Asal Usul Syi’ah

Abdullah bin Saba’ Tokoh Fiktif Atau Tokoh Nyata yang Di-fiktif-kan ?!

Posted on

Dakwaan mereka yang mengatakan Abdullah bin Saba itu adalah tokoh fiktif, selalu dielu-elukan oleh orang syi’ah muta’akhkhirin dan orang orentalis, agar mereka (Syi’ah) bisa diterima ditengah-tengah masyarakat. Dakwaan seperti ini bagaikan orang yang mengingkari cahaya matahari ditengah siang bolong lagi cerah.

Sesungguhnya keberadaan Abdullah Ibnu Saba’ tidak hanya ditulis dalam kitab-kitab ahli sunnah, bahkan juga direkam di dalam buku-buku Syi’ah. Namun, orang Syi’ah sendiri – terutama golongan kontemporer – saling berlomba untuk memberikan bantahan tentang hal itu. Mereka mengklaim Ahlus-Sunnah telah mereka-reka tokoh ini karena permusuhan mereka terhadap Syi’ah.

Banyak sudah tulisan mereka sebar, dan tidak sedikit kaum muslimin yang bodoh tertipu dengan segala bualan mereka. Mereka (kaum muslimin yang bodoh dan tertipu) itu tidak tahu bahwa sebenarnya tokoh ‘Abdullah bin Saba’ bukanlah tokoh fiktif, bukan pula hasil rekayasa Ahlus-Sunnah. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Sekilas Tentang Rafidhah dan Pendirinya

Posted on

Oleh : Abu Bakr ‘Abdurrazzaq bin Shalih bin ‘Ali An-Nahmiy

Mengapa Mereka Dinamakan dengan Rafidhah ?

Mereka dinamakan dengan Rafidlah (kaum yang meninggalkan) karena mereka meninggalkan Zaid bin ‘Ali, ketika mereka meminta beliau untuk menyatakan putus hubungan dengan Abu Bakar dan ‘Umar, tetapi beliau justru mendoakan rahmat untuk mereka berdua. Maka mereka mengatakan,”Jika demikian, kami akan meninggalkanmu”. Maka beliau (Zaid bin ‘Ali) berkata,”Pergilah ! Sesungguhnya kalian adalah Rafidlah (orang-orang yang meninggalkan)”.

Adz-Dzahabi berkata dalam Siyaru A’laamin-Nubalaa’ (5/390) bahwa ‘Isa bin Yunus berkata,”Orang-orang Rafidlah datang menemui Zaid, lantas mereka berkata : ‘Buatlah pernyataan putus hubungan dengan Abu Bakar dan ‘Umar sehingga kami membantumu’. Maka beliau menanggapi : ‘Bahkan aku loyal kepada mereka berdua’. Mereka pun berkata : ‘Jika demikian, maka kami meninggalkanmu’. Dari situlah mereka dikatakan Rafidlah”. Baca entri selengkapnya »