1 Dzulhijjah

Hisab Hanya Prediksi, Tidak Lebih. Tidak Bisa Memastikan Terlihatnya Hilal

Posted on

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Bagian dari kaidah pokok dalam agama, bahwa ibadah yang dilakukan umat islam, dibangun di atas prinsip yakin. Karena itu, Allah melarang Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengikuti pendapat mayoritas manusia, yang sebagian besar mereka hanya mengikuti prasangka dan tebak-menebak saja.

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah menebak-nebak dusta. (QS. Al-An’am: 116)

Karena itu pula, Allah perintahkan kita agar melandasi setiap kegiatan kita dengan ilmu yang membuahkan yakin, bukan hanya dugaan dan prediksi.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al-Isra’: 36) Baca entri selengkapnya »