Skip to content

Manajemen Waktu bagi Para Istri

Februari 4, 2013

Fulan  merasa gerah. Sejak beberapa buah hati mereka lahir, ia merasa istrinya terlalu sibuk mengurus anak-anak, dan kurang memerhatikan dirinya. Sementara sang istri tidak menyadari apa yang dirasakan suaminya. Ia pun heran, mengapa suaminya kini jadi terkesan dingin dan kurang bergairah.

Seorang wanita yang sudah menikah dan punya anak, maka statusnya pun menjadi istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya. Selain mengurus anak, ia pun harus tetap memperhatikan, mengurus dan meladeni segala kebutuhan sang suami. Wanita yang baik akan selalu berusaha menyeimbangkan perhatiannya terhadap seluruh anggota keluarga.

Yang jadi masalah, seringkali kesibukan mengurus anak-anak atau rumah tangga, sangat menyita banyak waktu. Terutama saat anak-anak masih kecil dan tidak memiliki pembantu rumah tangga. Tanpa disadari, terkadang ada beberapa hal yang tampaknya sepele padahal penting, jadi terabaikan. Misalnya ketika mendengar si kecil menangis, istri pun sibuk mengurus si kecil yang ternyata BAB, sehingga tidak jadi membuatkan kopi panas untuk suami, serta menyeterika pakaian kerja suami.

Jika begini keadaannya, memang sangat dituntut pengertian sang suami. Suami yang baik tentu mau turun tangan untuk membantu istri, atau sekadar menyiapkan kopi sendiri. Namun, untuk lebih baiknya, tetap diperlukan manajemen waktu bagi para istri dalam mengatur rumah tangganya.
Terkait dengan manajemen waktu, berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para istri:

–  Memiliki perencanaan waktu rutin.

Ini membuat hidup kita lebih teratur. Susunlah agenda harian, pekanan, bulanan, dan seterusnya. Juga target yang ingin dicapai. Hal ini juga sangat membantu mengingatkan tugas-tugas yang harus dikerjakan bersama deadline-nya. Bahkan dalam pekerjaan rumah tangga hal ini sangat bermanfaat. Para ibu bisa menuliskan daftar pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan serta deadline-nya kemudian menempelkannya di tempat yang terlihat, misalnya kapan harus mencuci piring, berbelanja, menyuapi si kecil, mengajak anak-anak berjalan-jalan, mengajarkan Al Quran pada anak, dan lain-lain. Percayalah, anak-anak pun lebih menyukai keteraturan dan rutinitas dalam kegiatan mereka.

– Memiliki prioritas dalam beraktivitas.

Salah satu hal yang membantu dalam penentuan prioritas adalah `status hukum` aktivitas tersebut. Status hukum di sini maksudnya wajib, sunah, mubah, dan seterusnya. Yang wajib tentu saja harus diprioritaskan. Misalnya kita harus berusaha menyediakan waktu untuk bisa shalat tepat waktu di tengah-tengah kesibukan kita. Hal lainnya yang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas adalah urutan ketaatan. Urutan ketaatan yang dimaksud adalah :

1. Taat kepada Allah dan Rasul

2.Taat kepada suami

3. Taat kepada orang tua.

– Memiliki kebiasaan yang baik

Di antaranya:
– Memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah, yaitu 5 hal : sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati.
– Tidak menunda pekerjaan. Islam mengajarkan kepada kita bersungguh sungguh dalam suatu pekerjaan, kemudian segera beralih kepada pekerjaan yang lain bila pekerjaan yang pertama selesai. “Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.” (al-Insyirah: 7)
– Tidak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting , artinya tidak lalai terhadap waktu.

– Memiliki waktu khusus untuk menimba ilmu dan mendidik diri

Usahakan minimal tetap memiliki waktu untuk mengikuti kajian atau menghadiri majelis ilmu. Jika tidak bisa, paling tidak sempatkan mendengarkan kaset kajian di rumah atau membaca buku dan majalah yang bisa menambah pengetahuan agama.

– Memiliki waktu khusus yang menjadi `sumber energi`

Terkadang kita merasa jenuh dengan berbagai rutinitas yang kita jalani. Karenanya dibutuhkan aktivitas yang dapat mengembalikan energi kita, bahkan menambah energi yang kita miliki. Sumber energi utama bagi muslimah adalah shalat, dzikir, dan doa. Sempatkan membaca Al Quran setiap hari, juga berusaha shalat malam. Ini akan menjadi energi besar dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, usahakan tidur yang cukup, bersantai dan bermain bersama anak, rekreasi, serta melakukan hobi yang kita sukai.

– Memanfaatkan teknologi

Bagi yang mampu, tak ada salahnya memanfaatkan teknologi untuk membantu pekerjaan rumah tangga, agar lebih praktis. Misalnya untuk menanak nasi gunakan magic com.

– Bekerja sama dengan orang lain

Cobalah  mendelegasikan tugas, membagi tanggung jawab kepada setiap anggota keluarga untuk menyelesaikan tugas rumah tangga. Ini  akan sangat membantu, apalagi bagi ibu yang juga memiliki aktivitas di luar rumah. Ingat, tidak semua pekerjaan rumah tangga harus dilakukan oleh istri. Rasulullah juga menjahit sepatunya sendiri.

Anak-anak yang sudah besar biasanya sudah bisa diandalkan untuk menyelesaikan beberapa tugas tertentu. Jangan menolak pula jika suami atau kerabat menawarkan bantuan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan rumah tangga atau menjaga si kecil. Anda pun bisa mengerjakan aktivitas bermanfaat lain, atau mencicil pekerjaan yang lain.

–  Menikmati peran dan bersyukur.

Hendaknya kita menyadari,  setiap peran yang kita miliki adalah sebuah anugerah dari Allah yang tidak diberikan pada semua orang. Menjalani peran-peran dengan penuh rasa syukur akan membantu kita menemukan kebahagiaan. Nikmati waktu tidur, nikmati waktu memasak, nikmati waktu belajar, nikmati waktu bekerja, nikmati waktu shalat, semuanya akan menambah keindahan hidup kita.

–  Memohon keberkahan.

Allah-lah Yang Maha Pemilik Waktu, minta keberkahan waktu dan apa yang kita lakukan sepanjang masa hidup, sepanjang hari kita. Ikhlaskan segala aktivitas kita, agar selalu bernilai ibadah.

– Sambil Menyelam Minum Air

Pekerjaan rumah memang bisa dibilang tiada habisnya. Tapi, tidak usah ngoyo dalam mengerjakannya. Beristirahatlah jika merasa lelah. Lakukan sedikit-sedikit, tetapi rutin. Jika memungkinkan, cobalah melakukan dua atau beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Misalnya bagi yang memiliki mesin cuci, sementara mesin cuci berputar, Anda bisa mencuci peralatan makan. Demikian pula saat kita di kamar mandi, bisa sekalian menyikat kloset dan lantai kamar mandi. Sambil memasak atau membereskan rumah pun, lidah kita bisa berdzikir.

– Jangan Lupakan Diri Sendiri dan Suami

Sesibuk apapun dalam mengurus rumah tangga, hendaknya seorang istri tetap memperhatikan penampilannya di rumah atau di depan suaminya. Perhatikan kebersihan badan dan pakaian, dan usahakan selalu berpenampilan menarik dan ceria di hadapan suami. Sesibuk apapun merawat anak, jangan lupa bila status Anda juga seorang istri. Selain anak, ada seorang laki-laki yang juga sangat mendambakan perhatian dan kasih sayang Anda.  Berdoalah kepada Allah, agar Anda bisa menjadi istri sekaligus ibu yang baik, yang diidamkan oleh setiap keluarga. Amiin. (***)

Rubrik Lentera, Majalah Sakinah Vol. 10 No. 12

Paket Gratis Majalah Nikah Sakinah

Paket Gratis Majalah Nikah Sakinah

From → Belajar Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: