adab berdo’a

Hukum Berdo’a Di Kuburan

Posted on

do'a ziarah kubur
do’a ziarah kubur

Sebagaimana telah maklum bahwa do’a merupakan salah satu ibadah yang amat agung dalam agama Islam. Allâh telah memotivasi umat manusia untuk memohon pada-Nya dan berjanji untuk mengabulkan permohonan mereka. Namun di lain sisi Dia telah mensyariatkan berbagai adab dalam berdo’a. Di antaranya: menentukan tempat dan waktu pilihan, yang lebih mustajab.

Namun, setan berusaha menyesatkan para hamba dengan mengiming-imingi mereka tempat dan waktu yang diklaim mustajab, padahal tak ada petunjuk agama tentangnya. Tidak sedikit manusia yang terjerat ranjau tersebut. Sehingga mereka lebih memilih berdo’a di kuburan dan tempat-tempat [yang dianggap] keramat, dibanding berdo’a di masjid. Lebih parah lagi, ada yang begitu khusyu’ menghiba dan memohon kepada sahibul kubur! Alih-alih mendo’akan si mayit, malah berdo’a kepadanya! Padahal mestinya peziarah mendo’akan si mayit bukan memohon kepada si mayit. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Bulan Ramadhan, Perbanyak Do’a

Posted on

Diantara rangkaian ayat-ayat dalam surat Al-Baqarah yang berbicara tentang masalah puasa ada sebuah ayat yang menarik yang jika dibaca sepintas ia keluar dari tema puasa. Tapi melalui tulisan berikut ini kita akan mengetahui -insya Allah- rahasia dari diletakkannya ayat tersebut diantara ayat-ayat yang berbicara tentang puasa. Selamat menyimak. Semoga bermanfaat!

Allah Subhanahu wa Ta’ala befirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada-Mu (wahai Muhammad) tentang Aku, maka (sampaikanlah) sesungguhnya Aku dekat, Aku menjawab permohonan doa yang dipanjatkan kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu mendapatkan petunjuk” [al-Baqarah/2:186] Baca entri selengkapnya »

Tahukah Anda, Do’a yang Paling Sering Dilantunkan Oleh Nabi Kita?

Posted on Updated on

Siapa saja ingin meraih kebaikan sebanyak-banyaknya di dunia ini. Demikian pula untuk akhiratnya, ia pun berharap memperoleh kenikmatan, hingga kehidupannya menyenangkan, jauh dari siksa neraka yang membinasakan.

Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu, menceritakan upaya untuk bisa meraih kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, sangat menjadi perhatian serius dalam doa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam . Doa inipun menjadi doa yang sering beliau Shallallahu alaihi wa sallam lantunkan.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dari Anas Radhiyallahu anhu , ia berkata: “Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling sering diucapkan ialah: “Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”. [al-Bukhâri no. 6389 dan Muslim no. 2690]. Baca entri selengkapnya »

Mengangkat Tangan Saat Berdo’a: Antara Pengagum dan Pencela (Bag 2)

Posted on Updated on

Pada dua edisi yang lalu saya katakan bahwa pembahasan mengenai mengangkat tangan saat berdo’a ini masih menyisakan beberapa permasalahan yaitu :

  1. Mengangkat tangan menunjukkan bahwa Alloh Ta’ala berada di atas Arsy
  2. Apakah dengan disunnahkannya mengangkat tangan maka berarti setiap kali berdo’a di segala tempat dan keadaan juga harus mengangkat tangan ? ataukah butuh perincian ?
  3. Apakah di syari’atkan mengusapkan telapak tangan ke wajah seusai berdo’a ?
  4. Bagaimana menjawab beberapa hadits yang dhohirnya mengatakan bahwa mengangkat tangan itu hanya untuk do’a istisqo’ (minta hujan) saja ?

Insya Alloh permasalahan ini akan kita bahas pada edisi ini. Kita mohon pada Alloh Ta’ala untuk selalu membimbing kita dalam meniti jalan kebenaran. Wallohul Muwaffiq Baca entri selengkapnya »

Do’a Nabi, Do’a Terbaik

Posted on Updated on

Sungguh indah apa yang dinyatakan oleh Imam Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr Al Qurthubi rahimahullah, beliau mengatakan,

فَعَلَى الْإِنْسَانِ أَنْ يَسْتَعْمِلَ مَا فِي كِتَابِ اللهِ وَصَحِيْحِ السُّنَّةِ مِنَ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَاهُ وَلاَ يَقُوْلُ أَخْتَارُهُ كَذَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدِ اخْتَارَ لِنَبِيِّهِ وَأَوْلِيَائِهِ وَعَلَّمَهُمْ كَيْفَ يَدْعُوْنَ

”Seyogyanya seorang menggunakan do’a-do’a yang tercantum dalam Al Qur-an dan berbagai hadits yang shahih (valid berasal dari nabi-peny) serta meninggalkan berbagai do’a yang tidak bersumber dari keduanya. Janganlah ia mengatakan, “Saya telah memilih do’a[2] sendiri (untuk diriku)”, karena Allah ta’ala telah memilihkan dan mengajarkan berbagai do’a kepada nabi dan para wali-Nya (dalam Al Qur-an dan sunnah nabi-Nya) ”.[3] Baca entri selengkapnya »

Hukum Berdo’a Dengan Selain Bahasa Arab

Posted on

Seringkali ada yang mengajukan pertanyaan, “Bolehkah berdo’a dengan bahasa non Arab?

Semoga penjelasan berikut bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Berdo’a dengan Bahasa Non Arab

Syaikh Sholih Al Munajid hafizhohullah dalam situs beliau Al Islam Sual wa Jawab memberikan penjelasan,

“Jika orang yang shalat mampu berdoa dengan bahasa Arab, maka ia tidak boleh berdo’a dengan bahasa selainnya. Namun jika orang yang shalat tersebut tidak mampu berdo’a dengan bahasa Arab, maka tidak mengapa ia berdo’a dengan bahasa yang ia pahami sambil ia terus mempelajari bahasa Arab (agar semakin baik ibadahnya, -pen). Baca entri selengkapnya »

Mengangkat Tangan Saat Berdo’a: Antara Pengagum dan Pencela (Bag. 1)

Posted on

Pernah suatu ketika saya menyampaikan sebuah khutbah jum’at tentang adab-adab berdo’a dan bagaimana caranya agar do’a tersebut dikabulkan oleh Alloh Ta’ala. Di antara yang saya sebutkan saat itu adalah bahwasannya mengangkat tangan saat berdo’a adalah salah satu sebab terkabulnya do’a, lalu saya menyebutkan beberapa hadits shohih yang berhubungan dengan masalah ini yang dalam perkiraan saya insya Alloh diterima oleh orang-orang yang ingin mencari kebenaran. Namun ternyata buntutnya melenceng dari yang saya bayangkan sebelumnya. Hujatan, celaan, sindiran atau lainnya yang semisal banyak berdatangan.

Sebagian dari mereka mengatakan : “Khutbah tadi akan membuat organisasi lain bertepuk tangan kegirangan.” Ada lagi yang mengatakan : “Kalau memang itu benar, lalu kenapa para kyai-kyai warok (besar) itu tidak pernah mengajarkannya ?” Ada lagi yang lebih lucu mengatakan : “Kalau ingin menyampaikan masalah seperti itu harus dimusyawarahkan terlebih dahulu.” dan masih banyak lagi. Baca entri selengkapnya »