Skip to content

Apakah Lailatu Qadr Hanya Untuk Ummat Islam?

Agustus 8, 2012

Apakah Lailatul Qadr Hanya Untuk Ummat Islam?

Dalam menyikapi hal ini, ada dua pendapat di kalangan ulama:

Pendapat pertama, lailatul qadr adalah kekhususan bagi umat Islam. Tidak ada satu umat pun yang berserikat bersama mereka dalam hal ini.

Imam An-Nawawy rahimahullâh berkata, “Lailatul qadr adalah malam terafdhal dalam setahun. Allah mengkhususkan (malam) itu untuk umat ini.” Demikian pula komentar Ibnul Mulaqqin, Ibnu Katsir, dan selainnya, bahkan Al-Khaththaby menganggap bahwa itu adalah kesepakatan kalangan ulama.

Pendapat kedua, lailatul qadr juga terdapat pada umat-umat terdahulu. Mereka berdalilkan dengan hadits Abu Dzar radhiyallâhu ‘anhu bahwa beliau berkata kepada Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, “ ‘Wahai Rasulullah, apakah (malam) itu bersama para nabi sepanjang mereka ada, apabila mereka meninggal, (malam) itu juga ikut terangkat, ataukah (malam) itu (tetap ada) hingga hari kiamat?’  Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjawab,

لَا، بَلْ هِيَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

‘Tidak, tetapi (malam) itu (tetap ada) hingga hari kiamat.’.”

Ibnu Katsir rahimahullâh berkata, “Yang ditunjukkan oleh hadits Abu Dzar radhiyallâhu ‘anhu adalah bahwa lailatul qadr terdapat pada umat-umat terdahulu sebagaimana terdapat pada umat kita.” Pendapat ini pula yang dikuatkan oleh Al-Qasthalany, Ibnu Hajar, dan selainnya.

Yang lebih kuat di antara dua pendapat di atas adalah pendapat pertama karena pendapat ini lebih mencocoki zhahir ayat Al-Qur`an dan hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan lailatul qadr. Adapun hadits Abu Dzar radhiyallâhu ‘anhu, yang dijadikan sebagai hujjah oleh para ulama yang berpegang dengan pendapat kedua, itu adalah hadits lemah sebagaimana yang akan dijelaskan pada akhir buku ini.

Adakah Malam Yang Lebih Agung Dari Lailatul Qadr ?

Mencermati firman Allah ‘Azza wa Jalla,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” [Al-Qadr: 3]

Memberikan pengertian akan keagungan dan keutamaan lailatul qadr. Oleh karena itu, kebanyakan ulama salaf berpendapat bahwa lailatul qadr adalah malam yang paling utama di atas seluruh malam dalam setahun.

Ibnul Muflih rahimahullâh berkata, “Lailatul qadr adalam malam yang paling afdhal. Itu lebih afdhal daripada malam Jum’at berdasarkan ayat (Al-Qadr: 3). Al-Khaththâby menyebut hal tersebut sebagai sebuah kesepakatan.”[1] Demikian pula pernyataan An-Nawawy[2], Ibnul Mulaqqin[3], Al-Mardawy[4], Al-Haitsâmy[5], dan selain mereka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullâh ditanya tentang lailatul qadr dan malam ketika Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam diperjalankan ke Baitul Maqdis (perisriwa Isra` dan Mi’raj).

Beliau menjawab bahwa malam Isra` lebih afdhal terhadap hak Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, sedangkan lailatul qadr lebih afdhal terhadap umat Islam.

Bagian keutamaan yang dikhususkan untuk Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam pada malam Mi’raj lebih sempurna daripada bagian beliau terhadap lailatul qadr. Sedangkan, bagian untuk umat terhadap lailatul qadr lebih sempurna daripada bagian mereka terhadap malam Mi’raj, walaupun mereka juga memiliki bagian yang sangat besar terhadap malam Mi’raj itu. Namun, keutamaan, kemuliaan, dan kedudukan tinggi hanya didapatkan pada malam itu bagi orang yang diperjalankan (yaitu bagi Nabi) shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Demikian perkataan Syaikhul Islam[6].

Namun, kami perlu mengingatkan bahwa ada sebagian ulama yang berpendapat tentang keafdhalan malam Jum’at di atas seluruh malam lain. Demikian pendapat yang dikuatkan oleh sebagian ulama Syafi’iyyah dan sebuah riwayat dari Imam Ahmad. Mereka berdalil akan berbagai keutamaan hari Jum’at.

Akan tetapi, setelah mencermati berbagai dalil tentang keutamaan lailatul qadr, akan menguatkan pendapat bahwa lailatul qadr adalah malam yang paling afdhal dalam setahun.

Wallâhu A’lam.


[1] Al-Furû’ 3/144.

[2] Raudhah Ath-Thâlibîn 2/255.

[3] Al-I’lâm 5/407.

[4] Al-Inshâf 3/357.

[5] Khushûshiyyât Ash-Shiyâm hal. 235.

[6] Majmû’ Al-Fatâwâ 25/286.

Dari Situs Al-Ustadz Dzulqarnain -hafizhahullah- | Dzulqarnain.Net

 

 

 

From → Belajar Islam

One Comment

Trackbacks & Pingbacks

  1. BLOG. ABU UMAMAH. ILMU AGAMA ISLAM « saifulunmuha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: