Koreksi Terhadap SMS: “Ternyata Sifat Kita Dengan Rasulullah Itu Beda Sedikit”

Posted on Updated on

SMS
SMS

“Sebuah Renungan”

Pernahkah kita membaca SMS berikut:

“Ternyata sifat kita dengan Rasulullah itu beda sedikit.

Rasulullah sedikit tidur, kita sedikit-sedikit tidur

Rasulullah sedikit makan, kita sedikit-sedikit makan

Rasulullah sedikit marah, kita sedikit-sedikit marah

Rasulullah sedikit berguarau, kita sedikit-sedikit berguarau

Rasulullah sedikit-sedikit beramal, kita sedikit amalnya,

Semoga kita bisa mnegejar perbedaan yang sedikit itu. Amin “

TANGGAPAN:

Kaget dan terhentak, itulah respon fisik yg pertama kali saat membaca untaian kalimat yang berasal dari seseorang dan kini telah menyebar luas di masyarakat. Betapa tidak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan rasul dan makhluk termulia dikatakan hanya beda sedikit dengan manusia saat ini. Tanpa disadari, sungguh ini merupakan Sebuah Penghinaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hendaklah yang menyusun untaian kalimat ini dan yang menyebarkannya bertaubat kepada Allah Ta’ala. Mungkin maksud dan tujuannya baik yaitu memberikan motivasi agar giat beramal, tapi bukan begitu caranya..

Perbedaan kita dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah sedikit. Kalau dirinci, maka akan kita dapati banyak perbedaan kita dengan beliau. Perbedaan yang diakui dan tidak dipungkiri oleh semua insan yang beriman yaitu kedudukan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Rasulullah. Ini sebuah kedudukan yg tidak akan bisa diraih dengan usaha manusia. Masihkah kita berani mengatakan bahwa perbedaan kita sedikit???

Perbedaan yang lain,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memilih Bani Kinanah dari anak keturunan Nabi Ismail dan memilih suku Quraisy dari Bani Kinanah dan Allah memilih Bani Hasyim dari suku Quraisy dan Allah memilihku dari Bani Hasyim.” (HR. Muslim)

Poin lain yang membedakan kita dengan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu ucapan-ucapan beliau yang tidak bersumber dari hawa nafsu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara kita???

Simaklah firman Allah ‘Azza wa Jalla, yang artinya, 

Dan tidaklah yang diucapkannya itu (al-Qur-an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS. An-Najm: 2-4)

Dan masih banyak lagi kelebihan yang tidak mungkin kita gapai. Bagaimana mungkin perbedaan yang sedemikian banyak dan jauh ini dikatakans edikit.Jangankan dengan Rasulullah, dengan para shahabat saja, kita tidak mungkin bisa menyamain mereka. Simaklah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu:

لا تسبوا أصحابي فلو أن أحدكم أنفق مثل أحد ذهبا ما بلغ مد أحدهم ولا نصيفه.

“Janganlah kalian mencela para sahabatku, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka dia tidak akan bisa mencapai satu mud dari salah seorang sahabat atau setengahnya.” (HR. Bukhari)

Al-Baidhawi rahimahullah mengatakan, “Makna hadits ini dengan menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, kalian tidak akan bisa meraih seperti pahala yang diraih oleh para shahabat yang menginfakkan satu mud (dua telapak tangan) makanan atau setengan mud.”

Jadi, dari sisi kehormatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, janganlah mengatakan apalagi meyakini bahwa perbedaan kita dengan beliau hanya sedikit. Sedangkan dari sisi kehormatan kaum muslimin, untaian kalimat di atas juga kurang pas. Siapakah yang dimaksudkan oleh penulis? Diri penuliskah atau siapa?? Karena tidak semua kaum muslimin yang hidup di zaman ini seperti itu.

Inilah sebagian kecil dari berbagai permasalahan yang berkait dengan SMS di atas. Kiranya ini sudah cukup sebagai peringatan bagi yang merangkai kalimat tersebut, juga bagi yang terkadang menjadikannya sebagai pesan berantai. Hendaknya kita berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih SMS yang masuk dan dalam memforward SMS.

Terakhir, kepada Allah Ta’ala kita memohon agar senantiasa diberikan rahmat dan senantiasa diberi taufik untuk melakukan amalan-amalan yang disukai dan dicintai Allah Ta’ala.

Oleh al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

REDAKSI (Majalah As-Sunnah):

Alhamdulillah, hanya kepada Allah Ta’ala, kamibersyukur atas kehadiran peringatan ini kepada kami. Dan kami redaksi juga mengucapkan Jazakumullahu khoir, terima kasih kepada ustadz Abdul Hakim yang telah berkenaan memberikan nasehat dan peringatannya terkait sms yang kami muat pada Rubrik Risalatikum, edisi 02/thn. XIV. Tidak pernah terbetik dalam hati kami dan na’udzubillah dari menghina baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan memuat SMS tersebut. Maksud kami hanyalah memberikan motivasi, sehingga sms itu kami muat. Namun niat baik ini tidak bias melegalkan kesalahan. Kesalahan tetaplah sebagai sebuah kesalahan. Kami memohon ampun kepada Allah Ta’ala atas kesalahan ini

Sumber: Majalah as Sunnah edisi 06/thn. XIV DZULQA’DAH 1431 H/OKTOBER 2010 M

Kami ucapkan Jazakallohu khairan kepada Al-Akh Irfan Isma’il yang telah mempublikasikan ini melalui Note di Facebook.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s