Skip to content

Catatan TABLIGH AKBAR “CINTA RASULULLAH صلى الله عليه وسلم ”

April 22, 2013

CINTA RASULULLAH
صلى الله عليه وسلم

Berikut ini ringkasan faidah dari Ceramah Fadhilatus Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr ~hafizhahumallah~ di Masjid Istiqlal pada Ahad, 10 Jumadil Akhir 1434 H / 21 April 2013 :

#1 Cinta kepada Rasulullah ~shallallahu ‘alaihi wa sallam~ termasuk syarat untuk dapat merasakan manisnya keimanan.

ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان من كان الله ورسوله أحب إليه مما سواهما وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله وأن يكره أن يعود في الكفر بعد أن أنقذه الله منه كما يكره أن يقذف في النار

Ada tiga hal, yang jika tiga hal itu ada pada seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman. (Yaitu); Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya; Mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah; Benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan darinya, sebagaimana bencinya jika dicampakkan ke dalam api.” (Muttafaq ‘alaih)

#2 Lebih mendahulukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia bahkan sampai diri sendiri. Lebih mendahulukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari pada emas, perak dan seluruh alam semesta dan kekayaannya.

عنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- «لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ»

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai aku ia lebih cintai daripada orangtuanya, anaknya dan seluruh manusia.” HR. Bukhari dan Muslim

#3 Seseorang Akan Bersama Orang yang Dicintainya…

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّاعَةِ ، فَقَالَ : مَتَى السَّاعَةُ ؟ ، قَالَ : ” وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا ؟ ” قَالَ : لَا شَيْءَ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ” أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ ” . قَالَ أَنَسٌ : فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ ” ، قَالَ أَنَسٌ : فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ , وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ “

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat. Ia berkata, “Kapan hari kiamat terjadi?” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam balik bertanya, “Apa yang telah engkau persiapkan untuknya?” Ia menjawab, “Tidak ada sama sekali. Hanya saja, sesungguhnya saya mencintai Allah dan Rosul-Nya.” Maka beliau bersabda, “Engkau bersama orang yang engkau cintai.” Anas pun mengatakan, “Tidaklah kami berbahagia dengan sesuatu seperti halnya kebahagiaan kami dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Engkau bersama orang yang engkau cintai.” Anas berkata, “Karena saya mencintai Nabi, Abu Bakar dan Umar. Dan saya berharap saya bersama mereka karena kecintaan saya kepada mereka, meskipun saya tidak beramal seperti amal mereka.” [HR Bukhari dan Muslim]

#4 Tidak ada yang lebih cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam daripada generasi terbaik, yaitu generasi para Sahabat Radiyallahu ‘anhum

#5 Cinta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam tidak hanya klaim semata, akan tetapi cinta kepada Rasul akan memiliki tanda-tanda, yaitu Mengikuti Ajaran Nabi…

Ittiba’ (mencontoh) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta berpegang pada petunjuknya.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.” (QS. Ali Imron: 31)

#6 Tanda cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kedua adalah dengan memperbanyak shalawat dan mengingat Rasulullah…

Dalam sebuah riwayat dari Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

“Orang yang bakhil (kikir/pelit) itu ialah orang yang (apabila) namaku disebut disisinya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal no. 1736, dengan sanad shahih)

#7 Tanda cinta kepada Allah berikutnya adalah rindu ingin melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam… Kerinduan kepada beliau, akan menimbulkan semangat untuk ber-ittiba’ kepada sunnah-sunnah beliau.

#8 Salah satu sunnah Nabi adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, terlebih bershalawat di hari Jumat

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)

#9 Jangan memanggil kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sebagaimana panggilan kepada selain beliau. Cara memanggil beliau adalah dengan mengagungkan beliau tanpa ghuluw atau meremehkannya, juga tidak boleh mengangkat suara kita di atas suara Nabi…

#10 Salah satu tanda cinta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah mencintai sahabat Nabi dan para istri Nabi.

#11 Tanda cinta kepada Nabi adalah mencintai orang yang berpegang teguh kepada sunnah dan para da’i pendakwah sunnah…

#12 Diantara cinta kepada Nabi adalah mencintai beliau dengan kecintaan kepada islam…cintanya ada di pertengahan, yaitu tidak terlalu ghuluw (berlebih2an) dalam mengagungkan dan tidak meremehkan/melecehkan beliau.

#13 Diantara orang yang meremehkan Nabi adalah karena lemahnya kecintaan kepada beliau, lebih mencintai dunia.

#14 Diantara orang yang meremehkan Nabi adalah tidak menghormati hadits2 dari Nabi… Mereka sengaja mempertanyakan kenapa begini dan begitu… padahal Nabi tidak berkata dengan hawa nafsunya…

#15 Diantara orang yang meremehkan Nabi adalah berpaling dari mempelajari sirah Nabi Shallallahu “alaihi Wa Sallam.. Sesungguhnya siroh Nabi adalah sesuci-sucinya siroh…

#16 Diantara orang yang meremehkan Nabi adalah berbuat bid’ah.. Barangsiapa yang tidak mencintai Nabi maka bukan termasuk umat Nabi.. Barangsiapa yang berbuat amalan yang tidak ada sunnahnya, maka ia akan tertolak.

#17 Diantara orang yang meremehkan Nabi adalah mencela para sahabat Nabi

Rasulullah shallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَسُبُّوا أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِي فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَوْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

”Janganlah mencaci maki salah seorang sahabatku. Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak menyamai satu mud (yang diinfakkan) salah seorang mereka dan tidak pula separuhnya.” [HR Muslim]

#18 Jangan berlebih-lebihan (ghuluw) kepada Rasulullah, karena sikap ghuluw telah menghancurkan umat2 sebelum kita… seperti halnya orang2 Nashrani terlalu ghuluw kepada Nabi Isa… SUdah selayaknya kita bersikap tengah2, yaitu tidak berlebih2an dan juga tidak meremehkan beliau.

#19 Nabi telah menutup segala perkara yang menyimpang dari islam… Rasulullah melarang orang yang ghuluw terhadap beliau, misalnya ketika ada orang yang berkata “masyaAllah wa syi’ta”, maka beliau pun melarang perbuatan tersebut.

# 20 Janganlah seseorang melakukan hal2 yang tidak diajarkan dengan alasan ini karena mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam… Niat yang baik tetapi jika tidak sesuai dengan sunnah maka akan tertolak amalannya… Jangan berbuat seperti ini, “aku melakukan ini semata2 karena kami mencintai Nabi” (padahal tidak ada tuntunannya)

#21 Tata cara kita mencintai Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sebaiknya mencontoh Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dalam mencintai beliau… Cinta yang benar itu yang diikuti ‘ittiba’ , bukan cinta karena ghuluw.

#22 Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr dalam menutup kajian ini dengan berdoa dan hamdalah… subhanallah… Semoga kita bisa mengambil faidah dari kajian tadi dan ilmu yang diberikan oleh Fadhilatusy Syaikh bisa bermanfaat untuk kita semua.

Sumber: https://www.facebook.com/StatusNasehatUntukSaudaraku?hc_location=timeline

ringkasan faidah dari Ceramah Fadhilatus Syaikh Abdurrazzaq

ringkasan faidah dari Ceramah Fadhilatus Syaikh Abdurrazzaq

From → Belajar Islam

3 Komentar
  1. iwandaru permalink

    assalamu’alaikum.
    untuk video downloadnya dimana abu.

    • wa’alaikumussalam… untuk video dan rekamannya kita tunggu saja rilis dari panitia. Barakallahu fiik

  2. Tambahan dari timeline ana :
    Pertanyaan yang indah yang menutup muhadhoroh “Cinta Rasulullah Shallalalhu ‘alaihi wasallam” di Istiqlal ahad kemarin : “Syaikh, bagaimana cara kita merealisasikan kecintaan kepada Rasulullah dalam keseharian kita?”

    Maka Jawab syaikh hafizhahullahu Ta’ala :
    1. Banyak berdoa kepada Allah agar diberi keistiqomahan dalam keimanan dan berlindung dari penyimpangan. Seperti do’a :
    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
    يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
    2. Berjihad melawan hawa nafsu sendiri dalam rangka ketaatan kepada Allah.
    وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللهِ
    “dan mujahid adalah orang yang memerangi diri sendiri dalam menaati Allah.” (Silsilah Al-Ahâdîts Ash-Shohîhah no. 549)
    3. Memperhatikan dan mempelajari ilmu syariat terlebih hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
    نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ – وفي لفظٍ: فَوَعَاها وَحَفِظَها – حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ إلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ
    “Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghafalnya – dalam lafazh riwayat lain: lalu dia memahami dan menghafalnya –, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain), terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahaminya” (HR. Abu Dawud no. 3660, at-Tirmidzi no. 2656, Ibnu Majah no. 230, ad-Darimi no. 229, Ahmad (5/183), Ibnu Hibban no. 680, ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamul kabiir” no. 4890)
    4. Bersemangat berteman dengan orang yang shaleh
    5. Menjauhi pintu-pintu keburukan, termasuk juga tempat-tempat keburukan.
    6. Ingat bahwa usia kita ini pendek, maka hendaklah kita jujur dalam ittiba’ kepada sunnah Rasul
    7. Menjaga agar kehidupan kita teratur. (syaikh mengisyaratkan sebuah doa) sebagai contoh tersirat dalam doa yang rutin dibaca rasulullah setiap habis shalat Shubuh :
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
    “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima”. (Shahih Sunan Ibnu Majah : 762-935)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: