Abu Bakar

‘Asyura Membuka Kedok Syi’ah Rafidhah

Posted on

Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad , keluarganya yang suci dan para sahabat beliau yang terbaik. Waba’du:

Kita Ahlussunnah mengenal Asyura adalah hari puasa pada tanggal 10 Muharram yang keutamaannya bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Dua bid’ah di hari Asyura

Namun qaddarallahu, Asyura’ juga bertepatan dengan mati syahidnya Husain radhiallahu’anhu. Ini tentu musibah besar, meski kalah besar dengan terbunuhnya Ali, Utsman, Umar radhiyallahu’anhum. Maka dalam hal ini, ada dua kelompok dari umat Islam yang menyimpang dari sunnah:

  1. Kelompok pertama menjadikan Asyura’ sebagai hari meratap dan menyiksa diri, dengan cara memukul-mukul kepala dan dada dengan tangan sambil menyanyi dengan nyanyian ratapan. Atau dengan memukul punggung dengan rantai dan pedang, dan melukai kepala dengan pisau atau pedang sampai berdarah lalu dipukul-pukul biar darah banyak mengalir dan biar pahala pun mengalir. Kelompok ini adalah kelompok Syiah yang di Indonesia menamakan diri sebagai Syiah Ahlul Bait lalu disingkat Ahlul Bait atau Jamaah Ahlul Bait. Tentu penamaan ini salah dan melecehkan istilah Ahlul Bait yang sangat dicintai oleh Ahlussunnah.
  2. Kedua adalah kelompok Nawashib yaitu musuh-musuh keluarga Nabi yang senang dengan wafatnya Husain sehingga mereka menjadikannya sebagai hari pesta dan kenduri.

Baca entri selengkapnya »

[AUDIO] Meneladani Kepemimpinan Abu Bakar dan Umar (Istiqlal, 22/06/2014)

Posted on

Bismillah

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan kepada kita semuanya kenikmatan dan kekuatan untuk kita selalu semangat di dalam menuntut ilmu syar’i.

Di hari Ahad, tanggal 22 Juni 2014 bertempat di Masjid Istiqlal Jakarta telah diselenggarakan sebuah kegiatan Tabligh Akbar Ilmiyah bersama Syaikh Ali Hasan Al Halaby Hafidzahullah, Beliau adalah seorang Ulama Ahlussunnah Yordania yang dengan izin Allah bisa hadir di Indonesia untuk memberikan tausiyah dan nasihat kepada kaum Muslimin Indonesia dalam sebuah tema “Meneladani Kepemimpinan Abu Bakar AshShidiq dan Ummar Bin Khattab Radhiyallahu’anhuma” yang diterjemahkan oleh Ustadz Firanda Andirja, MA.

Kegiatan ini diselenggarakan pada pukul 16.00-20.00 WIB dan terdiri dari 3 sesi. Dan berikut ini adalah hasil rekaman yang bisa kami bagikan untuk Anda semuanya yang mungkin di kesempatan tersebut tidak bisa hadir secara langsung dan ingin pula meraih manfaat dan faidah dari Tabligh Akbar tersebut.

Atau Anda bisa unduh di link berikut ini: Baca entri selengkapnya »

Balasan Sesuai Amal Perbuatan

Posted on Updated on

Balasan Sesuai Amal Perbuatan
Biarkan Syi’ah Menerima Balasan Atas Kekejian Mereka

Diantara bentuk hikmah dan keadilan Allah subhanahu wa ta’ala adalah Dia menjadikan balasan atas setiap amalan itu sesuai dengan amal perbuatan tersebut sehingga seorang yang berbuat baik akan merasa puas dengan balasan kebaikan yang diterimanya dan seorang yang fajir tidak akan pernah terzhalimi karena kefajirannya. Begitu banyak dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang membuktikan akan hal ini. Allah berfirman :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ # قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا # قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنسَىٰ

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. (Thaahaa : 124-126) Baca entri selengkapnya »

Pujian Ibnu Taimiyah Terhadap Ali Bin Abi Thalib ~radhiyallahu ‘anhu~

Posted on

‘Ali bin Abi Thalib di Mata Ibnu Taimiyah
Ali bin Muhammad Al-Qadiby

Ibnu Taimiyah memuji Ali bin Abi Thalib dibanyak Tempat dalam karangannya. Beliau menyanjung dan memposisikan beliau sebagai Kholifah keempat setelah Abu Bakr, Umar, dan Utsman Radhiyallaahu anhum layaknya manhaj Ahlussunnah Waljamaah. Hal itu sangat jelas dan lugas nampak bagi para pembaca kitab-kitab Syaikh. Aku tidak mengetahui bagaimana mungkin pandangan Ahli bid’ah dan para pencela Syaikhul Islam terlewatkan dari hal-hal tersebut.

Aku telah mengumpulkan sebagiannya pada pembahasan ini agar dibaca oleh setiap penulis dan para Pencari kebenaran serta untuk mencerahkan mata Ahlussunnah agar tidak nampak didada mereka gangguan ahli bid’ah terhadap Ibnu Taimiyah ketika mereka menelaah tuduhan-tuduhan dzolim tersebut.

Saya Banyak menukil dari Kitab Minhajussunnah karena kitab tersebut merupakan acuan utama para penghujat dan penuduh Ibnu Taimiyah. Penyebabnya adalah Baca entri selengkapnya »

Shalat Tarawih Bid’ah ??!

Posted on

Salah satu diantara prinsip syiah dua belas imam yang berkembang di Iran adalah menolak semua ajaran islam yang dilestarikan para sahabat. Karena mereka menganggap para sahabat telah berkhianat dan menyelewengkan syariat. Salah satunya adalah shalat tarawih. Syiah mengklaim, tarawih adalah ajaran Umar yang belum pernah ada di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. dan karenanya, bagi orang syiah, tarawih adalah bid’ah.

Dalam dialog yang ditayangkan pada video di atas, ada satu orang syiah bertanya: ‘Bukankah bulan Ramadhan itu penuh berkah, mengapa syiah sendiri justru anti-tarawih?’ Baca entri selengkapnya »