Skip to content

Sifat-Sifat Nabi Isa (Yesus) Dalam Injil Membuktikan Bahwa Beliau Adalah Manusia

Desember 17, 2014

Dalam Al-Qur’an diterangkan dengan jelas tentang hakikat Nabi Isa Putera Maryam bahwasanya beliau adalah manusia biasa, akan tetapi Allah memuliakan beliau dengan diangkatnya beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul yang diutus kepada Bani Isra’il. Allah berfirman dalam Al-Qur’an :

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (٧٥)

“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, Kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS Al-Maaidah : 75)

Isa (Yesus) sebagaimana saudara-saudaranya yang lain dari kalangan para nabi, mereka semua keturunan Nabi Adam, dan dilahirkan dari perut seorang wanita, mereka manusia dan butuh makanan.

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الأسْوَاقِ

“Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar” (QS Al-Furqon : 20).

Inilah fakta yang dijelaskan dengan begitu nyata dalam Al-Qur’an, kitab suci kaum muslimin yang terpelihara hingga hari kiamat. Alhamdulillah, segala puji hanya untuk Allah.

Kenyataan yang tidak mungkin dan mustahil untuk diingkari oleh kaum Kristen bahwasanya al-Kitab pun menunjukan bahwa yesus adalah manusia. Jika ia (Yesus) adalah manusia maka ia bukanlah tuhan, karena manusia memliki sifat-sifat kemanusiaan yang bertentangan dengan sifat-sifat ketuhanan. Kedua sifat yang bertentangan dan kontradiktif ini tidak mungkin untuk digabungkan dan diselaraskan. Keyakinan trinitas kaum Kristen menunjukan bahwa Yesus adalah “Seorang Tuhan”, dan “Seorang Tuhan” adalah sesuatu yang mustahil untuk digambarkan, dan tidak mungkin untuk dijelaskan dengan analogi apapun. (lihat lagi tulisan http://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/555-kebingungan-kristen-dalam-memahami-trinitas).

Diantara sifat-sifat kemanusiaan Yesus dalam al-Kitab :

Pertama : Yesus Dilahirkan

Sebagaimana manusia yang lainnya Yesus pun dilahirkan dari rahim seorang ibu. Hanya saja Allah, Tuhan yang disembah oleh Yesus, menjadikan beliau sebagai salah satu tanda diantara tanda-tanda kekuasaanNya dengan menjadikan beliau lahir ke dunia ini dengan tanpa memiliki bapak.

Dalam injil Lukas 2 : 6-11: ((Ketika mereka di situ, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anak yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. ))

Ini adalah bukti yang paling jelas akan kemanusiaan Yesus.

Perhatikanlah :

– Jika hanya karena beliau (Yesus) lahir ke dunia tanpa memiliki bapak lantas beliau dianggap sebagai tuhan/anak tuhan, maka Adam lebih layak untuk menjadi tuhan karena Adam ada tanpa memiliki bapak dan ibu. Tapi tidak satupun umat kristen yang menjadikan Adam sebagai tuhan.

– Ada pula manusia yang hadir di dunia ini tanpa memiliki ibu, dialah Hawwa (Eve) istri Adam. Dari Adan dan Hawwa lahirlah manusia-manusia setelahnya hingga Isa (Yesus) dan seterusnya hingga akhir zaman.

– Seorang yang dilahrikan tentu dia sebelumnya tidaklah ada, tidak berwujud bahkan dia bukanlah sesuatu apapun. Bagaimana mungkin yang demikian keadaannya dijadikan sebagai tuhan?! Bagaimana tuhan tersebut menciptakan alam semesta ini yang telah ada sebelum dia?!

Adapun dalam Al-Qur’an banyak dijelaskan tentang hakikat Isa (Yesus) Putera Maryam. Silakan merujuk ke ((Kisah Nabi Isa Putera Maryam Dalam Al-Qur’an Surah Maryam)). Allah, Tuhannya Isa (Yesus) menjelaskan kepada kita tentang Siapakah Dia dalam sebuah surat yang singkat yang dapat dihafal oleh siapapun -Insya Allah-

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (Al-Ikhlash : 1-4)

Kedua : Yesus Makan dan Minum

Sebagaimana manusia yang lainnya Yesus juga tunduk kepada kebutuhan dan hajat-hajatnya sebagai manusia. Ia membutuhkan makan dan minum. Dan tentunya setelah makan dan minum maka ia butuh untuk buang air.

Al-Kitab menyatakan kebutuhan Yesus terhadap makanan dan minuman. Dalam injil Matius (21 : 18-19 dibawah sub judul : Yesus mengutuk pohon ara) : ((Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapati apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu : “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!”. Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu))

Perhatikanlah bukti kemanusiaan Yesus :

– Yesus lapar, yang seharusnya tuhan tidak akan lapar

– Yesus mau makan buah, sehingga mencari pohon ara. Kalau Yesus adalah tuhan seharusnya langsung saja ciptakan buah, atau pohonnya langsung datang menuju Yesus sehingga tidak perlu Yesus yang mendatangi pohon

– Yesus tidak tahu kalau ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya, dan yang ada hanyalah dedaunan. Kalau Yesus adalah tuhan maka ia pasti sudah tahu bahwa pohon tersebut tidak ada buahnya, dan ia akan menuju pohon yang lain yang ada buahnya

– Kemarahan Yesus sehingga mengutuk pohon ara menunjukkan tidak adanya sifat “kasih” tuhan terhadap pohon yang bukanlah makhluk berakal, dan ia tidak bersalah sama sekali. Karena yang menentukan atau menjadikan ia berbuah semata-mata hanyalah Tuhan (Allah). Kalau Yesus marah lantas mengutuk pohon tersebut sehingga menjadi kering ini menunjukkan seharusnya Yesus marah sama Tuhan yang menjadikan pohon itu tidak berbuaah. Pohon ara tersebut tidak punya pilihan untuk berbuah atau tidak, ia hanya menunggu keputusan Tuhan. Lantas jika Yesus adalah tuhan seharusnya ia menyalahkan dirinya sendiri kenapa tidak menciptakan pohon tersebut dalam keadaan berbuah. Ini berarti tuhan menyalahkan tuhan

– Jika pohonnya tidak berbuah, seharusnya Yesus tidak perlu marah dan mengutuk, tapi cukup menciptakan buah pada pohon ara tersebut. Dan ini lebih pas terhadap sifat “kasih” Yesus dibandingkan harus marah-marah.

– Para murid-murid Yesus yang heran tatkala Yesus mengutuk pohon menjadi kering. Hal ini menunjukkan mereka tidak meyakini ketuhanan Yesus. Kalau mereka telah meyakini Yesus sebagai tuhan maka mereka sama sekali tidak akan kaget dengan mukjizat Yesus.

Dalam injil Yohanes (4 : 6-8) : ((Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya : “Berilah Aku minum”)) ini menunjukkan Yesus membutuhkan air untuk minum.

Demikian juga pada injil Yohannes (4 : 31-33) : ((Sementara itu murid-muridNya mengajak Dia, katanya : “Rabi, makanlah“. Akan tetapi Ia berkata : “Padaku ada makanan yang tidak kamu kenal“. Maka murid-murid berkata seorang kepada yang lain : “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepadaNya untuk dimakan?”))

Ini menunjukkan bahwa murid-murid Yesus mencari makanan untuk Yesus lalu menghidangkan makanan tersebut untuk Yesus, karena mereka mengetahui bahwasanya Yesus butuh makan sebagaimana nabi-nabi yang lain.

Peringatan :

Sebagian kaum Kristen berdalil dengan kemampuan Yesus berpuasa selama 40 hari tanpa makan dan minum (sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 2), menunjukan bahwa Yesus adalah tuhan. Karena tidak ada manusia biasa yang mampu berpuasa tidak makan dan minum selama 40 hari kecuali yang memiliki nilai ketuhanan.

Bantahan terhadap pernyataan ini dari beberapa sisi :

– Kenyataannya justru nas dalam Matius 4 : 2 tersebut menunjukkan Yesus bukanlah tuhan akan tetapi manusia biasa. Berikut nasnya : ((Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus)). Ternyata setelah berpuasa 40 hari Yesus pun lapar. Jika Yesus tuhan maka tidak akan ditimpa rasa lapar. Bagaimana tuhan bisa lapar, sementara tuhanlah yang memberi rizki dan makanan kepada makhluk-Nya !!

– Ternyata Nabi Musa lebih hebat daripada Yesus. Nabi Musa ‘alaihis salam berpuasa juga selama 40 hari siang dan malam, akan tetapi tidak disebutkan setelah itu Musapun lapar !!. Dalam kitab Ulangan (9 : 9) disebutkan ((Setelah aku (Musa) mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum)). Akan tetapi kenapa tidak seorang Kristenpun yang menyatakan Musa memiliki ruh ketuhanan !!

– Demikian juga Elia mampu untuk tidak makan dan minum selama 40 hari. Dalam kitab Raja-Raja 1 (19 : 7-8) : ((Tetapi malaikat TUHAN datang kedua kalinya dan menyentuh dia (Elia) serta berkata, “Bangunlah, makanlah !. Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu. Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb)). Nas ini menunjukkan Elia kemungkinan lebih hebat dari Yesus, karena Elia setelah makan tidaklah ia berdiam diri, akan tetapi melakukan perjalanan yang melelahkan selama 40 hari naik gunung !!. Berbeda dengan Yesus yang berpuasa akan tetapi tidak melakukan perjalanan berat seperti naik gunung. Akan tetapi tidak seorangpun yang menganggap Elia sebagai tuhan.

Adapun dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Tuhan tidaklah membutuhkan rizki ataupun makanan, bahkan Dia-lah yang Maha Memberi Rizki, yang Memiliki Kekuatan lagi Perkasa,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (Adz-Dzaariyaat : 56-58)

Ketiga : Yesus Tidur dan Beristirahat

Tentu dampak dari makan dan minum serta pekerjaan dan kegiatan adalah keletihan dan kebutuhan untuk tidur dan istirahat, agar seorang manusia bisa mengembalikan lagi kesegarannya dan kembali melakukan kegiatannya. Kalau seorang manusia tidak istirahat dan tidak tidur maka ia tidak akan mampu menjalankan tugas dan kegiatannya.

Ternyata Yesus sering kali lelah dan letih serta ingin beristirahat. Sebagai contoh :

– Dalam injil Lukas (8 : 23-24) : ((Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya. Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya : “Guru, Guru, kita binasa!”. Iapun bangun dan menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh))

– Hal ini juga sebagaimana termaktub dalam injil Matius (8 : 24) : ((Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditembus gelombang, tetapi Yesus tidur))

– Demikian pula termaktub dalam injil Markus (4 : 38) : ((Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridNya membangunkan Dia…))

Perhatikanlah…Yesus tidur sangat terlelap karena begitu letihnya berjalan-jalan keliling untuk berdakwah. Sampai-sampai tatkala Yesus tidur di kapal lalu datang ombak yang begitu besar, bahkan air sampai masuk ke dalam kapal, Yesus masih saja lelap tertidur. Kalau bukan karena murid-muridnya yang membangunkannya tentu Yesus tidak bangun. Ini menunjukkan Yesus hanyalah manusia biasa yang sangat butuh dengan istirahat karena kelelahan dan keletihan yang Ia rasakan.

Adapun dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah, Dia-lah satu-satunya Tuhan yang berhak untuk diibadahi, Dia tidaklah pernah mengantuk apalagi sampai tertidur,

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); Dia tidak pernah mengantuk dan tidak pula tidur. … (Al-Baqarah : 255)

Keempat : Yesus Ketakutan

Yesus ketakutan kalau ia sampai ditangkap oleh orang-orang Yahudi yang akan membunuhnya. Sampai-sampai keringatnya bercucuran karena ketakutan, bahkan keringatnya bercucuran seperti tetesan-tetesan darah yang mengalir ke tanah.

Dalam injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))

Tentunya apakah Tuhan ketakutan?? Ini adalah hal yang sangat aneh !!. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang Nabi sebagaimana nabi-nabi yang lain yang juga terkadang ketakutan.

Adapun Allah ta’ala, Dia tidaklah takut akan suatu apapun. Bahkan seluruh makhluklah yang tunduk dan takut kepadaNya. Allah berfirman tentang adzab yang Dia timpakan kepada kaumnya Nabi Shalih setelah Dia membinasakan mereka semuanya,

وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا

dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu. (Asy-Syamsy : 15)

Allah berfirman tentang keadaan para malaikat yang mana mereka adalah makhluk yang terkuat diantara seluruh makhlukNya,

حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka (para malaikat), mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar”, dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Saba’ : 23)

Kelima : Yesus sedih dan menangis

Yesus berkali-kali menangis, menangis karena berpisah dari orang-orang yang dicintainya atau karena meninggalnya sahabatnya. Suatu hari datang Maryam dan mengabarkan kepadanya tentang meninggalnya Lazarus, maka Yesuspun gelisah dan sedih hingga akhirnya menangis. Dalam injil Yohanes (11/33-36) : ((Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?“. Jawab mereka : “Tuhan marilah dan lihatlah !”. Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi : “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”))

Diantara nas-nas lain dari injil yang menunjukkan sedih dan menangisnya Yesus adalah :

– Dalam injil Matius (26 : 37-38) : ((Dan Ia (Yesus) Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.))

– Dalam injil Lukas (19 : 41) : ((Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya))

Tentunya tuhan sangat tidak pantas bersedih apalagi menangis. Karena kesedihan dan tangisan menunjukkan kelemahan.

Sedangkan Tuhan yang sebenarnya, Dialah Allah, tidak ada suatu apapun di langit maupun di bumi yang dapat melemahkanNya,

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَكَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعْجِزَهُ مِن شَيْءٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَلِيمًا قَدِيرًا

Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (Faathir : 43)

Keenam : Yesus sholat dan berdoa

Sungguh injil sarat dengan penyebutan bahwa Yesus sholat dan berdoa. Contohnya :
– Injil Lukas (5 : 16) : ((Akan tetapi Ia (Yesus) mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdo’a))

– Injil Lukas (6 : 12) : ((Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdo’a dan semalam-malaman Ia berdo’a kepada Allah))

– Injil Matius (26 : 36) : ((Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu ia berkata kepada murid-murid-Nya : “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdo’a))

– Injil Matius (14 : 23) : ((Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdo’a seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ))

– Injil Markus (1 : 35) : ((Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia (Yesus) bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdo’a di sana))

– Injil Markus (6 : 46) : ((Setelah Ia (Yesus) berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdo’a))

– Injil Lukas (9 : 29) : ((Ketika Ia sedang berdo’a, rupa wajah-Nya menjadi putih berkilau-kilauan))

– Injil Lukas (11 : 1) : ((Pada suatu kali Yesus sedang berdo’a di salah satu tempat))

– Injil Lukas (22 : 41) : ((Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelembar batu jaraknya, lalu ia berlutut dan berdo’a))

– Injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh untuk berdo’a. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))

Yesus sujud dan berdoa karena ia adalah seorang hamba bukan tuhan yang disembah.

Ia berdoa dan beribadah menyembah Allah Tuhan pencipta semesta alam.

Jika Yesus adalah tuhan, lantas ia sujud kepada siapa?, ia berdoa kepada siapa??!!. Apakah Yesus menyembah dirinya sendiri??, apakah ia berdoa kepada dirinya sendiri??, ini adalah perkara yang mustahil dan kebodohan yang nyata !!!. Maka jelaslah jika Yesus adalah hamba yang beribadah, sujud, dan berdoa kepada Tuhan Allah.

Perhatikanlah kembali apa yang diungkapkan dalam injil Matius (26 : 39-45) yang menceritakan bagimana kondisi Yesus yang ketakutan tatkala akan ditangkap, sehingga ia berdoa dalam kondisi takut, hingga keringatnya bercucuran ke tanah !!

(((36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (38) lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” (43) Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. (44) Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (45) Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. (46) Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.“))

Lihatlah :

– Yesus berdoa berulang-ulang sehingga tiga kali, bahkan Yesus sujud !!. kepada siapakah ia sujud??, apakah sujud kepada dirinya sendiri karena ia adalah Tuhan??. Ini adalah kemustahilan. Yang benar ia sujud kepada Dzat lain, yaitu Tuhannya Yesus yang telah menciptakan Yesus, yang Yesus berharap pertolonganNya tatkala Yesus ketakutan.

– Lihatlah ketakutan Yesus, hingga ia sangat sedih dan gentar. Bahkan Yesus berkata, “Seperti mau mati rasanya”. Apakah tuhan ketakutan??, apakah tuhan sedih?, apakah tuhan merasa mau mati??!!

– Yesus berkata kepada Petrus : “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”. Apakah tuhan minta untuk dijaga??!

– Dalam setiap doanya Yesus berkata, “Ya Bapa…”. Ini sangat jelas bahwa Yesus sedang berdoa kepada dzat yang lain, yaitu Tuhan Allah. Kalau Allah adalah Yesus maka berarti Yesus sedang menyeru dirinya sendiri ??!!, dan ini adalah merupakan kedunguan !!

– Yesus berkata, “Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”. Sangatlah jelas Yesus membedakan kehendaknya dengan kehendak Tuhan. Ini sangat jelas yang menyatakan bahwa Yesus adalah belahan jiwa Tuhan, sehingga semua kehendak Yesus adalah kehendak Tuhan.

Ketujuh : Yesus dicoba syaitan

Allah telah mengizinkan syaitan untuk menguji hambanya Yesus, untuk diketahui berapa besar keimanan Yesus dan tegarnya iman dan keyakinannya, agar Yesus berhak untuk menerima risalah/wahyu dari langit.

Berikut kisahnya sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 1-11:

((Pencobaan di padang gurun
(1) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. (2) Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. (3) Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (4) Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (5) Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (6) lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (7) Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (9) dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”(11) Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus))

Perhatikanlah dengan baik kisah ini, jika kisah ini benar dan diyakini kebenarannya oleh kaum Kristen maka dalam kisah ini terlalu banyak bukti bahwa Yesus adalah seorang manusia yang beribadah kepada Tuhannya.

Diantara bukti-bukti tersebut :

– Yesus berpuasa??, kalau ia adalah tuhan lantas kepada siapakah Yesus berpuasa?. Puasa adalah ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan Penciptanya.

– Yesus merasakan lapar setelah berpuasa 40 hari. Apakah pantas tuhan merasa lapar?

– Bagaimana bisa tuhan dibawa (dalam pegangan) syaitan yang terkutuk yang merupakan makhluk ciptaannya??. Sungguh berani dan kurang ajar syaitan tersebut, dan sungguh lemah tuhan tersebut diatur dan dibawa pergi semau syaitan yang merupakan ciptaannya??!!

– Jika Yesus adalah tuhan, kok bisa diuji dan dicoba oleh syaitan??

– Dan bagaimana syaitan bisa berani-beraninya meminta tuhan Yesus untuk sujud kepada syaitan??

– Dalam bantahan-bantahan Yesus kepada syaitan menunjukan bahwa Yesus bukanlah tuhan. Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk melemparkan dirinya dari tempat tinggi untuk membuktikan bahwa Yesus adalah anak Allah, dan Allah akan memerintahkan para malaikat menyelamatkan Yesus, maka Yesus berkata ((Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”)). Ini menunjukan Allah memerintahkan Yesus untuk tidak mencoba Allah tuhannya Yesus.

– Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk sujud kepada syaitan maka Yesus berkata kepada syaitan : ((Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!)). Yesus sama sekali tidak pernah meminta kepada murid-muridnya dan para pengikutnya untuk sujud kepadanya atau meminta berdoa kepadanya. Bahkan sebaliknya Yesus mencontohkan kepada mereka untuk sujud dan berdoa kepada Allah Tuhan yang sesungguhnya yang maha esa.

(bersambung…)

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 01-01-1435 H / 05-11-2013 M

Abu Abdil Muhsin Firanda

http://www.firanda.com

Dari Artikel Ustadz Firanda dengan beberapa tambahan dari Admin.

From → Belajar Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: