Skip to content

Diantara Keutamaan Fathimah Az-Zahra, Tidak Pernah Haidh dan Nifas ?!

September 1, 2014

Assalamu’alaikum, afwan out of topic.

Apakah benar Fatimah binti Muhammad tak pernah haidh seperti yang dikatakan media dakwah seperti dibawah ini,

“Taukah Anda siapa Wanita didunia ini yang tidak pernah mengalami Haid..??
Jawabnya adalah Siti Fatimah Az-Zahra Binti Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam bin Abdullah bin Abdul Muthalib…
Istri dari Sayidina `Ali Bin Abu Thalib
Ibu dari Sayidina Hasan & Husain..
Keistimewaan ini menjadikan Rasulullah memberikan gelar khusus kepada Fatimah, yaitu “Al-Batul” salah satu maknanya adalah “ORANG SUCI”.
Aisyah berkata bahwa Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wasallam bersabda:
“Ketika aku dalam perjalankan ke langit, aku dimasukkan ke syurga, lalu berhenti di sebuah pohon dari pohon-pohon syurga. Aku tidak melihat yang lebih indah dari pohon yang satu itu, daunnya paling putih, buahnya paling harum. Kemudian, aku mendapatkan buahnya, lalu aku makan. Buah itu menjadi nuthfah di sulbi-ku. Setelah aku sampai di bumi, aku berhubungan dengan Khadijah, kemudian ia mengandung Fatimah. Setelah itu, setiap aku rindu aroma surga, aku menciumi Fatimah.”
(Tafsir Ad-Durrul Mantsur tentang surat Al-Isra’: 1; Mustadrak Ash-Shahihayn 3: 156)”

Dari Zia Ulhaq

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Bagian dari kodrat wanita adalah mengalami haid. Wanita di dunia dianggap normal, ketika dia mengalami haid. Ketika A’isyah ikut berangkat haji wada bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengalami haid. Hal inipun membuat A’isyah bersedih, hingga beliau menangis. Sang suami yang penyayang menenangkannya,

’Kamu kenapa? Apa kamu haid?’ tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

’Ya.’ Jawab A’isyah.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ، فَاقْضِي مَا يَقْضِي الحَاجُّ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِي بِالْبَيْتِ

Sesungguhnya haid adalah perkara yang telah Allah tetapkan untuk putri Adam. Lakukan seperti yang dilakukan jamaah haji, hanya saja kamu tidak boleh thawaf di Ka’bah. (HR. Bukhari 294dan Muslim 1211)

Oleh karena itu, ketika ada berita bahwa ada salah satu wanita keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak mengalami haid, yang disampaikan dalam rangka menunjukkan keutamaannya, selayaknya tidak langsung kita terima, namun kita periksa keabsahan berita itu. Karena kondisi ini menyalahi kodratnya wanita.

Apakah Fatimah tidak Mengalami Haid

Ada beberapa riwayat yang menyebutkan keutamaan Fatimah radhiyallahu ‘anha, yang menjelaskan bahwa beliau tidak mengalami haid.

Diantaranya hadis,

ابنتى فاطمة حوراء آدمية لم تحض ولم تطمث وإنما سماها الله تعالى فاطمة لأن الله تعالى فطمها ومحبيها عن النار

Putriku Fatimah manusia bidadari. Tidak pernah haid dan nifas. Allah menamainya Fatimah, karena Allah menyapihnya dan menjauhkannya dari neraka.

Hadis ini disebutkan al-Kinani dalam karyanya Tanzih as-Syariah, dan beliau menilainya hadis dhaif. Beliau mengatakan,

ليس بثابت وفيه غير واحد من المجهولين

Hadis ini tidak shahih. Dalam sanadnya terdapat beberapa perawi yang majhul (tak dikenal). (Tanzih as-Syariah, 1/412).

Dalam riwayat lain, dari Asma’ bintu Umais, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihat fatimah mengalami haid atau nifas.’ Kemudian beliau bersabda,

أما علمت أن ابنتى طاهرة مطهرة فلا يرى لها دم فى طمث ولا ولادة

Tahukah kamu, putriku adalah wanita suci yang disucikan. Tidak ada darah ketika haid maupun ketika melahirkan.

Riwayat ini juga disebutkan al-Kinani, dan beliau mendhaidkannya. Beliau mengatakan,

أورده المحب الطبرى فى ذخائر العقبى وهو باطل أيضا فإنه من رواية داود بن سليمان الغازى

Disebutkan oleh al-Muhib at-Thabari dalam kitab Dzakhair al-Uqba, dan ini juga hadis bathil, karena dari riwayat Daud bin Sulaiman al-Ghazi.

Keterangan yang sama juga disampaikan al-Munawi, beliau berkomentar

لكن الحديثان المذكوران رواهما الحاكم وابن عساكر عن أم سليم زوج أبي طلحة. وهما موضوعان كما جزم به ابن الجوزى، وأقره على ذلك جمع منهم: الجلال السيوطي مع شدة عليه

Akan tetapi dua hadis yang disebutkan, yang diriwayatkan oleh Hakim dan Ibnu Asakir dari Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah. Dan dua hadis itu palsu, sebagaimana yang ditegaskan Ibnul Jauzi, dan disetujui oleh beberapa ulama, diantaranya as-Suyuthi, dengan komentar yang sangat keras untuk hadis itu. (Ittihaf as-Sail, hlm. 12).

Allahu a’lam.

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

From → Belajar Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: