Aqidah Salaf

Aqidah Islam : Aqidah Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi (Aqidah Thahawiyah)

Posted on Updated on

Lurusnya akidah adalah jaminan yang paling besar bagi keselamatan seorang muslim. Sebesar apa penyimpangan dalam akidahnya, sebesar itu pulalah kadar potensi penyimpangannya dari jalan yang lurus. Apabila akidah seorang muslim bagus dan lurus, insya` Allah sisi-sisi pada dirinya akan ikut tersempurnakan. Dan salah satu cara yang efektif yang dapat dilakukan seorang muslim untuk berusaha meluruskan akidahnya adalah mengkaji buku akidah yang telah diakui dan dirokemendasikan oleh para ulama. Dan salah satunya adalah Matan al-Aqidah ath-Thahawiyah.

Matan Al-Aqidah ath-Thahawiyah ditulis oleh Imam Abu Ja’far ath-Thahawi rahimahullah, yang lahir th. 239 H dan wafat th. 321 H, seorang ulama Islam yang teguh di atas Manhaj Ahlus Sunnah, as-Salaf ash-Shalih. Beliau dikenal sebagai salah seorang yang bermadzhab Hanafi dalam fikih, tapi tetapi salah seorang di antara guru beliau yang paling berpengaruh pada diri beliau adalah Imam al-Muzani yang bermadzhab Syafi’i bahkan murid besar dari Imam asy-Syafi’i rahimahullah. Ini menunjukkan bahwa Imam ath-Thahawi adalah seorang ulama yang merdeka dari belenggu panatisme madzhab yang tercela. Ini dari satu sisi, dan sisi yang lain, ini menunjukkan bahwa sekalipun dalam satuan-satuan masalah fikih di antara para ulama terjadi beda pendapat, tetapi dalam pokok-pokok Agama, Ushuluddin, Akidah, mereka adalah satu. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pujian Ibnu Taimiyah Terhadap Ali Bin Abi Thalib ~radhiyallahu ‘anhu~

Posted on

‘Ali bin Abi Thalib di Mata Ibnu Taimiyah
Ali bin Muhammad Al-Qadiby

Ibnu Taimiyah memuji Ali bin Abi Thalib dibanyak Tempat dalam karangannya. Beliau menyanjung dan memposisikan beliau sebagai Kholifah keempat setelah Abu Bakr, Umar, dan Utsman Radhiyallaahu anhum layaknya manhaj Ahlussunnah Waljamaah. Hal itu sangat jelas dan lugas nampak bagi para pembaca kitab-kitab Syaikh. Aku tidak mengetahui bagaimana mungkin pandangan Ahli bid’ah dan para pencela Syaikhul Islam terlewatkan dari hal-hal tersebut.

Aku telah mengumpulkan sebagiannya pada pembahasan ini agar dibaca oleh setiap penulis dan para Pencari kebenaran serta untuk mencerahkan mata Ahlussunnah agar tidak nampak didada mereka gangguan ahli bid’ah terhadap Ibnu Taimiyah ketika mereka menelaah tuduhan-tuduhan dzolim tersebut.

Saya Banyak menukil dari Kitab Minhajussunnah karena kitab tersebut merupakan acuan utama para penghujat dan penuduh Ibnu Taimiyah. Penyebabnya adalah Baca entri selengkapnya »

[Download Audio] Dauroh Tokyo 2010 Bersama Ust. Yazid Jawas -hafizhahullah-

Posted on Updated on

masjid+tokyo

Alhamdulillah, setelah berhasil men-download kajian ini dalam versi video dari Youtube, kami telah berhasil melakukan konversi file-file tersebut kedalam format audio mp3 dengan harapan semoga kajian ini dapat lebih mudah untuk di-download dan disimak sehingga -insya Alloh- dapat lebih terasa manfaatnya. Silakan download pada link berikut: Baca entri selengkapnya »

Al-Fattaah, Maha Pembuka Kebaikan dan Pemberi Keputusan

Posted on Updated on

Dasar Penetapan

 

Nama Allah Ta’ala yang maha indah ini disebutkan dalam firman-Nya,

{قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ}

Katakanlah: “Rabb kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui” (QS Sabaa’:26).

Juga diisyaratkan dalam firman-Nya:

{وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ}

Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya” (QS al-A’raaf:89). Baca entri selengkapnya »

Kaidah-Kaidah Penting untuk Memahami Nama dan Sifat Allah [4]

Posted on Updated on

KAIDAH KEEMPAT: Bantahan kita terhadap Mu’aththilah (para penolak Sifat).

Kaum Mu’aththilah itu terbagi-bagi ke dalam beberapa kelompok. Diantara mereka ada pihak yang mengingkari Nama dan Sifat Allah secara mutlak semacam kelompok Jahmiyah. Ada pula pihak yang mengingkari Sifat saja semacam kelompok Mu’tazilah. Ada pula yang mengingkari sebagian Sifat dengan tetap menetapkan Nama-Nama Allah semacam kelompok Asyaa’irah (yang mengaku-aku pengikut Imam Abul Hasan Al Asy ‘ari-pent). Diantara mereka ada yang terjerumus dalam sikap tafwidh (menyerahkan lafazh, makna dan kaifiyah Sifat hanya kepada Allah-pent). Ada yang mensifati Allah dengan sifat-sifat yang saling bertolak belakang seperti, “Allah itu tidak hidup juga tidak mati, tidak mendengar juga tidak melihat (mungkin maksud beliau tidak tuli, wallahu a’lam-pent), tidak bisu tapi juga tidak berbicara, dst.” Itu semua mereka lakukan dengan alasan untuk menghindar dari penyerupaan/tamtsil. Pendapat terakhir ini adalah madzhab orang-orang mulhid/atheis di kalangan sekte Bathiniyah. Baca entri selengkapnya »

Kaidah-Kaidah Penting untuk Memahami Nama dan Sifat Allah [3]

Posted on Updated on

KAIDAH KETIGA: Kaidah tentang Sifat-Sifat Allah ‘Azza wa Jalla.

1. Seluruh Sifat Allah adalah tinggi, penuh dengan kesempurnaan dan sanjungan.

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan hanya kepunyaan Allah-lah matsalul a’la (Sifat yang Maha Tinggi).” (QS. An Nahl: 60).

Yang dimaksud matsalul a’la/Sifat-Sifat yang paling tinggi adalah sifat yang paling sempurna. Di dalam kaidah bahasa Arab mendahulukan ungkapan yang seharusnya ditaruh di belakang (yaitu Lillaahi-Hanya kepunyaan Allah-pent) memiliki fungsi pembatasan dan pengkhususan. Sehingga seolah-olah Allah Ta’ala membatasi sifat-sifat yang paling sempurna itu hanya ada pada-Nya dan Dia Mengistimewakan Sifat tersebut khusus bagi Diri-Nya, inilah gaya bahasa Al Qur’an yang sangat indah!!

Rabb Sesembahan yang berhak menerima peribadahan pasti memiliki Sifat-Sifat yang kesempurnaan-Nya mencapai puncak tertinggi diantara segala macam sifat kesempurnaan. Sebagaimana Allah telah menunjukkan kebatilan penyembahan terhadap berhala-berhala dengan cara mensifati mereka dengan sifat-sifat yang penuh kekurangan. Allah Ta’ala berfirman,

“Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi madharat kepada kamu?” (QS. Al Anbiyaa’: 66). Baca entri selengkapnya »

Kaidah-Kaidah Penting untuk Memahami Nama dan Sifat Allah [2]

Posted on Updated on

KAIDAH KEDUA: Ketentuan yang berkaitan dengan Nama-Nama Allah ‘Azza wa Jalla.

1. Seluruh Asmaa’ Allah pasti husna.

Asmaa’ adalah bentuk jamak dari kata ‘ism’ yang berarti nama dari dzat yang memiliki nama dan sifat. Nama-Nama Allah adalah nama-nama yang paling mulia, yang Allah menamai Diri-Nya dengan nama-nama tersebut atau nama yang ditetapkan oleh Nabi-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Husna adalah bentuk mu’annats (lafazh berjenis wanita) dari kata ‘ahsan’ (paling bagus) bukan bentuk mu’annats dari kata ‘hasan’. Sepadan dengan ‘kubro’ (bentuk mu’annats dari ‘akbar’) dan ‘mutsla’ (bentuk mu’annats dari ‘amtsal’). Nama-Nama Allah adalah husna artinya mencapai puncak kesempurnaan dan keindahan. Allah Ta’ala berfirman,

“Hanya milik Allah Asmaa’ul Husna/Nama-Nama yang paling indah…” (QS. Al A’raaf: 180).

Hal itu dikarenakan Nama-Nama Allah mengandung sifat-sifat kesempurnaan yang tidak terdapat sedikitpun kekurangan padanya dari sisi manapun, baik dari sisi ihtimal (kemungkinan asal makna lafazh) atau dari sisi taqdir (penetapan makna pelengkap yang muncul dari hasil terkaan dalam pikiran pendengar). Baca entri selengkapnya »

Kaidah-Kaidah Penting untuk Memahami Nama dan Sifat Allah [1]

Posted on Updated on

Kaidah-kaidah ini pada awalnya ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, dan beliau menempatkannya di bagian awal kitab Syarah Lum’atul I’tiqaad. Adapun Syaikh Abdur Razzaaq adalah salah seorang pengajar yang menyertai dakwah Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah di Daarul Hadits As Salafiyah Yaman. Beliau menjelaskan kaidah-kaidah ini sebagai pengantar Syarah Lum’atul I’tiqaad dengan merujuk kepada penjelasan Syaikh ‘Utsaimin dalam Al Qawaa’idul Mutsla serta keterangan dari ulama’ lain yang juga sangat bermanfaat seperti Imam Ibnul Qayyim dan Ibnu Hajar -semoga Allah merahmati mereka semua-.

KAIDAH PERTAMA: Sikap yang wajib kita lakukan terhadap nash-nash Al Kitab dan As Sunnah yang berbicara tentang Nama dan Sifat Allah.

Dalam menyikapi nash-nash Al Kitab dan As Sunnah kita wajib membiarkan penunjukannya sebagaimana zhahir nash tanpa perlu menyimpangkan maksudnya. Ini adalah kaidah yang sangat penting. Penetapan Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah termasuk perkara ghaib sehingga hal itu tidak bisa dijangkau dengan akal dan rasio semata. Baca entri selengkapnya »

Keagungan Ilmu Asma’ wa Shifat

Posted on Updated on

Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, sungguh ilmu tentang Allah  ‘Azza wa Jalla adalah ilmu yang paling mulia. Tidak ada jalan untuk mengenal Allah melainkan hanyalah melaui nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Berikut beberapa hal yang menunjukkan keagungan ilmu tentang asma’ wa shifat (nama dan sifat Allah).

Pertama

Tidak diragukan lagi bahwa ilmu mengenai  tauhid asma’ wa shifat merupakan ilmu yang paling mulia dan paling utama, paling tinggi kedudukannya serta merupakan perkara yang paling penting. Kemuliaan dan keutamaan ilmu tergantung dari  kemuliaan obyek yang dipelajari. Tidak ada yang lebih mulia dan lebih utama daripada ilmu yang berkaitan dengan nama dan sifat Allah yang terdapat dalam al Quran dan as Sunah. Oleh karena itu, menyibukkan diri untuk memahaminya dan mengilmuinya serta membahasnya merupakan tujuan yang paling mulia dan maksud yang utama. Baca entri selengkapnya »

Mengenal Nama-nama dan Sifat-Sifat Allah

Posted on Updated on

asmaul husna

Pembaca yang budiman, ilmu tentang mengenal Alloh dan Rosul-Nya merupakan ilmu yang paling mulia. Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh mengatakan, “Kemuliaan sebuah ilmu mengikuti kemuliaan objek yang dipelajarinya.” Dan tentunya, tidak diragukan lagi bahwa pengetahuan yang paling mulia, paling agung dan paling utama adalah pengetahuan tentang Alloh di mana tiada ilah (sesembahan) yang berhak disembah kecuali Dia semata, Robb semesta alam.

Ilmu Tentang Alloh Adalah Pokok dari Segala Ilmu

Ilmu tentang Alloh adalah pokok dan sumber segala ilmu. Maka barangsiapa mengenal Alloh, dia akan mengenal yang selain-Nya dan barangsiapa yang jahil tentang Robb-nya, niscaya dia akan lebih jahil terhadap yang selainnya. Alloh Ta’ala berfirman yang artinya,

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Alloh, lalu Alloh menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” (Al-Hasyr: 19). Baca entri selengkapnya »

[Audio] Bahaya Syirik Sebagai Salah satu Pembatal Keimanan

Posted on Updated on

Tema : Bahaya Syirik Sebagai Salah satu Pembatal Keimanan

Pemateri : Syaikh Prof.Dr. Muhammad Bin Abdurahman Al Khumais Hafidzohullah
(Guru Besar Bidang Aqidah pada Program Pasca Sarjana
Universitas Muhammad Ibnu Su’ud Riyadh Saudi Arabia)

Penerjemah : ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc

Tempat : Studio Radio Rodja

Sebagaimana wudhu, sholat, puasa dan haji ada pembatalnya, Keimananpun ada pembatalnya. Pembatal itu ada dua macam. Pembatal yang mengurangi kesempurnaan iman dan pembatal yang menghilangkan pokok keimanan itu sendiri. Diantaranya pembatal-pembatal keimanan adalah Syirik, yaitu menjadikan tandingan bagi Allah. Syirik ada dua macam, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar adalah apabila kita memberikan ibadah kepada selain Allah. Baik ibadah dhohir maupun bathin. Adapun syirik kecil adalah segala sesuatu yang disebutkan nabi sebagai syirik akan tetapi tidak sampai dalam ketegori syirik besar. Bagaimana rincian dari bahaya Syirik ? simak penjelasan lengkap beliau dalam file audio.
Bagaimana pula penjelasan tentang hadits bahwa syaithon telah putus asa untuk disembah di jazirah arab ? bagaimana pula cara berdakwah kepada orang tua yang masih suka berbuat syirik? Siapakah ahlus sunnah wal jamaah yang sejati ? Simak jawabannya dan pertanyaan lainnya dalam sesi Tanya jawab.selamat menyimak

icon for podpress Bahaya Syirik: Hide Player | Play in Popup | Download