Skip to content

[KHUTBAH JUM’AT] Hukum Merayakan Hari Raya Orang Kafir | Ust. Yazid Jawas

Desember 23, 2014

RINGKASAN

Di antara prinsip yang wajib dipahami, diyakini, dan diamalkan oleh setiap muslim adalah bahwasanya agama Islam merupakan satu-satunya agama haq. Selain Islam adalah bathil, sesat, dan kufur. Karena Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (QS Ali Imran [3]: 19)

Di ayat yang lain Allah Ta’ala juga berfirman:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran [3]: 85)

Ayat-ayat tersebut merupakan pernyatan dari Allah Ta’ala yang sangat tegas tentang kebenaran Islam. Maka setiap muslim wajib meyakini dan tidak boleh ragu sedikit pun dengan kebenaran Islam.

Islam melarang umatnya untuk memuji atau bahkan membenarkan kepercayaan agama di luar Islam, karena hanya Islam lah satu-satunya yang benar dan diridhai oleh Allah Ta’ala.

Setiap muslim juga harus meyakini bahwasanya ajaran Islam ini sudah sempurna, tidak ada satu pun yang terluput. Allah Ta’ala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS Al-Maidah [5]: 3)

Semua hal yang bisa memasukan kita ke dalam surga sudah dijelaskan oleh Islam, demikian juga seluruh hal yang bisa memasukan kita ke dalam neraka pun sudah diingatkan oleh Islam. Maka tidak diperbolehkan bagi kita untuk membuat hal-hal baru di dalam Islam, termasuk juga perayaan-perayaan.

Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengikuti atau bahkan merayakan perayaan orang-orang kafir. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله أبدلكم بهما خيرا منهما، عيد الأضحى وعيد الفطر

“Sesungguhnya Allah telah mengganti dua perayaan mereka dengan perayaan yang lebih baik dari perayaan mereka, yaitu idul adha dan idul fithri.” (HR Abu Dawud dan yang lainnya)

Di dalam Islam hanya ada dua perayaan, yaitu Idul Adha dan Idul Fithri. Maka dari itu umat Islam tidak diperbolehkan mengadakan perayaan-perayaan baru atau mengikuti perayaan orang-orang kafir.

Simak selengkapnya bagaimana penjelasan Ustadz Yazid Jawas mengenai “Hukum Merayakan Hari Raya Orang Kafir” di dalam rekaman khutbah Jumat ini dengan mendownload khutbah Jumat ini sekarang juga. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: