Ahli Hadits

[Ebook] Sejarah Kodifikasi Hadits Nabawi

Posted on

Alhamdulîllâhi, kali ini kami (abusalma.wordpress.com) dapat menghadirkan sebuah ebook (electronic book) ke hadapan para pembaca sekalian, sebuah buku yang ditunggu-tunggu oleh para thullâbul ‘ilmi (penuntut ilmu) dan pencinta ‘Ulūmul Hadîts. Buku ini adalah buah karya dari Fadhîlatusy Syaikh ‘Abdul Ghoffâr Hasan ar-Rahmânî Rahimahullôhu, seorang ahli hadîts kenamaan dari benua India yang menjelaskan sejarah ringkas kodifikasi hadîts.

Tidak samar atas kita, bahwa India merupakan gudangnya Ahlul Hadîts kenamaan. Di negeri ini, muncul orang-orang seperti Muhammad Hayat as-Sindî (salah satu gurunya al-Imâm Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb), Shiddiq Hasan Khân, Walîyullôh ad-Dihlâwî, ‘Abdurrohman al-Mubârokfūrî, Badî’uddîn Syah ar-Rasyîdî, dan lain lain rohimahumullôhu jamî’an. Hingga hari ini, kita masih mendengar pakar hadîts dari India, semisal Syaikh Ihsân Ilâhî Zhâhir (penulis ternama), Washîyullôh al-‘Abbâs (guru besar hadits Universitas Ibnu Su’ud), Zubair ‘Alî az-Zâ’î (Syaikhul hadîts India), Muhammad Râ`is an-Nadwî (Syaikhul hadîts India), Shafîyurrahmân al-Mubârokfūrî (penulis ar-Rahîqul Makhtūm), Muhammad Musthofâ al-A’zhamî (guru besar Universitas Ibnu Su’ud), Hâfizh Ahmadullâh (Dosen hadîts Jâmi’ah Salafîyah Faysalabad) dan lain-lain. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pujian Ulama Dunia Terhadap Syaikh Al-Albaniy

Posted on

Pengakuan para Ulama terhadap Syaikh Al-albani ,yang sebagian di antara Ulama itu adalah para Muhaddist ,bahkan yang berseberangan faham dengan beliau,tapi semuanya mengakui bahwa beliau seorang Muhaddist besar :

1) Doktor Yusuf Al-Qordhowi seorang Tokoh besar Jama’ah Ikhwanul Muslimin Berkata: Syaikh Albaniy adalah seorang Muhaddits (Ahli hadits) dari negeri Syam.

2) Doktor Yusuf Al-Qordhowi Berkata: Syaikh Albaniy adalah seorang Ahli hadits yang masyhur (terkenal) dari zaman dulu dengan ilmu takhrij haditsnya dan menurutku Syaikh Albaniy adalah Ulama hadits yang paling masyhur pada zaman sekarang ini dan Ulama yang spesifik dalam ilmu takhrij hadits baik dalam menshohihkan dan melemahkan hadits.

3) Syaikh Abu Faidh Ahmad bin Ash-Shiddiq Al-Ghumari seorang Ahli hadits Sufi Thoriqoh Asy-Syadziliyyah Berkata: Syaikh Nashiruddin Al-Albaniy ketika hijroh ke Dimasyq Syiria dan Beliau belajar bahasa arab maka Saya menerima atas ilmu haditsnya dan sangat mengokohkannya sekali. Baca entri selengkapnya »

Barisan Ulama Pembela Sunnah : Haramnya Mencela Ulama dan Meremehkan Mereka

Posted on Updated on

Sesungguhnya mencela ulama’ dan menghina mereka merupakan jalannya orang yang menyimpang dan sesat. Yang demikian itu karena sesungguhnya mencela ulama bukanlah celaan terhadap diri-diri mereka, akan tetapi itu adalah celaan terhadap agama, dakwah yang mereka emban, dan agama yang mereka anut.

Mencela ulama hukumnya haram karena mereka termasuk muslimin, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِى شَهْرِكُمْ هَذَا فِى بَلَدِكُمْ هَذَا

“Sesungguhnya darah-darah kalian, harga diri – harga diri kalian, haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini, dalam bulan kalian ini, di negeri kalian ini.” ( Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam Shahihnya 8/198 dan Muslim di dalam Shahihnya 5/108 ). Baca entri selengkapnya »

Kemuliaan Pembawa Hadits Rasulullah [Plus! Download Audio]

Posted on Updated on

Ditulis oleh: Ustadz Abdullah Taslim, MA.

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِت رصي الله عنه قاَلَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: ((نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ — وَفِيْ لَفْظٍ: فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا — حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ)).

Dari Zaid bin Tsabit rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghapalnya’ —dalam lafadz riwayat lain, ‘lalu dia memahami dan menghapalnya—, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain), terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahaminya’.” (Hadits yang shahih dan mutawatir).

TAKHRIJ HADITS DAN DERAJATNYA
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud no. 3660, at-Tirmidzi no. 2656, Ibnu Majah no. 230, ad-Darimi no. 229, Ahmad 5/183, Ibnu Hibban no. 680, ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir no. 4890, dan imam-imam lainnya.

Hadits ini adalah hadits yang shahih dan mutawatir, karena diriwayatkan oleh lebih dari dua puluh orang sahabat rodhiyallohu ‘anhum Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam, dan diriwayatkan dari berbagai jalur yang banyak sekali [1]. Baca entri selengkapnya »

Syaikh Al-Albani: Ahli Hadits yang Terdzalimi

Posted on Updated on

Dewasa ini kecintaan dan penghormatan terhadap ulama sangat minim sekali, bahkan betapa derasnya hujan celaan, penghinaan, kedustaan dan tuduhan pada mereka, baik karena faktor kejahilan, hawa nafsu, fanatik madzhab, cinta popularitas atau mungkin karena semua faktor tersebut!!.[1]

Seperti halnya para ulama Salaf lainnya, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani tak luput dari serbuan celaan, hinaan dan tuduhan. Beliau sendiri pernah berkata:

“Aku banyak dizhalimi oleh orang-orang yang mengaku berilmu, bahkan sebagian di antara mereka ada yang dianggap bermanhaj Salaf seperti kami. Namun -kalau memang benar demikian- berarti dia termasuk orang yang hatinya terjangkit penyakit hasad dan dengki.”[2]

Semua itu tidaklah aneh, karena memang setiap orang yang mengajak manusia kepada al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai pemahaman para Sahabat, pasti mendapatkan resiko dan tantangan dakwah. Alangkah bagusnya perkataan Waraqah bin Naufal kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمَا جِئْتَ بِهِ إِلاَّ عُوْدِيَ

“Tidak ada seorang pun yang datang dengan mengemban ajaranmu kecuali akan dimusuhi.”[3] Baca entri selengkapnya »