Belajar Islam

WAJIB TONTON! BELAJAR RUKUN ISLAM BERSAMA UST. ABDULLAH ZAEN

Posted on

BELAJAR RUKUN ISLAM : PENGANTAR

Iklan

[Download Audio] Penjelasan Tuntas Tiga Landasan Utama – Ust. Abdullah Shaleh Hadhrami

Posted on

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami hadirkan rekaman Daurah 2 Hari yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abdullah Shaleh Hadhrami -hafizhahullah-. Daurah membahas sebuah kitab yang berjudul “Al-Ushul Ats-Tsalatsah” karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah-. Kitab ini berisi penjelasan tuntas terhadap pertanyaan yang akan diajukan oleh malaikat Munkar dan Nakir kepada setiap insan di dalam kuburnya. Siapa yang dapat menjawabnya maka dia akan berada pada awal kenikmatan abadi, adapun yang tidak dapat menjawabnya maka siksa yang pedih yang akan menanti.

Download pada link-link berikut ini : Baca entri selengkapnya »

Bagaimana Cara Masuk Islam

Posted on Updated on

Pertanyaan: Jika ada muallaf yang masuk islam, apa yang harus dilakukan?

Jawaban: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Mendapatkan petunjuk untuk masuk islam adalah nikmat besar bagi setiap hamba. Karena sejatinya, orang yang masuk islam, berarti dia kembali kepada fitrahnya. Fitrah untuk bertuhan satu, fitrah mengikuti utusan tuhan yang terakhir, dan fitrah untuk mengamalkan al-Quran sebagai kitab Tuhan. Lebih dari itu, islam merupakan satu-satunya agama yang akan menyelamatkan manusia dari hukuman neraka.

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima (agama itu), dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran: 85). Baca entri selengkapnya »

Buta Tentang Islam, Bagaimana Mengobatinya ?

Posted on Updated on

Buta Tentang Islam, Bagaimana Mengobatinya ?

Islam Agama Ilmu

Islam adalah agama ilmu dan pengajaran, agama yang nyata dan jelas. Setiap muslim memiliki ilmu yang pasti dan benar yang tidak dimiliki oleh pakar-pakar dan budayawan-budayawan non-muslim. Dengan ilmu tersebut seorang muslim mengetahui bahwa Allah itu satu, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dia juga mengetahui; Bagaimana awal mula penciptaan manusia? Untuk apa diciptakan? Dan ke mana akan kembali?. Seorang muslim juga beriman (percaya dan membenarkan) akan adanya kebangkitan setelah kematian, adanya surga dan neraka. Ini adalah sebagian ilmu yaqinie (pasti kebenarannya) yang tidak dimiliki oleh orang selain muslim. Baca entri selengkapnya »

Untukmu Yang Berjiwa Hanif (5)

Posted on Updated on

HAKIKAT KEHIDUPAN
2.4. Ahsanu Amalan

Al-Quran menyebutkan bahwa penciptaan alam, hidup dan mati untuk menguji manusia mana yang lebih baik amalnya. Itulah yang disebut dengan “ahsanu `amala”. Allah berfirman;

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa Iagi Maha Pengampun”. [QS. al-Mulk: 2]

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya”. [QS.al-Kahfi: 7] Baca entri selengkapnya »

Untukmu Yang Berjiwa Hanif (4)

Posted on Updated on

HAKIKAT KEHIDUPAN
2.3. Beban Amanah

Allah menciptakan manusia pada kehidupan dunia ini untuk sebuah tujuan yang sangat mulia. Dia tundukkan semua alam untuk mereka, darat dan lautan, bumi dan langit, gunung dan lembah, binatang dan tumbuhan. Itu semua agar manusia siap untuk menunaikan tujuan tersebut. Kiranya tujuan sangat besar, tugas sangat sukar dan amanah yang akan dipikul sangat berat. Pantas saja, sebelumnya tidak ada yang mau memikul amanah tersebut dari langit yang tinggi, gunung yang menjulang atau bumi yang terbentang, semuanya menyampaikan keengganannya, kecuali hanya manusia, dan mereka itu bodoh dan zhalim. Allah menceritakan tentang perihal tersebut,

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولاً

“Sesungguhnya Kami telah sampaikan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh “. [QS. al-Ahzab: 72]

Apa gerangan amanah yang telah diikrarkan itu? Mengapa manusia disifati dengan bodoh dan zhalim? Amanah itu adalah Islam dan peraturanNya, amanah itu adalah janji kepatuhan kepada Allah. Baca entri selengkapnya »

Untukmu Yang Berjiwa Hanif (3)

Posted on Updated on

HAKIKAT KEHIDUPAN
2.2. Tujuan Hidup

Rasanya semua orang sepakat dengan tujuan hidup yaitu mencari dan menggapai kebahagiaan. Semua manusia ingin hidupnya bahagia, dan semua tahu bahwa untuk mencapai kebahagiaan itu perlu pengorbanan. Hanya saja, manusia banyak salah mencari jalan kebahagiaan, banyak yang memilih sebuah jalan hidup yang ia sangka di sana ada pantai kebahagiaan, padahal itu adalah jurang kebinasaan, itu hanya sebatas fatamorgana kebahagiaan, bukan kebahagiaan yang hakiki. Celakanya lagi, semakin dilalui jalan fatamorgana tersebut semakin jauh pula ia dari jalan kebahagiaan hakiki, kecuali ia surut kembali ke pangkal jalan.

Banyak orang menyangka kebahagiaan ada pada harta, karenanya ia berupaya mencari sumber-sumbernya dengan berletih dan berpeluh. Setelah ia peroleh harta tersebut, hatinya tetap gundah dan perasaan masih gelisah!! Ada saja yang membuat hati itu gelisah, kadang-kadang munculnya dari anak-anaknya, kadang-kadang dari istrinya atau tidak jarang juga datang dari usaha itu sendiri.

Banyak pula yang menyangka bahwa pangkat dan kekuasaan adalah kebahagiaan. Ketika dilihat mereka yang berkuasa dan bertahta, secara lahir mereka begitu tampak bahagia hidupnya! Pergi dijemput pulang diantar, ketika ia berkehendak tinggal memesan, perintahnya tidak ada yang menghalangi!! Akan tetapi setelah diselidiki lebih mendalam, kita masuk menembus dinding istananya, akan terdengar keluhkesahnya, dalam harta yang banyak itu terdapat jiwa yang rapuh. Baca entri selengkapnya »

Untukmu Yang Berjiwa Hanif (2)

Posted on Updated on

HAKIKAT KEHIDUPAN

2.1. Cerita Kehidupan

Ketika seseorang sudah mulai beranjak dewasa, ketika akalnya mulai sempurna, mulailah ia berpikir tentang hakikat kehidupan, yaitu kehidupan yang sedang ia jalani sebagaimana yang dijalani juga oleh yang lainnya. Bumi ini telah penuh sesak dengan manusia, semuanya silih berganti, ada yang datang dan ada yang pergi, ada yang lahir dan ada yang mati.

Jika hari ini berkuasa seorang raja, besok akan berkuasa lagi raja lainnya. Sekiranya hari ini ada pengangkatan seorang menteri atau seorang jenderal, dahulunya kita juga mendengar bahwa di negeri anu telah diangkat pula seorang menteri atau panglima. Yang tetap itu hanya peran manusia dalam kehidupan ini, sedangkan yang silih berganti adalah para pelaku dan yang memeraninya.

Peran kehidupan itu ada yang baik dan ada yang buruk, hanya saja manusia disuruh untuk memilih peran baik bukan peran buruk!

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ وَلاَ تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Itu adalah umat yang telah Ialu, baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan”. [QS: al-Baqarah: 141]

Baca entri selengkapnya »

Untukmu Yang Berjiwa Hanif (1)

Posted on Updated on

MUKADDIMAH

Segala puji hanya milik Allah, kita memuji, meminta pertolongan dan memohon pengampunan kepada-Nya, dan kita berlindung kepada Allah dari keburukan diri dan kejahatan amal perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk-tidak akan ada yang akan menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan olehNya- tidak akan ada pula yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi tidak ada zat yang berhak diibadati kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu rasulullah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan peremmuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu sating meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesung-guhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Baca entri selengkapnya »