Skip to content

Sebab Terangkatnya Penentuan Lailatul Qadr

Agustus 8, 2012

Telah berlalu dalam sebagian pembahasan sebelumnya bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallamdibuat lupa terhadap lailatul qadr.

Dalam sebagian hadits, terdapat penjelasan tentang penyebab yang menjadikan Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam terlupa terhadap lailatul qadr tersebut.

Dijelaskan oleh Ubadah bin Ash-Shâmit, beliau berkata, “Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam keluar untuk mengabarkan kepada kami tentang lailatul qadr, tetapi dua lelaki di antara kaum muslimin sedang bertikai. Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَرَجْتُ لأُخْبِرَكُمْ بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ ، فَتَلاَحَى فُلاَنٌ وَفُلاَنٌ ، فَرُفِعَتْ ، وَعَسَى أَنْ يَكُونَ خَيْرًا لَكُمْ ، فَالْتَمِسُوهَا فِي التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ

‘Saya keluar untuk mengabarkan kalian tentang lailatul qadr, namun Fulan dan Fulan berselisih sehingga (lailatul qadr itu) terangkat. Semoga (hal tersebut) menjadi kebaikan bagi kalian. Oleh karena itu, carilah (malam itu) pada malam kesembilan, ketujuh, dan kelima.’.”[1]

Penyebab yang lain juga diterangkan oleh Abu Hurairah, yaitu karena beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam dibangunkan oleh sebagian istrinya. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ أَيْقَظَنِيْ بَعْضُ أَهْلِيْ فَنُسِّيتُهَا فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْغَوَابِرِ

“Lailatul qadr telah diperlihatkan kepadaku, tetapi sebagian istriku membangunkanku maka saya pun dibuat lupa terhadap (malam) itu. Oleh karena itu, carilah (lailatul qadr) pada sepuluh malam yang tersisa.” [2]

Dalam mencermati tentang tidak ditentukannya lailatul qadr, terdapat beberapa hikmah yang sangat agung. Para ulama menyebut bahwa di antara hikmah tersebut adalah:

  1. Menambah semangat seorang hamba agar hamba lebih bersungguh-sungguh dalam hal mencari lailatul qadr.
  2. Menghindarkan hamba terhadap sikap malas dan bersandar terhadap sesuatu yang telah dipastikan.
  3. Agar hamba semakin berusaha untuk menyempurnakan ibadah dan lebih banyak mengharap keridhaan Allah.
  4. Agar hamba mengagungkan seluruh malam Ramadhan, tidak hanya mengagungkan salah satu malam sebagaimana bila lailatul qadr telah dipastikan.

Dari Situs Al-Ustadz Dzulqarnain -hafizhahullah- | Dzulqarnain.Net


[1] Diriwayatkan oleh Al-Bukhary.

[2] Diriwayatkan oleh Muslim.

 

 

 

From → Belajar Islam

2 Komentar
  1. Semoga kita semua di berikan kesempatan untuk menemukan malam lailatul qodr, dalam keadaan yg suci.

Trackbacks & Pingbacks

  1. BLOG. ABU UMAMAH. ILMU AGAMA ISLAM « saifulunmuha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: