Skip to content

Kisah Binatang Yang Menindak Pelaku Kemaksiatan

April 26, 2013

Manusia adalah makhluk yang paling mulia, tapi terkadang keadaan binatang jauh lebih baik dari sebagian manusia. Yakni, manusia-manusia yang berpaling dari peringatan Rabbul ‘Alamin.  Allah berfirman :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. [Al-A’raaf : 179]

Mengapa mereka dikatakan lebih sesat daripada binatang ternak? Karena mereka memiliki hati dan fikiran tapi tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah. Mereka memiliki penglihatan dan pendengaran tapi tidak digunakan untuk memperhatikan ayat-ayat Allah. Seandainya mereka menggunakan semua itu, niscaya mereka akan selamat dari kehinaan yang demikian hina.

Berikut kami sajikan beberapa kisah yang menunjukkan bahwa para binatang pun membenci perbuatan yang diharamkan oleh Allah. Bahkan mereka tidak segan-segan untuk menghukum pihak yang melanggar larangan Allah:

1. Kisah Sekelompok Kera yang Merajam Sepasang Kera yang Berzina

Imam Al-Bukhari -rahimahullah- meriwayatkan dari Amr bin Maimun -rahimahullah- :

عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ : رَأَيْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ قِرْدَةً اجْتَمَعَ عَلَيْهَا قِرَدَةٌ قَدْ زَنَتْ فَرَجَمُوهَا فَرَجَمْتُهَا مَعَهُم

dari ’Amr bin Maimun, dia berkata: “Saya pernah melihat pada masa jahiliah ada seekor kera yang berzina, lalu beberapa kera berkumpul untuk merajamnya, lalu saya ikut merajam bersama mereka.”

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fat-hul Bari membawakan kisah ini secara lebih lengkap,

عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ : ” كُنْتُ فِي الْيَمَنِ فِي غَنَمٍ لِأَهْلِي وَأَنَا عَلَى شَرَفٍ ، فَجَاءَ قِرْدٌ مِنْ قِرَدَةٍ فَتَوَسَّدَ يَدَهَا ، فَجَاءَ قِرْدٌ أَصْغَرُ مِنْهُ فَغَمَزَهَا ، فَسَلَّتْ يَدَهَا مِنْ تَحْتِ رَأْسِ الْقِرْدِ الْأَوَّلِ سَلًّا رَفِيقًا وَتَبِعَتْهُ ، فَوَقَعَ عَلَيْهَا وَأَنَا أَنْظُرُ ، ثُمَّ رَجَعَتْ فَجَعَلَتْ تُدْخِلُ يَدَهَا تَحْتَ خَدِّ الْأَوَّلِ بِرِفْقٍ ، فَاسْتَيْقَظَ فَزِعًا ، فَشَمَّهَا فَصَاحَ ، فَاجْتَمَعَتِ الْقُرُودُ ، فَجَعَلَ يَصِيحُ وَيُومِئُ إِلَيْهَا بِيَدِهِ ، فَذَهَبَ الْقُرُودُ يَمْنَةً وَيَسْرَةً ، فَجَاءُوا بِذَلِكَ الْقِرْدِ أَعْرِفُهُ ، فَحَفَرُوا لَهُمَا حُفْرَةً فَرَجَمُوهُمَا ، فَلَقَدْ رَأَيْتُ الرَّجْمَ فِي غَيْرِ بَنِي آدَمَ

Suatu saat ketika saya berada di Yaman menggembala kambing milik keluarga saya dan saya berada di tempat yang tinggi. Saya melihat ada seekor kera jantan bersama kera betina berdua-duan lalu mereka berdua tidur berpelukan. Tiba-tiba datang kera jantan lain yang lebih kecil (muda) lalu menggoda kera betina itu. Kemudian kera betina secara pelan-pelan keluar dari pelukan jantannya kemudian pergi bersama kera muda tadi lalu keduanya berjima’ dan saya melihatnya, lalu betina itu kembali ke pelukan jantannya dengan pelan-pelan. Tiba-tiba kera jantan yang pertama bangun dan kaget kemudian mencium dubur betina lalu berteriak sehingga berkumpullah kera-kera yang cukup banyak. Sang jantan terus berteriak sembari mengisyaratkan tangannya ke betina. Kera-kera itu akhirnya pergi ke kanan dan ke kiri lalu mereka datang membawa kera muda yang aku kenal tadi. Setelah itu mereka membawa keduanya ke lubang kecil kemudian merajam keduanya. Sungguh aku telah melihat rajam pada selain anak adam. [1]

Lebih lanjut tentang kisah ini, silakan simak penjelasan Ust. Abu Ubaidah di sini.

2. Kera yang Membuang Sebagian Hasil Perniagaan yang Curang

“Dahulu ada seorang yang menjual khomer di kapal bersama kera. Apabila dia menjual khomer maka dia campuri dengan air. Maka kera mengambil kantong uang lalu naik di kayu (tiang) layar kapal seraya membagi uang, sebagian dinar ia lempar ke laut dan sebagian dinar ia lempar ke kapal.” (HR. Ahmad 2/306, an-Naqqosy dalam Funun Ajaib 78–79, Abu Syaikh dalam Thobaqot Muhadditsin 2/104, Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan 2/28 dengan sanad shohih)

3. Anjing yang Membenci Orang yang Mencela Shahabat Nabi

Abdul Mukmin az-Zahid menuturkan, “Di daerah kami ada seorang beraliran Syi’ah Rafidhah. Di jalan menuju rumahnya ada seekor anjing yang dilewati oleh setiap orang baik tua maupun anak kecil tetapi anjing itu tidak mengganggunya. Namun, anehnya, jika yang lewat di jalan itu adalah orang Syi’ah Rafidhah, maka seketika anjing itu bangun, menyerang, dan merobek bajunya. Kejadian itu berulang-ulang sehingga dia mengadu kepada pemerintah saat itu yang sealiran dengannya, lalu diutuslah beberapa orang untuk memukul dan mengusir anjing tersebut dari desa.
Suatu hari, ketika orang Syi’ah itu sedang duduk di tokonya yang berada di pasar, ternyata anjing itu datang lagi dan naik di loteng pasar lalu menyerangnya. Akhirnya, karena merasa malu, orang Syi’ah tersebut keluar dan pindah dari desa tersebut.”

(Al-Mantsur minal Hikayat wa Sualat, oleh al-Hafizh Abu Fadhl Muhammad bin Thahir al-Maqdisi hlm. 141).

Kisah ini bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi, karena Syi’ah adalah kelompok yang mencela sahabat, menghina para istri Nabi. Syi’ah juga mengatakan Jibril telah keliru menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad dan penyimpangan fatal lainnya.

Sumber dari tulisan Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi. Lihat majalah al-Furqon Edisi 1 Th. ke-12 halaman 27. [via Abu Fahd]

4. Lebah yang Menghukung Anggota Koloninya Karena Mabuk

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ # إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللّهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). [Al-Maaidah : 90-91]

From → Belajar Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: