Skip to content

Hadits Palsu Seputar Khusyu’ Dalam Sholat

April 12, 2011
khusyu'

Sering disampaikan pada khutbah jum’at atau ceramah-ceramah umum lainnya beberapa hadits yang berkaitan dengan khusyu’. Sebagian hadits tersebut berderajat shahih atau hasan. Namun ada sebuah atau dua buah hadits berderajat lemah atau bahkan palsu. Andaisaja para khatib menjelaskan kelamahannya maka selesailah perkara. Tapi sangat disayangkan, mereka tidak menyinggung hal itu sama sekali apalagi menjelaskannya. Sehingga sengaja atau tidak mereka telah berbicara tentang agama tanpa ilmu. Padahal Allah berfirman:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. al-Isrâ`: 36)

Sebagai bentuk nasehat bagi kaum muslimin umumnya dan para penceramah khususnya, maka pada pembahasan ini kami akan mengulas dengan ringkas sebuah hadits palsu seputar pembahasan khusyu’ yang sering dibawakan oleh para khatib jum’at atau penceramah. Selamat menyimak! 

TEKS HADITS

Lafazh Pertama
Disebutkan dalam sebuah hadits:

لَوْ خَشَعَ قَلْبُ هَذَا لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ

Kalau hati orang ini khusyu’, niscaya akan khusyu’ pula seluruh anggota badannya.

Lafazh Kedua

Dalam redaksi lain disebutkan dengan lafazh:

لَوْ خَشَعَ قَلْبُ هَذَا لَسَكَنَتْ جَوَارِحُهُ

Kalau hati orang ini khusyu’, niscaya akan tenang seluruh anggota badannya.

KOMENTAR ULAMA


[1]. Komentar Syaikh al-Albani, Syaikh Salim bin Ied al-Hilali dan Ulama Salaf Terdahulu.

Syaikh Salim bin Ied al-Hilali berkata tentang hadits pertama: Hadits ini dikeluarkan oleh al-Hakim at-Tirmidzi dalam kitabnya Nawâdir al-Ushūl fî Ma’rifah Ahâdîts ar-Rasūl, hlm. 184, 317 & 352.”

Lalu beliau berkomentar: “Sanad hadits ini palsu.”

Sedangkan untuk hadits kedua beliau berkomentar: “Sanadnya sangat lemah.”

Hadits ini telah dilemahkan oleh banyak ulama, di antaranya:

• Syaikh Zakariya al-Anshari dalam ta’lîqnya terhadap kitab Tafsîr al-Baidhâwî, jilid 2, hlm. 22.

• Ibnu Rajab dalam kitab al-Khusyū’ fî ash-Shalâh, hlm 12.

• As-Suyuthi dalam al-Jâmi’ ash-Shaghîr, no. 7447 mengisyaratkan akan lemahnya hadits tersebut.

• Al-Munawi dalam Faidh al-Qadîr, jilid 5, hlm. 319.

• Dan Syaikh Kami (Syaikh al-Albani t) telah menghukuminya palsu dalam kitab Irwâ` al-Ghalîl, no. 373, dan dalam kitab Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah, no. 110.”

Setelah panjang lebar berbicara tentang takhrij hadits ini Syaikh Salim menyimpulkan: “Dengan takhrij ini jelaslah bahwa hadits tersebut tidak sah, baik secara marfū’, mauqūf maupun maqthū’. Namun yang marfū’ lebih lemah lagi, bahkan palsu.” (Lihat al-Khusyū’ wa Atsaruhu fî Binâ` al-Ummah, hlm. 91-93, cetakan Dâr Ibnul Jauzi.)

Dengan demikian jelas bagi kita, bahwa hadits tersebut adalah palsu.

[2]. Komentar Syaikh Abdulaziz bin Muhammad as-Sadhan.

Dalam kitab Ahâdîts Muntasyiroh lâ Tatsbut ‘an an-Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- , hlm. 29, cet. Maktabah al-Malik Fahd, Syaikh Abdulaziz as-Sadhan berkata: “Di antara hadits yang sudah tersebar luas di kalangan orang-orang adalah, sebuah hadits yang diriwayatkan bahwasanya Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- pernah melihat seseorang yang bermain-main dengan jenggotnya ketika shalat, lalu beliau berkata: “Kalau hati orang ini khusyu’, niscaya akan khusyu’ pula seluruh anggota badannya”. Ini adalah hadits palsu sebagaimana yang telah ditegaskan oleh sebagian ulama.

Dan ada pula perkataan (seperti ini) yang diriwayatkan dari Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah, namun riwayat tersebut juga tidak sah. Bagaimana pun juga, firman Allah berikut telah sangat mencukupi dari hadits palsu ini. Allah ta’ala berfirman:

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. (QS. al-Mukminūn: 1 & 2).”

Demikian penjelasan singkat tentang hadits palsu seputar khusyu’. Semoga kita dapat lebih berhati-hati dalam menyampaikan hadits Nabi -shollallahu alaihi wa sallam- , sebelum jelas bagi kita mana yang shahih, hasan, lemah ataupun yang palsu, agar kita tidak termasuk gologan orang-orang yang berbicara tentang agama tanpa ilmu dan dalil.

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 48, hal. 39-40)

http://www.majalahislami.com/2009/02/khusyu-membahas-hadits-palsu-seputar-khusyu/

Iklan

From → Belajar Islam

One Comment
  1. gus sodri permalink

    hanya Al bani yang mengatakan hadist tersebut palsu, sementara Dr Said Ali bin wahf al qahthani dalam kitabnya al khusyu’ fi shalah. mengatakan hadsit tersebut shahih. tsiqah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: