Aurat

Batasan Aurat Wanita Menurut Keterangan Ulama Madzhab Syafi’i

Posted on

Manakah aurat wanita? Yang kita bahas kali ini adalah aurat wanita yang tidak boleh ditampakkan di hadapan umum, di hadapan para pria yang bukan mahramnya. Tinjauan kami kali ini adalah berdasarkan madzhab Syafi’i.

Aurat itu wajib ditutupi sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ

Jagalah (tutuplah) auratmu kecuali pada istri atau budak yang engkau miliki.” (HR. Abu Daud no. 4017 dan Tirmidzi no. 2794. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa aurat itu berarti kurang, aib dan jelek. (Al Majmu’, 3: 119).

Imam Nawawi menyatakan pula bahwa aurat itu wajib ditutupi dari pandangan manusia dan ini adalah ijma’ (kata sepakat ulama). (Idem). Baca entri selengkapnya »

Iklan

Tes Keperawanan Sebelum Masuk Sekolah?

Posted on

Salah satu berita yang sedang hangat yaitu adanya usulan akan diadakan pemeriksaan tes keperawanan bagi calon siswa yang akan masuk dalam sekolah atau institusi pendidikan. Timbulah pro dan kontra mengenai hal ini.

Yang pro berargumen hal ini bisa mengurangi perilaku sek bebas pada anak sekolah. Karena menurut mereka ada data bahwa perilaku seks bebas pada anak sekolah sangat tinggi. Mereka berdalih bahwa dengan tes ini maka siswa sekolah akan waspada danmenjauhi seks bebas. Sedangkan yang kontra, lebih melihat ke arah keadilan bahwa semuanya berhak mendapatkan pendidikan, ini lebih sesuai dengan pancasila dan HAM menurut mereka.

Ternyata hal ini tidak sesuai dengan pandangan syariat? Berikut sedikit pembahannya. Baca entri selengkapnya »

Saya Berkali-Kali Bermimpi Melepas Jilbab, Apakah Maksud Dari Mimpi Itu?

Posted on

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.
Saya mau tanya, saya mulai memakai hijab dari pertengahan bulan Ramadhan kemarin dan sebelumnya saya tak pernah memakai hijab.

Yang ingin saya tanyakan, kenapa saya sering mimpi dan di mimpi saya, saya tak pakai hijab bahkan berpakaian biasa, sampai-sampai calon suami saya marahin saya.

Dan anehnya lagi, calon suami saya juga pernah mimpi’in saya tak pake hijab! Kalau boleh tahu, apa penyebabnya dan apa arti dari semua ini?

Sungguh saya butuh jawaban yang pasti, hati saya selalu cemas, bukan sekali atau dua kali saya mimpi seperti itu, bahkan beberapa kali sudah. Tolong minta penjelasannya, Syukron. Wassalamu’alaikum.. Baca entri selengkapnya »

Jilbab… Menutup Aurat Atau Membalut Aurat ???

Posted on Updated on

hijab jilbab gaul
Bukan Hijab

Jilbab bukan lagi menjadi kata yang asing didengar, terlebih belakangan ini, di mana wanita muslimah berbondong-bondong untuk mengenakan jilbab – dengan prasangka baik – bahwa mereka melakukannya sebagai wujud ketaatan akan perintah Allah dan Rasul-Nya. Ada perasaan nyaman bagi sebagian orang yang mengenakannya, karena pakaian yang dikenakannya akan meninggalkan kesan yang ‘lebih Islami’, terlepas dari cara dan mode pakaian yang dia kenakan.

Yang tidak banyak disadari, atau mungkin lebih sering diabaikan, bahwa jilbab bukan sekedar mengenakan pakaian lengan panjang, betis tertutup hingga tumit, dada dan leher terhalang dari padangan orang. Bahwa jilbab bukan sekedar membalut anggota-anggota tubuh yang tidak semertinya terlihat selain mahram. Tidak, Jilbab lebih dari itu!

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (QS Al-Ahzab [33] : 59) Baca entri selengkapnya »

Saudariku, Maukah Engkau Menjadi Seorang Ratu?

Posted on

ratu

Seseorang bertanya :Kenapa Islam menganggap wanita seperti narapidana (tidak bebas keluar),harus ditutup tubuh dan kepalanya (padahal panas), juga tidak boleh laki-laki menyentuhnya, bukankah itu seperti zaman jahiliyah?

Dijawab : Karena Islam menganggap wanita ibarat Ratu. Tidak sembarang orang bisa bertemu, melihat dan menyentuh seorang Ratu. Seorang Ratu juga tidak seperti kuli yang harus kerja berat, tidak seperti artis atau wanita malam yang mengobral kecantikan dan tubuhnya. Seorang Ratu cukup diam dalam singgasana kerajaannya, melayani dan mendampingi Rajanya

Orang-orang kafir hanya menghormati wanita jika wanita tersebut adalah seorang Ratu Bangsawan yang terhormat. Bagi yang pernah melihat film-film kerajaan pasti tahu bagaimana rakyat menghormati ratunya. Jika seorang ratu keluar dari kerajaannya, maka dia ditutupi oleh hijab/tabir, baik tatkala berjalan maupun naik kendaraan, dan rakyatnya malu dan takut untuk menatap wajah ratunya. Jika menatap saja tidak diperbolehkan oleh undang-undang kerajaan, apalagi menyentuhnya? Dengan begitu, ratu tersebut menjadi sangat terhormat di mata rakyatnya. Dan islam telah menjadikan wanita-wanita muslimah semuanya ibarat seorang ratu yang sangat dihargai dan dihormati. Maka islam mengatur tentang muamalah para wanita. Baca entri selengkapnya »

Saudariku, Inilah Kemuliaanmu!

Posted on Updated on

muslimah

Allah Ta’ala telah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Allah Ta’ala berfirman,

{وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ}

“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-An’aam:115)

Artinya: Al-Quran adalah firman Allah yang benar dalam berita yang terkandung di dalamnya, serta adil dalam perintah dan larangannya, maka tidak ada yang lebih benar dari pada berita yang terkandung dalam kitab yang mulia ini, dan tidak ada yang lebih adil dari pada perintah dan larangannya. [Lihat kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 174)].

Di antara bentuk keadilan syariat islam ini adalah dengan tidak membedakan antara satu bangsa/ suku dengan bangsa/suku lainnya, demikian pula satu jenis (laki-laki atau perempuan) dengan jenis lainnya, kecuali dengan iman dan takwa kepada Allah Ta’ala. Baca entri selengkapnya »

Tahrir Square dan Kesombongan Sebagian Wanita Kepada Allah

Posted on

tahrir square

Hari-hari belakangan ini, penggalangan massa untuk menggerakkan demonstrasi kembali menjadi tren sebagai sarana menyuarakan suara ‘keadilan’ versi mereka. Keberhasilan suatu gerakan untuk menggulingkan pemerintahan di negara tertentu bisa menginspirasi gerakan melawan pemerintah di negeri-negeri lain.

Tulisan ini tidak sedang mendudukkan sejauh mana pelanggaran syariat dalam penggerakan massa tersebut yang sering kali menyeret timbulnya kemaksiatan yang tidak bisa dibilang sedikit, akan tetapi ingin mengingatkan kembali akan sebuah musibah besar yang terjadi di salah satu nama tempat  demonstrasi yang mencuat dalam media massa. Tahrir Square (Lapangan Tahrir) yang terletak di kota Kairo, Mesir

Nama  Tahrir Square (Lapangan Tahrir), berasal dari bahasa Arab yaitu harrara, yuharirru, tahriran, yang bermakna kebebasan. Sehingga Tahrir Square berarti lapangan kebebasan. Itulah makna harfiah dari nama lapangan tersebut. Baca entri selengkapnya »

Berkaos Kaki Tanda Muslimah Sejati?

Posted on

kaos kaki

قال الشيخ الألباني -رحمه الله-أيضا:
أنا أرى أنه لابد أن تلبس قميصا سابغا لظهور قدميها لثبوت ذلك عن بعض أمهات المؤمنين ممكن إذا ظهر باطن قدمها وهي ساجدة مثلا فلا بأس من ذلك ,أما ظاهر القدم لابد من الستر .

Syaikh al Albani mengatakan, “Aku berpandangan bahwa seorang muslimah haruslah memakai long dress yang longgar dan panjang sehingga bisa menutupi punggung telapak kaki karena terdapat riwayat yang sahih dari salah seorang isteri Nabi yang mengatakan demikian. Jika yang nampak ketika shalat adalah bagian dalam telapak kaki seorang muslimah ketika dia dalam posisi sujud maka hukumnya tidak mengapa. Sedangkan punggung telapak kaki harus ditutupi.

(السائل: فإن تعمدت كشف قدميها هل تبطل الصلاة)

Penanya, “Jika ada muslimah yang dengan sengaja menyingkap kedua telapak kakinya apakah shalatnya batal?” Baca entri selengkapnya »

Mengapa Wanita Harus Berhijab (Jilbab)?

Posted on Updated on

Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Sang Pembuat syariat. Sebagai syariat yang memiliki konsekwensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat. Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi.

Berikut kami ulas sebagian jawaban dari pertanyaan di atas:

Pertama : Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya.

Ketaatan merupakan sumber kebahagian dan kesuksesan besar di dunia dan akherat. Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman manakala ia enggan merealisasikan,mengaplikasikan serta melaksanakan segenap perintah Allah dan RasulNya. Baca entri selengkapnya »

Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah)

Posted on Updated on

Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullahu dalam Sunan-nya (no. 1173) berkata, “Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ashim, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari Muwarriq, dari Abul Ahwash, dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).” (Dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 3109, dan Al-Irwa’ no. 273. Dishahihkan pula oleh Al-Imam Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/36)

Yang namanya aurat berarti membuat malu bila terlihat orang lain hingga perlu ditutupi dan dijaga dengan baik. Karena wanita itu aurat, berarti mengundang malu bila sampai terlihat lelaki yang bukan mahramnya. (Tuhfatul Ahwadzi, Kitab Ar-Radha’, bab ke-18) Baca entri selengkapnya »

Seruan Emansipasi Upaya Merusak Diri Sendiri

Posted on Updated on

Gerakan emansipasi yang tengah digembar-gemborkan di negeri-negeri Muslim, yang katanya memperjuangkan kesetaraan jender, kalau boleh dibilang tidak lain adalah “kesetaraan semu” atau malahan suatu pelecehan terhadap kaum wanita. Mungkin ungkapan ini akan membuat para feminisme tersirat darahnya dan mengeriput bibirnya. Bagi mereka non Muslim tentu tidak ada salahnya berteriak-teriak menyuarakan kesetaraan ini, karena memang konsep hidup mereka akan tetap dan selalu penuh aib, cela dan kekurangan karena timbul dari memperturutkan nafsu; sementara jiwa (nafsu) senantiasa mengajak kepada keburukan dan ketidakpuasan. –tidak bisa dipungkiri bahwa seruan ini bersumber dari pemikir kafir, sebagaiamana pengakuan para feminisme bahwa kesetaraan jender berasal dari dua teori, teori Karl Marx (1818-1883) “analisa konflik” dan teori “struktur fungsional” Email Durheim (1858-1P17/1917)–

Artinya, sebagai seorang Muslim, yang telah diberi Allah, –Sang pencipta jenis kelamin dengan segala sifat (baca: jender) yang melekat padanya– berbagai aturan hidup yang sempurna, yang jelas-jelas terbukti mengandung keadilan dan kesesuaian; akan amat lucu dan memalukan jika ikut-ikutan meneriakkan apa yang mereka teriakkan. Mungkin akan timbul pertanyaan, “Bukankah ketidakadilan itu juga terjadi di tengah kehidupan kaum muslimin? Bukankah penindasan perempuan juga dijumpai di negri yang dihuni kaum muslimin? Jawabnya, “Ya,” akan tetapi hal itu tidaklah harus menjadikan kita latah, membenarkan dan menelan mentah-mentah apa yang disuarakan orang-orang kuffar terhadap sesama komunitasnya.

Kita akui bahwa itu terjadi, akan tetapi semua terjadi karena kesalahan kita, umat Islam sendiri, yang sudah meninggalkan dan jauh dari ajaran agamanya.“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri,” (QS. Asy-Syuura:30) Jika kita mau kembali meniti agama kita ini, sungguh kaum muslimin tidak akan terjebak oleh seruan “emansipasi dengan kesetaraan semu” yang jelas-jelas merusak harga dan jati diri umat Islam; yang diserukan oleh mereka yang jelas-jelas buta dan bodoh tentang ajaran Islam ini. Berikut tulisan yang akan mengenalkan apa sesungguhnya hakikat seruan emansipasi dan bagaimana kedudukan perempuan dalam Islam. red

Baca entri selengkapnya »