Dakwah

Hikmah Pagi TVRI: Hukum Sihir dan Perdukunan

Posted on Updated on

Pemateri: Syaikh Adil Thahir Al-Muqbil

Penterjemah: Ustadz Budiansyah

 

Iklan

Detik-Detik Menjelang Wafatnya Rasulullah ﷺ

Posted on Updated on

Jalan Menuju Islam #08 Dasar-Dasar Keyakinan Islam : Iman Kepada Malaikat

Posted on

KEDUA: BERIMAN KEPADA PARA MALAIKAT

Beriman kepada para malaikat merupakan rukun (pilar) iman kedua. Para malaikat (termasuk) alam ghaib, mereka adalah makhluk yang selalu beribadah kepada Allah subhanahu wata’aala dan mereka tidak mempunyai sedikitpun sifat-sifat ketuhanan (baik rububiyah maupun uluhiyah), maka dari itu mereka tidak boleh dijadikan sebagai sembahan selain Allah.

Mereka telah dianugerahi sifat kepatuhan yang sempurna kepada perintah-perintah-Nya dan kemampuan untuk melaksanakannya. Jumlah mereka sangat banyak dan tidak mengetahuinya selain Allah. Beriman kepada para malaikat mencakup hal-hal berikut:

  • Beriman dan mempercayai wujud (keberadaan) mereka.

Baca entri selengkapnya »

Jalan Menuju Islam #08 Dasar-Dasar Keyakinan Islam : Iman Kepada Allah

Posted on

DASAR-DASAR AQIDAH ISLAM

Dienul Islam adalah aqidah dan syari’at. Pada pembahasan terdahulu telah disinggung secara singkat tentang sebagian ajaran-ajaran Dinul Islam dan begitu pula pembicaraan mengenai dasar-dasarnya yang merupakan dasar fundamen bagi syari’at (ajaran-ajaran)nya.

Adapun aqidah Islam mencakup keimanan dan keyakinan kepada semua ajaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya, baik berupa berita (informasi-informasi), hukum-hukum pasti (qath’iy) masalah-masalah ghaib dan lain sebagainya.

Dasar-dasar aqidah Islam adalah rukun-rukun iman yang berjumlah enam perkara, yaitu: (1) Beriman kepada Allah, (2) Beriman kepada para malaikat, (3) Beriman kepada kitab-kitab Suci, (4) Beriman kepada para utusan Allah, (5) Beriman kepada hari Kemudian, dan (6) Beriman kepada taqdir baik dan buruknya.

Berikut ini pembaca akan menyimak dengan sedikit rincian seputar rukun-rukun tersebut. Baca entri selengkapnya »

Peperangan Dalam Sejarah Tersebarnya Islam

Posted on

Salah satu isu yang diangkat oleh orang-orang yang phobia terhadap Islam adalah Islam berhasil menjadi agama besar di dunia ini karena ekspansi pedang-pedang mereka ke wilayah-wilayah non-muslim. Mereka mencantumkan peristiwa-peristiwa penaklukkan  dan peperangan Islam untuk menguatkan opini tersebut. Akibatnya banyak orang-orang non-muslim menjadi antipati dengan agama yang menebarkan kedamaian ini dan umat Islam yang lemah iman dan minus perbekalan ilmiahnya merasa malu dan menyesali rekam jejak sejarah agamanya sendiri.

Benarkah Islam tersebar dengan pedang? Alangkah baiknya kita kaji permasalahan ini, agar kita bisa memutuskan benar atau tidak tuduhan tersebut.

Tidak Ada Paksaan Untuk Memeluk Islam

Sebelum kita beranjak ke data-data historis tentang peperangan di dalam Islam, ada sebuah kaidah yang perlu dipahami bahwa umat Islam dilarang memaksa, mengancam, dan memberikan tekanan suatu kelompok atau individu tertentu agar mereka memeluk Islam. Allah Ta’ala berfirman,

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ

“Tidak ada paksaan dalam agama.” (QS. Al-Baqarah: 256) Baca entri selengkapnya »

Tujuan Baik Tidak Menghalalkan Segala Cara

Posted on Updated on

“Yang penting niat dan tujuannya baik!”

itulah ungkapan yang sering didengar dari para pelaku perbuatan yang menyelisihi syariat, ketika tidak lagi memiliki alasan lain. Ungkapan ini dijadikan tameng untuk menangkis teguran dan kritikan yang diarahkan kepadanya.

Bahkan ada yang menjadikan ungkapan ini sebagai landasan untuk melegalkan dan menghalalkan segala cara demi mewujudkan niat baiknya, baik dalam urusan dunia maupun agama. Misalnya, demi mewujudkan niat beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla , namun segala cara ditempuh termasuk cara yang mengandung bid’ah atau maksiat.

Sebagian yang lain ingin menegakkan agama dan membela kehormatan kaum Muslimin tetapi mereka menempuh cara-cara yang sangat buruk dengan melancarkan aksi teror, membunuh, mencuri serta bom bunuh diri. Ada juga yang ingin berdakwah, tetapi dengan musik dan sinetron ‘Islami’.

Dalam urusan dunia, ada yang ingin menggenggam jabatan dan kedudukan, Namur dengan melegalkan suap, bohong dan tindak kedzaliman. Kekayaan dan harta melimpah termasuk diantara yang menyilaukan banyak orang sehingga segala cara untuk meraihnya ditempuh, tanpa peduli halal dan haram.

Itulah sebagian fakta zaman sekarang ini, kehidupan materialis yang sangat terwarnai fitnah syubuhât dan syahawât. Yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah status ungkapan ‘apapun dilakukan, yang penting niat dan tujuannya baik’ dalam pandangan Islam? Apakah tujuan yang baik boleh menghalalkan segala cara? Baca entri selengkapnya »

Menasehati Amalan yang Keliru = Memerangi Sesama Muslim?

Posted on

Sesama muslim ada yang antipati dengan nasehat. Padahal maksud saudaranya itu baik. Saudaranya sangat mencintainya, ingin amalannya lurus dan sesuai ajaran baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun ada yang menuduh nasehat tersebut berarti memerangi sesama muslim. Ada yang menuduh nasehat tersebut adalah watak Yahudi yang ingin memerangi umat Islam. Wallahul musta’an. Kenapa tidak mau berhusnuzhan pada saudara kita yang menasehati?

Ketika kita mengajarkan Al Qur’an pada murid-murid kita, saat ia salah dalam hal tajwid, seharusnya dibaca 6 harokat, dia hanya membacanya 2 harokat, lalu kita perbaiki, apa kita yang betulkan itu salah?

Kenapa ada yang berkomentar bahwa saat kita menasehati saudara-saudara kita yang amalannya keliru karena tidak sesuai dengan ajaran Nabi, lantas kita malah yang dituduh memerangi sesama muslim? Baca entri selengkapnya »

Sudahkah Allah “Mempekerjakan” Anda?

Posted on Updated on

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ . فَقِيلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ  يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ .

“Jika Allah menginginkan kebaikan untuk seorang hamba maka dia akan mempekerjakan/menggunakannya”, beliau ditanya, “Bagaimana Allah akan mempekerjakannya, wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”, beliau menjawab: “Allah akan memberinya petunjuk untuk beramal shalih sebelum meninggal”.[1]

salah satu amal shalih adalah berdakwah , mengurus dan memikirkan dakwah. Sudahkan kita bekerja untuk dakwah? Sudahkah kita menggunakan nikmat ini untuk berdakwah? Sudahkah kita memikirkan bagaimana saudara kita mendapatkan nikmatnya beribadah? Merasakan manisnya iman? Sudahkah kita memikirkan bagaimana nasib kaum muslimin? Yang tertindas, yang membutuhkan pertolongan? Yang membutuhkan ilmu agama? Baca entri selengkapnya »

[Syubhat] Masalah Khilafiyah Tidak Perlu Diingkari ?!

Posted on

Sebagian aktivis dakwah berdalil bahwasanya ucapan selamat natal pada non muslim itu sah-sah saja atau boleh karena terdapat khilaf di antara para ulama. Kata mereka, ada ulama yang membolehkan, ada yang melarang. Padahal beda pendapat seperti ini tidak bisa diterima karena beda pendapat tersebut datang setelah adanya ijma’ (kesepakatan ulama) di masa silam. Sehingga berdalil untuk khilaf (beda pendapat) ulama saat ini dengan alasan kita saling tolerir jika ada beda pendapat dalam masalah fikih, sungguh keliru. Karena ijma’ ulama masa silam bisalah batal jika ada ulama semasanya atau sebelumnya yang menyelisihi ijma’ tersebut, bukan dengan alasan pendapat ulama saat ini.

Masalah Khilafiyah, Benarkah Tidak Perlu Diingkari?

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Jika ada yang mengatakan bahwa masalah khilaf tidak perlu diingkari, maka itu tidaklah benar jika melihat dari sisi ucapan yang dihukumi atau amalan. Baca entri selengkapnya »

10 Faedah dari 10 Ayat Surat Abasa

Posted on

‘Abasa secara bahasa artinya, جَمَعَ جِلْدَ مَا بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَجِلْدَ جَبْهَتِهِ “mengumpulkan kulit yang ada diantara dua mata dan kulit dahi”, yaitu mengerutkan dahi dan bermuka masam. Surat ‘Abasa adalah surat yang seluruh ayatnya adalah Makkiyah (diturunkan di Mekah) berdasarkan kesepakatan para ulama tafsir.

Allah berfirman :

عَبَسَ وَتَوَلَّى(١) أَنْ جَاءَهُ الأعْمَى(٢) وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى(٣) أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى(٤) أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى(٥) فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى(٦) وَمَا عَلَيْكَ أَلا يَزَّكَّى(٧) وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى(٨) وَهُوَ يَخْشَى(٩) فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى (١٠)

1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, 2. karena telah datang seorang buta kepadanya. 3. tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), 4. atau Dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? 5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, 6. Maka kamu melayaninya. 7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau Dia tidak membersihkan diri (beriman). 8. dan Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), 9. sedang ia takut kepada (Allah), 10. Maka kamu mengabaikannya.

Baca entri selengkapnya »

[Audio] Menjalin Hubungan Terbaik Dengan Allah [Syaikh Sa’ad Asy-Syatsri]

Posted on

Alhamdulillah acara Tabligh Akbar “Menjalin Hubungan Terbaik Dengan Allah” di Masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad, 23 Juni  2013 berjalan dengan lancar. Puluhan ribu jama’ah menghadiri Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Radio Rodja 756 AM dan Rodja TV tersebut. Pembicara utama dalam acara tersebut adalah Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy-Syatsri, salah seorang ulama kharismatik dari Saudi Arabia, beliau pernah menjadi anggota Lembaga Ulama Besar Saudi Arabia juga menjadi anggota Lembaga Pengkajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa di Saudi Arabia.

Bagi Anda yang tidak sempat menghadiri acara tersebut berikut kami hadirkan rekaman lengkap dari acara Tabligh Akbar teresebut. Semoga bermanfaat. Baca entri selengkapnya »

Gagasan Media Berbasis Dana Zakat

Posted on Updated on

Gagasan Media Penyiaran Islam Berbasis Dana Zakat
Oleh: Mohammad Fadhilah Zein (Produser TvOne)

Saya adalah Radio Rodja Mania. Bagi saya, radio yang berada di frekuensi AM 756 KHz ini spektakuler. Dia mampu mematahkan teori-teori media massa, salah satunya adalah ketergantungan media pada rating dan iklan. Lembaga pemeringkat mana yang mengeluarkan data-data secara berkala untuk Radio Rodja? Tidak ada. Dan memang, radio ini pun tidak butuh data-data rating yang dikeluarkan lembaga pemeringkat semacam AC Nielsen, karena hidupnya tidak dari iklan.

Dibanding pesaingnya, yakni Radio Islam Sabili dan Radio Silaturahmi, Radio Rodja jauh lebih menarik. Kru radio mampu memberikan suguhan konten-konten yang enak di telinga. Kreativitas audio dikemas secara apik, tanpa menghilangkan keyakinan mereka bahwa musik adalah haram. Potongan-potongan tilawah Al Quran dikemas dengan sound-sound efek seperti suara angin, petir, tangisan bayi, kicauan burung dan lain sebagainya. Baca entri selengkapnya »

Risalah Kecil Bagi Penyeru Bid’ah Hasanah

Posted on

Ini hanyalah risalah kecil bagi penyeru bid’ah hasanah. Da’i adalah penyeru. Di antara penyeru, ada yang terang-terangan menyeru dengan lisan perkataannya. Yakni, yang jelas-jelas mengatakan bahwa bid’ah hasanah dalam ibadah itu ada dan tidak semua bid’ah adalah dhalalah. Di antara penyeru, ada yang tidak mau terang-terangan menyeru dengan lisan perkataannya. Yakni, yang tidak mau mengakui makna zahir ‘wa kulla bid’atin dhalalah’ dan senang berpartisipasi dalam melawan -atau minimal membalik-balikkan- seruan para penyeru bahwa semua bid’ah dalam syariah adalah dhalalah.

Jika memang keyakinan kalian akan bagusnya sebagian bid’ah dalam syariah karena taqlid-nya kalian pada orang di atas kalian atau orang-orang di sekitar kalian, maka semoga Allah memaafkan kalian. Jika itu karena kesalahfahaman kalian semata, maka semoga Allah memaafkan kalian. Jika itu karena memang kalian tidak ridha disebabkan orang tua kalian -mau tidak mau kalian akui- adalah pelaku bid’ah, atau guru-guru kalian, atau bahkan kalian sendiri, sehingga kalimat ‘wa kulla bid’atin dhalalah’ menyakiti hati kalian dan menikam tradisi kalian, maka semoga Allah memaafkan kalian dan memberi hidayah pada kesemuanya. Baca entri selengkapnya »