demonstrasi

Sikap Yang Tepat Dalam Menghadapi Kenaikan BBM

Posted on

bbm-naik-harga-sembako-ikut-naik
bbm-naik

Kita tahu bahwa semua pasti akan merasakan kesulitan ketika BBM naik. Karena jika BBM naik, semua kebutuhan pokok akan ikut naik. Akan semakin tercekiklah rakyat jelata seperti kita-kita ini. Namun demikianlah kebanyakan orang dalam menghadapi masalah ini keliru. Semua ingin agar suaranya didengar oleh penguasa. Demonstrasilah yang jadi solusi. Tidak ada yang berpikir, kenapa pemimpin kita bisa memilih jalan untuk menaikkan BBM? Tidak ada yang mau merenung, apa betul presiden tercinta kita ingin menyengsarakan bahkan membunuh rakyatnya sendiri? Lalu kenapa tidak mau menyikapi hal ini dengan bersabar? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Download Khutbah Jum’at Dalam Rangka Menyikapi Naiknya BBM

Posted on

Kenaikan Harga : Suatu Renungan dan Solusi

Download rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Dzulqarnain pada tanggal 7 Jumadil Awal 1433 H / 30 Maret 2012 di Ponpes As-Sunnah Makassar dengan tema “Kenaikan Harga: Suatu renungan dan Solusi”.

Bagaimana Cara Menasehati Penguasa?

Bagaimanakah cara menasehati para pemimpin? Apakah dizaman Rasulullah pernah terjadi kenaikan harga-harga? dan bagaimana sikap dari Rasulullah? Apakah benar kedzholiman dari pemimpin itu adalah karena dosa-dosa dari rakyatnya? Silahkan simak khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Badrusalam ini untuk lebih jelasnya, semoga bermanfaat. Baca entri selengkapnya »

Mendulang Hikmah di Balik Revolusi Timur Tengah (1)

Posted on Updated on

Mukaddimah

revolusi-timur-tengah
revolusi-timur-tengah

Baru-baru ini kita menyaksikan serangkaian peristiwa di Tunisia, Mesir, Libya, Bahrain, Yaman, dan Suriah. Mulai dari kaburnya Presiden Ben Ali mencari perlindungan, diikuti jatuhnya Rezim Mubarak pasca unjuk rasa besar-besaran, dan perang sengit antara Muammar Gaddafi melawan para demonstran. Dari Afrika, gelombang unjuk rasa berputar haluan menuju Bahrain, Yaman, dan Suriah. Wallahu a’lam, negara mana lagi selanjutnya yang mendapat giliran.

Korban jiwa berjatuhan. Puluhan di Tunisia, ratusan di Mesir & Yaman, dan ribuan di Libya dan Suriah. Adapun yang luka-luka, maka tak terkira jumlahnya. Pembunuhan, penjarahan, perusakan, dan pelanggaran kehormatan, nampaknya menjadi harga mati setiap revolusi. Baca entri selengkapnya »

Syubhat-syubhat Seputar Demonstrasi

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم

Adalah musibah besar ketika umat kehilangan ulama-ulama robbani-nya. Musibah ini mengakibatkan sejumlah mafsadat nyata. Yang paling besar di antaranya ialah: makin beraninya ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu dalam mendakwahkan bid’ah dan kesesatan mereka. Imam Al Aajurry mengatakan dalam kitab “Akhlaqul Ulama”: “ Para ulama ibarat pelita manusia, penerangan negara, dan tonggak kejayaan umat. Mereka ibarat sumber hikmah yang selalu memancing kemarahan setan. Melalui mereka, hati pengikut kebenaran akan hidup, dan hati pengikut kesesatan akan mati. Perumpamaan mereka di bumi ibarat bintang-bintang di langit, yang menjadi petunjuk di kegelapan malam saat berlayar di tengah lautan. Jika bintang-bintang itu hilang, bingunglah para pelaut tak karuan; dan begitu cahayanya terlihat, barulah mereka bisa melihat di kegelapan”.

Salah satu contohnya ialah sebagaimana yg diceritakan oleh Al Hafizh Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala’, dari Yahya bin Aktsam yang mengisahkan: “Khalifah Al Ma’mun (yg berakidah mu’tazilah dan meyakini bahwa Al Qur’an adalah makhluk) pernah berkata kepada kami: “Kalaulah bukan karena posisi Yazid bin Harun (salah seorang tokoh Ahli Sunnah di zamannya), pastilah kunyatakan bahwa Al Qur’an itu makhluk. Ada yg bertanya: Memangnya siapa itu Yazid sehingga perlu disegani? Jawab Al Ma’mun: Payah kamu ! Aku menyeganinya bukan karena ia berkuasa, namun aku khawatir jika kunyatakan masalah ini kemudian ia membantahku, sehingga terjadi perselisihan di tengah masyarakat dan timbul fitnah”. Baca entri selengkapnya »

Bagaimana Memahami Perbedaan Yang Terjadi Dikalangan Salafus Sholih Dalam Menasihati Penguasa?

Posted on

Disalin dari Blog Al-Ustadz Sufyan Basweidan -hafizhahullah- dengan dengan judul asli “Bagaimana Menasehati Penguasa?”, disalin dengan penyempurnaan kalimat.

Pertanyaan 1 :

assalamu’alaykum..
ustadz, benarkah yang disebutkan dalam link ini http://www.islamedia.web.id/2011/02/bagaimana-hukum-menggulingkan.html bahwa banyak dari ulama salaf yang menyebutkan keburukan penguasa di depan khalayak ramai??
jazakallahukhayran atas jawaban antum^^..

mahdi
6 Februari 2011 at 5:27 pm

Jawaban  Al-Ustadz Abu Hudzaifah Al Atsary Baca entri selengkapnya »

[Kisah Tak Nyata] Demonstrasi Saat Umar Masuk Islam

Posted on Updated on

Al Kisah

Singkat cerita, Umar bin Khothob berkata:

”Saat Alloh memberiku hidayah untuk masuk islam, sayapun mengucapkan kalimat La Ilaha Illallohu, tidak ada seorangpun yang lebih saya cintai melebihi Rosululloh. Lalu saya bertanya kepada saudariku: Dimanakah Rosululloh berada ?.” Dia menjawab: Beliau berada di rumah Arqom bin Abil Arqom, dibukit Shofa.”

Sayapun berangkat ke sana, saat itu Hamzah sedang berada bersama para sahabat lainnya, sedang Rosululloh di ruang dalam rumah. Segera saya mengetuk pintu, para sahabat langsung berkumpul, Rosululloh segera keluar seraya bertanya: Kenapa kalian ? Mereka menjawab: “Ada Umar, wahai Rosululloh.” Rosululloh pun keluar dan langsung mencengkram kerah bajuku lalu melepasnya, tiba-tiba saya tidak bisa menguasai diriku dan langsung terduduk. Lalu Rosululloh bersabda: “Tidakkah engkau beriman wahai Umar ?” Baca entri selengkapnya »

Mengoreksi Penguasa Harus Dengan Gaya TUKUL…?? [Ada-ada aja]

Posted on Updated on

Sebuah bantahan terhadap artikel berjudul “Mengoreksi Penguasa Harus Dengan GAYA TUKUL…??”

Judul asli artikel Kritik Atas Pendapat Yang Menyatakan Mengoreksi Penguasa Harus Dengan (Empat Mata) karya tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustadz Syamsudin Ramadhan An-Nawiy hadahullah

Oleh al Ustadz al Fadhil Abu Yahya Badrussalam, Lc. hafizhahullah

Berkata Syamsuddin Ramadlan (HTI): Mengoreksi Penguasa Harus Dengan GAYA TUKUL…??

Tanggapan: Tukulkah yang menjadi panutanmu ?? Baca entri selengkapnya »