Bank

Ada Apa Dengan Bank Konvensional?

Posted on Updated on

Perekonomian adalah salah satu bidang yang diperhatikan oleh syari’at Islam dan diatur dengan undang-undang yang penuh dengan kebaikan dan bersih dari kedhaliman. Oleh karenanya, Allah mengharamkan riba yang menyimpan berbagai dampak negatif bagi umat manusia dan merusak perekonomian bangsa.

Sejarah dan fakta menjadi saksi nyata bahwa suatu perekonomian yang tidak dibangun di atas undang-undang Islam, maka kesudahannya adalah kesusahan dan kerugian. Bila anda ingin bukti sederhana, maka lihatlah kepada bank-bank konvensional yang ada di sekitar kita, bagaimana ia begitu megah bangunannya, tetapi keberkahan tiada terlihat darinya. Sungguh benar firman Allah:

يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah. (QS. Al-Baqoroh: 276)

Nah, di sinilah pentingnya bagi kita untuk mengetahui masalah Bank konvensional dan sejauh mana kesesuaiannya dengan hukum Islam karena pada zaman sekarang ini, Bank bagi kehidupan manusia hampir sulit dihindari. Baca entri selengkapnya »

Syubhat Seputar Pinjam-Meminjam

Posted on

Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu secara marfu’:

كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِبًا

“Setiap pinjaman yang membawa manfaat keuntungan adalah riba.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani berkata:

“Hadits ini diriwayatkan oleh Haris ibnu Abi Usamah (dalam Musnadnya, 1/500 no. 437, pen.) dan di dalam sanadnya ada seorang rawi yang gugur periwayatannya (saqith). Hadits ini memiliki syahid (pendukung) yang dhaif pula dari Fadhalah bin ‘Ubaid yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi (di dalam As-Sunanul Kubra, 5/350 dan Ma’rifatus Sunan wal Atsar, 4/391, pen.). Pendukung lainnya adalah hadits mauquf (riwayat yang sampai pada shahabat saja tidak sampai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam), diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu (lihat Bulughul Maram, Kitabul Buyu’, Bab As-Salam wal Qardh war Rahn, hadits no. 812, -pen).” Al-Hafizh juga mengatakan dalam At-Talkhish (3/997): “Dalam sanad hadits ini ada Sawar ibnu Mush’ab , dia adalah rawi yang matruk (ditinggalkan haditsnya).” Baca entri selengkapnya »

Waspadai Jeratan Gurita Bank!

Posted on Updated on

gurita

Bapak A ingin membangun rumah, namun dia tidak memiliki cukup uang untuk membeli materialnya. Lalu, dia pun meminjam ke bank untuk membangun rumah.

Bapak B ingin memulai usaha yang membutuhkan modal banyak, maka dia pun meminjam uang di bank. Sedangkan Bapak C terkena musibah, anaknya kecelakaan dan dirawat di rumah sakit sehingga membutuhkan biaya yang tinggi, maka dia pun lari ke bank untuk meminjan uang.

Gambaran di atas adalah sekelumit gambaran keadaan seseorang dalam kehidupan di dunia ini. Terkadang, seseorang dihadang kebutuhan mendadak yang harus segera ditunaikan, namun dia belum memiliki uang.

Apakah kondisi-kondisi tersebut bisa melegalkan seseorang untuk pinjam uang di bank? Apakah sebenarnya hukum meminjam uang di bank? Terus, bagaimana jika meminjam uang di bank syariat? Baca entri selengkapnya »

Download Seminar Nasional KPMI: “Melanjutkan Perjuangan Mewujudkan Perbankan Syari`ah”

Posted on

Alhamdulillah, berikut kami sampaikan rekaman mp3 dari seminar berjudul `Melanjutkan Perjuangan Mewujudkan Perbankan Syari`ah` yang diselenggarakan oleh KPMI (pengusahamuslim.com) di Gedung BPPT Jakarta, 20 November 2010, bersama Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA. dan Bpk. Muhammad Abdus Shomad, SE, M.M. (Mantan praktisi perbankan syari`ah) dengan moderator Bpk Ir. Nursyamsu Mahyuddin MSc. (Ketua KPMI Pusat).

Jika ada pertanyaan atau ingin mendiskusikan masalah ini dengan Ustadz Muhammad Arifin Badri secara langsung, silahkan pertanyaannya disampaikan di milis fatwa KPMI. Baca entri selengkapnya »

Hukum Menabung Di Bank : Dengan Atau Tanpa Mengambil Bunga, Atau Karena Takut Uangnya Dicuri

Posted on Updated on

Pertanyaan:

Apa hukum menabung uang di bank dengan bunga tertentu?

Jawaban:

Menabung di bank dengan bunga tertentu tidak diperbolehkan, karena ini termasuk transaksi yang mengandung faktor riba. Allah Ta’ala telah berfirman,

وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا. (البقرة: 275

“Allah telah menghalalkan perniagaan dan mengharamkan riba.” (Qs. al-Baqarah: 275). Baca entri selengkapnya »

E-Book : Hidup Bahagia Tanpa Riba

Posted on Updated on

MEMO PENTING UNTUK PARA PRAKTISI RIBA

Penulis:  Abu Abdirrahman Ali Khumais Ubaid

 

Segala puji hanya milik Allah -subhanahu wa ta’ala-, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi terakhir yang tidak ada nabi lagi seteIahnya. Amma ba’du: Sesungguhnya orang yang memperhatikan realita kondisi kaum muslimin pada saat ini, maka dia akan mendapati bahwasanya masih banyak di antara mereka yang meremehkan atau menggampangkan masalah riba, entah dengan memakannya, menjadi praktisi, menentukan hukum, mengambil pinjaman, menjadi saksi, penjamin, penulis, penganjur, pendorong atau pun pambantu dalam proses riba. Seakan-akan urusan riba ini adalah merupakan satu kebolehan atau paling-paling merupakan hal yang makruh, atau hanya sebuah kemaksiatan kecil saja. Mereka tidak tahu bahwa ia termasuk perbuatan dosa besar yang Allah telah megumandangkan perang kepada para pelakunya di dunia dan akhirat, AIlah juga mengancam mereka dengan api neraka pada saat hari penghimpunan di hadapan-Nya. Dan yang lebih disayangkan lagi adalah, anda melihat bahwa banyak dari mereka, baik tua atau muda bahkan para wanita yang penampilan mereka mencerminkan orang yang iltizam (konsisten) dengan ajaran Islam, namun tetap saja mereka terlibat dalam dosa besar ini, menganggap remeh hal tersebut dan bahkan mungkin berlomba-lomba menuju sana. Maka akhirnya mereka terbelenggu oleh hutang yang tidak ada yang tahu kecuali hanya Allah, sebagaimana mereka juga telah terbelenggu dengan kemarahan Allah al-jabbar, dengan laknatnya, dan kelak terbe-lenggu dengan siksanya jika mereka tidak mau ber-taubat lalu taubatnya diterima oleh Allah.

 

Oleh karena itu maka aku memandang perlu untuk menyajikan di hadapan anda saudara-saudaraku fillah, beberapa ayat dan hadits-hadits Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, mudah-mudahan akan mencegah dan menghalangi kita dari dosa besar, wabah penyakit berbahaya dan keburukan yang sangat nyata ini (riba).

 

Muharram 1427/ Februari 2006

Penulis

Download E-Book