Dakwah Islam

Jalan Menuju Islam #08 Dasar-Dasar Keyakinan Islam : Iman Kepada Malaikat

Posted on

KEDUA: BERIMAN KEPADA PARA MALAIKAT

Beriman kepada para malaikat merupakan rukun (pilar) iman kedua. Para malaikat (termasuk) alam ghaib, mereka adalah makhluk yang selalu beribadah kepada Allah subhanahu wata’aala dan mereka tidak mempunyai sedikitpun sifat-sifat ketuhanan (baik rububiyah maupun uluhiyah), maka dari itu mereka tidak boleh dijadikan sebagai sembahan selain Allah.

Mereka telah dianugerahi sifat kepatuhan yang sempurna kepada perintah-perintah-Nya dan kemampuan untuk melaksanakannya. Jumlah mereka sangat banyak dan tidak mengetahuinya selain Allah. Beriman kepada para malaikat mencakup hal-hal berikut:

  • Beriman dan mempercayai wujud (keberadaan) mereka.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Jalan Menuju Islam #08 Dasar-Dasar Keyakinan Islam : Iman Kepada Allah

Posted on

DASAR-DASAR AQIDAH ISLAM

Dienul Islam adalah aqidah dan syari’at. Pada pembahasan terdahulu telah disinggung secara singkat tentang sebagian ajaran-ajaran Dinul Islam dan begitu pula pembicaraan mengenai dasar-dasarnya yang merupakan dasar fundamen bagi syari’at (ajaran-ajaran)nya.

Adapun aqidah Islam mencakup keimanan dan keyakinan kepada semua ajaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya, baik berupa berita (informasi-informasi), hukum-hukum pasti (qath’iy) masalah-masalah ghaib dan lain sebagainya.

Dasar-dasar aqidah Islam adalah rukun-rukun iman yang berjumlah enam perkara, yaitu: (1) Beriman kepada Allah, (2) Beriman kepada para malaikat, (3) Beriman kepada kitab-kitab Suci, (4) Beriman kepada para utusan Allah, (5) Beriman kepada hari Kemudian, dan (6) Beriman kepada taqdir baik dan buruknya.

Berikut ini pembaca akan menyimak dengan sedikit rincian seputar rukun-rukun tersebut. Baca entri selengkapnya »

Jalan Menuju Islam #07 Pilar-Pilar (Rukun) Islam

Posted on Updated on

RUKUN ISLAM (PILAR-PILAR ISLAM)

Rukun Islam adalah dasar-dasar bangunan Dinul Islam, yaitu ada lima rukun: (1) Kesaksian bahwasanya tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, (2) Menegakkan shalat, (3) Membayar zakat, (4) Puasa di bulan Ramadhan, dan (5) Menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah.

Makna rukun-rukun Islam:

  • Kesaksian bahwa sesungguhnya tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah.
    Arti kesaksian ini ialah keyakinan teguh yang diungkapkan dengan lisan bahwa sesungguhnya hanya Allah-lah sembahan yang hak (yang benar) tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan yang menyampaikan ajaran Islam dari Allah.

    Kedua kesaksian di atas digabung menjadi satu rukun sekalipun yang disaksikan itu dua; karena kedua kesaksian (syahadat) tersebut merupakan dasar bagi sahnya amal ibadah. Maka Islam tidak akan diterima dan tidak pula amal ibadah kecuali didasari dengan keikhlasan kepada Allah dan mutaba’ah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (mengikuti tuntunannya dalam beramal ibadah).

    Maksud dari semua itu adalah hanya Allah semata yang berhak dijadikan sembahan, dan tidak menyembah-Nya (beribadah kepada-Nya) kecuali hanya dengan tata cara yang telah diajarkanNya melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka dengan keikhlasan (tauhid)lah “kesaksian tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah” itu dapat terealisasi, dan hanya dengan bermutaba’ah (mencontoh Rasulul-lah)lah “kesaksian bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah” itu terealisasikan.

    Baca entri selengkapnya »

Jalan Menuju Islam #06 Diantara Keindahan-keindahan Dienul Islam

Posted on

DI ANTARA KEINDAHAN-KEINDAHAN DIENUL ISLAM

Pada bagian terdahulu telah dijelaskan sebagian dari karakteristik Dinul Islam, dan pembahasan berikut ini mirip dengan pembahasan sebelumnya atau penyempuna. Pembaca akan menjumpai sebagian dari keindahan-keindahan yang dimiliki Dinul Islam, dan bahwa sesungguhnya Islam adalah agama kebahagiaan dan kemenangan, dan bahwasanya Islam tidak membiarkan manusia dalam kesendiriannya, atau bersama keluarganya, atau bersama tetangganya, atau bersama saudara-saudara seagamanya, bahkan bersama manusia lainnya melainkan diajarkan kepadanya etika-etika secara detail, cara-cara bergaul yang dapat menjadikan kehidupannya damai dan meraih kebahagiaan.

Dan pembaca sekali-kali jangan ragu karena keburukan sikap dari kebanyakan kaum muslimin, sebab semua itu terjadi karena hawa nafsu mereka bukan karena tabi’at agama Islam.

Keindahan-keindahan Dienul Islam akan tampak secara jelas bila pembaca memperhatikan perintah-perintah dan larangan-larangannya. Pada alenia-alenia berikut ini penjelasannya: Baca entri selengkapnya »

Jalan Menuju Islam #05 Beberapa Karakteristik Dienul Islam

Posted on Updated on

BEBERAPA KARAKTERISTIK DIENUL ISLAM

Islam adalah agama fitrah, agama kedamaian dan ketentraman. Manusia tidak akan menemukan ketenangan dan tidak akan mendapatkan kebahagiaan kecuali dengan berpegang teguh kepada Islam dan menerapkannya di dalam berbagai aspek kehidupan.

Hal yang meyakinkan keagungan Dienul Islam adalah karakteristik (ciri-ciri khas) yang dimilikinya yang tidak ada pada isme-isme dan agama-agama yang lain.

Di antara karakteristik yang mengokohkan kelebihan Islam dan kebutuhan manusia kepadanya adalah sebagai berikut:

  • Bahwasanya Islam datang dari sisi Allah subhanahu wata’aala. Dan Allah lebih mengetahui apa yang menjadi maslahat bagi hamba-hamba-Nya. Firman-Nya:

    أَلاَ يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللطيف الخبير

    “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui”. (Q.S. 67: 14)

Baca entri selengkapnya »

Jalan Menuju Islam #04 Kesaksian Filosof Inggris Thomas Karlel Terhadap Kebenaran Kerasulan Nabi Muhammad

Posted on Updated on

KESAKSIAN FILOSOF INGGRIS THOMAS KARLEL TERHADAP KEBENARAN KERASULAN NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

Setiap orang yang berakal yang obyektif, tidak ada pilihan lain baginya kecuali meyakini kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal itu karena tanda-tanda dan bukti-bukti yang sangat banyak membuktikan kebenarannya.

Tidak diragukan lagi bahwa kesaksian penentang itu mempunyai kedudukan tersendiri. Keunggulan itu –sebagaimana dikatakan- ada pada kesaksian musuh. Dan berikut ini akan kami ketengahkan kesaksian seorang filosof terkemuka berkebangsaan Inggris yang bernama Thomas Karlel, peraih hadiah Nobel dimana ia menulis di dalam bukunya “Para Pahlawan” tulisan yang cukup panjang tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berbicara kepada kaumnya umat Nasrani.

Di antara ungkapannya adalah: Sungguh merupakan suatu aib besar bagi orang yang berbicara di abad ini mendengarkan ungkapan yang mengatakan bahwa agama Islam adalah kedustaan dan Muhammad adalah seorang penipu. Dan sesungguhnya kita harus memerangi ungkapan-ungkapan hina lagi memalukan yang disebarluaskan seperti itu. Karena sesungguhnya risalah (kerasulan) yang diemban oleh Rasul (Muhammad) masih merupakan pelita terang yang menerangi dua ratus juta manusia semenjak dua belas abad silam. Lalu apakah salah seorang di antara kalian menduga bahwa sesungguhnya risalah yang diyakini oleh ratusan juta orang yang telah dan masih hidup ini merupakan suatu kedustaan dan tipu daya?!!
Baca entri selengkapnya »

Jalan Menuju Islam #03 Kenabian Muhammad dan Sekilas Sejarahnya

Posted on Updated on

KENABIAN MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM DAN SEKILAS DARI SEJARAHNYA

Pembahasan tentang diutusnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi nabi dan tentang sejarahnya adalah sangat panjang, dan para ulama telah menulis banyak karya-karya secara khusus tentang hal ini. Lembaran-lembaran ini tidak cukup untuk memuat hal tersebut secara panjang-lebar. Sesungguhnya pada alenia-alenia terdahulu telah penulis singgung bahwa risalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah risalah pamungkas (penutup) dan bahwa kitab suci yang diturunkan kepadanya yaitu, Al-Qur’an adalah merupakan kitab suci samawi yang terakhir.

Mudah-mudahan pembahasan pada lembaran berikut ini mencakup topik-topik dari sebagian sejarah mulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Baca entri selengkapnya »

Jalan Menuju Islam #02 Kisah Kemanusiaan

Posted on Updated on

KISAH KEMANUSIAAN
Kisah kemanusiaan dimulai semenjak Allah menciptakan Bapak manusia pertama, Adam ’alaihis salam yang diciptakan dari tanah lumpur dengan tangan-Nya yang mulia lalu ditiupkan ruh kepadanya, kemudian Dia ajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu, burung, binatang melata dan lain sebagainya. Dan Dia perintah para malaikat sujud kepada Adam sebagai penghormatan dan penghargaan. Maka segenap mereka pun sujud kecuali Iblis, ia enggan dan menyombongkan diri. Maka dari itu Allah menurunkan dan mengusirnya dari kerajaan langit secara hina lagi terusir serta memvonisnya dengan kutukan (laknat), kesengsaraan dan api neraka.

Setelah itu Iblis meminta kepada Allah agar ia ditangguhkan hingga hari Kiamat dan Allah subhanahu wata’aala pun menjawab: “Sesungguhnya engkau termasuk golongan yang diberi tangguh”. Lalu Iblis berkata: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka”. Dan ia berkata pula: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”. Maka Allah subhanahu wata’aala berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai makhluk terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.

Maka Iblis dikeluarkan oleh Allah dari surga dan diberikan kepadanya kemampuan untuk menggoda dan menyesatkan serta diberikan tangguhan waktu kepadanya hingga hari Kiamat supaya dosanya makin bertambah yang menyebabkan hukumannya pun makin besar dan azab baginya berlipat ganda; dan supaya ia menjadi timbangan yang dapat membedakan yang keji dari yang baik. Baca entri selengkapnya »

Jalan Menuju Islam #01

Posted on Updated on

JALAN MENUJU ISLAM

MUQADDIMAH
Segala puji bagi Allah; shalawat dan salam semoga tetap dicurahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang berpegang teguh kepada petunjuknya. Amma ba’du,

Sesungguhnya kebahagiaan merupakan sasaran yang diidam-idamkan, kebutuhan yang mendesak dan tujuan yang senantiasa diharapkan. Semua manusia yang hidup di muka bumi ini selalu berusaha untuk membahagiakan dirinya dan mengusir kesusahan dari padanya.

Sungguh, para penulis, para pemikir, para filosuf dan para sastrawan serta para dokter telah berupaya keras (intens) dalam mengkaji faktor-faktor apa saja yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan dapat mengusir kesusahan, dan masing-masing mempunyai pandangan dan cara tersendiri.

Sekalipun demikian, kebahagiaan yang dicapai oleh kebanyakan mereka adalah kebahagiaan semu atau penuh dengan kekurangan, lebih mirip dengan narkoba yang dikonsumsi oleh seorang pencandu lalu merasakan kebahagiaan seketika, sehingga apabila pengaruh narkoba itu lenyap kesedihan dan kesusahan pun datang kembali dengan berlipat ganda.

Sebabnya ialah, karena sesungguhnya mereka lupa akan dasar utama dalam mencari kebahagiaan sejati, yaitu beriman kepada Allah subhanahu wata’aala yang merupakan rahasia kebahagiaan dan jalannya yang lurus. Maka, tidak akan merasakan kebahagiaan sejati yang abadi selain orang yang beriman kepada Allah dan menjalankan petunjuk-Nya. Di situlah ia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Baca entri selengkapnya »

[Audio] TABLIGH AKBAR “CINTA RASULULLAH صلى الله عليه وسلم ”

Posted on Updated on

Alhamdulillah dengan karuniaNya menjadi sempurnalah segala kebaikan. Acara Tabligh Akbar bersama Fadhilatus Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr di Masjid Istiqlal Jakarta dengan tema “Cinta Rasulullah” telah terlaksana pada Ahad 10 Jumadits Tsaniyah 1434/21 April 2013. Semoga acara tersebut dapat memberikan ilmu yang bermanfaat yang diiringi dengan lahirnya amalan-amalan shalih bagi ratusan ribu kaum muslimin yang menghadiri secara langsung cara tersebut maupun yang menyimaknya melalui saluran televisi dan radio.

Bagi Anda yang berhlangan untuk menghadiri acara yang -insya Allah- penuh manfaat tersebut, jangan berkecil hati. Berikut kami hadirkan rekaman audio Tabligh Akbar yang disampaikan oleh fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al Badr hafizhahumallah dalam bahasan tema “Cinta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”. Dengan penerjemah ustadz Badrussalam hafizhahullah dan pemberi muqoddimah Ustadz Hamzah Abbas hafizhahullah. Semoga bermanfaaat Baca entri selengkapnya »

Orang Yang Belum Pernah Mendengar Islam, Apakah Kafir?

Posted on Updated on

dakwah islam

Banyak kaum muslimin yang bingung menghadapi pertanyaan semacam ini. Tidak jarang pula yang berangkat dari pertanyaan ini kemudian meragukan keadilan Islam lalu akhirnya menganggap semua agama benar. Padahal andaikan mereka sedikit berusaha mempelajari Islam dengan benar, mereka akan menemukan para ulama kita sudah menjelaskan dengan panjang-lebar jawaban dari pertanyaan semacam ini. Berikut ini kami kutipkan penjelasan bagus dari Syaikh Muhammad bin Abdillah Al Wuhaibi dalam kitabnya, Nawaqidhul Iman Wa Dhawabitut Takfir ‘Indas Salaf (1/294):

Perbedaan pendapat dalam masalah ini adalah tentang hukum di akhirat, bukan hukum di dunia. Tidak ada satupun para ulama yang mengatakan bahwa orang yang tidak pernah mendengar Islam itu adalah muslim, atau pada mereka diberlakukan hukum orang muslim di dunia. Oleh karena itu, perbedaan pendapat yang ada bukanlah tentang hukum di dunia. Al Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata: “Wajib bagi setiap orang untuk meyakini bahwa setiap manusia yang tidak beragama dengan agama Islam adalah kafir. Namun wajib juga meyakini bahwa Allah Ta’ala (di akhirat) tidak akan mengadzab orang yang belum disampaikan hujjah. Ini secara umum. Adapun secara khusus per individu, hanya Allah yang mengetahuinya. Ini semua berkaitan dengan balasan dan hukuman di akhirat. Sedangkan hukum di dunia, diterapkan berdasarkan apa yang nampak. Oleh karena itu, anak-anak kecil orang kafir dan orang gila yang kafir, di dunia diberlakukan hukum orang kafir kepada mereka” (Thariqul Hijratain, 384). Baca entri selengkapnya »