22 Desember

Kalimat yang Mengalahkan “Hari Ibu”

Posted on Updated on

Dahulu ada seorang dosen bahasa dari Mesir, dan saat pelajaran bahasa Arab, beliau bercanda bahwa dalam bahasa Arab ada sedikit “diskriminasi” terhadap kaum wanita. Dalam kaidah bahasa Arab, semua kata benda mudzakkar[1] yang tidak berakal bila dijadikan bentuk jamak atau plural maka ia berubah menjadi mu’annats. Beliau berkata:

“Lihatlah, bahasa Arab telah menjadikan kata benda tidak berakal sama dengan wanita.”

Ternyata candaan beliau tersebut ditanggapi serius oleh beberapa teman yang memiliki cara berpikir sedikit bebas dan seakan-akan pembela HAM yang mengusung tuntutan kesetaraan gender. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Mengapa Kita Tidak Perlu Merayakan Hari Ibu ?

Posted on

Islam mengajarkan untuk berbakti, berbuat baik dan ta’at kepada kedua orang tua (terutama Ibu) sepanjang hayat seorang anak, baik diwaktu pagi maupun petang, siang maupun malam. Karena orang tua adalah sebab yang dengan keduanyalah Allah menjadikan anak itu ada di dunia ini.

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيماً # وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia . Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. [Al-Israa’ : 23-24]

Berikut ini penjelasan yang sangat bagus dari Syaikh Wahid Abdussalam Bali -hafizhahullah-, tentang hukum merayakan Hari Ibu: Baca entri selengkapnya »

Hukum Merayakan Hari Ibu

Posted on

Dari Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kebiasaan kami, pada setiap tahun merayakan hari khusus yang disebut dengan istilah hari ibu, yaitu pada tanggal 21 Maret. Pada hari itu banyak orang yang merayakannya. Apakah ini halal atau haram. Dan apakah kita harus pula merayakannya dan memberikan hadiah-hadiah?

Jawaban
Semua perayaan yang bertentangan dengan hari raya yang disyari’atkan adalah bid’ah dan tidak pernah dikenal pada masa para salafus shalih. Bisa jadi perayaan itu bermula dari non muslim, jika demikian, maka di samping itu bid’ah, juga berarti tasyabbuh (menyerupai) musuh-musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hari raya-hari raya yang disyari’atkan telah diketahui oleh kaurn muslimin, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha serta hari raya mingguan (hari Jum’at). Selain yang tiga ini tidak ada hari raya lain dalam Islam. Semua hari raya selain itu ditolak kepada pelakunya dan bathil dalam hukum syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Baca entri selengkapnya »