asmaulhusna

Al-Waduud, Yang Maha Mencintai Hamba-hamba-Nya yang Shaleh

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم

Al-Waduud, Yang Maha Mencintai Hamba-hamba-Nya yang Shaleh

Dasar penetapan

Nama Allah Subhanahu wa Ta’ala yang maha agung ini disebutkan dalam dua ayat al-Qur’an:

1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ}

“Dan mohonlah ampun kepada Rabb-mu (Allah ‘Azza wa Jalla) kemudian bertaubatlah kepada-Nya, sesengguhnya Rabb-ku Maha Mencintai hamba-hamba-Nya lagi Maha Pengasih” (QS Huud: 90). Baca entri selengkapnya »

Iklan

Penjelasan Nama Dari Nama-nama Alloh Yang Maha Indah : Asy-Syakuur [3/3]

Posted on Updated on

  • Makna nama Allah “As Syakuur” menunjukkan kesempurnaan yang mutlak bagi Allah dalam membalas amal shaleh para hamba-Nya.
syarah-asmaul-husna

Hal tersebut akan semakin jelas ketika nama “Asy Syakuur” berpaparan dalam satu ayat dengan nama-nama Allah yang lain.

Seperti nama Allah “Asy Syakuur” bergandengan dalam satu ayat dengan nama Allah “Al Ghafuur“. Sebagaimana dalam firman Allah,

إِنَّ اللهَ غَفُورٌ شَكُورٌ. الشورى: ٢٣

” Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

Hal ini terdapat dalam tiga tempat dalam Alquran, yang lainnya dalam surat “Faathir” ayat 30 dan 34. Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Nama Dari Nama-nama Alloh Yang Maha Indah : Asy-Syakuur [2/3]

Posted on Updated on

syarah-asmaul-husna

Penjabaran makna nama Allah “Asy Syakuur

Jika kita memperhatikan kontek ayat-ayat yang menyebutkan tentang nama Allah Asy Syakuur selalu berada setelah menyebutkan tentang anjuran untuk melakukan amal-amal sholih dan balasannya. Maka nama tersebut sangat erat hubungannya dengan amal sholih dan balasannya. Untuk lebih jelasnya mari kita simak dan kita tela’ah ayat-ayat tersebut pada berikut ini.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ {29} لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ {30} . فاطر: 29-٣٠

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dalam bentuk tersembunyi dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan pernah merugi. Allah akan menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Nama Dari Nama-nama Alloh Yang Maha Indah : Asy-Syakuur [1/3]

Posted on

syarah-asmaul-husna

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, selawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga selawat dan salam juga terlimpahkan buat keuarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk Mereka sampai hari kiamat.

Para pembaca yang dirahmati Allah, pada kesempatan kali ini kita lanjutkan pembahasan seputar makna dari nama-nama Allah yang indah lagi mulia. Kemudian kita mencoba memetik berbagai pelajaran dari nama-nama Allah tersebut.

Diantara sekian nama-nama Allah kita pilih kali ini nama Allah “Asy Syakuur”. Landasannya firman Allah,

إِنَّ اللهَ غَفُورٌ شَكُور.  الشورى : ٢٣

” Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

Nama Allah yang mulia ini terulang dalam dalam Alquran sebanyak empat kali[1]. Baca entri selengkapnya »

Fiqih Asma Al-Husna : As-Shamad, Penguasa Yang Maha Sempurna Dan Bergantung Kepada-Nya Segala Sesuatu

Posted on

asmaulhusna

Dasar penetapan

Nama Allah Ta’ala yang agung ini disebutkan dalam firman-Nya:

{قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، اللهُ الصَّمَدُ}

Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah adalah ash-Shamad (Penguasa Yang Maha Sempurna dan bergantung kepada-Nya segala sesuatu)”(QS al-Ikhlaash:1-2).

Dan dalam sebuah hadits yang shahih Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum, “Apakah kalian tidak mampu membaca sepertiga (dari) al-Qur’an dalam satu malam?” Maka para sahabat radhiyallahu ‘anhum merasakan hal itu sangat berat dan meraka berkata: Siapa di antara kami yang mampu (melakukan) hal itu, wahai Rasulullah? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Surat) Allah al-Wahid (Yang Maha Esa) ash-Shamad (Penguasa Yang Maha Sempurna dan bergantung kepada-Nya segala sesuatu) adalah (sebanding dengan) sepertiga al-Qur’an[1]. Baca entri selengkapnya »

Keindahan Asmaul Husna

Posted on Updated on

asmaul husna

Berbicara tentang keindahan al-Asma-ul husna (nama-nama Allah Ta’ala yang maha indah) berarti membicarakan suatu kemahaindahan yang sempurna dan di atas semua keindahan yang mampu digambarkan oleh akal pikiran manusia.

Betapa tidak, Allah Ta’ala adalah zat maha indah dan sempurna dalam semua nama dan sifat-Nya, yang karena kemahaindahan dan kemahasempurnaan inilah maka tidak ada seorang makhlukpun yang mampu membatasi pujian dan sanjungan yang pantas bagi kemuliaan-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan hal ini dalam sebuah doa beliau yang terkenal:

لا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَما أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Aku tidak mampu menghitung/membatasi pujian/sanjungan terhadap-Mu, Engkau adalah sebagaimana (pujian dan sanjungan) yang Engkau peruntukkan bagi diri-Mu[1]. Baca entri selengkapnya »

Fiqih Asma Al-Husna : Al-Hayyiyu, Yang Maha Pemalu

Posted on

Dasar penetapan

asmaul husna

Nama Allah Ta’ala yang maha indah ini disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dua hadits yang shahih:

1- Dari Salman al-Farisi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا »

Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Ta’ala adalah maha pemalu lagi maha mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa[1].

2. Dari Ya’la bin Umayyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki yang mandi di tanah lapang terbuka tanpa kain penutup, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِىٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ، فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ »

“Sesungguhnya Allah Ta’ala maha pemalu lagi maha menutupi, Dia mencintai (sifat) malu dan menutup (aib/aurat), maka jika seseorang di antara kalian mandi, hendaklah dia menutup (auratnya)[2]. Baca entri selengkapnya »