Skip to content

Barisan Ulama Pembela Sunnah : Al-Imam Asy-Syafi’i (150H – 204 H)

Januari 25, 2012
Imam Asy-Syafi'i

الشافعي

Al-Imam Muhammd bin Idris Asy-Syafi’i
Seorang imam dari ahlil bait

Nama dan Nasabnya :
Beliau adalah Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin Saib bin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Muthallib bin Abdu Manaf bin Qushay Al-Qurasy Al-Muthalliby Asy-Syafi’i. Bertemu nasabnya dengan Rasulullah  pada Abdu Manaf bin Qushay. Ibunya adalah seorang wanita dari qabilah Azd dari Yaman.

Kelahirannya :
Beliau dilahirkan pada tahun 150 H di Ghuzzah, ada yang mengatakan di Asqalan, dan ada yang mengatakan di Yaman .

Sifat-sifatnya :
Beliau adalah seorang yang berparas tampan, berkulit putih, berperawakan tinggi besar dan berwibawa. Dikenal dengan kedermawanannya dan kebaikan niat dan keikhlasannya.

Pertumbuhannya :
Ketika Al-Imam Syafi’i masih kecil ayahandanya meninggal dunia, kemudian dia dibawa oleh ibunya ke Makkah dan tumbuh di Makkah, hafal Qur’an ketika berusia 7 tahun, hafal Muwaththa’ ketika berusia 10 tahun. Beliau memiliki perhatian yang lebih kepada bahasa Arab dan sya’ir, pernah tinggal di qabilah Hudzail selama 10 tahun untuk mempelajari dialek-dialek bahasa Arab.

Guru-gurunya :
Di antara guru-gurunya dari ahli Makkah adalah Muslim bin Khalid Az-Zinjy Mufti Makkah, Isma’il bin Kostantin, pamannya Muhammad bin Ali bin Syafi’, Sufyan bin Uyainah, Fudhail bin Iyadh dan yang lainnya.

Adapun guru-gurunya dari ahli Madinah adalah Al-Imam Malik bin Anas, Ibrahim bin Abi Yahya, Abdul Aziz Ad-Darawardy dan yang lainnya.

Adapun guru-gurunya dari ahli Yaman adalah Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf dan yang lainnya.

Adapun guru-gurunya dari ahli Iraq adalah Muhammad bin Hasan Asy-Syaibany, Ismail bin Ulayyah, Abdul Wahhab Ats-Tsaqafy dan yang lainnya.

Murid-muridnya :
Di antara murid-muridnya adalah Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Al-Humaidy, Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam, Sulaiman bin Dawud Al-Hasyimy, Harmalah bin Yahya, Husain bin Ali Al-Karabisy, Rabi’ bin Sulaiman Al-Murady, dan yang lainnya.

Pujian para ulama kepadanya :
Abu Ubaid berkata : Aku tidak pernah melihat orang yang lebih fasih, lebih cerdas, dan lebih menakjubkan daripada Asy-Syafi’i.

Al-Imam Ahmad mengatakan tentang hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Alloh akan membangkitkan bagi umat ini pada setiap permulaan seratus tahun orang yang akan memnperbaharui perkara agamanya”, Al-Imam Ahmad berkata : Umar bin Abdul Aziz pada awal seratus tahun pertama dan Asy-Syafi’i pada permulaan seratus tahun yang kedua.

Al-Makmun berkata : Aku telah menguji Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i dalam segala hal ternyata semuanya sempurna.

Suwaid bin Said berkata : Suatu saat aku duduk di majelis Sufyan bin Uyainah, tiba-tiba datanglah Asy-Syafi’i mengucapkan salam dan duduk, kemudian Sufyan bin Uyainah meriwayatkan sebuah hadits tentang Raqaiq maka pingsanlah Asy-Syafi’i, maka seorang hadirin berkata : Wahai Abu Muhammad telah mati muhammad bin Idris, maka Sufyan bin Uyainah berkata : Jika dia mati maka telah mati orang yang paling afdhol di zamannya.

Abu Tsaur berkata : Kami tidak pernah melihat orang yang seperti Asy-Syafi’i dan dia belum pernah melihat orang yang seperti dirinya.

Dawud bin Ali Azh-Zhahiry berkata : Asy-Syafi’i memiliki keutamaan-keutamaan yang tidak pernah terkumpul pada selain dia, dari kemuliaan nasabnya, keshahihan agama dan aqidahnya, kemurahannya, pengetahuannya (tentang) sahih dan lemahnya hadits, nasikh dan mansukhnya, hafalannya terhadap kitab, sunnah, dan sirah khulafa’, dan bagusnya susunan tulisan-tulisannya.

Muhammad bin Dawud berkata : Tidak pernah dinukil dari seluruh masa hidup Asy-Syafi’i bahwa mengucapkan sedikitpun dari kebid’ahan, tidak pernah dinisbahkan satupun kebid’ahan padanya, dia tidak pernal dikenal dengannya, bersamaan dengan kebenciannya kepada ahli kalam dan bid’ah.

Di antara perkataan-perkataan dan keadaan-keadaannya :
Al-Imam Asy-Syafi’i berkata : Aku ingin agar manusia belajar ilmu dariku dan menisbahkan sedikitpun darinya kepadaku.

Beliau berkata : Jika ada hadits yang shahih dari Rasulullah maka ambillah dan tinggalkan perkataanku, karena aku berpendapat seperti hadits itu meskipun kalian tidak langsung mendengarnya dariku.

Beliau berkata : Jika hadits itu shahih maka dia adalah madzhabku.

Beliau berkata : Sungguh jika seorang hamba menemui Allah dengan semua dosa kecuali kesyirikan itu lebih baik baginya daripada bertemu denganNya dengan suatu kebid’ahan.

Beliau berkata : Barangsiapa yang mengatakan Al-Qur’an adalah makhluq maka dia telah kafir.

Beliau berkata : Tidak ada seorang yang memakai ilmu kalam kemudian beruntung.

Beliau berkata : Hukumku pada ahli kalam hendaknya dia dipukul dengan pelepah korma dengan diarak dan diumumkan : Inilah ganjaran orang yang meninggalkan Kitab dan Sunnah dan beralih kepada ilmu kalam.

Beliau berkata : Setiap orang yang berbicara dengan landasan Kitab dan Sunnah maka dia bersungguh-sungguh, dan barangsiapa yang berbicara dengan yang lainnya berarti dia menggigau.

Beliau berkata : Menuntut ilmu lebih afdhol daripada sholat sunnah.

Beliau berkata : Wajib atas kalian mengikuti ashabul hadits karena mereka adalah manusia yang paling banyak kebenarannya.

Beliau berkata : Jika aku melihat seseorang dari ashabul hadits seakan-akan aku melihat seorang dari sahabat Rasulullah.

Beliau berkata : Ilmu adalah yang dikatakan padanya Haddatsana, adapun yang selain itu maka adalah waswas syaithan.

Beliau berkata : Barangsiapa yang belajar Al-Qur’an maka agunglah nilainya, barangsiapa yang bicara tentang fiqih bertambahlah kadarnya, barangsiapa yang menulis hadits maka kuatlah hujjahnya, barangsiapa yang menelaah bahasa maka lunakalah tabiatnya, barangsiapa yang menelaah hisab maka melimpahlah akalnya, dan barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka tidaklah bermanfat ilmunya baginya.

Beliau berkata : Janganlah Engkau membicarakan para sahabat Rasulullah karena musuhmu kelak adalah Rasulullah.

Beliau berkata : Janganlah kamu sholat di belakang rafidhi, qadary, dan murji’iy, barangsiapa yang mengatakan iman adalah perkataan saja maka dia murji’iy, barangsiapa yang mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar bukan imam maka dia adalah rafidhy, dan barangsiapa yang menjadikan masyi’ah kepada dirinya maka dia adalah qadary.

Rabi’ bin Sulaiman berkata : Adalah Asy-Syafi’i membagi malamnya menjadi tiga bagian, yang pertama untuk menulis, yang kedua untuk shalat, dan yang ketiga untuk tidur.

Rabi’ bin Sulaiman berkata : Adalah Asy-Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan sebanyak 60 kali.

Rabi’ bin Sulaiman berkata : Aku mendengar Asy-Syafi’i berkata : Aku tidak pernah merasa kenyang sejak 16 tahun kecuali sekali maka aku masukkan tanganku ke mulutku dan aku muntahkan, karena kenyang akan memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kewaspadaan, membawa kepada tidur, dan melemahkan ibadah.

Wafatnya :
Al-Imam Asy-Syafi’i wafat di Mesir pada akhir Rajab tahun 204 H dalam usia 54 tahun. Semoga Allah meridhoinya dan menempatkannya dalam keluasan jannahNya.

Rujukan :
Siyar A’lamin Nubala oleh Adz-Dzahaby dan Bidayah wan Nihayah oleh Ibnu Katsir.

Lihat Juga

Download Audio | Biografi 4 Imam | Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i -rahimahullah-

From → Belajar Islam

One Comment
  1. Erba Syam permalink

    Alannabi wa ali sholawat…

    Orang munafik mengatakan beriman kepada Rasulullah akan tetapi Allah dan RasulNya mendustakan pengakuan mereka, kemudian para Shahabat Nabi pun mengingkari pengakuan mereka…. Demikian juga kaum Rafidhah, mengklaim, gembar-gembor cinta ahlul bait padahal kalianlah yang banyak mencelakakan ahlul bait, menikam ahlul bait dari belakang…. Tidak berlebihan jika saya katakan bahwa kalian orang rafidhah adalah segerombolan orang munafik. Dan itulah agama kalian, agama dusta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: