Skip to content

Kaidah Seputar Pokok-Pokok Tamayyuz Salafy Sejati #01

Oktober 25, 2013

Pendahuluan 1

Oleh : Yang Mulia Syaikh Dr. Shalih bin Sa’ad as-Suhaimiy

Pembimbing Para Dai Cabang Kementerian Urusan Keislaman Kota Madinah an-Nabawiyyah,
(Mantan) Anggota Komisi Pengajaran Universitas Islam Madinah

Segala puji hanya milik Allah, shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah. Setelah itu:

Aku telah membaca pembahasan penuh berkah ini yang ditulis oleh saudara kita asy-Syaikh Ahmad bin Muhammad an-Najjar, yang diberi nama dengan:

“Tabshiir al-Khalaf bi Dhaabith al-Ushuul allatii Man Khaalafahaa Kharaja ‘an Manhaj as-Salaf.”
(Kaidah Seputar Pokok-Pokok Tamayyuz Salafy Sejati & Kapan Seseorang Dinilai Telah Keluar Dari Salafiyah)

Sejatinya ini merupakan pembahasan yang amat berharga, bermanfaat, serta dibangun di atas petunjuk Al-Qur`an dan as-Sunnah sesuai dengan manhaj pendahulu umat ini.

Dhawabith (batasan-batasan) yang disebutkan oleh penulis berada pada puncak urgen dan dibutuhkan oleh seorang penuntut ilmu; karenanya aku mewasiatkan agar menyebarkannya dan mengambil faidah dari bahasan tersebut, terkhusus bagi para penuntut ilmu.

Kita memohon kepada Allah agar kiranya menjadikan tulisan ini murni untuk mengharapkan wajah-Nya yang dengan sebab hal itu dapat memberikan manfaat kepada Islam dan kaum muslimin.

Didiktekan oleh (seorang) yang membutuhkan ampunan Rabbnya
Shalih bin Sa’ad as-Suhaimiy
26/1/1432 H

—###—

Pendahuluan 2

Oleh : Yang Mulia Syaikh Dr. Sulaiman bin Salimullah ar-Ruhailiy

Dosen Pembimbing Perguruan Tinggi Fakultas Syari’ah Universitas Islam Madinah

Segala puji hanya milik Allah semata, shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada seorang nabi yang tidak ada nabi setelahnya. Setelah itu:

Sesungguhnya salafiyah itu memiliki makna yang jernih lagi suci, dengan (manhaj salafiyah) akan menjadi baik batin dan lahiriyah (seseorang), serta di dalamnya terdapat penerapan hak dzat Maha Pencipta makhluk dan rahmat kepada para makhluk. Salafiyah merupakan seluruh nikmat, kebaikan, rahmat dan seluruh keadilan.

Demi Allah, sungguh di dalam manhaj salafiyah itu terdapat kebaikan bagi setiap individu dan masyarakat, di dalamnya terdapat keamanan dengan berbagai jenisnya; keamanan hati, keamanan individu, keamanan masyarakat dan keamanan terhadap setiap perkaraperkara penting lainnya.

Salafiyah adalah manhaj (konsep beragama) yang nyata dengan sebenar-benarnya, kokoh pada prinsipnya, maka siapa saja yang menamakan diri dengan penamaan tersebut (salafiyah) niscaya kami menyaksikan (bahwa ia) berada di atasnya, barangsiapa yang benar kesalafiyahannya maka itulah orang yang benar lagi mendapatkan petunjuk. Dan barangsiapa yang didustakan oleh ke-salafiyahannya maka itulah orang yang berdusta lagi suka mengada-ada.

Termasuk perkara yang seyogyanya diketahui dan difahami adalah bahwa manhaj salafiyah adalah manhaj salafiyah itu sendiri. Barangsiapa yang mengikatnya dengan suatu ikatan, seperti perkataan mereka; salafi jihadi, maka (ia) akan berhenti pada ikatan itu. Kamu akan mendapati kekurangan pada visualisasinya dan penyelisihan pokok-pokok yang mengajak kepada ikatan tersebut.

Alangkah butuhnya manusia pada hari ini untuk mengetahui hakikat salafiyah yang sebenarnya, berpegang-teguh dengannya di suatu zaman yang telah tercampur-baur beragam pemikiran di dalamnya, sehingga terjadilah sesuatu yang tidak dikenal dari mereka (para salaf) yang disandarkan kepada mereka, pokok pondasi mereka tidak menerimanya dan manusia pun bertindak melampaui batas terhadap salafiyah; karena tertipu dengan bualan-bualan mereka.

Dari sini tampak pentingnya menjelaskan pokok-pokok manhaj salaf yang telah pasti serta mengajarkannya kepada manusia.

Termasuk hal tersebut adalah pembahasan yang dipersiapkan oleh saudara kita Ahmad Muhammad ash-Shadiq an-Najjar dan diberi nama:

“Tabshiir al-Khalaf bi Dhaabith al-Ushuul allatii Man Khaalafahaa Kharaja ‘an Manhaj as-Salaf.”

Ini adalah satu pembahasan yang amat bermanfaat pada babnya, (penulis amat) memperhatikan perkara yang menyeluruh sesuai dengan penetapan para ulama yang mumpuni, maka selayaknya (bagi kita) untuk memahami bahasan tersebut dan tidak menyibukkan diri dengan menakwilkannya.

Tidaklah ada (yang membuat) kebanyakan manusia berpaling dari mengambil banyak manfaat kebaikan melainkan (dikarenakan adanya) penakwilan, serta membawanya bukan pada tempatnya.

Aku memohon kepada Allah agar memberikan manfaat pada pembahasan ini, menyatukan hati-hati di atas petunjuk dan sunnah, menjauhkan kita dan kaum muslimin dari kebid’ahan, keburukan fitnah yang tampak maupun yang tidak tampak.

Allah berada di belakang setiap tujuan, semoga shalawat senantiasa tercurahkan kepada nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Ditulis oleh
Dr. Sulaiman bin Salimullah ar-Ruhailiy
Dosen Pembimbing Perguruan Tinggi Fakultas Syari’ah Universitas Islam Madinah

Sumber : Ebook Terjemahan dari kitab aslinya yang dishare oleh Ust. Ja’far Shalih -hafizhahullah-

Ebook dapat di download di sini (terjemah) atau di sini (asli).

Kajian kitab ini bersama Ust. Ja’far Shalih dapat di download di sini.

From → Belajar Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: