Aliran Sesat

Akidah Islam Tentang Ahlul Bait

Posted on

‘Asyura Membuka Kedok Syi’ah Rafidhah

Posted on

Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad , keluarganya yang suci dan para sahabat beliau yang terbaik. Waba’du:

Kita Ahlussunnah mengenal Asyura adalah hari puasa pada tanggal 10 Muharram yang keutamaannya bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Dua bid’ah di hari Asyura

Namun qaddarallahu, Asyura’ juga bertepatan dengan mati syahidnya Husain radhiallahu’anhu. Ini tentu musibah besar, meski kalah besar dengan terbunuhnya Ali, Utsman, Umar radhiyallahu’anhum. Maka dalam hal ini, ada dua kelompok dari umat Islam yang menyimpang dari sunnah:

  1. Kelompok pertama menjadikan Asyura’ sebagai hari meratap dan menyiksa diri, dengan cara memukul-mukul kepala dan dada dengan tangan sambil menyanyi dengan nyanyian ratapan. Atau dengan memukul punggung dengan rantai dan pedang, dan melukai kepala dengan pisau atau pedang sampai berdarah lalu dipukul-pukul biar darah banyak mengalir dan biar pahala pun mengalir. Kelompok ini adalah kelompok Syiah yang di Indonesia menamakan diri sebagai Syiah Ahlul Bait lalu disingkat Ahlul Bait atau Jamaah Ahlul Bait. Tentu penamaan ini salah dan melecehkan istilah Ahlul Bait yang sangat dicintai oleh Ahlussunnah.
  2. Kedua adalah kelompok Nawashib yaitu musuh-musuh keluarga Nabi yang senang dengan wafatnya Husain sehingga mereka menjadikannya sebagai hari pesta dan kenduri.

Baca entri selengkapnya »

Mengenal Sekte Baha’iyyah (Al-Babiyah/Al-Bahaiyah)

Posted on Updated on

Definisi

Al-Babiyah dan al-Bahaiyah adalah sebuah gerakan yang lahir dari aliran Syi’ah pada tahun 1260 H -1844 M dibawah pengayoman penjajah Rusia, Yahudi internasional dan penjajah Inggris dengan tujuan merusak akidah Islam dan memecah belah barisan kaum muslimin.

Pendirian dan Tokoh-Tokoh Penting

Pendirinya adalah Mirza Ali Muhammad Ridha asy-Syirazi, 1235-1266/ 1819-1850 M, belajar dari para syaikh aliran Syaikhiyah, sebuah sekte Syi’ah, pada saat berusia enam tahun, lalu dia berhenti dan menyibukkan diri dengan berdagang.

Dalam umur enam belas dia kembali belajar, menyibukkan diri mempelajari kitab-kitab aliran sufi sambil melakukan latihan-latihan rohani serta amalan-amalan kebatinan yang melelahkan.

Pada tahun 1259 H, dia pergi ke Baghdad dan dia mulai rajin menghadiri majlis seorang imam aliran Syaikhiyah di zamannya seperti Kazhim ar-Rasyati, dia mempelajari pemikiran-pemikirannya dan pemikiran-pemikiran aliran Syaikhiyah. Di majlis ar-Rasyati, seorang intelejen Rusia Keynazd Ghorky mengenalnya, orang ini berpura-pura masuk Islam dengan nama Isa an-Nukarani, selanjutnya orang ini mulai mempengaruhi hadirin di majlis ar-Rasyati bahwa Mirza Ali Muhammad asy-Syirazi ini adalah Imam Mahdi yang ditungg-tunggu dan dia merupakan Bab (pintu) –dari sini maka aliran ini disebut dengan Babiyah- yang menghubungkan kepada hakikat ilahiyah, sang intelejen ini berbuat demikian karena dia melihat bahwa Mirza asy-Syirazi ini mempunyai kapasitas untuk mewujudkan strateginya yaitu memecah belah kaum muslimin. Baca entri selengkapnya »

[Download Aplikasi Android] Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia

Posted on

APLIKASI SYIAH INDONESIA

Alhamdulillah.. Berkat kemudahan dari Allah subhanahu wa ta’ala Aplikasi ” Inilah Syi’ah” – Mengenal dan mewaspadai Penyimpangan Aqidah Syi’ah di Indonesia telah selesai dibuat.

Aplikasi ini berisi tentang sejarah munculnya syi’ah, pokok-pokok penyimpangan syi’ah, aqidah sesat syi’ah, dan perkembangan syi’ah di indonesia.

Semoga dengan adanya aplikasi ini dapat membantu kaum muslimin indonesia untuk terhindar dari aqidah syi’ah yang menyimpang serta dapat menjaga diri, agama dan keluarga dan aqidah yang menyimpang ini. Baca entri selengkapnya »

[Kajian Tematik] Renungan Hati dan Nasihat bagi Kaum Muslimin & Penjelasan Ghadir Khum dan Perayaan Hari Asyura

Posted on Updated on

Kajian tematik, menggantikan jadwal kajian kitab ‘Umdatul Ahkam yang rutin dibahas Ustadz Abu Qatadah tiap Sabtu pagi di Radio Rodja dan RodjaTV. Kali ini, pada Sabtu pagi, 5 Muharram 1435 / 9 November 2013, pukul 09:00-11:30 WIB, Ustadz Abu Qatadah membahas tentang Renungan Hati dan Nasihat bagi Kaum Muslimin, kemudian pada pertengahan sesi, dapat kita jumpai pembahasan tematik Penjelasan Ghadir Khum dan Perayaan Hari Asyura. Simak kajian berdurasi 2 jam termasuk tanya-jawabnya ini, atau silakan langsung didownload dan dibagikan ke saudara-saudara kita.

Ringkasan Ceramah Agama Islam

Hari Asyura, 10 Muharram

Asyura, 10 Muharram, di tengah-tengah kaum Muslimin, ada di antara sunnah dan bid’ah. Dan akan diungkapkan hadits-hadits tentang Asyura dan Muharram. Baca entri selengkapnya »

Taqiyah Salah Satu Rukun Agama Syi’ah

Posted on Updated on

TAQIYAH, RUKUN AGAMA SYI’AH

Taqiyah menurut kaum Muslimin adalah sebuah istilah yang pemahamannya hanya terarah kepada satu arti Yaitu “Dusta”. Adapun menurut Syi’ah taqiyah berarti perbuatan seseorang yang menampakkan sesuatu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya, artinya nifaq dan menipu dalam usaha mengelabui atau mengecoh manusia. Taqiyah adalah satu prinsip dari prinsip-prinsip kesesatan mereka. Taqiyah memiliki kedudukan yang luar biasa, mereka telah menempatkannya dalam tempat pengagungan dan pengkultusan, hingga mereka menjadikannya sebagai asas dalam agama mereka, dengan taqiyah seorang hamba akan mendapatkan pahala dan ihsan dari Allah.

Taqiyah adalah satu rukun dari rukun-rukun agama mereka, seperti halnya shalat. Ibnu Babawaih mengatakan:“Keyakinan kami tentang taqiyah itu adalah dia itu wajib. Barangsiapa meninggalkannya maka sama dengan meninggalkan shalat.”[Al-I’tiqadat, hal.114]. Baca entri selengkapnya »

Alhamdulillah.. MUI Pusat Terbitkan Buku Tentang Kesesatan Syi’ah

Posted on

Buku MUI Pusat tentang KESESATAN Syi'ah
Buku MUI Pusat tentang KESESATAN Syi’ah

Tanda tanya besar masyarakat serta kesimpangsiuran berita, pernyataan dan opini tokoh tentang Syiah akhirnya terjawab dengan terbitnya buku Panduan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengenai aliran dan paham Syiah pada september 2013, dengan judul buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di indonesia.”

Buku ini disusun oleh Tim Penulis MUI Pusat yang terdiri dari DR. (HC) KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Wakil Ketua MUI Pusat), Drs. H. Ichwan Sam (Sekjend MUI Pusat) dan Dr. Amirsyah (Wakil Sekjend MUI Pusat) dengan pelaksana dari Tim Khusus Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI Pusat yang terdiri dari, Prof. Dr. Utang Ranuwijaya, Dr. KH. Cholil Nafis, Fahmi Salim, MA., Drs. Muh. Ziyad, MA., M. Buchori Muslim, Ridha Basalamah, Prof. Dr. H Hasanuddin AF, Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Dr. H. Maulana Hasanuddin dan Drs. H. Muh. Faiz, MA.

Meskipun belum berupa fatwa, namun buku ini merupakan keterangan resmi dari MUI Pusat mengenai kesesatan  Syiah sebagaimana dijelaskan oleh Tim Penulis dalam kata pengantar, “Buku saku ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman umat Islam Indonesia dalam mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syi’ah, sebagaimana yang terjadi di Indonesia, sebagai ‘Bayan’ resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tujuan agar umat Islam tidak terpengaruh oleh faham Syi’ah dan dapat terhindar dari bahaya yang akan mengganggu stabilitas dan keutuhan NKRI.” (hlm. 7-8) Baca entri selengkapnya »

Syi’ah Merusak Ikrar Tauhid Dalam Kalimat Talbiyah

Posted on Updated on

Kaum syi’ah Rafidhah Merusak Kekhusyu’an Ibadah Haji
“Labbaika Ya Husein” Menjadi Pengganti “Labbaika Allahumma Labbaik”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan setiap muslim yang mendapat karunia melaksanakan haji untuk melantunkan talbiah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertalbiyah dengan tauhid, yaitu:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ. رواه مسلم

“Labbaika Allahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik, Innal Hamda wan Ni’mata Laka wal Mulk, Laa Sayriika Lak.”

“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanyalah kepunyaan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”.

Kalimat tauhid ini dilantunkan sejak calon haji berihram sampai sebelum melontar Jumrah Aqabah hari ke -10 Dzulhijjah. Baca entri selengkapnya »

Meneropong Masyarakat Iran Tiga Dasawarsa Pasca Revolusi

Posted on

Meneropong Masyarakat Iran
(Tiga Dasawarsa Pasca Revolusi)

Politik Shah Iran sebelum revolusi berkiblat ke Barat. Iran saat itu merupakan sebuah negara dengan praktek korupsi yang terjadi di mana-mana. Pada tahap selanjutnya, Revolusi Islam Syi’ah pimpinan Khomeini mengklaim datang untuk mewujudkan cita-cita Islam yang luhur: moralitas, stabilitas, kesetaraan, kesejahteraan, keadilan, perang terhadap narkoba dan prostitusi, dll.

Pertanyaannya, setelah lewat 30 tahun lebih revolusi, apakah cita-cita luhur tersebut telah terwujud?

Fakta menunjukkan bahwa problem yang membelit masyarakat Iran semakin berat. Baca entri selengkapnya »

Keterputusan Sanad Ilmu dan Riwayat Madzhab Ja’fariyah dari Imam Ja’far Ash-Shodiq

Posted on Updated on

Keterputusan Sanad  Ilmu dan Riwayat Madzhab Ja’fariyah
dari Imam Ja’far Ash-Shodiq

Oleh : Al-Akh Dodi ElHasyimi -Hafizhahullah-

Sekte Syi’ah Rafidhah atau yang mengaku sebagai pengikut Madzhab Ahlul Bait atau Madzhab Ja’fari atau Syi’ah Itsna ‘Asyariyah yang berkembang di dunia saat ini yang berpusat di negeri Iran senantiasa mendeklarasikan dan mempropagandakan kepada kaum muslimin bahwa mereka adalah benar-benar pengikut Ahlul Bait pewaris ajaran Nabi yang sejati. Tapi, kenyataan yang pasti yang terdapat pada madzhab SESAT Ja’fary adalah : Secara ilmu dan riwayat madzhab ini tidak bisa dikatakan benar- benar mengikuti fiqh yg berasal dari Imam Jafar Ash-Shodiq -radhiyallahu ‘anhu-, atau Aimmah Itsna Asyariyyah.

Percayakah Anda ??? Silahkan dibaca uraian mengenai hal tersebut di bawah ini!!!!!

Terbukti dari apa yang dikatakan oleh ulama mereka yaitu Abu Ja’far Ath-Thusy seorang syekh dari golongan Syiah Imamiyyah, dapat kita lihat dari Kitab ‘Iddatul Ushul karya Syekh Ath-Thusi hal 137- 138 : Baca entri selengkapnya »

Fatwa MUI Tentang Kesesatan Syi’ah Janggal ?!

Posted on Updated on

MUI Pusat mensahkan dan mendukung Fatwa MUI Jatim tentang Kesesatan Syiah

Kaum Muslimin Indonesia hendaknya bersyukur pada Allah subhana wa ta’ala, pasalnya penjelasan MUI Pusat tentang Fatwa MUI Jatim yang mengatakan Syiah adalah Sesat dan Menyesatkan yang selama ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat yang sudah lama kebingunan akhirnya keluar juga.

Dalam penjelasannya di Harian Republika pada hari ini (8/11/2012), Ketua MUI Pusat, KH. Ma’ruf Amin mengatakan, “Setelah melakukan serangkaian penelitian dan berkonsultasi dengan MUI Pusat, MUI Jatim mengukuhkan fatwa serupa. Mencermati hal itu, penulis menyimpulkan, bahwa Fatwa MUI Jawa Timur tentang Syiah sudah pada tempatnya dan sesuai aturan.” Baca entri selengkapnya »

Perbandingan Korban Suriah Vs Palestina

Posted on

Perbandingan Korban Suriah Vs Palestina

Sebelumnya perlu kami kemukakan bahwa maksud perbandingan ini bukanlah untuk menganggap remeh perjuangan saudara-saudara kita kaum muslimin di bumi Palestina. Sungguh mereka telah bersabar dengan kesabaran yang luar biasa untuk bertahan menghadapi penjajahan kaum Yahudi yang terlaknat. Akan tetapi di sana ada saudara kita di bagian yang lain dari bumi Syam yang penderitaan mereka tidak kalah berat. Merekalah saudara kita kaum muslimin di Suriah yang menghadapi penindasan demi penindasan, bahkan pembantaian demi pembantaian yang dilakukan oleh sebuah sekte yang menisbatkan dirinya kepada Islam padahal sejatinya Islam berlepas diri dari mereka. Mereka itulah pewaris dan pengikut agama ciptaan Abdullah bin Saba’ Al-Yahudi, mereka itulah kaum Syi’ah. Serigala berbulu domba, yang telah menorehkan banyak sejarah hitam dalam menumpahkan darah kaum muslimin dan menghancurkan negeri mereka. Baca entri selengkapnya »

Keadilan Para Shahabat Nabi dan Keharaman Mencela Mereka

Posted on Updated on

Semua Sahabat Rasulullah Adalah Adil
Dan Haram Hukumnya Mencaci Maki Mereka

A.TAQDIM

Para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang telah mendapatkan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka telah berjuang bersama Rasulullah untuk menegakkan Islam dan mendakwahkannya keberbagai pelosok negeri, sehingga kita dapat merasakan ni’matnya iman dan Islam.

Perjuangan mereka dalam li i’ila-i kalimatillah (meninggikan kalimat Allah) telah banyak menelan harta dan jiwa. Mereka adalah manusia yang sepenuhnya tunduk kepada Islam, benar-benar membela kepentingan umat Islam, setia kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa kompromi, mereka tunduk kepada hukum-hukum agama Allah, tujuan mereka adalah untuk mendapatkan keridhaan Allah dan Sorga-Nya. Baca entri selengkapnya »

Apa Kata Ulama Islam Tentang Syi’ah Rafidhah ?

Posted on

Imam Malik –rahimahullah- (w 179) berkata, “Orang yang mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memiliki tempat dalam Islam.” (Sunnah, Al Khallal, 1/493)

Beliau juga pernah ditanya bagaimana menyikapi orang-orang rafidhah, maka ia menjawab, “Jangan berbicara kepada mereka dan jangan bersikap manis, karena mereka semua pendusta.” (Minhaj Sunnah, 1/61)

Al Qadhi Abu Yusuf –rahimahullah- (w 182) berkata, “Saya tidak shalat dibelakang seorang Jahmi, Rafidhi (penganut syi’ah rafidhah) dan qadari (penganut qadariyyah).” (Syarh Ushul I’tiqad Ahli Sunnah, 4/733) Baca entri selengkapnya »