adzab

Tafsir Surat Al-Humazah : Hukuman Bagi Pencela yang Suka Mengumpulkan Harta

Posted on Updated on

HUKUMAN PENCELA YANG SUKA MENGUMPULKAN HARTA
Oleh: Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc, M.A.
Pengajar di Darul-Qur’an Wal-Hadits OKU Timur, Sumatera Selatan
(kuncikebaikan.com)

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ﴿١﴾الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ﴿٢﴾يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ﴿٣﴾كَلَّا ۖ لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ﴿٤﴾وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ﴿٥﴾نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ﴿٦﴾الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ﴿٧﴾إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ﴿٨﴾فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ

(1) Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, (2) yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. (3) Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya. (4) Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. (5) Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (6) (yaitu) api (yang disediakan) Allâh yang dinyalakan, (7) yang (membakar) sampai ke hati. (8) Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (9) (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. [Al-Humazah/104:1-9] Baca entri selengkapnya »

Iklan

[Peringatan untuk Kaum LGBT] Kisah Nabiyullaah Luuth ‘alaihissalam dan Kaum yang Melampaui Batas

Posted on Updated on

Nama dan nasab beliau adalah Luuth bin Haaraan bin Taarikh (yaitu Aazar sebagaimana telah disebutkan pada kisah Ibraahiim ‘Alaihissalaam). Dengan begitu, Nabi Luuth adalah putra saudara Nabi Ibraahiim dan keponakannya, karena Ibraahiim, Haaraan dan Naahuur adalah saudara kandung. Nabi Luuth diutus menjadi seorang Nabi pada masa hidup Nabi Ibraahiim, beliau berhijrah dari daerahnya bersama pamannya, Al-Khaliil Ibraahiim untuk kemudian berpisah dengannya menuju ke daerah yang Allah Ta’ala telah perintahkan beliau untuk berdakwah.

Nabi Luuth menetap di daerah yang bernama Saduum (Sodom), sebuah daerah yang menjadi bagian negeri Ghaurzughar. Saduum adalah ibukota negeri tersebut, memiliki tanah yang subur, perdagangan yang banyak dengan beberapa daerah yang masih masuk ke dalam wilayahnya. Namun daerah tersebut memiliki penduduk yang amat fajir, amat kufur dan seburuk-buruknya sifat yang dimiliki oleh manusia pada zamannya, mereka merampok di tengah jalan, mereka mendatangi penyeru kemungkaran dan mereka tidak melarang orang dari kemungkaran yang mereka perbuat, sungguhlah amat buruk perbuatan-perbuatan mereka. Baca entri selengkapnya »

Mengintip Sisi Lain Dari Musibah Banjir

Posted on

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du, Pembaca yang budiman,

Kita semua tentu sangat berharap agar hujan yang Allah turunkan menjadi rahmat dan bukan adzab. Namun tidak semua harapan bisa menjadi realita. Hujan yang kita harapkan menjadi rahmat, ternyata justru menjadi tentara Allah yang siap menghukum kita, dan menjadi azab bagi mereka yang durhaka. Hujan bak pisau bermata dua, bisa menguntungkan dan sekaligus bisa merugikan.

Tentunya anda masih ingat peristiwa yang pernah terjadi di zaman Nabi Nuh ‘alaihis salam. Bagaimana Allah membalas keangkuhan umat Nuh denagn hujan dan air yang berlimpah.

فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاء بِمَاء مُّنْهَمِرٍ { } وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًا فَالْتَقَى الْمَاء عَلَى أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ

“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan.” (QS. Al Qamar: 11-12). Baca entri selengkapnya »

2 Sebab Kenapa Allah Tidak Menimpakan Adzab di Dunia

Posted on

2 Sebab Allah tidak Akan Memberikan Adzab di Dunia

Ada 2 sebab Allah tidak menurunkan adzab bagi umat manusia ketika di dunia. Sebab pertama telah tiada, sebab kedua, masih ada hingga akhir zaman.

Allah berfirman,

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Allah tidak akan menyiksa mereka selama kamu ada di tengah mereka. Dan Allah tidak akan menghukum mereka, sementara mereka memohon ampun. (QS. al-Anfal: 33).

Ayat ini berbicara tentang tantangan orang musyrikin quraisy, diantaranya Abu Jahal yang mengharap datangnya siksa jika memang mereka terbukti bersalah. Mereka menantang dengan sombong:

وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Ingatlah, ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (QS. al-Anfal: 32) Baca entri selengkapnya »

Nasihat Untuk yang Masih Belum Bertaubat Atau Ragu Untuk Bertaubat

Posted on

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Tulisan ini saya tujukan pertama kali kepada diri saya pribadi dan seluruh saudara seiman…

Tulisan ini saya tujukan kepaada siapa saja yang terjerumus ke dalam maksiat bahkan AKHIRNYA KEBIASAAN KEMUDIAN KECANDUAN.

Tulisan ini saya tujukan kepada siapa saja yang masih melakukan kesyirikan dalam segala bentuknya, yang masih melakukan maksiat dan dosa terutama dosa besar; membunuh, berbuat sihir, meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa uzdur, tidak membayar zakat, durhaka kepada kedua orangtua, makan harta riba, sengaja tidak berpuasa Ramadhan tanpa uzdur, minum khamr, judi, berzina, homoseksual, korupsi dan lain-lainnya. Baca entri selengkapnya »

PERINGATAN KEPADA KAUM GAY, LESBIAN, (HOMOSEKSUAL)

Posted on Updated on

DALIL DARI SUNNAH TENTANG HARAMNYA HOMOSEKSUAL

[a]. Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Artinya:

“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya”

[HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]

[b]. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Artinya:

“Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth”

[HR Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad] Baca entri selengkapnya »