ahmadiyah

Perintah Untuk Mengikuti Sunnah Rasulullah Dan Larangan Dari Fanatisme Dan Taqlid

Posted on

ahlussunnah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan semua sahabatnya.

Saudara-saudara yang saya cintai karena Allah. Saya bersaksi di hadapan Allah, bahwa saya mencintai antum semua dan orang-orang shalih di negeri ini semata karena Allah. Saya datang ke Indonesia untuk yang ketiga kalinya. Dan saya –alhamdulillah- mendapatkan kebaikan yang sangat banyak di negeri ini. Saya berdoa semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits qudsi :

وَجَبَتْ مَحَبَّتِي فِي الْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَ وَجَبَتْ مَحَبَّتِي فِي الْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ

Orang-orang yang duduk di satu majelis karena Aku, maka mereka pasti mendapatkan kecintaan dariKu. Orang-orang yang berkumpul karena Aku, maka telah mendapatkan kecintaan dariKu.

Sudah kita ketahui bersama, orang yang masuk ke dalam agama Islam harus mengatakan :

أَشْهَدُ أَنْ لا إلَهَ إلا الله, وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

Dua kalimat tersebut merupakan kalimat yang sangat agung. Seseorang tidak bisa dikatakan muslim, kecuali jika dia telah mengucapkan dua kalimat tersebut, memahami dan melakukan konsekuensi dari kedua kalimat itu. Baca entri selengkapnya »

Kewajiban Ittiba’ Kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Posted on Updated on

cinta rasul
cinta rasul

Agama Islam yang mulia ini dibangun di atas dua prinsip.

Pertama : Kita tidak boleh beribadah, melainkan hanya kepada Allah saja dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun.

Allah berirman :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [Ali Imran : 64]. Baca entri selengkapnya »

kitab TADZKIRAH… dan keSESATan di dalamnya…

Posted on Updated on

ahmadiyah-tadzkirah-01b

Bismillaah, wash-shollaatu was salaamu alaa Rosulillah, wa’alaa aalihii washohbihii wa man waalaah…

Dalam tulisan ini, kami akan paparkan ajaran-ajaran ahmadiyah dari kitab mereka sendiri, Tadzkiroh, kitab yang dianggap memuat wahyu-wahyu suci, yang diturunkan oleh Alloh subhanahu wata’ala kepada si nabi palsu, Mirza Ghulam Ahmad (MGA).

Kami, tidak akan berbicara panjang lebar dalam tulisan ini, karena tujuan kami hanyalah untuk memuat fakta yang ada dalam kitab tadzkiroh tersebut. Kami hanya akan menyebutkan akidah mereka, dengan disertai rujukan dari kitab tadzkiroh tersebut. Semoga dengan ini, kita bisa menyingkap tabir yang selama ini menutupi hakekat yang ada.

Yang mendorong kami menulis artikel ini adalah firman Alloh ta’ala

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: tetaplah memberikan peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu akan selalu memberikan manfaat bagi orang mukmin. (adz-Dzariyat: 55) Baca entri selengkapnya »

Mencermati Beberapa Butir Pernyataan PB JAI (Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia)

Posted on Updated on

Penulis : Al-Ustadz Qomar ZA

ahmadiyah

Agama Ahmadiyah, dalam perjalanannya di Indonesia ini mengalami berbagai macam lika-liku. Bahkan tak jarang terjadi tindakan kekerasan terhadap mereka disebabkan ajaran agama mereka yang begitu meresahkan kaum muslimin. Karena kecemburuan agama, merekapun bertindak walaupun caranya terkadang tak terkendali sehingga terjadi kekeliruan-kekeliruan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni muslimin tersebut.

Namun sudah semestinya Ahmadiyah mendapatkan tindakan yang keras dari pihak yang berwenang agar mereka kembali kepada kebenaran atau agar tidak ada lagi upaya penyesatan umat. Walhasil, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sempat menfatwakan kesesatan JAI pada tahun 1980, lalu pada tahun 2005 masing-masing dari JAI dan GAI dinyatakan sesat. BAKOR PAKEM (Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) pun pernah merekomendasikan kepada pemerintah untuk melarang keberadaan mereka di seluruh wilayah tanah air. Baca entri selengkapnya »

Inilah Akidah Keyakinan Ahmadiyah!

Posted on Updated on

Penulis : Al-Ustadz Qomar ZA

ahmadiyah

Firqah Ahmadiyah memiliki aqidah yang sangat bertolak belakang dengan aqidah kaum muslimin pada umumnya, sehingga mestinya mereka tidak boleh menamakan diri mereka dengan muslimin. Semestinya juga mereka tidak menamakan tempat ibadah mereka dengan masjid. Kami akan sebutkan beberapa contoh aqidah yang sangat menonjol pada mereka diantaranya:

1. Meyakini bahwa mereka memiliki sesembahan yang memiliki sifat-sifat manusia, seperti puasa, shalat, tidur, bangun, salah, benar, menulis, menandatangani, bahkan bersenggama dan melahirkan.

Seorang pemeluk Ahmadiyah bernama Yar Muhammad mengatakan: “Bahwa Al-Masih Al-Mau’ud (yakni Ghulam Ahmad) suatu saat pernah menerangkan tentang keadaannya: ‘Bahwa dia melihat dirinya seolah-olah seorang wanita, dan bahwa Allah memperlihatkan kepada dirinya kekuatan kejantanannya’.” (Dhahiyyatul Islam karya Yar Muhammad hal. 34)

Na’udzubillah (kita berlindung kepada Allah). Baca entri selengkapnya »

Sekilas Tentang Sejarah Munculnya Ahmadiyah

Posted on Updated on

Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA

ahmadiyah

Banyak sisi kelam dari kisah hidup para nabi palsu yang terkubur oleh puja dan puji para pengikutnya. Mirza Ghulam Ahmad adalah contoh yang amat layak diketengahkan. Bagaimana sesungguhnya akhlak dari “nabi” orang-orang Ahmadiyah ini?

Dengan menengok –walau sekilas– tentang sejarah munculnya sekte Ahmadiyah ini, diharapkan kita akan mengenal dengan jelas jati diri mereka dan pimpinan mereka.1

Mirza Ghulam Ahmad dilahirkan di daerah Qadiyan, salah satu daerah di wilayah Punjab, di sebuah keluarga yang bekerja dengan setia pada penjajah Inggris. Dahulu ayahnya adalah salah satu pengkhianat muslimin. Dia melakukan makar terhadap muslimin serta membantu penjajahan Inggris guna memperoleh kedudukan. Ini sebagaimana disebutkan sendiri oleh Ghulam Ahmad dalam bukunya Tuhfah Qaishariyyah (hal. 15): “Sesungguhnya ayahku Ghulam Murtadha dahulu termasuk orang yang memiliki hubungan baik dan mesra dengan pemerintah Ingris. Ia punya posisi di kantor pemerintah. Ia membantu pemerintah (Inggris) saat orang-orang sebangsa dan seagamanya melawan Inggris, dengan bantuan yang baik pada tahun 1851 M. Dia bahkan membantu Inggris dengan 50 tentara dan 50 kuda darinya sendiri….” Baca entri selengkapnya »

Kenabian dan Kerasulan Berakhir dengan Kenabian dan Kerasulan Muhammad bin Abdillah Al-Hasyimi

Posted on Updated on

Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA

ahmadiyah

Telah menjadi keyakinan yang asasi dalam Islam, bahwa Muhammad bin Abdillah adalah nabi sekaligus rasul terakhir. Maka sebagai bagian dari prinsip keimanan, tak ada tawar-menawar dalam perkara ini. Tidak ada pula kemungkinan bagi datangnya “kebenaran baru”, sebagaimana diistilahkan para pembela ajaran nabi palsu.

Merupakan aqidah yang paten, keyakinan yang kokoh melebihi kekokohan gunung-gunung yang tinggi menjulang, bahwa kenabian dan kerasulan telah ditutup dengan kenabian dan kerasulan Nabi kita Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthalib Al-Hasyimi (dari Bani Hasyim) Al-Qurasyi (dari Quraisy) Al-Arabi (dari bangsa Arab), sehingga dialah Nabi dan Rasul terakhir.

Keyakinan demikian merupakan penegasan dari atas tujuh langit, dari Allah Rabb semesta alam, Yang menguasai kerajaan langit dan bumi serta dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Ma`idah: 3) Baca entri selengkapnya »

Ahmadiyah Agama Baru, Nabi Palsu

Posted on Updated on

Penulis: Redaksi Asy-Syariah

Dengan alasan melindungi keragaman, beberapa pihak berupaya melakukan pembiaran terhadap tumbuh dan berkembangnya Ahmadiyah saat isu terkait aliran itu memuncak beberapa waktu silam. Setiap manusia, dalih mereka, mempunyai hak untuk meyakini ajaran yang dianutnya, bahkan setiap orang punya hak untuk tidak beragama sekalipun. Dengan cara pandang ini, para tokoh pembela (yang sayangnya sebagian dari mereka disebut tokoh Islam) hendak menyatakan bahwa hak hidup hanya dimiliki oleh kalangan sesat serta kaum atheis.

Entah lupa atau pura-pura lupa (atau bisa jadi memang bodoh), para pembela Ahmadiyah seakan menafikan hak umat Islam untuk hidup tanpa diganggu berbagai ajaran yang merusak, sesat serta menyesatkan. Lebih-lebih aliran seperti Ahmadiyah dan juga Salamullah, Al-Qiyadah Al-Islamiyah, Baha’iyah, dll, semuanya mengatasnamakan Islam, menggunakan simbol Islam serta mendakwahkan agamanya kepada umat Islam. Lantas bagaimana bisa kita bicara “hak” sementara apa yang disebut “hak” itu justru merupakan pelanggaran hak (baca: penistaan) pihak lain? Baca entri selengkapnya »

Kisah Perang Yamamah [Menumpas Musailamah Al-Kadzdzab]

Posted on Updated on

Berkumpul bersama orang-orang yang shalih nan pemberani bisa menyemangati kita untuk menjadi seperti mereka. Jika pun tak sempat berjumpa langsung, mendengar dan membaca kisah mereka sudah bisa mengajarkan teladan yang besar pada kita. Berikut ini kami sadurkan sebuah kisah yang ‘kan menggugah keberanian, tentang Perang Yamamah. Selamat membaca….

***

Ibnu Katsir membawakan kisah matinya Musailamah Al-Kadzdzab [1] -semoga Allah melaknatnya- pada Perang Yamamah.

Ketika pasukan muslimin dan pasukan Musailamah Al-Kadzdzab berhadap-hadapan, Musailamah berkata kepada pengikutnya, “Hari ini adalah hari kecemburuan. Jika kalian kalah pada hari ini maka istri-istri kalian akan menjadi tawanan dan mereka akan menjadi budak. Oleh karena itu, berperanglah kalian untuk membela kedudukan dan melindungi wanita-wanita kalian.” [2] Baca entri selengkapnya »

Mengenaskan, Kematian Nuruddin Khalifah Pertama Ajaran Ahmadiyah

Posted on Updated on

PENDAHULUAN

ahmadiyah

Mirza Ghulâm Ahmad al-Qâdiyani telah membuka pintu fitnah besar, yaitu pengakuan diri sebagai nabi yang melanjutkan dakwah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dukungan kuat dari kolonialisme dalam bentuk material dan immaterial membuat banyak orang ingin mendekati Si Nabi Palsu ini. Demi mendapatkan limpahan kekayaan duniawi yang telah dinikmati oleh Mirza Ghulâm Ahmad dari penjajah Inggris.

ORANG-ORANG DEKAT SI NABI PALSU

Sebenarnya ajaran-ajaran Ahmadiyah merupakan gagasan pemikiran yang digulirkan oleh beberapa individu yang menjadi tangan kanannya. Mereka rela menjual aqidah dan hati nurani mereka dengan kekayaan duniawi dari kolonialisme dengan mendukung gerakan Ahmadiyah. Mirza Ghulâm Ahmad sangat membutuhkan keberadaan dan kontribusi mereka, karena ia bukanlah orang yang cerdas . Ia tidak pernah mempelajari agama Islam dengan baik, terutama bahasa Arab. Syaikh Ihsân Ilâhi Zhahîr t menyimpulkan, “Bila kita katakan bahwa melalui tangan merekalah Ahamadiyah terbentuk, maka itu lebih benar dan relevan. Sebab mereka itulah yang mendukung kenabian Ghulâm Ahmad. Dan posisi Ghulâm Ahmad hanyalah selaku corong bagi apa yang mereka sampaikan”.[2] Baca entri selengkapnya »

Akhir Kehidupan Si Nabi Palsu Ghulam Ahmad

Posted on Updated on

ahmadiyah

Tak begitu lama menyeruak di telinga kita sebuah fenomena yang tak hentinya menimbulkan Tanya. Bahkan pemerintah-pun seakan gerah untuk ikut andil dalam penyelesaian masalah. Apakah gerangan fenomena itu…??? Siapa lagi kalo bukan Ahmadiyah. Kelompok agama yang mengaku bagian dari Islam yang mulia namun meyakini adanya rasul yang diutus setelah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebenarnya di balik berbagai fenomena yang ditimbulkan Jemaah Ahmadiyah akhir – akhir ini, ada sebuah fenomena yang sangat menghentakkan dunia Ahmadiyah dari negeri asalnya yaitu India…Apa gerangan Fenomena tersebut…??? Dari arsip kajian yang disampaikan ustadz kami ‘Abdul Hakim bin ‘Amir Abdat –hafidzahullah- saat beliau berkunjung ke Surabaya pada tanggal 25 Mei 2008, penulis mendapatkan cerita kisah nyata, akhir cerita dari nabi Ahmadiyah…

Adalah Asy-Syaikh Tsana`ullah Al-Amru Tasri seorang ulama muslim dari negeri India yang mengetahui cerita dari Mirza Ghulam Ahmad. Baca entri selengkapnya »

Ahmadiyah Kelompok Pengekor Nabi Palsu [Serba-Serbi Ahmadiyah]

Posted on Updated on

ahmadiyah

Apa itu Ahmadiyah?

Ahmadiyah adalah gerakan yang lahir pada tahun 1900M, yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Inggris di India. Didirikan untuk menjauhkan kaum muslimin dari agama Islam dan dari kewajiban jihad dengan gambaran/bentuk khusus, sehingga tidak lagi melakukan perlawanan terhadap penjajahan dengan nama Islam. Gerakan ini dibangun oleh Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani. Corong gerakan ini adalah “ Al-Adyan” yang diterbitkan dengan bahasa Inggris.

Siapakah Mirza Ghulam Ahmad ?

Mirza Ghulam Ahmad hidup pada tahun 1839-1908M. Dia dilahirkan di desa Qadian, di wilayah Punjab, India tahun 1839M. Dia tumbuh dari keluarga yang terkenal suka khianat kepada agama dan negara. Begitulah dia tumbuh, mengabdi kepada penjajahan dan senantiasa mentaatinya. Ketika dia mengangkat dirinya menjadi nabi, kaum muslimin bergabung menyibukkan diri dengannya sehingga mengalihkan perhatian dari jihad melawan penjajahan Inggris. Oleh pengikutnya dia dikenal sebagai orang yang suka menghasut/berbohong, banyak penyakit, dan pecandu narkotik. Baca entri selengkapnya »

Siapakah Mirza Ghulam Ahmad ? [2]

Posted on

Caci Maki Mirza Ghulam Ahmad Kepada Seterunya

ahmadiyah

Dia pernah mengatakan, melalui “wahyu” yang konon diterimanya, bahwa salah seorang seterunya akan mati pada waktu tertentu. Tetapi ternyata, seteru yang ia sebutkan tidak mati. Maka para ulama pun menyanggahnya dengan mengatakan: “Engkau katanya nabi, tidak berbicara kecuali dengan wahyu. Bagaimana mungkin janji Allah tidak tepat?”

Menanggapi bantahan dari para ulama ini, Mirza Ghulam Ahmad bukannya memberi jawaban dengan bukti dan dalil, tetapi justru melontarkan cacian: “Orang-orang yang menentangku, mereka lebih najis dari babi.” (Najam Atsim, hal. 21, karya Ghulam Ahmad)

Cacian-cacian lain yang keluar dari Mirza Ghulam Ahmad ini sudah sangat keterlaluan. Sebab orang-orang umum saja tidak akan sanggup mengatakannya.

Sang anak, Mahmud Ahmad bin Ghulam pernah mendengar ada orang yang mencaci orang lain dengan sebutan “hai anak haram”, maka ia (Mahmud Ahmad) mengatakan: “Orang seperti ini, pada masa Umar dihukum pidana pukul karena melakukan qadzaf (tuduhan zina). Tetapi sekarang, dapat di dengar seseorang mencela orang lain dengan celaan itu, namun mereka tidak bereaksi. Seolah-olah celaan ini tida ada artinya di mata mereka.” (Khutbah Al-Jum’ah, Mahmud Ahmad bin Ghulam, Koran Al-Fadhl, 13 Februari 1922M) Baca entri selengkapnya »

Siapakah Mirza Ghulam Ahmad ? [1]

Posted on Updated on

ahmadiyah

Beberapa waktu lalu, marak pemberitaan di media massa tentang Jemaat Ahmadiyah. Berbagai polemik muncul. Banyak media memberikan pembelaan terhadap Jemaat Ahmadiyah yang berpusat di London ini, meski ia lahir di India. Berbagai kalangan yang menisbatkan diri sebagai cendekiawan muslim, ikut menyuarakan argumen pembelaan. Jaringan Islam Liberal (JIL), yang di motori Ulil Abshar Abdalla, begandeng tangan dengan sejumlah aktivis HAM dan sejumlah tokoh gereja, bahkan bermaksud mengajukan gugatan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas fatwa MUI yang menyatakan Jemaat Ahmadiyah Qadiyan sesat dan agar segera dibekukan. Dan fatwa ini ternyata bukan yang pertama bergulir. Sebelumnya sudah ada fatwa dengan substansi yang sama.

Pembelaan yang muncul, semua mengatas namakan HAM dan kebebasan beragama. Santernya sikap pro ini, sempat memojokkan MUI, yang katanya bukan sebagai otoritas yang berhak menghakimi kebenaran beragama. Sementara itu, nyaris tidak satupun media massa yang melakukan balance dalam pemberitaan tersebut. Sungguh ironi.

Tulisan berikut, bukan bermaksud mengupas mengenai Jemaat Ahmadiyah yang tengah diperbincangkan tersebut. Banyak yang sudah membahas. Berikut kami sajikan sisi lain. Yaitu mengenal sosok pencetus Jemaat Ahmadiyah ini. Tidak lain, dia adalah Mirza Ghulam Ahmad. Siapakah dia sebenarnya? Apakah anda mengenalnya? Baca entri selengkapnya »