Ahlul Bait

Download Himpunan Fatwa Ulama Syi’ah (Edisi Takfir)

Posted on Updated on

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh, saudara-saudariku kaum Muslimin. Di saat sebagian kita masih dapat merasakan nikmatnya tidur dan beristirahat di dalam rumah yang nyaman, dan melahap penuh nikmat berbagai macam makanan, sesungguhnya ada pula dari saudara antum disini yang telah berusia 60 tahunan tengah dilanda musibah berupa rasa lapar. Tidak lain beliau adalah orang tua kami sendiri. Dan hal itulah yang membuat kami dalam beberapa bulan ini fakum dari menulis di blog ini, padahal masih banyak yang ingin kami tulis sebagai peringatan kepada para juhala pencela ulama.

Segala macam jalan usaha telah kami telusuri namun jalan tersebut kembali buntu hingga pada akhirnya kami ingin mengusahakan apa yang kami posting berikut ini, yaitu sebuah buku berformat PDF dengan judul “Himpunan Fatwa Ulama Syi’ah (Edisi Takfir)” dimana isinya seputar takfir/pengkafiran para ulama Syi’ah kepada para Shahabat radhiyallaahu ‘anhum dan kaum Muslimin melebihi apa yang pernah kami posting di blog lama kami yang khusus membahas Syi’ah yaitu : jaser-leonheart.blogspot.com . Baca entri selengkapnya »

Iklan

[E-Book] 62 Tanya-Jawab Tentang Syi’ah Bersama Ibnu Taimiyah

Posted on

Inilah pertanyaan dan jawaban seputar ajaran Rafidhah yang pantas dijuluki dengan Syi’ah, Imamiyah, Ja’fariyah, dan Itsna ‘Asyariyah. Ini adalah sebutan yang berbeda-beda yang menunjukkan makna yang sama, sekte yang sama, yaitu sekte Syi’ah yang paling besar pada zaman ini.

Jawaban-jawaban berasal dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Minhajus Sunnah. Siapa saja yang ingin memperluas ( wawasan ) maka bacalah buku ini. Ini merupakan jawaban-jawaban pendek sesuai perkataan Syaikhul Islam tanpa ada penambahan apa pun. Dan perkataan Syaikhul Islam mengindikasikan keluasan wawasannya terhadap ajaran mereka, perkataan mereka serta riwayat-riwayat mereka. Sungguh Syaikhul Islam telah meruntuhkan pondasi bangunan mereka, maka runtuhlah atap bangunan menimpa mereka, maka pilar-pilar mereka roboh , pondasi-pondasi mereka hancur, mereka tidak bisa membantah hujjah-hujjahnya, tidak bisa memprotes perkataannya, karena dalil-dalil bersifat naqli dan aqli, serta diskusi yang sejuk di atas landasan-landasan yang benar dan membangun, maka mereka pun bungkam dan berpaling, seolah mereka keledai yang lari tunggang langgang dari singa. Semoga Allah merahmati Syaikhul Islam, memperbanyak pahalanya, serta mengangkat derajatnya. Baca entri selengkapnya »

[EBOOK] Mengapa Saya Keluar Dari Syi’ah Karya Sayyid Husain Al-Musawi (Terjemah Bahasa Melayu)

Posted on

Sayyid Husain al-Musawi bukanlah nama yang asing di kalangan Syi’ah. Beliau adalah ulama besar Syi’ah yang lahir di Karbala dan belajar di sebuah “Hauzah” di kota Najaf yang dikenal sebagai kota ilmu di Iran, hingga mendapatkan gelar mujtahid dari Sayyid Muhammad Husain Ali Kasyif al-Ghitha. Selain itu beliau juga mempunyai kedudukan yang istimewa di sisi Khomeini.

Setelah melalui pengembaraan spiritual yang panjang akhirnya beliau mendapatkan hidayah dari Allah dan menemukan banyak kesesatan dan penyimpangan dalam ajaran Syi’ah yang selama ini dianutnya. Beliau pun memutuskan keluar dari Syi’ah dan masuk ke dalam ahlus sunnah dan menulis buku ini.

Setelah keluarnya buku yang beliau tulis ini, para ulama di kota Najaf pun mengeluarkan fatwa tentang kafirnya Sayyid Husain Al-Musawi dan menyatakan hukum-hukum atas orang kafir berlaku atasnya, dan semua gelar kelimuannya dicabut. Baca entri selengkapnya »

Adakah Amalan Khusus Di Bulan Muharram?!

Posted on Updated on

Adakah Amalan Khusus di Bulan Muharram?

Mendapati bulan Muharram merupakan kenikmatan tersendiri bagi seorang mukmin. Karena bulan ini sarat dengan pahala dan ladang beramal bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan hari esoknya. Memulai awal tahun dengan ketaatan, agar pasti dalam melangkah dan menatap masa depan dengan optimis.

Abu Utsman an-Nahdi (Lihat biografinya dalam Tahdzibut Tahdzib 6/249 oleh Ibnu Hajar.) mengatakan: “Adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama: Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharram”. [Lathoiful Ma’arif hal.80]

Berikut ini amalan-amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan ini: Baca entri selengkapnya »

‘Asyura Membuka Kedok Syi’ah Rafidhah

Posted on

Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad , keluarganya yang suci dan para sahabat beliau yang terbaik. Waba’du:

Kita Ahlussunnah mengenal Asyura adalah hari puasa pada tanggal 10 Muharram yang keutamaannya bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Dua bid’ah di hari Asyura

Namun qaddarallahu, Asyura’ juga bertepatan dengan mati syahidnya Husain radhiallahu’anhu. Ini tentu musibah besar, meski kalah besar dengan terbunuhnya Ali, Utsman, Umar radhiyallahu’anhum. Maka dalam hal ini, ada dua kelompok dari umat Islam yang menyimpang dari sunnah:

  1. Kelompok pertama menjadikan Asyura’ sebagai hari meratap dan menyiksa diri, dengan cara memukul-mukul kepala dan dada dengan tangan sambil menyanyi dengan nyanyian ratapan. Atau dengan memukul punggung dengan rantai dan pedang, dan melukai kepala dengan pisau atau pedang sampai berdarah lalu dipukul-pukul biar darah banyak mengalir dan biar pahala pun mengalir. Kelompok ini adalah kelompok Syiah yang di Indonesia menamakan diri sebagai Syiah Ahlul Bait lalu disingkat Ahlul Bait atau Jamaah Ahlul Bait. Tentu penamaan ini salah dan melecehkan istilah Ahlul Bait yang sangat dicintai oleh Ahlussunnah.
  2. Kedua adalah kelompok Nawashib yaitu musuh-musuh keluarga Nabi yang senang dengan wafatnya Husain sehingga mereka menjadikannya sebagai hari pesta dan kenduri.

Baca entri selengkapnya »

Bolehkah Seorang Syarif (Habib) Menikahkan Puterinya Dengan Selain Kalangan Asyraf (Habaib)?

Posted on

Soal: Bagaimana hukumnya seorang syarif *) menikahkan putrinya dengan orang yang bukan dari kalangan asyraf?

Jawab:

Tidak mengapa seorang syarif menikahkan putrinya dengan orang yang bukan syarif jika memang putrinya tersebut rela.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam menikahkan putri-putri beliau dengan sebagian sahabat yang bukan dari Bani Hasyim. Semisal Utsman bin Affan dan Abul ‘Ash bin Ar Rabi’ radhiallahu’anhum.

Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu juga menikahkan putrinya dengan Umar bin Khatab radhiallahu’anhu.

Demikian juga Sukainah bin Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib pernah menikah dengan empat orang lelaki yang bukan dari Bani Hasyim. Demikianlah praktek para salaf terdahulu dan hal ini tidak bisa diingkari. Baca entri selengkapnya »

[KISAH NYATA] Kunjungan Wanita Syi’ah (Membungkam Syubhat Misionaris Syi’ah)

Posted on

Saudari Aisyah Salsabila menceritakan awal mula sebelum terjadinya dialog antara dia ditemani abangnya bersama tamu wanita dari golongan Syi’ah dan Ustadz (baca : Misionaris) dari golongan syi’ah,

Tadi pagi aisyah sebelum pergi ke masjid mengisi kajian ibu-ibu dekat rumah, Aisyah mampir dulu kerumah sepupu ingin mengambil kitab fiqih sunnah yang beberapa hari yg lalu aisyah pinjamkan kepadanya karena aisyah mau bawa ke pengajian..  Ternyata dirumahnya sedang ada tamu yang penampilannya sangat islami.

Kemudian Aisyah tanya sepupu Aisyah,

saya: siapa mereka?

sepupu: mereka itu teman ku sewaktu SMA. Baca entri selengkapnya »

Diantara Keutamaan Fathimah Az-Zahra, Tidak Pernah Haidh dan Nifas ?!

Posted on

Assalamu’alaikum, afwan out of topic.

Apakah benar Fatimah binti Muhammad tak pernah haidh seperti yang dikatakan media dakwah seperti dibawah ini,

“Taukah Anda siapa Wanita didunia ini yang tidak pernah mengalami Haid..??
Jawabnya adalah Siti Fatimah Az-Zahra Binti Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam bin Abdullah bin Abdul Muthalib…
Istri dari Sayidina `Ali Bin Abu Thalib
Ibu dari Sayidina Hasan & Husain..
Keistimewaan ini menjadikan Rasulullah memberikan gelar khusus kepada Fatimah, yaitu “Al-Batul” salah satu maknanya adalah “ORANG SUCI”.
Aisyah berkata bahwa Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wasallam bersabda:
“Ketika aku dalam perjalankan ke langit, aku dimasukkan ke syurga, lalu berhenti di sebuah pohon dari pohon-pohon syurga. Aku tidak melihat yang lebih indah dari pohon yang satu itu, daunnya paling putih, buahnya paling harum. Kemudian, aku mendapatkan buahnya, lalu aku makan. Buah itu menjadi nuthfah di sulbi-ku. Setelah aku sampai di bumi, aku berhubungan dengan Khadijah, kemudian ia mengandung Fatimah. Setelah itu, setiap aku rindu aroma surga, aku menciumi Fatimah.”
(Tafsir Ad-Durrul Mantsur tentang surat Al-Isra’: 1; Mustadrak Ash-Shahihayn 3: 156)”

Dari Zia Ulhaq Baca entri selengkapnya »

Keluarga (Ahlul Bait) Nabi Lebih Alim Dari Para Shahabat ?!

Posted on

— Diantara syubhat yang sering dilontarkan oleh kaum Syi’ah Rafidhah kepada kaum muslimin adalah tentang ketinggian ilmu para ahlul bait yang lebih tinggi daripada ilmunya para Shahabat yang bukan dari kalangan ahlul bait. Syubhat ini semata-mata mereka lontarkan untuk mengelabui kaum muslimin agar mengikuti ajaran Rafidhah. Ingat! Ajaran Rafidhah tidak sama dengan ajaran Ahlul Bait. Apa yang diajarkan oleh ahlul bait sama dan saling melengkapi dengan apa yang diajarkan oleh para Shahabat —

Syi’ah mengatakan: “cobalah jawab, mana yg harusnya lebih tahu tentang Islam yang dibawa Nabi, keluarga beliau, ataukah para sahabat beliau?! Bukankah seharusnya keluarga beliau adalah orang yang paling banyak tahu tentang Islam?!Baca entri selengkapnya »

Sejarah Berdarah Daulah Shafawi Rafidhi (Cikal Bakal Republik Syi’ah Iran) [3/3]

Posted on

Sejarah Berdarah Daulah Shafawi Rafidhi
Memaksa Muslimin Menjadi Rafidhah & Bersekutu Dengan Salibis Memerangi Daulah Islam Turki Utsmani

Telah kita simak di tulisan-tulisan sebelumnya bagaimana Daulah Shafawiyah didirikan, ideologi yang mereka sebarkan, dan kebijakan-kebijakan yang mereka terapkan terhadap umat Islam di negaranya maupun di dunia secara umum. Di era modern ini, ada sebuah negara yang mengusung ideologi sama dengan Daulah Shafawi yakni ideologi Syiah, negara tersebut menamakan diri mereka dengan Republik Islam Iran.

Terletak di geografi yang sama dengan pusat pemeritanhan Daulah Shafawi, Iran berusaha menggantikan peranan kerajaan Syiah di abad pertengahan itu dengan mengaplikasikan kebijakan keluarga Shafawi di era modern ini. Pada tulisan ketiga ini, topik utamanya adalah tentang siapakah yang memerintah Iran. Dengan mengetahui siapakah yang memerintah Iran, akhirnya penulis serahkan kepada para pembaca menggeliat dalam daya kritisnya mendudukkan posisi Iran di dunia Islam atau bahkan politik internasional. Baca entri selengkapnya »

Sejarah Berdarah Daulah Shafawi Rafidhi (Cikal Bakal Republik Syi’ah Iran) [2/3]

Posted on Updated on

Sejarah Berdarah Daulah Shafawi Rafidhi
Memaksa Muslimin Menjadi Rafidhah & Bersekutu Dengan Salibis Memerangi Daulah Islam Turki Utsmani

Tidak berlebihan jika kita katakan berdirinya Daulah Shafawi di Iran merupakan bencana bagi umat Islam secara umum dan Iran secara khusus. Iran yang selama 900 tahun merupakan wilayah Sunni yang banyak menyumbang nilai-nilai peradaban Islam dan mencetak imam-imam besar Ahlussunnah wal Jamaah semisal Imam Bukhari dan Muslim dalam ilmu hadist, Imam Syibaweih dan al-Farahidi dalam ilmu gramatika bahasa Arab, al-Biruni dalam ilmu-ilmu eksak, dll. Namun, dengan berdirinya Daulah Syiah Shafawi di Iran, jejak-jejak kemajuan yang sudah digariskan oleh ilmuan-ilmuan Islam berubah arah. Arah kemajuan yang selama ini telah dicapai, berubah menjadi ketidakstabilan karena gejolak permusuhan dan konflik.

Pemaksaan doktrin Syiah oleh anak keturanan Shafiyuddin Ishaq al-Ardabili di wilayah Iran yang tatkala itu mayoritas Sunni membuahkan ketidak-adilan, pertumpahan darah, dan pembantaian.

Jadi, perhatikanlah sejarah Syiah di Iran selama masa pemerintahan Daulah Shafawiyah (907-1148 H/1507-1735 M). Kebijakan mereka adalah menindas Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah mereka, menampakkan permusuhan dan peperangan terhadap Turki Utsmani, dan menjalin kerja sama dengan negara-negara Salib Eropa. Baca entri selengkapnya »

Sejarah Berdarah Daulah Shafawi Rafidhi (Cikal Bakal Republik Syi’ah Iran) [1/3]

Posted on Updated on

Sejarah Berdarah Daulah Shafawi Rafidhi
Memaksa Muslimin Menjadi Rafidhah & Bersekutu Dengan Salibis Memerangi Daulah Islam Turki Utsmani

Dalam perjalanan sejarah Islam terdapat beberapa negeri yang memiliki pemikiran yang menyimpang dan melakukan kekerasan terhadap umat Islam untuk memaksakan pemikiran mereka. Seperti yang dilakukan negeri-negeri berpaham Syiah semisal; Daulah Fatimiyah, Qaramithah, Buwaihiyah, dan Shafawiyah. Cara negeri-negeri ini bergaul dengan masyarakat Islam yaitu dengan cara permusuhan, menolak pemikiran-pemikiran pihak lain dengan kekerasan dan terorisme, siapa saja yang menolak pemikiran mereka, maka kematian adalah jawaban yang tak terbantahkan. Selain itu, negara-negara ini tidak malu-malu menjalin aliansi dengan negara-negara Salib saat Perang Salib antara muslim dan Kristen sedang berkecamuk.

Oleh karena itu, apa yang hendak kami sampaikan ini sangat penting untuk kita petik hikmahnya agar kita bisa memahami realitas kekinian dengan membandingkan apa yang terjadi pada sejarah kita. Tidak diragukan lagi, dan kita melihat dengan mata kepala kita bahwa apa yang terjadi di masa lampau terulang kembali di era modern ini. Sulit bagi kita memahami apa yang terjadi saat ini, kecuali dengan membandikannya dengan peristiwa-peristiwa di masa lalu yang mirip keadaannya dengan masa kini.

Jika kita mendalami sejarah, maka kita bisa menentukan sikap dimana kita akan meletakkan kaki kita. Dengan memahami sejarah Daulah Shafawi, maka kita bisa melihat negara mana di era modern ini yang rekam jejaknya mirip dengan Daulah Shafawi. Baca entri selengkapnya »

Apakah Abu Thalib Paman Nabi Mati Dalam Keadaan Kafir?

Posted on Updated on

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Sebelumnya kami perlu sampaikan bahwa pembahasan tentang status islam dan tidaknya Abu Thalib, bukan dalam rangka main vonis takfir atau kapling-kapling neraka untuk orang lain. Apalagi jika dianggap membenci ahlu bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jelas ini tuduhan yang sangat jauh. Kita beriman bahwa Abu Lahab mati kafir, karena Allah mencela habis di surat al-Lahab, meskipun Abu Lahab adalah paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan jelas kita tidak boleh mengatakan, mengkafirkan Abu Lahab berarti membenci ahlul bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kita membahas status kekafiran Abu Thalib, dalam rangka meluruskan pemahaman, agar sesuai dengan dalil hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bukan mengikuti klaim kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab. Baca entri selengkapnya »