Latest Event Updates

Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran

Posted on Updated on

Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran.

Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17] : 32) Baca entri selengkapnya »

Iklan

Meniti Jalan Istiqomah

Posted on Updated on

Meniti Jalan Istiqomah

Kaum muslimin rahimakumullah, di dalam kehidupan manusia, Allah telah menetapkan jalan yang harus ditempuh oleh manusia melalui syariat-Nya sehingga seseorang senantiasa Istiqomah dan tegak di atas syariat-Nya, selalu menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya serta tidak berpaling ke kanan dan ke kiri. Allah ta’ala telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa istiqomah.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Robb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap beristiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (di dunia)” (QS. Al Ahqaaf [46]: 13-14)

Baca entri selengkapnya »

Sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman

Posted on Updated on

SEBAB-SEBAB BERTAMBAHNYA IMAN

Allah telah menjadikan sebab-sebab untuk mencapai segala sesuatu yang diinginkan dan diharapkan, dan sungguh keinginan dan harapan yang paling utama adalah iman. Allah telah menjadikan banyak sebab untuk dapat menambah, memperkuat, dan mengembangkan iman. Apabila para hamba Allah melakukannya, maka iman mereka akan semakin kuat dan bertambah. Sebab-sebab telah Allah jelaskan dalam AI-Qur-an, juga dijelaskan oleh Rasul-Nya dalam As-Sunnah Ash-Shahihah.

Dan sebab-sebab bertambahnya iman yang paling penting adalah sebagai berikut:

Sebab Pertama : Mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat, yang bersumber dari Al-Qur-an dan As-Sunnah, dengan pemahaman Salafus Shalih.

Adapun di antara pintu-pintu ilmu agama yang dengannya iman akan bertambah yaitu: Baca entri selengkapnya »

Tidak Ada yang Pantas Menjadi Sekutu Allah

Posted on Updated on

Pembaca sekalian, seandainya seorang yang berakal menggantungkan harapannya kepada sesuatu yang tidak memiliki kekuasaan apa-apa tentu saja ini merupakan sebuah kebodohan. Anehnya tidak berhenti sampai di situ saja, bahkan dia rela mengorbankan harta dan nyawanya demi membela sesuatu yang tidak memiliki apa-apa itu. Tidakkah kita ingat bagaimana orang-orang kafir mengerahkan tenaga dan dana demi menyebarkan dakwah mereka yang sesat, dengan perang salib yang dahulu mereka kobarkan dan kristenisasi yang kini mereka lancarkan dan upaya meliberalkan ajaran Islam yang kini tengah marak di kalangan kaum cerdik cendekia. Itulah yang terjadi ketika mereka menjadikan selain Allah sebagai sekutu yang dibela dan dipuja-puja.

Tidak Punya Kok Diminta ?

Semua yang ada selain Allah sangat membutuhkan pertolongan Allah, sedangkan Allah sama sekali tidak membutuhkan hamba. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Apakah mereka mempersekutukan Allah dengan berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri adalah buatan manusia. Berhala-berhala itupun tidak mampu mampu memberi pertolongan kepada penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berhala itu tidak sanggup memberikan pertolongan.” (QS. Al A’rof: 191-192) Baca entri selengkapnya »

Pentingnya Akidah Dalam Kehidupan Seorang Insan

Posted on Updated on

Akidah secara bahasa artinya ikatan. Sedangkan secara istilah akidah artinya keyakinan hati dan pembenarannya terhadap sesuatu. Dalam pengertian agama maka pengertian akidah adalah kandungan rukun iman, yaitu:

  1. Beriman dengan Allah
  2. Beriman dengan para malaikat
  3. Beriman dengan kitab-kitab-Nya
  4. Beriman dengan para Rasul-Nya
  5. Beriman dengan hari akhir
  6. Beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk

Sehingga akidah ini juga bisa diartikan dengan keimanan yang mantap tanpa disertai keraguan di dalam hati seseorang (lihat At Tauhid lis Shaffil Awwal Al ‘Aali hal. 9, Mujmal Ushul hal. 5)

Kedudukan Akidah yang Benar

Akidah yang benar merupakan landasan tegaknya agama dan kunci diterimanya amalan. Hal ini sebagaimana ditetapkan oleh Allah Ta’ala di dalam firman-Nya:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110)

Baca entri selengkapnya »

Tujuan Hidup Seorang Muslim

Posted on Updated on

Setiap orang yang mendalami Al-Qur’an dan mempelajari Sunnah tentu mengetahui bahwa puncak tujuan dan sasaran yang dilakukan orang Muslim yang diwujudkan pada dirinya dan di antara manusia ialah ibadah kepada Allah semata.

Tidak ada jalan untuk membebaskan ibadah ini dari setiap aib yang mengotorinya kecuali dengan mengetahui benar-benar tauhidullah.

Da’i yang menyadari hal ini tentu akan menghadapi kesulitan yang besar dalam mengaplikasikannya. Tetapi toh kesulitan ini tidak membuatnya surut ke belakang. Sebab setiap saat dakwahnya menyerupai perkataan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Artinya : Orang yang paling keras cobaannya adalah para nabi, kemudian yang paling menyerupai (mereka) lalu yang paling menyerupainya lagi.” [1]

Bagaimana tidak, sedang dia selalu meniti jalan beliau, menyerupai sirah-nya dan mengikuti jalannya? Al-Amtsalu tsumma al-amtsalu adalah orang-orang shalih yang mengikuti jalan para nabi dalam berdakwah keapda Allah, menyeru kepada tauhidullah seperti yang mereka lakukan, memurnikan ibadah hanya kepada-Nya dan menyingkirkan syirik. Mereka mengahadapi gangguan dan cobaan seperti yang dihadapi para panutannya, yaitu nabi-nabi.

Oleh karena itu banyak para da’i yang menjauhi jalan yang sulit dan penuh rintangan ini. Sebab seoarang da’i yang meniti jalan itu akan menghadapi ayah, ibu, saudara, rekan-rekan, orang-orang yang dicintainya, dan bahkan dia harus menghadapi masyarakat yang merintangi, memusuhi dan menyakitinya.

Baca entri selengkapnya »

Kami Tidak Tinggal Diam Wahai Palestina!!!

Posted on Updated on

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih, wa jaami’in naasi li yaumin laa raiba fiih. Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadan rasuulullaah… wa ba’d…

Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban meninggal dunia. Dunia pun merespon dengan berbagai macam aksi.

Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa kaum muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan kemanusiaan. Yang paling menonjol dalam hal bantuan tersebut adalah Saudi Arabia, di bawah pimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz –ayyadahullah-. Ini bukan klaim tanpa bukti. Sebagai contoh: Program “Donasi Untuk Palestina” digencarkan, walaupun sudah sejak lama dicanangkan. Rumah-rumah sakit ternama di pusat kerajaan Saudi difokuskan untuk menangani korban luka-luka akibat serangan kaum Yahudi tersebut. Bantuan berupa makanan, Baca entri selengkapnya »

E-Book : Hidup Bahagia Tanpa Riba

Posted on Updated on

MEMO PENTING UNTUK PARA PRAKTISI RIBA

Penulis:  Abu Abdirrahman Ali Khumais Ubaid

 

Segala puji hanya milik Allah -subhanahu wa ta’ala-, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi terakhir yang tidak ada nabi lagi seteIahnya. Amma ba’du: Sesungguhnya orang yang memperhatikan realita kondisi kaum muslimin pada saat ini, maka dia akan mendapati bahwasanya masih banyak di antara mereka yang meremehkan atau menggampangkan masalah riba, entah dengan memakannya, menjadi praktisi, menentukan hukum, mengambil pinjaman, menjadi saksi, penjamin, penulis, penganjur, pendorong atau pun pambantu dalam proses riba. Seakan-akan urusan riba ini adalah merupakan satu kebolehan atau paling-paling merupakan hal yang makruh, atau hanya sebuah kemaksiatan kecil saja. Mereka tidak tahu bahwa ia termasuk perbuatan dosa besar yang Allah telah megumandangkan perang kepada para pelakunya di dunia dan akhirat, AIlah juga mengancam mereka dengan api neraka pada saat hari penghimpunan di hadapan-Nya. Dan yang lebih disayangkan lagi adalah, anda melihat bahwa banyak dari mereka, baik tua atau muda bahkan para wanita yang penampilan mereka mencerminkan orang yang iltizam (konsisten) dengan ajaran Islam, namun tetap saja mereka terlibat dalam dosa besar ini, menganggap remeh hal tersebut dan bahkan mungkin berlomba-lomba menuju sana. Maka akhirnya mereka terbelenggu oleh hutang yang tidak ada yang tahu kecuali hanya Allah, sebagaimana mereka juga telah terbelenggu dengan kemarahan Allah al-jabbar, dengan laknatnya, dan kelak terbe-lenggu dengan siksanya jika mereka tidak mau ber-taubat lalu taubatnya diterima oleh Allah.

 

Oleh karena itu maka aku memandang perlu untuk menyajikan di hadapan anda saudara-saudaraku fillah, beberapa ayat dan hadits-hadits Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, mudah-mudahan akan mencegah dan menghalangi kita dari dosa besar, wabah penyakit berbahaya dan keburukan yang sangat nyata ini (riba).

 

Muharram 1427/ Februari 2006

Penulis

Download E-Book