Anak Hasil Zina

MLM Perzinahan

Posted on Updated on

no-zina
jangan dekati zina

Selama ini kita menengenal MLM bisnis, atau MLM Pahala dan yang lainnya. Ternyata MLM bisa juga terjadi pada perzinahan, akibat perzinahan yang dilakukan oleh dua sejoli yang tidak sah, maka perzinahan bisa merambat sampai anak cucu dan seterusnya jika tidak memperhatikan kaidah agama.

Kasusnya seperti ini:

Ketika kedua pasangan berzina kemudian menghasilkan anak wanita hasil zina, maka anak wanita tersebut bukanlah anak dari bapak biologisnya (bapak yang berzina). Walaupun kedua pasangan yang berzina tersebut akhirnya menikah.Seringnya  kedua pasangan zina terpaksa menikah atau dipaksa jika mereka tidak berniat menggugurkan kandungannya agar tidak menanggung malu. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Solusi “Kecelakaan” Karena Pacaran

Posted on Updated on

Pertanyaan:

Pacar hamil gimana solusinya secara islami? Menikah dengan pacar yg sedang hamil,gimana hukum islamnya? <caeXXX@yahoo.com>

Jawaban:

Bismillah, was shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillah, ammaa ba’du.

Pertama, sesungguhnya perbuatan zina adalah dosa yang sangat besar, perbuatan keji yang dinilai jelek oleh setiap insan yang memiliki fitrah yang lurus. Karena itu, Allah melarang manusia untuk mendekati perbuatan ini. Tidak hanya perbuatannya yang dilarang, namun semua jalan menuju perbuatan dilarang oleh Allah untuk didekati. Allah berfirman,

وَلاَتَقْرَبُوا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلاً

“Janganlah kalian mendekati zina. Karena zina adalah perbuatan keji dan sejelek-jelek jalan.” (QS. Al-Isra’: 32). Baca entri selengkapnya »

Istri Selingkuh Kemudian Hamil –Na’udzubillah-, Bagaimana Solusinya ?

Posted on

Assalamu ‘alaikum, Ustadz.

Baru-baru ini keluarga yang telah kami bina selama 8 tahun mengalami badai. Istriku selingkuh dengan orang lain. Lebih menyakitkan lagi, dia kedapatan sedang mengandung. Menurut dokter, usia kandungannya sudah 5 atau 6 minggu. Sedangkan saya merasa tiap kali berhubungan selalu menggunakan alat pengaman (maaf, kondom). Setelah didesak, istri saya mengaku telah melakukan perbuatan terkutuk tersebut dengan orang lain. Hati saya hancur saat itu, tetapi saya tidak sampai hati pada dua anak kami yang masih kecil-kecil. Anak saya baru 7 tahun dan 3 tahun; keduanya perempuan. Istri saya (menyatakan) menyesal dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi. Dan saya telah memaafkan dan menerimanya kembali, dengan syarat mau menggugurkan bayi hasil perbuatan terkutuknya, karena saya takut kalau bayi tersebut lahir, saya tidak dapat menahan diri dan selalu mengingat peristiwa tersebut. Yang saya tanyakan, berdosakah saya menyuruh istri saya melakukan aborsi, dan apa yang harus saya lakukan sekarang? sampai sekarang, hanya saya dan istri saya yang mengetahui hal ini, mohon jawabannya supaya saya tidak dihantui perasaan berdosa. Terima kasih. Baca entri selengkapnya »