alasan

Jangan Jadikan Takdir Sebagai Alasan Untuk Bermaksiat!

Posted on

Terkadang kita mendengar orang yang telah begitu asyik menggeluti dunia maksiat ketika ditegur atau dinasihati maka dengan entengnya dia menjawab, “Saya memang sudah ditakdirkan begini, kamu ga usah ikut campur. Kalau memang Allah menginginkan, pasti saya ga akan bermaksiat terus” atau perkataan yang semisalnya. Demikianlah, padahal kita tidak boleh menjadikan qadha dan qadar Allah sebagai alasan untuk berbuat maksiat dan meninggalkan perintah-Nya.

Allah menciptakan manusia dan perbuatannya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

“Padahal Allah lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (Qs. Ash Shaaffat: 96)

Seluruh perbuatan manusia baik berupa ketaatan maupun kemaksiatan merupakan makhluk (ciptaan) Allah. Namun hal tersebut tidak bisa menjadi alasan bagi seseorang untuk membenarkannya berbuat maksiat.  Mengapa tidak bisa menjadi alasan?

Berikut ini beberapa dalil yang menjelaskannya: Baca entri selengkapnya »

Kesamaan Dalih Para Penentang Dakwah Para Rasul

Posted on Updated on

Allâh Ta’âla mengutus para rasul-Nya dengan tugas yang sama, menyeru manusia agar beribadah kepada Allâh Ta’âla semata dan menjauhi thâghût.

Allâh Ta’âla berfirman:

(Qs an-Nahl/16:36)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allâh (saja), dan jauhilah thâghût”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allâh Ta’âla dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka, berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).  (Qs an-Nahl/16:36) Baca entri selengkapnya »

Enggan Mengikuti Kebenaran Karena Tuntutan Keadaan?

Posted on Updated on

enggan masuk surga

Di antara sebab tersebarnya kebatilan dan bertambah buruknya keadaan masyarakat adalah berbagai macam alasan yang diada-adakan oleh syaitan dan bala tentaranya demi melestarikan kemungkaran. Umat-umat terdahulu yang menentang dakwah para rasul pun demikian. Ketika para rasul itu menyeru mereka untuk mengesakan Allah dan taat kepada utusan-Nya, maka serentak muncullah berbagai dalih dan argumentasi mereka untuk mengelak dari kewajiban tersebut.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apabila dikatakan kepada mereka; ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian, maka mereka mengatakan; ‘Bahkan kami akan tetap mengikuti apa-apa yang kami dapati dari nenek-nenek moyang kami’. Apakah mereka akan tetap mengikutinya apabila ternyata nenek moyang mereka adalah orang-orang yang tidak memahami apa pun dan sama sekali tidak berada di jalan petunjuk?”. (QS. al-Baqarah : 171) Baca entri selengkapnya »