Untukmu Yang Berjiwa Hanif (5)

Posted on Updated on

HAKIKAT KEHIDUPAN
2.4. Ahsanu Amalan

Al-Quran menyebutkan bahwa penciptaan alam, hidup dan mati untuk menguji manusia mana yang lebih baik amalnya. Itulah yang disebut dengan “ahsanu `amala”. Allah berfirman;

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa Iagi Maha Pengampun”. [QS. al-Mulk: 2]

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya”. [QS.al-Kahfi: 7]

لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“(Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka, dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa batas”. [QS. an-Nur: 38]

Fudhail bin ‘ Iyadh , berkata “Ahsanu amala, adalah amalan yang paling ikhlas dan yang paling benar”.

Jadi, dari semua bentuk penghambaan diri yang paling sempurna adalah penghambaan diri yang berdasarkan ahsanu amala. Ia berdiri dengan 2 syarat, yaitu

1. Hendakiah ‘ubudiah kepada Allah disertakan keikhlasan kepadaNya.
2. Hendaklah ‘ubudiah tersebut sesuai dengan syariat.

Sekiranya salah satu syarat ini tidak dipenuhi, maka penghambaan diri hanya akuan saja, ikhlas saja kepadaNya tanpa mengikuti syariat, ia tertolak. Sebagaimana sesuai saja tanpa ikhlas, ia juga tertolak. Jadi, ikhlas dan mengikuti syariat adalah dua sayap ibadah. Tidak akan bisa terbang seseorang dalam penghambaan dirinya kecuali dengan keduanya sekaligus.

2.5. Kesimpulan
Bahwa tujuan hidup adalah mencari kebahagiaan dan jalan kebahagiaan adalah dengan menghambakan diri kepada Allah . Penghambaan diri itulah tauhid dan Islam, itulah amanah yang harus dipikul oleh manusia dan itulah peanjian yang telah disepakati.

Tauhid dan Islam tidak akan membuahkan amal shalih kecuali dengan ahsanu ‘amala yaitu ikhlas dan mutaba’ah (sesuai dengan syariat).

Artikel “Untukmu yang Berjiwa Hanif”

  1. Muqoddimah
  2. Hakikat Kehidupan – Cerita Kehidupan
  3. Hakikat Kehidupan – Tujuan Hidup
  4. Hakikat Kehidupan – Beban Amanah
  5. Hakikat Kehidupan – Ahsanau Amalan

Satu respons untuk “Untukmu Yang Berjiwa Hanif (5)

    anang said:
    November 27, 2010 pukul 4:59 pm

    nasehat luar biasa, trimakasih mau berbagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s