Skip to content

Saya Berkali-Kali Bermimpi Melepas Jilbab, Apakah Maksud Dari Mimpi Itu?

November 29, 2012

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.
Saya mau tanya, saya mulai memakai hijab dari pertengahan bulan Ramadhan kemarin dan sebelumnya saya tak pernah memakai hijab.

Yang ingin saya tanyakan, kenapa saya sering mimpi dan di mimpi saya, saya tak pakai hijab bahkan berpakaian biasa, sampai-sampai calon suami saya marahin saya.

Dan anehnya lagi, calon suami saya juga pernah mimpi’in saya tak pake hijab! Kalau boleh tahu, apa penyebabnya dan apa arti dari semua ini?

Sungguh saya butuh jawaban yang pasti, hati saya selalu cemas, bukan sekali atau dua kali saya mimpi seperti itu, bahkan beberapa kali sudah. Tolong minta penjelasannya, Syukron. Wassalamu’alaikum..

Dari: Aliyah

Jawaban:

Wa’alaikumussalam

Semoga Allah memberikan kekuatan bagi Anda untuk istiqamah di atas kebenaran, berusaha menjaga aurat, menjadi wanita shalihah, sampai maut menjemput. Karena sesungguhnya itu merupakan lambang modal kebahagiaan wanita di akhirat.

Jilbab hukumnya wajib bagi wanita. Karena seluruh anggota badannya adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Sebagai wanita mukminah, yang beriman kepada Allah dan hari akhir, kita akan berusaha menjaga aturan ini. Karena kita yakin, melanggar larangan Allah akan memberikan konsukuensi buruk bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat kelak.

Terkait mimpi Anda, ada beberapa hal yang perlu kita pahami:

Pertama, mimpi manusia biasa selain nabi, statusnya bukan wahyu. Karena itu, mimpi sama sekali tidak boleh kita jadikan acuan. Setiap mimpi yang isinya masalah hukum, harus ditimbang dengan kaca mata syariat. Sehingga dalam praktIknya yang menjadi acuan adalah aturan syariat dan bukan mimpi itu.

Kedua, sesungguhnya sumber mimpi manusia ada 3: kabar gembira dari Allah, bawaan perasaan, dan bisikan setan. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله

Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Makna Hadis:

– “Bisikan hati”: Terkadang seseorang memikirkan sesuatu ketika sadar. Karena terlalu serius memikirkan, sampai terbawa mimpi.

– “Ditakuti setan”: mimpi yang datang dari setan. Bentuknya bisa berupa mimpi basah atau mimpi yang menakutkan.

Jenis mimpi yang ketiga adalah kabar gembira dari Allah. Mimpi ini adalah mimpi yang berisi sesuatu yang baik dan menggembirakan kaum muslimin. (Keterangan Dr. Musthafa Dhib al-Bugha, salah seorang ulama bermazhab Syafi’i, dalam ta’liq untuk Shahih Bukhari)

Ketiga, mimpi yang isinya saran untuk melanggar aturan Allah, bisa kita pastikan itu berasal dari setan. Ketika dia tidak mampu menggoda manusia di alam nyata, dia bisikkan kepada manusia di alam mimpi. Bagi para pengagung mimpi, kejadian itu menjadi hal yang istimewa. Padahal sejatinya adalah tipuan untuk menyesatkannya.

Beberapa informasi yang kami terima, ada beberapa orang yang sesat dan bahkan murtad gara-gara mimpi. Ada orang yang hendak menikahi wanita Hindu. Sebelum menikah dia persyaratkan agar si wanita masuk Islam. Karena dorongan cinta, akhirnya si wanita ini masuk Islam. Setelah berjalan beberapa tahun, tiba-tiba si suami mimpi bertemu dengan wajah Yesus, seperti yang dipajang orang Nasrani. Lucunya, mimpi ini tidak dia konsultasikan ke ulama kaum muslimin, tapi dia konsultasikan ke pendeta. Dengan mudah dia pindah agama menjadi Nasrani. Semoga Allah menyelamatkan kita dari penyesatan semacam ini.

Oleh karena itu, sebagaimana yang telah kami bahas dalam beberapa artikel tentang mimpi, kami sangat-sangat menyarankan, agar kaum muslimin tidak gubris mimpi, jangan pedulikan mimpi. Biarkan mimpi hanya jadi bunga tidur. Karena sesungguhnya setan memiliki andil besar untuk membentuk mimpi manusia ketika dia dalam posisi paling lemah, yaitu tidur.

Mimpi yang Anda alami, sejatinya adalah dari setan. Mimpi Anda 100% mengajak Anda untuk berbuat maksiat dengan melepas jilbab. Meskipun itu sama dengan mimpi orang lain, itu bukan pembenar untuk mimpi Anda. Buang jauh-jauh mimpi itu, dan jangan lagi dipikirkan.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

From → Belajar Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: