Aswaja

Keadilan Para Shahabat Nabi dan Keharaman Mencela Mereka

Posted on Updated on

Semua Sahabat Rasulullah Adalah Adil
Dan Haram Hukumnya Mencaci Maki Mereka

A.TAQDIM

Para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang telah mendapatkan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka telah berjuang bersama Rasulullah untuk menegakkan Islam dan mendakwahkannya keberbagai pelosok negeri, sehingga kita dapat merasakan ni’matnya iman dan Islam.

Perjuangan mereka dalam li i’ila-i kalimatillah (meninggikan kalimat Allah) telah banyak menelan harta dan jiwa. Mereka adalah manusia yang sepenuhnya tunduk kepada Islam, benar-benar membela kepentingan umat Islam, setia kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa kompromi, mereka tunduk kepada hukum-hukum agama Allah, tujuan mereka adalah untuk mendapatkan keridhaan Allah dan Sorga-Nya. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Membongkar Koleksi Dusta “Syaikh” Idahram – Racun Aqidah Syi’ah

Posted on

BAB KEDUA

RACUN AQIDAH SYI’AH

Para ulama ahlus sunnah telah sepakat akan sesatnya sekte syi’ah. Seluruh kitab-kitab yang membicarakan tentang firqoh sesat memasukan syi’ah –dengan beragam sekte-sektenya– sebagai firqoh yang sesat dan menyesatkan.

Akan tetapi akhir-akhir ini pemaham sekte syi’ah mulai semarak di tanah air kita, ditambah lagi dengan dukungan sebagian tokoh-tokoh Islam dari tanah air. Karenanya perlu untuk menanamkan kepada masyarakat akan bahayanya racun agama syi’ah. Baca entri selengkapnya »

Membongkar Koleksi Dusta “Syaikh” Idahram – Sejarah Berdarah Hitam Sekte Syi’ah

Posted on Updated on

BAB PERTAMA

SEJARAH BERDARAH HITAM SEKTE SYI’AH

Mereka membunuh semuanya, para ulama, kaum usia lanjut, para wanita, bahkan balita…!!!!

Kalau membicarakan tentang kejahatan kaum syi’ah maka sangatlah banyak…dari zaman dahulu hingga masa kita sekarang. Terlalu sering kita mendengar berita tentang pembantaian ahlus sunnah bahkan para ulama ahlus sunnah di Iran dan Iraq…

Semua itu merupakan hal yang lumrah di mata syi’ah. Baca entri selengkapnya »

Membongkar Koleksi Dusta “Syaikh” Idahram – Aroma Syi’ah Tercium Dari Idahram

Posted on Updated on

Aroma Syi’ah Tercium Dari Idahram

Aroma syi’ah sangat mencolok dalam buku idahram “Sejarah Berdarah….”. Diantara yang menunjukan akan hal ini :

Pertama : Dalam bukunya (hal 203) idahram menyebutkan bahwa setidaknya dalam dunia Islam ada tujuh madzhab yang dikenal, yaitu Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab as-Syafii, Madzhab Hanbali, Madzhab Dzohiri, Madzhab Ja’fari, dan Madzhab Imamiyah. Tentunya hal ini sangat jelas menunjukkan pembelaan idahram terhadap dua madzhab syi’ah (Ja’fari dan Imamiyah), dimana idahram mensejajarkan dua madzhab ini dengan madzhab-madzhab Ahlus Sunnah (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali, dan Dzohiri). Dalam buku-buku Ahlus sunnah wal jama’ah yang membicarakan tentang firqoh-firqoh sesat maka sekte syi’ah dimasukkan dalam firqoh-firqoh sesat dan menyesatkan. Karena hal ini merupakan kesepakatan ahlus sunnah wal jama’ah. Meskipun akhir-akhir ini ada segelintir ahlus sunnah yang terpedaya oleh kaum syi’ah yang mencoba menjadikan madzhab syi’ah sebagai madzhab yang ke 5 dalam dunia Islam. Baca entri selengkapnya »

Membongkar Koleksi Dusta “Syaikh” Idahram – Muqaddimah

Posted on Updated on

Sejarah Berdarah Sekte Syi'ah
Sejarah Berdarah Sekte Syi’ah

MUQODDIMAH
Alhamdulilah, segala puji senantiasa kita panjatkan kepada bagi Allah yang senantiasa memberikan limpahan karuniaNya, semoga salawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga beliau serta seluruh sahabat beliau.

Membela harkat dan martabat sesama muslim merupakan ibadah yang sangat mulia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa yang membela kehormatan saudaranya maka Allah akan membela wajahnya dari api neraka pada hari kiamat” (HR At-Thirmidzi no 1931, dan dishasankan oleh At-Thirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani) Baca entri selengkapnya »

Download Audio : Menepis Tuduhan Dusta Terhadap Dakwah Salafiyyah (Al-Ustadz Badrusalam)

Posted on

Siapakah Wahhabi yang dikatakan sesat oleh para Ulama? Benarkah julukan bahwa dakwah Salafiyyah adalah dakwah Wahhabi ?? Benarkah bahwa dakwah Salafiyyah adalah dakwah Takfiir? Benarkah dan Benarkah sederet tuduhan-tuduhan yang dituduhkan oleh musuh dakwah Tauhid dan Sunnah terhadap dakwah Salafiyyah?

Silakan Anda simak penjelasannya secara jelas dan gamblang dalam kajian berikut ini yang disampaikan oleh Al-Ustadz Badrusalam -hafizhahullah-, dalam kajian ini beliau juga merujuk kepada kitab “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan” yang ditulis oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray -hafizhahullah- yang merupakan kitab bantahan atas buku kotor Syaikh Idahram Al-Majhuul, “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”.

Semoga Allah memberikan hidayahNya kepada kita untuk memahami agama ini dengan pemahaman yang benar.

Download Kajian

Sumber : Radio Rodja 756 AM

Mengenal Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ariy dan Asy’ariyyah

Posted on

Mari kita berpikir jernih. Mungkin luput dari pengamatan kita, betapa banyak orang yang menggolongkan kepada seseorang atau kelompok namun ternyata tidak selaras dengan pemikiran atau faham orang atau kelompok yang di ikuti, masih segar dalam ingatan kita, Imam Syafi’i berpendapat bahwa mengirim pahala kepada orang yang telah meninggal tidak akan sampai sama sekali. Namun anehnya (tapi nyata) orang yang mengaku pengikuti Imam Syafi’i justru menjadi pelopor terdepan dalam mengamalkan amalan ini bahkan memasyarakatkanya.

Demikian pula dengan pengikuti Abu Hasan Al–Asy’ari. Mereka mengaku mengikuti beliau dalam masalah akidah, terutama penetapan Nama-nama dan Sifat Allah yang berjumlah tujuh. Mereka disebut Asya’iroh alias Asy’ariyah. Padahal beliau (Imam Abul Hasan Al-Asy’ari -ed) telah ruju’ (kembali) ke manhaj salaf, ahlussunah waljama’ah dengan menetapkan semua sifat bagi Allah, tidak hanya tujuh. Namun pengikutnya tidak menyadari. Lebih aneh lagi ucapan yang terlontar dari Pensyarah kitab Ihya Ulumuddin, Imam Az Zabidi dalam kitabnya Ittihaf  Sadatul Mutaqiin. Apabila disebut kaum Ahlussunah wal jama’ah, maka maksudnya ialah orang–orang yang mengikuti rumusan (faham) Asy’ari dan faham Abu Manshur Al-Maturidi. (Lihat I’tiqad Ahlussunah Wal Jama’ah, KH. Sirojuddin Abbas, hal. 16–17)

Dalam uraian berikut akan dikemukakan secara ilmiah -Insya Allah- perbedaan antara imam Abul Hasan Al-Asy’ari dengan Asya’iroh dan sekaligus sebagai bukti kongkrit kesalahan faham tersebut dan penganutnya. Baca entri selengkapnya »

Siapakah Ahlussunnah Wal Jama’ah?

Posted on Updated on

ahlussunnah wal jama'ah
ahlussunnah wal jama'ah

Dewasa ini marak pengakuan dari berbagai pihak yang mengklaim dirinya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sehingga menyebabkan adanya kerancuan dan kebingungan dalam persepsi banyak orang tentang Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, siapakah sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah itu ?

Jawab :

Mengetahui siapa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah perkara yang sangat penting dan salah satu bekal yang harus ada pada setiap muslim yang menghendaki kebenaran sehingga dalam perjalanannya di muka bumi ia berada di atas pijakan yang benar dan jalan yang lurus dalam menyembah Allah Subhaanahu wa Ta’aala sesuai dengan tuntunan syariat yang hakiki yang dibawa oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam empat belas abad yang lalu. Baca entri selengkapnya »

Imam As-Syafii, Imam An-Nawawi dan Imam Ibnu Hajr al-Haitamiy pengikut WAHABI?

Posted on

Wahhabi
wahhabi

Sesungguhnya ibadah itu dibangun di atas dalil baik dari Al-Qur’an maupun as-Sunnah yang dipahami oleh para shahabat radhiyallahu ‘anhum.

Tatkala para pemakmur kuburan yang mencari barokah di sana mengetahui bahwasanya perbuatan mereka menyelisihi dan bertentangan dengan terlalu banyak hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka merekapun berusaha untuk berdalil dengan perkataan ulama yang sepakat dengan aqidah mereka.

Diantara perkataan para ulama yang dijadikan dalil untuk menguatkan kebiasaan mereka beribadah di kuburan adalah perkataan Al-Baidhowi rahimahullah. Baca entri selengkapnya »

Meluruskan Penakwilan Hadits-Hadits Tentang Khawarij Versi ‘Syaikh’ Idahram (Bagian 1)

Posted on Updated on

Layaknya ulama besar dalam bidang hadits, saudara Idahram berusaha menakwil hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan hawa nafsunya demi menjatuhkan dakwah kepada tauhid dan sunnah yang diserukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.

Dengan seenaknya saudara Idahram memaksakan bahwa celaan yang dimaksud dalam hadits-hadits tersebut tertuju kepada seorang ulama yang mulia dan para pengikutnya yang berusaha mengamalkan tauhid dan sunnah dengan sebenar-benarnya.

TIDAK BERADAB KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Buku Sejarah Berdarah ini pun masih disertai dengan ungkapan tidak sopan dan tidak beradab kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengatakan bahwa hadits-hadits tersebut adalah “prediksi”[1] dan “ramalan”[2] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca entri selengkapnya »

Kebaikan Pemerintah & Ulama Saudi Untuk Kaum Muslimin Dunia

Posted on Updated on

KEBAIKAN PEMERINTAH SAUDI UNTUK KAUM MUSLIMIN DUNIA[1]

Sebetulnya di dalam buku Sejarah Berdarah ini juga sudah terdapat kontradiksi. Di satu sisi saudara Idahram berusaha mencitrakan pemerintah Saudi Arabia sebagai pemerintah yang sadis dan ganas layaknya Nazi Jerman yang dipimpin Hitler, bahkan lebih kejam dari Hitler.

Namun di sisi lain, dia mengakui fakta-fakta akan pemuliaan dan penghormatan Kerajaan Saudi Arabia terhadap kaum muslimin.

Buktinya, sambutan yang baik dari pemerintah Saudi terhadap tokoh-tokoh Nahdhatul Ulama (NU) yang sengaja datang untuk mengkritik pemerintah Saudi. Tidak sedikit pun ada usaha dari pemerintah Saudi untuk mencelakakan apalagi membunuh para delegasi yang jelas-jelas aqidah dan amaliah mereka berbeda dengan apa yang diyakini dan diamalkan oleh pemerintah Saudi, malah kritikan mereka dalam masalah amaliah mazhab diterima dengan baik oleh pemerintah Saudi. Dengan jujur[2] saudara Idahram berkata,

“Utusan para ulama pesantren, alhamdulillah, berhasil dan diterima dengan baik oleh penguasa Saudi. Raja Saudi menjamin kebebasan amaliah dalam mazhab empat di Tanah Haram dan tidak ada penggusuran makam Nabi Muhammad Saw. (shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen).” (Sejarah Berdarah…, hal. 138) Baca entri selengkapnya »

Meluruskan Kedustaan Sejarah Versi ‘Syaikh’ Idahram (bagian 2)

Posted on Updated on

عنوان المجد
عنوان المجد

Seakan sudah menjadi kebiasaannya, saudara Idahram kembali melemparkan tuduhan dusta kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, bahwa beliau membunuh orang-orang yang tidak mau mengikuti seruan dakwahnya dan harta mereka dibagi-bagi (pada hal. 91). Dan seperti biasa, Idahram tidak mampu mendatangkan sedikit pun bukti ilmiah akan kebenaran tuduhan ini.

Idahram juga mengklaim bahwa pasukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membunuh 70 orang di Ahsaa, termasuk wanita-wanita hamil (pada hal. 92), lalu pada catatan kaki nomor 32 dan 33, saudara Idahram menyandarkan info tersebut kepada kitab Unwan Al-Majd, jilid 1 hal. 46 dan 106. Namun setelah kami telusuri pada sumber yang disebutkan ternyata kisah tersebut tidak ada.

Kedustaan yang sama dilakukan oleh saudara Idahram ketika menceritakan penyerangan ke Qashim (pada hal. 94-95), pada catatan kaki nomor 38, Idahram mengklaim kisah tersebut dari kitab Unwan Al-Majd, jilid 1 hal. 112. Setelah kami telusuri kembali, kami tidak mendapati kisah seperti yang diceritakan Idahram.

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 58) Baca entri selengkapnya »

Meluruskan Kedustaan Sejarah Versi ‘Syaikh’ Idahram (bagian 1)

Posted on

tarikh-najd
tarikh-najd

Mengawali kedustaan-kedustaannya, saudara Idahram kembali mendasarkan “fakta-fakta” (pada hal.  65) kepada sejarawan kafir (?) yang bernama, Vladimir Borisovich Lotsky. Maka kami ingatkan kembali, bahwa menempuh segala cara seperti ini bukanlah cara yang dibenarkan dalam Islam. Ajaran Islam menuntun kita untuk berhati-hati dalam menerima berita, tidak begitu saja mempercayai dan menyebarkan setiap berita yang kita dengar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6) Baca entri selengkapnya »

Menjawab Tuduhan Idahram: Tentang Julukan Wahabi & Penamaan Salafi

Posted on Updated on

salafi-antara-tuduhan-dan-kenyataan
salafi-antara-tuduhan-dan-kenyataan

MENGKRITISI ISTILAH WAHABI

Kata Wahabi, Wahabisme ( الوهابي ) adalah sebuah kata yang dimunculkan oleh orang-orang yang tidak menyukai dakwah yang diserukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Beliau sendiri, sebagai orang yang menyerukan dakwahnya, demikian pula murid-murid beliau, tidak pernah menamakan diri dengan Wahabi.

Ini sekaligus sebagai bantahan terhadap saudara Idahram yang taklid buta kepada Al-Buthi (tokoh Ikhwanul Muslimin) yang menuduh bahwa, nama wahabi pada akhirnya diganti menjadi salafi setelah mengalami kegagalan. (Sejarah Berdarah…, hal. 27).

Padahal kenyataannya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memang tidak pernah menamakan diri dengan wahabi, terlebih dari sisi bahasa dan istilah penamaan wahabi yang  tidak tepat. Seorang Ulama Al-Azhar Mesir, Syaikh Muhammad Hamid Al-Faqi rahimahullah berkata,

“Penisbatan nama wahabi kepada beliau salah menurut bahasa Arab, yang benar penisbatannya adalah Muhammadiyyah (bukan wahabiyah), karena nama beliau Muhammad bukan Abdul Wahhab.”(Lihat Majmu’atur Rosaail At-Taujihat Al-Islamiyah Li Ishlahil Fardi wal Mujtama’ (3/240))

Lalu siapakah yang pertama memunculkan penamaan ini? Baca entri selengkapnya »