Heboh dan Brutal!! Orang-orang Syiah Meludahi, Menginjak-injak dan Menggali Kuburan Istri-istri Nabi Muhammad saw Di Pekuburan Baqi, Madinah

Posted on Updated on

Peristiwa ini terjadi pada bulan Shafar, 1430 H, di kota Madinah Munawwarah, Arab Saudi.

1. Mereka mulai berkumpul di jalan masuk pekuburan Baqi’, kemudian menginjak-injak kuburan.

2. Perhatikan, bagaimana kaki mereka menginjak-injak kuburan

3. Mereka memulai dengan mengutus setan-setan kecil mereka untuk bermain-main di atas kuburan, kotak di bawah ini adalah kuburan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di antara mereka ada kuburan Aisyah radhiyallahu ‘anha.

4. Setan-setan kecil mereka mulai melompat-lompat menginjak kuburan istri-istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

5. Perhatikan, Orang-orang dewasa (Syiah) di belakang hanya mengawasi dan tidak melarang setan-setan kecil tersebut melakukan kejahatan besar.

6. Barulah orang-orang dewasa syiah ikut dan mulai menggali kuburan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

7. Lihat, lelaki Syiah terkutuk ini meludah dan menginjak-injak kuburan istri-istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

8. Laki-laki Syiah durjana ini mengambil tanah dari kuburan Istri-istri Nabi dan melemparnya keluar

9. Sekelompok orang datang dan sekelompok yang lainnya kabur

10. Mereka tetap saja meludahi dan menggali kuburan Istri-istri tercinta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

11. Jumlah orang yang menginjak-injak dan menggali kuburan Istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertambah banyak.

12. Pasukan keamanan datang, mereka menangkap orang-orang yang ikut serta menginjak-injak kuburan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, orang-orang Syiah lari kocar-kacir, laki-lakinya -karena pengecut- lari terlebih dahulu meninggalkan wanita di belakang.

13. “Wahai Majusi, Jika anda semua tidak bersalah, mengapa lari terbirit-birit?! ini mempertegas, bahwa anda semua telah berbuat dosa yang sangat besar dan menantang azab Allah ditimpakan pada kalian”

14. Pasukan keamanan -semoga Allah menguatkan mereka- mencari para pendosa durjana tersebut untuk segera diadili

15. Apakah pantas setelah ini, orang-orang Syiah musyrik lagi najis meneriakkan slogan persatuan umat dan penghormatan kepada simbol-simbol yang disucikan oleh agama???!!!

“Semoga Laknat Allah tertimpa bagi orang-orang yang Zhalim”

Sumber: http://www.dd-sunnah.net/records/view/action/view/id/1781/

via http://www.lppimakassar.com/2012/08/orang-orang-syiah-meludahi-menginjaik.html

Tambahan Admin :

Ini Rekaman Videonya! Untuk Membungkam Mulut-mulut Syi’ah Rafidhah

Iklan

20 respons untuk ‘Heboh dan Brutal!! Orang-orang Syiah Meludahi, Menginjak-injak dan Menggali Kuburan Istri-istri Nabi Muhammad saw Di Pekuburan Baqi, Madinah

    bagus sofianto said:
    Oktober 11, 2012 pukul 9:45 am

    syiah laknatullah………

    Hade Kreatifedy said:
    Oktober 11, 2012 pukul 12:36 pm

    syiah dan salafy sama buruknya. syiah mencaci maki sahabat, juga (sebagaimana dalam artikel ini) menistakan kuburan baqi’, sementara salafy mencaci dan memusuhi ahlul bait, memporak porandakan maqbarah para ulama ahlus sunnah dan menghancurkan segala prasasti situs-situs islam demi “tauhid rekayasa ” mereka… walaa hawla walaa quwwata illaa billah!

      Abu Umamah responded:
      Oktober 11, 2012 pukul 2:50 pm

      Terus??? yang baik itu cuma Bapak Sumarlan Edy …. Subhanallah….

      Tentang Syi’ah ini sudah jelas kesesatan bahkan kekafiran aqidah mereka… itu tertulis dalam kitab-kitab induk mereka yang mereka jadikan sebagai rujukan dalam beragama… Juga terucap dari lisan-lisan kotor mereka yang dapat kita lihat dan dengar secara langsung melalui rekaman ceramah mereka..

      Adapun, jika ada orang Islam mengikuti cara-cara beragamanya orang Syi’ah maka ini sungguh merupakan sebuah kesalahan fatal. Diketahui bersama bahwa Syi’ah adalah kelompok terdepan dalam perbuatan ghuluw terlebih dalam masalah kuburan.

      Propaganda yang Anda kemukakan bahwa Ahlussunnah Salafiyyin memusuhi ahlul bait adalah salah satu dari propaganda Syi’ah yang digunakan untuk menghasut ummat islam agar menjauhi dan membenci ahlussunnah, untuk kemudian mereka giring ke dalam sekte Syi’ah. Semoga Anda bukan termasuk salah satu dari sekte tersebut… ^_^

      Adapun tentang kuburan para ulama yang dibangunkan kubah-kubah di atasnya maka ini menyelisihi perintah Rasulullah, beliau memerintahkan agar kuburan itu tidak ditinggikan dan tidak dibangun sesuatupun di atasnya.

      Menghormati para ulama dan shalihin adalah dengan mengikuti jejak mereka dalam meniti jalan ketaqwaan, dalam tunduk dan patuhnya mereka dalam mengikuti sunnah Rasulullah. Itulah yang menjadikan mereka memiliki kedudukan istimewa di hati kaum muslimin dengan berkat rahmat Allah atas mereka. Semoga Allah mengumpulkan kita bersama mereka di Surga kelak…

      Apakah ulama yang dikubur itu yang memerintahkan pengikutnya untuk membangun kubah di atas makam mereka ataukah orang-orang yang ghuluw yang datang sesudah para ulama itu yang melakukannya?

      Jika ulama itu yang memerintahkannya maka ini jelas keliru dan harus diluruskan, karena hal ini menyelisihi sunnah Nabi. Dan mustahil ada ulama Rabbani yang memerintahkan pengikutnya untuk menyelishi sunnah Rasulullah…

      Jika yang berbuat adalah orang-orang yang ghuluw, yang datang setelah para ulama itu maka orang-orang semacam ini lebih harus lagi untuk diselisihi dan diluruskan…

      Anda sering kali mengatakan perkataan semisal ini “tauhid rakayasa wahabi” “tauhidnya wahabi”…. tapi Anda sendiri tidak pernah menjelaskan bagaimanakah tauhid itu yang sebenarnya….

      Terima kasih sudah meluangkan waktu komentar disini, walaupun banyak yang tidak ditampilkan, karena sering kali cuma mbulet…

      dani said:
      Oktober 21, 2012 pukul 4:50 pm

      Kang edy blajar dulu ya…ngaji yg byk…

      musa said:
      Desember 10, 2012 pukul 8:49 pm

      libih kejam golongan kamu yg mengadakan sariat baru dalam agama mengadakan hal baru yg g ada contohnya dari rasul siapapu yg berbuat bid,ah dalam agama walaupun dengan tujuan baik maka bid,ahnya selain merupakan kesesatan adalah sesuatu tindakan penghujatan dalam agama dn mendustakan firman allah; pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu,dn telah kucukupkan nikmatku dn telah ku ridhoi islam itu jadi agama bagimu [QS.al,maa,idah;3] dn golongan kamu menuduh seakan2 islam belum sempurna walaa hawla walaa quwwata illaa billah, juga buat kamu

    Hasan Mansyur said:
    Oktober 13, 2012 pukul 2:22 pm

    syiah kafir

    Hade Kreatifedy said:
    Oktober 15, 2012 pukul 9:50 am

    1. apakah anda, abu umamah, sudah baca kitab tauhid paling ekstrem karangan syeikh muhammad b abd wahhab sang pencetus aliran wahhaby yang merasa paling benar, kitab kasyf syubuhat?? silahkan anda telaah dan teliti, siapakah yang merasa paling benar, apakah saya ataukah dia (muhammad b abd wahhab) yang menganggap semua ulama telah kafir selain dia?

    2. dalam artikel yang anda muat ttg kecintaan terhadap ahlul bait, bila memang kaum salafy-wahaby benar2 mencintai ahlul bait, jawablah pertanyaaan saya (yang dari dulu belum juga anda jawab): siapakah tokoh ahlul bait yang kalian cintai sekarang ini??

    3. membangun kubah di atas makam para ulama menyelisihi perintah rasul? kemukakan dalil anda, sehingga saya pun bisa menjelaskan pada anda mengapa hal itu dibolehkan!

    4. tauhid rekayasa wahabi adalah tauhid trilogi: uluhiyah, rububiyah, asma was shifat (yang tidak ada dalilnya dari quran dan nabi bahwa tauhid terbagi 3). tauhid rekayasa wahabi seperti menganggap syirik orag yang bertawasul dengan kedudukan para nabi , rasul dan wali.

    dari dulu anda saya minta berdiskusi soal ini, tapi selalu anda abaikan. karenanya, biar tidak bertele-tele, mari kita bertukar pikiran ttg hal ini. apakah tulisan saya kali ini masih “mbulet” bagi anda?

      Abu Umamah responded:
      Oktober 15, 2012 pukul 2:11 pm

      Alhamdulillah, wa sholatu wa salamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du,

      1. Alhamdulillah, saya memiliki kitab-kitab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab diantaranya kitab Tauhid dan kitab Kasyfusy Syubuhat. Tidak saya dapatkan dalam kitab beliau seperti apa yang Anda katakan, “… dia (muhammad b abd wahhab) yang menganggap semua ulama telah kafir selain dia?”

      Bahkan bisa kita pastikan bahwa hal tersebut hanyalah tuduhan diantara sekian banyak tuduhan yang dialamatkan kepada beliau sejak beliau masih hidup, terlebih setelah wafatnya. Alhamdulillah tuduhan-tuduhan tersebut telah dijawab langsung oleh beliau ketika beliau masih hidup, kita dapat menemukannya dalam tulisan-tulisan beliau.

      Memang terdapat kata-kata dalam kitab beliau yang menyebutkan misalnya, dalam kitab Tsalatsatul Ushul, setelah menjelaskan bentuk-bentuk ibadah yang semuanya itu wajib ditujukan kepada Allah saja, beliau berkata “Karena itu, barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Allah, maka ia adalah musyrik dan kafir. Firman Allah ta’ala:

      ومن يدع مع الله إلها آخر لا برهان به فإنما حسابه عند ربه إنه لا يفلح الكافرون

      “Dan barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (QS. Al-Mu’minun: 117).” [selesai ucapan beliau]

      Mungkin kata-kata semisal ini yang menjadi syubhat bagi orang-orang yang menuduh bahwa beliau mengkafirkan kaum muslimin.

      Perlu diketahui bahwa kalimat takfir (vonis kafir) semacam ini disebut dengan Takfirul ‘Am, yaitu takfir secara umum yang tidak menunjuk person tertentu (ta’yin). Adapun untuk menjatuhkan vonis takfir secara ta’yin (menunjuk individu terntentu) maka ini ada ketentuannya yang harus terpenuhi seperti : tegaknya hujjah dan hilangnya syubhat, tidak adanya paksaan atas orang yang melakukannya, dst.

      Mari kita lihat jawaban beliau terhadap tuduhan bahwa beliau mengkafirkan kaum muslimin, beliau berkata dalam risalahnya kepada penduduk Qasim :

      “Kemudian tidak samar bagi anda bahwa telah sampai kepadaku kabar bahwa risalah Sulaiman bin Suhaim telah sampai kepada anda, dan bahwa risalah tersebut telah diterima dan dibenarkan oleh sebagian orang yang menisbatkan dirinya kepada ilmu di negeri anda. Dan Allah mengetahui bahwa orang ini (Ibnu Suhaim) telah membuat banyak perkara dusta atas nama saya yang tidak pernah saya ucapkan, dan kebanyakannya tidak pernah terbetik di dalam pikiranku.

      Di antara bentuk kedustaan tersebut adalah dia mengatakan bahwasanya saya tidak menggunakan kitab-kitab mazhab yang empat, dan bahwasanya saya mengatakan bahwa manusia tidak berada di atas aqidah yang benar sejak 600 tahun yang lalu, dan bahwasanya saya mengklaim diri saya sebagai orang yang mampu berijtihad (memunculkan mazhab baru), dan bahwasanya saya tidak mengikuti para ulama, dan bahwasanya saya mengatakan bahwa perbedaan pendapat di kalangan ulama itu adalah siksaan, dan bahwasanya saya mengkafirkan orang yang bertawassul melalui orang-orang shalih, dan bahwasanya saya mengkafirkan Al-Bushiri karena ucapannya, “Wahai makhluk yang paling mulia,” dan bahwasanya saya mengatakan bahwa jika seandainya saya sanggup untuk merobohkan kubah (yang berada di atas kubur) Rasulullah niscaya saya akan merobohkannya dan seandainya saya yang berkuasa atas Ka’bah maka saya akan mengganti saluran airnya dengan saluran air yang terbuat dari kayu, dan bahwasanya saya mengharamkan ziarah ke kubur Nabi, dan bahwasanya saya mengingkari ziarah ke kubur kedua orang tua dan selain keduanya, dan bahwasanya saya mengkafirkan orang yang bersumpah dengan selain nama Allah, dan bahwasanya saya mengkafirkan Ibnu Al-Faridh dan Ibnu Arabi, dan bahwasanya saya membakar kitab Dala’il Al-Khairat dan Raudh Ar-Riyahin dan saya menamakannya Raudh Asy-Syayathin. Jawaban saya atas semua tuduhan di atas adalah, “Maha Suci Engkau ya Allah, itu sungguh merupakan kedustaan yang besar.” [selesai perkatan beliau]

      Tentang tuduhan-tuduhan lainnya, dapat Anda dan para pembaca sekalian lihat jawaban dari tuduhan tersebut di sini .

      2. Alhamdulillah, Ahlussunnah adalah orang-orang terdepan dalam mencintai Ahlul bait, mereka bersikap pertengahan terhadap ahlul bait tidak sebagaimana yang dilakukan oleh kalangan Nawashib yang merendahkan dan membenci ahlul bait, tidak juga sebagaimana Syi’ah yang mereka sangat ghuluw dalam mengagungkan ahlul bait, bahkan hingga menisbatkan sifat-sifat ketuhanan untuk ahlul bait.

      Satu hal yang perlu diyakini adalah bahawsanya ahlul bait meskipun mereka adalah ahlul bait Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tetap mereka adalah manusia biasa, tidak ma’shum sebagaimana keyakinan orang-orang Syi’ah, mereka pun terkena kewajiban syari’at, yang menentukan tinggi rendahnya derajat mereka adalah ketaqwaannya bukan semata-mata karena kedudukannya sebagai ahlul bait.

      Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata dalam Mukhtashar Minhajis Sunnah: “Ahlul Bait Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai hak atas umat ini yang tidak dimiliki oleh selain mereka. Mereka berhak mendapatkan kecintaan dan loyalitas yang lebih besar dari seluruh kaum Quraisy…” (Lihat ‘Aqidah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab As-Salafiyyah, 1/446). Di antara bukti kecintaan beliau kepada Ahlul Bait adalah dinamainya putra-putra beliau dengan nama-nama Ahlul Bait: ‘Ali, Hasan, Husain, Ibrahim dan Abdullah.

      Diantara ulama dari kalangan ahlul bait dimasa ini adalah :
      – Syaikh Muhammad Rasyid Ridha, penulis Tafsir Al-Manar
      – Habib Syaikh Abu Bakar bin Haddar al-Haddar (Ketua Yayasan Sosial Adhdhamir al-Khairiyah di Tariim)
      – Habib Syaikh Aiman bin Salim al-‘Aththos (Guru Ilmu Syari’ah di SMP dan Khatib di Abu ‘Uraisy)
      – Habib Syaikh Hasan bin Ali al-Bar (Dosen Kebudayaan Islam Fakultas Teknologi di Damam dan Imam serta khatib di Zhahran)
      – Habib Syaikh Husain bin Alawi al-Habsyi (Bendahara Umum ‘Muntada al-Ghail ats-Tsaqafi al-Ijtima’I di Ghail Bawazir)
      – Habib Syaikh Shalih bin Bukhait Maula ad-Duwailah (Pembimbing al-Maktab at-Ta’awuni Li ad-Da’wah wal Irsyad wa Taujih al-Jaliyat, dan Imam serta Khatib di Kharj).
      – Habib Syaikh Abdullah bin Faishal al-Ahdal (Ketua Yayasan ar-Rahmah al-Khairiyah, dan Imam serta Khatib Jami’ ar-Rahmah di Syahr).
      – Habib Syaikh DR. ‘Ishom bin Hasyim al-Jufri (Ustadz Musaa’id Fakultas Syari’ah Jurusan Ekonomi Islam di Universitas Ummu al-Qurra’, Imam dan Khotib di Mekkah).
      – Habib Syaikh ‘Alawi bin Abdul Qadir as-Segaf (Pembina Umum Mauqi’ ad-Durar )
      – Habib Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Maqdi (Pembina Umum Mauqi’ ash-Shufiyah, Imam dan Khotib di Damam).
      – Habib Syaikh Muhammad bin Muhsi al-Baiti (Ketua Yayasan al-Fajri al-Khoiriyah, Imam dan Khotib Jami’ ar-Rahman di al-Mukala).
      – Habib Syaikh Muhammad Sami bin Abdullah Syihab (Dosen di LIPIA Jakarta)
      – Habib Syaikh DR. Hasyim bin ‘Ali al-Ahdal (Prof di Universitas Ummul Qurra’ di Mekkah al-Mukarramah Pondok Ta’limu al-Lughah al-‘Arabiyah Li Ghairi an-Nathiqin Biha) [Lihat nasihat mereka kepada habib-habib Shufi dan Syi’ah, di sini.]

      Ahlussunnah mencintai ahlul bait secara umum, dan secara khusus ahlulbait yang berjalan di atas jejak Salafus Shalih yang penghulu mereka adalah Al-Habib Al-Mushthafa Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Mereka juga menasihati ahlul bait yang keliru, yang menyelisihi jalannya salafus shalih, bukan sebagai bentuk kebencian kepada ahlul bait, tapi sebagai bentuk cinta kepada mereka, karena mereka adalah orang-orang yang seharusnya terdepan dalam meniti jejak salaf dan karena mereka akan menjadi panutan bagi ummat.

      3. Diantara dalil tentang dilarangnya membangun bangunan di atas kuburan dan perintah untuk meratakan kuburan adalah riwayat dari Jaabir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhuberkata :

      نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ، وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ، وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

      “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kubur untuk dikapur, diduduki, dan dibangun sesuatu di atasnya”. [HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan lainnya]

      Bahkan ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu – nenek moyang para habaaib – adalah salah seorang shahabat yang sangat bersemangat melaksanakan perintah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tersebut sebagaimana terdapat dalam riwayat :

      عَنْ أَبِي الْهَيَّاجِ الْأَسَدِيِّ، قَالَ: قَالَ لِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ: ” أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ، وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ “

      Dari Abul-Hayyaaj Al-Asadiy, ia berkata : ‘Aliy bin Abi Thaalib pernah berkata kepadaku : “Maukah engkau aku utus sebagaimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mengutusku ? Hendaklah engkau tidak meninggalkan gambar-gambar kecuali engkau hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan yang ditinggikan kecuali kamu ratakan” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 969, Abu Daawud no. 3218, At-Tirmidziy no. 1049, An-Nasaa’iy no. 2031, dan yang lainnya].

      Larangan ini kemudian diikuti juga oleh para Ulama dari empat madzhab, simak penjelasannya di sini

      4. Tauhid Rekayasa Wahabi ??? Apakah Wahabi yang pertama kali menyebutkan tentang Rububiyah, Uluhiyan dan Asma Wa Shifat ??? Alhamdulillah, ahlussunnah di setiap tempat dan masa tidak mengatakan kecuali apa yang telah dikatakan oleh para ulama dari kalangan salafus shalih dan orang yang meniti di atas jalan mereka.

      Pembahasan ini, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pembahasan para ulama bahasa yang membagi kalimat ke dalam isim, fi’il dan harf. Sebagaimana pula pembagian ulama fiqih atas syarat, rukun, wajib, sunnah dalam ibadah. Intinya, pembagian ini hanyalah sebuah metode dalam mendekatkan dan memudahkan pemahaman. Meskipun tidak ada pembagian semacam itu, tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap keharusan seorang muslim untuk bertauhid kepada Allah.

      Syaikh Abdurrazzaq Al-Abbad Al-Badr dalam risalah beliau Al-Qaulus Sadid fi Ar-Raddi ‘Ala man Ankara Taqsimat Tauhid, dapat Anda downlod di sini, atau ringkasan kitab tersebut Al-Mukhtasharul Mufid fi Bayani Dalaili Aqsamit Tauhid, dapat Anda download di sini atau download terjemahnya di sini, dalam kitab tersebut beliau menjelaskan tentang tauhid, dalil-dalil tentang pembagian tauhid, dilengkapi penjelasan dari para ulama salafush shalih tentang pembagian tauhid.

      Demikian, semoga ada manfaatnya. Wallahu waliyyut taufiq.

      Hade Kreatifedy said:
      Oktober 23, 2012 pukul 7:46 am

      maaf saya baru baca balasan anda hari ini, sepekan lalu saya menderita thypus. baik, akan saya balas komentar anda. trmksh

      Abu Umamah responded:
      Oktober 23, 2012 pukul 7:50 am

      Syafakallah…

      cahayaquds said:
      Desember 10, 2012 pukul 11:43 am

      wow hade anda adalah… klompok yg memusuhi wahabi. atau anda itu syiah?

    Pergi Dijemput Pulang Diantar said:
    Oktober 15, 2012 pukul 9:22 pm

    seperinya salafy orangnya syka meninggi-ninggi..
    suka mengkafirkan orang lain

    Sepertinya…. tapi hakikatnya tidak demikian… ^_^

    kiky ahmad said:
    Oktober 21, 2012 pukul 9:25 pm

    hehehe….sikat dan bungkan terus hujah si syiah laknak ini akhi…….mana lagi dia? kok gak ngejawab. ayoo..ngomong lagi biar belangmu makin ketahuan…

    handi sety said:
    November 3, 2012 pukul 1:56 am

    yahudi bergembira melihat kelakuan laksar2 dajjal yang mengaku muslim

    abdirobbi said:
    November 10, 2012 pukul 8:43 pm

    Melihat foto aksi orang2 tersebut diatas yang sedang menginjak injak, meludahi maqom para isteri Rosululloh tercinta, sangat keterlaluan, siapapun mereka saya lihat itu bukan manusia lagi tetapi monyet dan iblis dalam wujud manusia, semoga Alloh Subhanallohu Wata’ala segera menimpakan azabNya.yang pedih.

    Mus Wandi said:
    Desember 11, 2012 pukul 9:51 pm

    Hade K, mengarah ke syiah…..jangan2…jangan2, ,

    saphire00 said:
    November 21, 2013 pukul 6:04 pm

    di doakan semoga diberi hidayah sama Alloh swt, atau diberi keturunan yang lurus aqidahnya dan baik akhlaqnya.. tpsebelumnya… ya dihukum dulu laaah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s