Pernah Berzina dan Belum Ditegakkan Had, Cukupkah Hanya Dengan Taubat?

Posted on Updated on

Pertanyaan:

Fadhilatusy Syaikh barokallohu fiikum wa jazakumulloh khoiro, pertanyaanku berhubungan dengan masalah fiqih : Seorang wanita menikah kemudian dicerai, lalu ia menjadi pelacur. Kemudian setelah sampainya dakwah ia bertaubat. Akan tetapi belum ditegakkan padanya hukum had zina karena di Indonesia tidak ditegakkan had zina. Kemudian wanita ini belajar sehingga ia menjadi seorang wanita yang taat kepada Alloh. Apakah boleh bagi seorang muslim yang bukan pezina untuk menikahinya? Barokallohu fiikum.

Jawaban:

Na’am, hal ini cukup baginya untuk bertaubat kepada Alloh azza wa jalla dan tidak ditegakkan baginya hukum had. Oleh karena itu para ‘ulama mengatakan bahwa siapa yang jatuh dalam suatu dosa yang dapat menyebabkan hukum had, jika ia bertaubat antara dirinya dengan Alloh maka taubatnya mencukupi insyaAlloh.

Al-Imam Ahmad mengatakan bahwa siapa yang bertemu Alloh dengan suatu dosa yang ia telah bertaubat darinya, maka Alloh akan menerima taubatnya. Dan barang siapa bertemu Alloh dengan suatu dosa yang dapat menyebabkan hukum had dan ditegakkan had itu atasnya maka had tersebut adalah kafarohnya (penghapus dosanya, pent).

Dan dosa ini yaitu zina yang terjadi pada wanita ini masuk ke dalam kelompok dosa-dosa yang Alloh azza wa jalla berfirman tentangnya :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.“

Sehingga jika ia bertaubat kepada Alloh azza wa jalla maka Alloh akan menerima taubatnya dan menghapus dosanya. Dan tidak perlu baginya sekarang untuk mengangkat permasalahannya, bahkan ia menutupinya pada dirinya. Taubatnya kepada Alloh dan terus-menerusnya ia melakukan amal sholeh adalah lebih baik baginya.

Jika ia jujur dalam taubatnya, maka ia seperti para wanita suci lainnya yang boleh dinikahi bahkan ia dibantu pada urusan ini. Para ‘ulama telah mengatakan bahwa tidak boleh menikah dengan wanita pezina, akan tetapi jika wanita itu bertaubat maka ia seperti wanita yang lainnya dari para wanita yang suci, seperti orang yang melakukan dosa kemudian ia bertaubat darinya. Dan orang yang bertaubat dari suatu dosa, ia seperti orang yang tidak memiliki dosa.

Dan yang lebih parah dari ini, bahwa seorang wanita yang kafir, seandainya wanita itu kafir dan ia melakukan kekufuran dan kesyirikan, jika ia bertaubat apakah ia boleh dinikahi atau tidak? Sudah maklum bahwa wanita yang dulunya kafir lalu bertaubat maka ia boleh dinikahi. Demikian pula zina, dosanya di bawah kufur.

Oleh karena itu sepatutnya bagi orang-orang Islam untuk memahami masalah-mesalah ini dan tidak meninggalkan wanita ini kehilangan harapan dan putus asa. Demikian pula wajib baginya untuk dibantu dalam istiqomah dan kebaikan serta diperimbangkan untuk menikahkannya jika ia jujur dalam taubatnya.

Kami memohon taufiq bagi semuanya. Demikian Wallohu A’lam.

Wa shollallohu wa sallama wa baroka ‘ala Nabiyyina Muhammad.

 

***

[Diterjemahkan dari rekaman Dauroh Masyayikh Madinah di Kebun Teh Wonosari Lawang – Malang Juli 2006. File : -taujih02.mp3 >> 61:41 – selesai]

Sumber : http://tholib.wordpress.com/2007/09/13/fatwa-%E2%80%93-muslimah-mantan-pezina/

Iklan

8 respons untuk ‘Pernah Berzina dan Belum Ditegakkan Had, Cukupkah Hanya Dengan Taubat?

    sheep said:
    Februari 21, 2012 pukul 11:06 am

    ass wr wb
    saya pernah melakukn zina, bahkn sering!sekarang saya sudah menikah mungkinkah amalan saya diterima?tobat?bagaimana saya dikatakan tobat(apakah tidak berzina lagi, itukah yang dinamakn tobat?).

    kemungkinan kecil sekali saya melakukn zina lagi karena saya telah menikah.
    mohon pencerahanya, terima kasih.
    wasalam

    Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh..
    Kita semua berlindung kepada Allah dari buruknya zina. Tidak diragukan lagi bahwa zina merupakan salah satu perbuatan keji, dosa besar dan zina adalah sejelek-jeleknya jalan hidup. Jika Anda pernah berzina kemudia setelah itu Allah memberikan hidayahNya kepada Anda sehingga Anda kemudian dapat bertaubat dari zina itu maka berbahagialah. Karena Allah berfirman:

    قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا

    “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.“

    Allah pasti menerima taubat setiap hamba bilamana si hamba tersebut bertaubat kepadaNya. Sebagaimana dikatakan oleh para Ulama bahwa diantara syarat-syarat taubat itu adalah

    1. haruslah orang yang bertaubat itu menyesali dosa yang telah diperbuatnya dengan sebenar-benarnya penyesalan.
    2. dia harus segera berhenti dan meninggalkan dosa tersebut.
    3. berusaha untuk menjauhi dosa yang pernah diperbuatnya dan menghindari segala sebab yang dapat menjerumuskannya kembali ke dalam dosa tersebut.

    Kemudian, janganlah kita merasa aman dari dosa terutama dosa zina ini. Karena zina merupakan salah satu dosa besar yang diberitakan oleh Nabi bahwa perbuatan zina tersebut kelak akan menyebar ditengah masyarakat.

    Disamping itu, sibukkan diri dengan melakukan amal-amal keta’atan seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, membaca dzikir-dzikir yang sesuai sunnah, dan jangan lupa bergaul dengan orang-orang yang shalih, duduk bersama mereka di majelis-majelis ilmu yang membahas tentang ilmu agama. Semoga Allah memperbaiki keadaan kita semua.

    miman said:
    September 10, 2012 pukul 9:35 am

    sy pernah berzina , lalu bertobat. terus 10 thun kmudian sy mengulangix lagi..dan sya sangat menyesal atas perbuatanx sya itu.

    apakah msih ada pintu tobat yg terbuka bagi sya ???

      Abu Umamah responded:
      November 13, 2012 pukul 9:30 am

      Pintu taubat itu selalu terbuka selagi matahari belum terbit dari barat, selagi ruh belum sampai dikerongkongan… Tidak ada yang menghalangi Anda dengan taubat, maka penuhilah syarat-syarat taubat. Semoga Allah memberkahi Anda.

    keshya said:
    Desember 9, 2012 pukul 12:47 pm

    Asslamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..
    saya punya cerita yg ingin sy mintai pendapat dan pertolongannya. Saya pernah melakukan zina, terakhir saya melakukan dengan pacar saya, saya benar2 ingin menghindar dri dia untuk meninggalkan perzinahan saya dan bertaubat, tapi dia terlanjur memberitahukan masalah ini kepada org tua saya, dia tidak terima saya putuskan hubungan pacaran kami, dia memberitahukan bhwa sy sudah tidak perawan sebelum bersama pacar saya ini, sekarang org tua saya membenci saya mereka tidak mau berhubungan dengan saya, bagaimana yg harus saya lakukan?? saya benar2 mau bertaubat. Mohon bimbingannya. Terimaksih :)

      Abu Umamah responded:
      Desember 22, 2012 pukul 8:45 pm

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa baraktuh.

      Perbuatan zina yang dilakukan oleh seorang wanita memang menyisakan perkara yang sangat pelik bagi dirinya dan bagi orang-orang disekitarnya. Karena itulah Islam mengharamkan zina sekaligus sarana-sarana yang bisa membawa kepada zina, bahkan islam memberikan hukuman yang berat bagi pezina dengan hukuman rajam (dilempari oleh khalayak umum dengan batu, sampai mati) bagi yang sudah pernah menikah dan hukuman cambuk dan pengasingan bagi yang masih bujang.

      Maka tidak ada jalan lain bagi seorang yang telah terjatuh ke dalam dosa ini kecuali bertaubat di dunia sebelum kematian datang menjemputnya, dan kematian tidak akan pernah menunggu taubat seseorang. Maka hendaknya Anda menyesali dengan sebenar-benarnya penyesalan atas dosa yang keji tersebut, kemudian tanamkan tekad yang kuat untuk berusaha agar tidak terjatuh kembali ke dalam perbuatan keji tersebut di masa depan, kemudian mintalah ampun kepada Allah dan kembalilah kepadaNya dengan banyak mengerjakan amalan shalih.

      Adapun orang tua, maka meskipun mereka enggan berhubungan kembali dengan Anda maka janganlah Anda berbuat hal yang sama terhadap mereka. Bahkan, Anda harus berusaha mencari keridhaan mereka, meminta maaf kepada mereka. Tidak ada jalan yang lebih dekat kepada ampunan Allah selain dengan jalan berbakti kepada orang tua. Sangat wajar mereka melakukan hal tersebut, karena perbuatan zina tersebut telah mencoreng wajah mereka.

      Semoga Allah memberikan hidayahNya kepada Anda untuk dapat mengisi sisa-sisa kehidupan Anda dengan taubat yang benar.

    Hendra Setiawan said:
    Desember 16, 2012 pukul 7:30 pm

    bagaimana pernikahan yang dilakukan oleh pezina jika, akad dilakukan ketika wanita dalam kondisi :
    a. hamil
    b. tidak hamil
    bagaimana akadnya? apakah perlu idah?

    hendra said:
    Desember 23, 2012 pukul 8:59 pm

    afwan
    bagaimana jika yakin tidak hamil,misal karena azl, kondom ato pil kb. apakah masih perlu idah?
    dalil yg di pakai oleh imam ahmad, yang saya baca adalah dalil2 mengenai wajib istibro untukk tawanan perang, bukan khusus untuk zina sendiri. sedangkan imam syafii, beliau berdasar atsar. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s