Skip to content

Istri Selingkuh Kemudian Hamil –Na’udzubillah-, Bagaimana Solusinya ?

Juli 12, 2012

Assalamu ‘alaikum, Ustadz.

Baru-baru ini keluarga yang telah kami bina selama 8 tahun mengalami badai. Istriku selingkuh dengan orang lain. Lebih menyakitkan lagi, dia kedapatan sedang mengandung. Menurut dokter, usia kandungannya sudah 5 atau 6 minggu. Sedangkan saya merasa tiap kali berhubungan selalu menggunakan alat pengaman (maaf, kondom). Setelah didesak, istri saya mengaku telah melakukan perbuatan terkutuk tersebut dengan orang lain. Hati saya hancur saat itu, tetapi saya tidak sampai hati pada dua anak kami yang masih kecil-kecil. Anak saya baru 7 tahun dan 3 tahun; keduanya perempuan. Istri saya (menyatakan) menyesal dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi. Dan saya telah memaafkan dan menerimanya kembali, dengan syarat mau menggugurkan bayi hasil perbuatan terkutuknya, karena saya takut kalau bayi tersebut lahir, saya tidak dapat menahan diri dan selalu mengingat peristiwa tersebut. Yang saya tanyakan, berdosakah saya menyuruh istri saya melakukan aborsi, dan apa yang harus saya lakukan sekarang? sampai sekarang, hanya saya dan istri saya yang mengetahui hal ini, mohon jawabannya supaya saya tidak dihantui perasaan berdosa. Terima kasih.

NN (**@yahoo.co.id)

Solusi kasus istri selingkuh

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Aborsi dengan sengaja, hukumnya haram. Bayi itu sama sekali tidak bersalah. Menggugurkannya sama dengan berbuat zalim kepadanya.

Tidak kami sarankan untuk mempertahankan istri atau suami yang berzina (istri selingkuh atau suami selingkuh). Syekh Dr. Anis Thahir, pengajar di Masjid Nabawi dan merupakan seorang ulama ahli hadis, mengatakan, “Saya wasiatkan para suami untuk sabar dengan kekurangan istrinya, kecuali dalam tiga hal:

  1. Istri memiliki akidah yang rusak (kemusyrikan);
  2. Tidak mau shalat;
  3. Berzina (istri selingkuh)

Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar, S.S., M.A.

==

Catatan tambahan redaksi mengenai solusi istri selingkuh

Aborsi dengan sengaja, hukumnya haram. Bayi itu sama sekali tidak bersalah. Menggugurkannya sama dengan berbuat zalim kepadanya. Ingatlah firman Allah,

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ . بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ.

“Ingatlah apabila para bayi wanita perempuan yang dikubur hidup-hidup itu ditanya. Dosa apakah yang menyebabkan dia harus dibunuh.” (QS. At-Takwir: 8 – 9)

Jawaban apakah yang akan kita persiapkan untuk pertanyaan di atas? Ketika kita berada di hadapan Dzat Yang Maha Adil, yang akan membalas setiap tindakan hamba-Nya sesuai dengan amalnya.

Jika anda keberatan untuk menceraikan, anda boleh mempertahankan istri anda. Dan pastikan bahwa istri anda telah bertaubat. Kemudian untuk status anak yang berada di kandungan adalah anak anda, karena andalah suaminya. Meskipun bisa jadi -bukan menuduh- anak itu sejatinya adalah hasil hubungan zina dengan lelaki lain.

Dalilnya, dari A’isyah radliallahu ‘anha, dulu Utbah bin Abi Waqqas berpesan kepada saudaranya Sa’d bin Abi Waqqas, bahwa anak budaknya Zam’ah adalah anakku maka ambillah. Di masa penaklukan kota Mekah, Sa’d mengambil anak tersebut. Tiba-tiba Abd bin Zam’ah angkat suara, ‘Dia saudaraku, anak budak bapakku. Dia dilahirkan ketika si wanita tersebut menjadi budak bapakku.’

Akhirnya keduanya berdebat di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sa’d berkata, ‘Dia anak saudaraku, lihatlah betapa miripnya dengan saudaraku. Kemudian Abd bin Zam’ah membela, ‘Dia saudaraku, anak dari budak bapakku, ketika ibunya menjadi pasangan ayahku.’

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memutuskan, ‘Anak ini milikmu wahai Abd bin Zam’ah.’ Lalu Beliau bersabda,

الوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلعَاهِرِ الحَجْرُ

“Anak itu menjadi hak pemilik firasy, dan bagi pezina dia mendapatkan kerugian.” (HR. Bukhari dan muslim)

Maksud hadis:

Ketika seorang wanita menikah dengan lelaki atau seorang budak wanita menjadi pasangan seorang lelaki maka wanita tersebut menjadi firasy bagi si lelaki. Selanjutnya lelaki ini disebut “pemilik firays”. Selama sang wanita menjadi firasy lelaki maka setiap anak yang terlahir dari wanita tersebut adalah anaknya. Meskipun bisa jadi, ada anak yang tercipta dari hasil yang dilakukan istri selingkuh dengan lelaki lain.

Sedangkan lelaki selingkuhannya hanya mendapatkan kerugian, artinya tidak memiliki hak sedikitpun dengan anak hasil perbuatan zinanya dengan istri orang lain. (Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi, 10: 37)

Demikian tambahan catatan dari redaksi mengenai solusi istri selingkuh. Allahu a’lam.

***

Artikel www.KonsultasiSyariah.com
Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar, S.S., M.A. (dengan penambahan catatan redaksi)

From → Belajar Islam

9 Komentar
  1. salam kenal..artikel menarik…

  2. kawamanyaki permalink

    bru belajar dipsantren tdi..klo tk salah dengar kata guru saya apabila anak hasil zina itu bayi perempuan maka ayahnya boleh mengawini..(tak tau ayah yg mana

  3. Perbuatan zina benar2 menghancurkan norma2 agama, norma susila dan merusak tatanan sosial !

  4. suami bingung permalink

    dunia sudah hancur dan tak tahu harus berbuat apa? aku hanya kasihan anakku. sama persis dgn yg saya alami. seperti makan buah simalakama.

  5. wah jawaban yg bagus ustad ane setuju

  6. arsyad permalink

    kalo saya sebagai laki2, sudah tidak bisa menerima perbuatan terkutuk itu.. baiknya anda ceraikan aja istri kayak gitu karena dia udah tau kenikmatan pria lain. di lain waktu bisa aja perbuatan itu akan terulang lagi dan tak diketahui anda karna istri tidak sampai hamil.. tidak bisa dipakai lagi wanita yang udah serong..

  7. Segalanya telah aku alami.Bahkan mungkin apa yg anda semua alami bagi saya pribadi simpulkan “Belum seberapa” bila dibandingkan dgn yg telah saya alami.
    Dari semua yg saya alami,saya dapat melupakan semua itu dgn kegiatan aktif tg dapat mengisi pikiran saya.
    Dan apa yg telah diperbuat oleh mantan isteri saya, semua saya telah ikhlaskan dan lepaskan dgn prinsip hanya satu “Mengapa aku harus memikirkanmu,sedangkan kau sanggup untuk tidak memikirkanku”Dan sampai saat ini mantan isteri saya masih mencari jalan sendiri.Saya hanya berpikiran “Itulah jalan yg kau pilih,rasakan bila kau senangkan..tahankan bila kau sakit”
    Tiada guna memikirkan semua yg telah terjadi,hanya akan menimbulkan penyesalan dan kekesalan yg dapat merusak kepribadian.

  8. imo permalink

    mhon solusi ny pak ustat & sobat2 laen nya
    sy saat ini lg binggung & hancur hati sy

    sy nikah udah 18 thun
    sy pnya anak 1 usia 14tahun laki
    lma g pnya anak lg dari thun 2001
    istri sy ktauan selingkuh dengan suami orang . .pria selingkuhan ny itu pnya 3 orang anak prempuan smua
    sy tnya /desak
    ngaku ny pernah nglakuin hbungan bdan sma selingkuhan nya 6 kali
    dia menjalani selingkuh sdah 9bulan
    skrng istri dah sy plangin ke rmah orang tua nya ,mksd hati mau sy cerai
    tapi sy kasian sama anak.
    slama 1 bulan stengah
    kmren sy pulang nenggok anak sy & ngasih uang bwt kbtuhan anak sy skolah
    sy hbungan badan sma istri sy..
    tiba2 3 minggu kmudian istri sy ngbarin bahwa dia telat datang bulan 6 hari…
    kira2 janin itu dari sy apa dari pria selingkuhan nya ya…..
    ap yg hrus lakukan saat ini…
    mhon pencerahan ny pak ustat / sobat2 laen nya… yg mengrti tentang msalah ini.
    tlong bntu solusi terbaik nya
    ini nmer sy 081381342343 mksh
    atas bntuan & pncerahan ny

  9. bule permalink

    ceraikan saja,kalau kasusnya sdh spt itu mas,jadikan janda zina,melahirkan anak zina
    tak ada guna mempertahankan istri KOTOR,NISTA,MENJIJIKKAN spt dirinya.
    mas juga akan jijik mau menggaulinya jika membayangkan kelaminnya pernah dipakai laki2 lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: