Skip to content

Donor Sperma Karena Terpaksa, Bagaimana Hukumnya?

September 11, 2014

Pertanyaan: Apa hukum donor sperma, krn terpaksa, seperti mengobati kanker serviks atau krn suami mandul.? Trim’s

Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Kehadiran anak dalam naungan pernikahan yang sah, termasuk karunia yang Allah berikan kepada manusia.

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ. أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. as-Syura: 49 – 50)

Dalam dua ayat di atas, Allah menyebutkan 4 jenis manusia terkait karunia anak,

[1] Orang yang hanya diberi anak perempuan, [2] Orang yang hanya diberi anak laki-laki, [3] Orang yang diberi anak laki-laki dan perempuan, dan [4] Orang mandul tanpa anak.

Karena itu, kondisi mandul, termasuk bagian dari ujian Allah kepada manusia. Dan jika bentuknya ujian, kata kuncinya adalah bersabar dan mencari cara terbaik dan halal untuk mendapatkan jalan keluar.

Manusia Makhluk Paling Sempurna

Bagian kesempurnaan manusia, yang membedakan mereka dengan binatang adalah adanya jalur nasab. Setiap anak yang terlahir dari pernikahan resmi, mereka memiliki seorang ayah dan seorang ibu. Karena itu, setiap pembuahan janin, harus resmi siapa ayah dan ibunya. Islam menaunginya melalui pernikahan. Sampaipun ketika hendak dilakukan pembuahan buatan, sumber sperma dan sumber ovum, harus pasangan suami istri.

Berikut keterangan Dr. Aqil bin Muhammad al-Maqthiri,

وإن كان يتأتى عملية التلقيح الاصطناعي في حول كون الحيوانات المنوية ضعيفة أو ضعف في البويضات مثلاً فالشرع لا يمنع عملية التلقيح الاصطناعي أو ما يسمى بأطفال الأنابيب شريطة أن يكون تحت إشراف أيدي مسلمة أمينة، وبشرط أن تكون الحيوانات المنوية من الزوج والبويضة من الزوجة.

Jika harus dilakukan pembuahan buatan, karena gerakan sperma yang lemah atau ovum yang lemah, maka syariat tidak melarang dilakukannya pembuahan buatan, yang disebut bayi tabung. Dengan syarat, di bawah pengawasan dokter muslimah yang amanah, dan syarat lainnya, mani dari suami dan ovum dari istri.

Anak Zina

Jika sumber mani dari selain suami, atau telurnya dari selain istri, maka statusnya anak zina.

Dr. Aqil melanjutkan keterangannya,

وأما استعارة الحيوانات المنوية من رجل آخر لتلقيح بويضة المرأة الأجنبية فهذا محرم شرعاً.

وكذلك إذا كانت البويضة من امرأة أجنبية وتلقح بحيوانات الرجل ثم توضع بعد التلقيح في رحم امرأته، وهذا ما يسمى بالرحم المستعار فهذا محرم أيضاً، بل هذا الجنين يعتبر ولد زنا. فالواجب التحري في هذه المسائل.

Adapun meminjam air mani dari lelaki yang lain, untuk membuahi ovum wanita yang bukan istrinya, hukum haram secara syariat. Demikian pula ketika ovum dari wanita yang bukan istri, dan dibuahi sperma seorang lelaki, kemudian setelah terjadi pembuatan diletakkan di rahim istri lelaki itu, yang disebut rahim sewaan, maka semacam ini hukumnya juga haram. Bahkan janin yang terbentuk, termasuk anak zina. Sehingga harus menghindari masalah semacam ini.

Referensi: http://almaqtari.net/?p=140

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

From → Belajar Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: