Bulan Shafar

Mengenal Bulan Shafar

Posted on Updated on

Asal penamaan Shafar

Kata “shafar” dalam bahasa Arab, artinya ‘kosong’. Orang Arab menyebut “angka nol” dengan “shifrun”. Mereka menyebut rumah yang kosong (karena ditinggal pergi penghuninya) dengan sebutan “ashfarat ad-dar” (rumah yang kosong). Pada bulan inilah, masyarakat jahiliah mulai mengadakan perjalanan jauh dalam rangka perang, setelah sebelumnya, hal tersebut dilarang di bulan Muharram. [www.ahlalhdeeth.com]

Masyarakat jahiliah dan bulan Shafar

Masyarakat jahiliah sering menjadikan bulan Shafar sebagai pengganti kesucian bulan Muharram. Apabila mereka terdesak melakukan perang di bulan Muharram, mereka mengganti kesucian bulan Muharram karena berperang tersebut dengan bulan Shafar. Kebiasaan ini disebut “an-nasi’” (menunda). (Al-Qamus Al-Fiqh, hlm. 351) Baca entri selengkapnya »

Iklan

Download Ebook : Pelajaran Dari Bulan Shafar

Posted on Updated on

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Adapun selanjutnya:

Bulan Shafar adalah salah satu dari dua belas bulan hijriah setelah bulan Muharam. Dinamakan Shafa karena kota Mekkah (seolah) kosong dari penghuninya jika orang-orang bersafar mendatanginya. Dikatakan pula: dinamakan Shafar karena dahulu suatu kabilah diperangi dan ditinggalkan tanpa memiliki barang apapun (dijarah). [Lihat Lisan al-Arab oleh Ibnul Mundzir 4/462-463.

Poin-poin pembicaraan mengenai bulan ini sebagai berikut:
1. Bulan Shafar di masa bangsa Arab Jahiliah.
2. Tuntunan syari’at yang menyelisihi umat Jahiliah di bulan Shafar.
3. Bid’ah-bid’ah serta keyakinan yang salah dari orang-orang yang mengaku Islam mengenai bulan Shafar.
4. Peperangan dan kejadian-kejadian penting semasa hidup Nabi pada bulan ini.
5. Hadits-hadits palsu mengenai bulan Shafar. Baca entri selengkapnya »