Akhirat

[DOWNLOAD VIDEO] Nasihat Tentang Kematian & Kiat-Kiat Mengisi Waktu (Al-Ustadz Yazid Jawas)

Posted on

Ini merupakan ceramah agama Islam yang disampaikan pada Ahad pagi, 3 Jumadal Ula 1436 / 22 Februari 2015, pukul 09:30-12:20 WIB yang tayang live di Radio Rodja dan Rodja TV. Mari simak ceramah agama berjudul Nasihat tentang Kematian dan Kiat–Kiat Mengisi Waktu oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas.

Nasihat tentang Kematian dan Kiat–Kiat Mengisi Waktu

Ketika kita berbicara tentang kehidupan, maka juga bicara tentang kematian. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan semua itu.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً … (الملك: ٢)

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. …” (QS Al-Mulk [67]: 2)

Yang paling baik amalnya (adalah) yang paling ikhlas dan paling benar. Iklas, mengerjakan semata-mata karena Allah. Dan benar, sesuai dengan contoh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan kita hidup ini, pasti kita akan mati. Kematian itu sesuatu hal yang pasti. Dan semua manusia pasti akan mati, tinggal kembali kepada kita, kita menggunakan waktu ini sebaik-baiknya atau tidak, kita isi dengan amal-amal shalih atau tidak? Karena mati merupakan kepastian. Adanya nikmat kubur dan adzab kubur merupakan kepastian. Dibangkitkannya manusia di Padang Mahsyar merupakan kepastian. Adanya surga dan neraka merupakan kebenaran yang wajib diyakini, apakah manusia itu masuk surga atau neraka. Belum lagi, amal-amal juga akan ditimpang pada hari kiamat dan seluruh manusia akan ditanya tentang apa yang dilakukan di muka bumi ini.

Sebuah video ceramah penyucian jiwa yang amat sayang apabila dilewatkan. Mari simak bagaimana cara mengisi waktu yang baik. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Tahukah Anda, Do’a yang Paling Sering Dilantunkan Oleh Nabi Kita?

Posted on Updated on

Siapa saja ingin meraih kebaikan sebanyak-banyaknya di dunia ini. Demikian pula untuk akhiratnya, ia pun berharap memperoleh kenikmatan, hingga kehidupannya menyenangkan, jauh dari siksa neraka yang membinasakan.

Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu, menceritakan upaya untuk bisa meraih kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, sangat menjadi perhatian serius dalam doa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam . Doa inipun menjadi doa yang sering beliau Shallallahu alaihi wa sallam lantunkan.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dari Anas Radhiyallahu anhu , ia berkata: “Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling sering diucapkan ialah: “Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”. [al-Bukhâri no. 6389 dan Muslim no. 2690]. Baca entri selengkapnya »

Nasihat Untuk yang Masih Belum Bertaubat Atau Ragu Untuk Bertaubat

Posted on

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Tulisan ini saya tujukan pertama kali kepada diri saya pribadi dan seluruh saudara seiman…

Tulisan ini saya tujukan kepaada siapa saja yang terjerumus ke dalam maksiat bahkan AKHIRNYA KEBIASAAN KEMUDIAN KECANDUAN.

Tulisan ini saya tujukan kepada siapa saja yang masih melakukan kesyirikan dalam segala bentuknya, yang masih melakukan maksiat dan dosa terutama dosa besar; membunuh, berbuat sihir, meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa uzdur, tidak membayar zakat, durhaka kepada kedua orangtua, makan harta riba, sengaja tidak berpuasa Ramadhan tanpa uzdur, minum khamr, judi, berzina, homoseksual, korupsi dan lain-lainnya. Baca entri selengkapnya »

Download Audio : Renungan Menyongsong Kehidupan yang Abadi Setelah Kematian

Posted on Updated on

Kematian bukanlah akhir dari segalanya, tapi kematian adalah awal dari sebuah perjalanan panjang di Negeri Keabadian. Kekal abadi dalam kebahagiaan atau kekal abadi dalam kesengsaraan. Maka bersiaplah!

Simak Rekaman khutbah Jumat dengan tema Renungan Menyongsong Kehidupan yang Abadi Setelah Kematian yang disampaikan oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud di Masjid Al-Hidayah Purwosari Yogyakarta Jumat 15 Juni 2012.

Download

© Kajian.Net via SALAFIYUNPAD™

Sebagaimana Engkau Menjalani Hidupmu Demikianlah Kondisimu Tatkala Ajal Menjemputmu…..!!!

Posted on Updated on

berharap-husnul-khatimah
ingat-mati

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ “Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)

Para pembaca yang budiman… kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba…tidak peduli dengan kondisi seorang hamba apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat…, apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba… Baca entri selengkapnya »

Perjalanan Menuju Kampung Akhirat [Bonus Download Ceramah]

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم

Hari akhirat, hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna, hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia, hari yang  pada waktu itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata dengan penuh penyesalan,

يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.” (QS. al-Fajr: 24).

Maka, seharusnya setiap muslim yang mementingkan keselamatan dirinya benar-benar memberikan perhatian besar dalam mempersiapkan diri dan mengumpulkan bekal untuk menghadapi hari yang kekal abadi ini. Karena pada hakikatnya, hari inilah masa depan dan hari esok manusia yang sesungguhnya, yang kedatangan hari tersebut sangat cepat seiring dengan cepat berlalunya usia manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hasyr: 18). Baca entri selengkapnya »