan mendudukkan saya bersama-Nya di atas singgasana.”

Disebutkan oleh Ad-Dailami dalam Al-Firdaus bi Ma`tsur Al-Khithab no. 4159 dalam kitab Ad-Durr Al-Mantsur (4/198), tapi sayang sekali beliau tidak menyebutkan sanadnya, dan ini adalah tanda lemahnya hadits ini.

Dalam hal ini para ulama mempunyai kaidah bahwa kebanyakan hadits-hadits yang bersendirian dalam periwayatannya oleh: Al-’Uqiaili dalam Adh-Dhu’afa`, Ibnu Adi dalam Al-Kamil, Al-Khathib Al-Baghdadi, Ibnu Asakir dalam Tarikh-nya, Abu Abdillah Al-Hakiim At-Tirmizi dalam Nawadiril Ushul, Al-Hakim dalam Tarikh Naisabur, Ibnu An-Najjar dalam Tarikh-nya, Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus.

Maka itu artinya hadits tersebut adalah lemah. Kaidah ini disebutkan oleh As-Suyuthi di awal kitabnya Al-Jami’ Al-Kabir, sebagaimana yang disebutkan oleh As-Sakhawi dalam Kasyful Khafa` (1/9).

Karena itulah, Al-Hafizh Adz-Dzahabi berkata dalam Al-Uluw li Al-Aliyyi Al-Ghaffar hal. 124, “Adapun peristiwa duduknya Nabi kita di atas arsy, maka tidak ada satu pun nash yang shahih, bahkan dalam masalah ini ada sebuah hadits yang sangat lemah.” Maka ucapan ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun hadits yang bisa diterima seputar permasalahan ini.

Sumber :

http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=356

http://al-atsariyyah.com/?p=786

From → Tak Berkategori

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: